Pindahan Basecamp

Alhamdulillah hari Jumat minggu yang lalu (tanggal 3 Mei 2013) kami sekeluarga pindah basecamp dari Cibinong ke Bojong Gede. Hanya beda kecamatan, masih di wilayah Kabupaten Bogor.

Waktu itu alhamdulillah banyak tetangga yang membantu. Bapak-bapak membantu angkut-angkut barang ke truck hingga sampai ke tempat tujuan, sedangkan ibu-ibu dan anak-anak ikut mengantar sampai ke rumah kami yang baru. Bahkan kakak-kakaknya Khansa dibela-belain sampai ijin tidak masuk sekolah agar bisa mengantar Khansa. Pagi-pagi kami sudah dikirimi donat, gorengan, dan lontong (arem-arem) banyak sekali dari ummu bima dan ummu pandu, kata beliau untuk cemilan pas angkut-angkut *terharu*

Memang rencana kepindahan kami ini cukup mendadak, karena rencana awal mau menunggu hingga rumah rapi semua, sekitar tgl 7 Mei 2013. Qodarullah ada sedikit masalah teknis dengan tukang sehingga kami percepat prosesnya. Biarlah posisi rumah belum dicat, dapur belum berplafon, belum ada pagar, yang penting kami pindah dulu, karena lumayan juga biayanya kalo mau perpanjangan satu bulan lagi. Lagipula insya Allah akhir bulan keluarga ummu ahmad sudah mau menempati rumah kontrakan lama kami. Untuk renovasi berikutnya (pasang pagar, plafon, dll) insya Allah akan kami lakukan sambil menabung sedikit demi sedikit.

Beberapa hari sebelum kami pindah, zauji lembur di rumah untuk nyicil angkut-angkut barang dan mengecat. Diutamakan mengecat 2 kamar tidur dan kamar mandi. Alhamdulillah (lagi) ada bala bantuan keluarga dari Semarang (papa,mama,kakak perempuan saya dan anak-anaknya). Sehingga satu hari sebelum pindah papa ikut nyicil angkut barang yang agak besar naik mobil, dan kami ramai-ramai sampai jam 10 malam kumpul di rumah baru. Bahkan papa, mama, dan kakak ikut membantu mengecat ruang tamu dan sebagian dapur *hiks, terharu lagi*.

Pokoknya kalau diingat-ingat proses dari mendapatkan rumah hingga perpindahan ini betul-betul penuh perjuangan.

Mulai dari  kesana kemari blusukan survey rumah, drama rumah awal yg kami incar (tapi akhirnya ngga jadi), ngepasnya tabungan kami dengan nilai pembelian rumah, deg-degan ngga ada dana untuk biaya notaris dan qodarullah ada tetangga membayar hutangnya kepada kami, deg-degan lagi karena beasiswa zauji tak kunjung cair dan qodarullah dikirimi sejumlah uang dari keluarga sehingga bisa menyambung pembayaran material dan tukang hingga beasiswa turun.. cukup menguras waktu, tenaga, dan jiwa.  Tapi disamping semua itu, kami tentunya bersyukur atas karunia Allah ini.

Ketika hari pindahan, ibu-ibu yang mengantar dengan diwakili ummu bayu mengucapkan sepatah dua patah kata dan doanya kepada kami. Tadinya saya diam  menanggapinya, hanya senyum-senyum saja. Kemudian mama berbisik (dan setengah “memaksa”) saya untuk menanggapi sambutan ummu bayu tersebut. Saya kemudian mengucapkan salam kepada ibu-ibu yang hadir, belum sempat melanjutkan bicara eh tau-tau air mata saya mengalir *hadeh, mbrambang lagi deh*. Saya sudah menganggap ibu-ibu tersebut sebagai keluarga saya sendiri. Begitu baiknya mereka terhadap kami sekeluarga. Membantu momong Khansa, mengirimkan berbagai makanan hasil masakan atau oleh-oleh kepada kami, menyimpan jemuran kami di tempat aman ketika hujan, menerima paket ketika kami tidak ada di rumah, dan banyak bantuan lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu. Saya, zauji, dan Khansa benar-benar merasa kehilangan dan akan merindukan suasana disana.

Bahkan beberapa hari yang lalu ketika kami ta’ziah ke rumah lama karena ada tetangga yang meninggal, sekali lagi air mata saya menetes karena ketika mau pulang si genduk Khansa memeluk erat tiwi -anak ummu bima yg sering menemani Khansa main- dan menangis kencang. Sampai di jalan pun Khansa masih menangis tidak mau pulang. Tangisnya baru reda setelah saya bilang mau dibelikan es krim -_-‘. Zauji bilang, “udah jangan main kesini dulu agak beberapa lama sampai Khansa teteg disana, itu dek juga sama saja.”

Semoga Allah memberkahi dengan kebaikan atas perpindahan kami ini, dan semoga Allah membalas kebaikan semua pihak (keluarga, saudara, tetangga) yang telah membantu kami -bi idznillah- mewujudkan rumah impian kami.

Let’s start a new day in a new home. Tanpa ART, insya Allah. Semangadh! ^^

9 Comments

  1. tok…tok….tok…assalamu’alaikum….,
    wah yang abis pindahan nih, gimana kabarnya ukhti? lama nggak bersua, hehe….kangeeeen…….,
    ana juga rencana mw pindahan nih, insyaAlloh sebelum/setelah lahiran, doakan semoga dimudahkan Alloh ya, aamiin…..

    sekarang sibuk online shop ya ukh?

    • wa’alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh..
      monggo, silakan masuk xixixi..
      iya niii… lamo indak basuo.. alhamdulillah kabar baik umm, sedang penyesuaian habis pindahan
      masya Allah anti hamil lagi?mau doonkk itut hehehe.. mohon doanya ya umm agar anti juga dikaruniai Allah banyak keturunan seperti anti *mupenk*
      ngga sibuk banget kok umm d olshop, bagi tugas sama suami hihi..
      anti mau pindah kemana?pindah kota?smoga dilancarkan dan dimudahkan Allah yaa.. siapkan energi extra umm ^^

  2. Assalamu’alaikum Umm.
    Lg blogwalking ngliat-liat mainan edukasinya, eh malah baca2. Hehe
    Pindah ke Bojong Gede yaa? Waah, disana ada sabahat saya Umm.
    Namanya Mimi Ummu Abdirrahman. Semoga bisa kenalan nanti. :)
    Senang main kesini. Salam kenal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s