Jangan Mengeluh di Hadapan Buyer

Sebagai seorang wirausahawati *hayah* – sebut saja pedagang- tentu saja saya sering bergaul dengan para bakulers lainnya. Di friendlist saya sebagian terdiri dari teman-teman saya sesama olshop owner.

Terkadang ada beberapa dari mereka yang suatu saat memasang status mengenai kekecewaan mereka terhadap buyer, entah karena ada buyer yang hit n run (sesudah order dan ditotalkan lalu kabur entah kemana), buyer yg telat transfer, buyer yang modis (mo diskon), dan lain sebagainya.

Memang sebagai pemilik olshop sayapun mengalami hal yang dituliskan teman-teman saya tersebut.

Terkadang ada buyer yang sudah order, sudah saya totalkan dan saya beri no rek, sesudah itu tidak ada kabar deritanya lagi. Waktu awal-awal jualan memang saya kecewa dengan buyer tersebut. Walaupun mereka mempunyai hak khiyar (hak memilih utk melanjutkan atau membatalkan akad), tetapi mereka selayaknya menghormati etika perdagangan, at least kalo mau cancel ya konfirm. Hindari salah satu ciri orang munafik -kalo berjanji mengingkari, kalo dipercaya mengkhianati-, na’udzubillahi mindzalik.

Buyer yang telat transfer juga saya alami. Ada yg barang sudah saya kirim (karena saya percaya dengan dia) eh saya nanti transferannya tak kunjung tiba, bahkan sampai beberapa minggu. Padahal utk seorang seller, transferan buyer itu merupakan modal agar perniagaan terus berputar, lha kalau banyak yg kredit macet bisa-bisa kegiatan usaha seller berhenti (na’udzubillahi mindzalik). Toh kita (=buyer) juga tidak mau menjadi seseorang yg menahan hak orang lain bukan?pertanggungjawabannya bisa sampai di akhirat nanti lho.

Juga buyer modis (mo diskon), itupun ada. Kalo bertransaksi minta diskon, padahal kadang harga yg saya tetapkan sudah mepet. Sudah diberi discount minta free ongkir. Whaduh. Ngelus dada hehe..

Tapi selama ini walaupun ada beberapa buyer seperti yang saya sebutkan di atas, saya tidak pernah memasang status di FB yang mengungkapkan kekecewaan saya kepada mereka.

IMHO, segalau ataupun semarah-marahnya kita kepada customer, jangan sampai mengumbar status yang mengungkap keburukan mereka di media, walaupun tidak kita sebutkan nama mereka.

Mengapa?

Pertama, siapa sih yang mau dijelek-jelekkan atau disindir di hadapan publik?kita sendiri juga ngga mau kan?

Kedua, iya kalo yang kena sindiran itu merasa.. lha kalo malah yang tersindir pihak-pihak lain bagaimana?bukankah itu artinya kita mematikan potensi calon pembeli lainnya?

Ketiga, hal ini bisa jadi menunjukkan kelemahan mental kita sebagai pedagang. Ketika posting hal itu mungkin ada yg membatin “halah, baru digituin buyer aja udah mengeluh, namanya usaha ya pasti ada halangan dan rintangannya..hadapi saja lah”.

Sebagai manusia rasa kecewa ataupun marah itu wajar. Tapi kitapun harus memilih kata dan tempat yang tepat.

Akan lebih baik jika kita konfirmasi ke buyer mengenai kegalauan kita melalui jalur pribadi. Entah inbox, sms, bbm, chat, banyak sarana yg bisa kita manfaatkan. Lha kalo sudah mentok dan berasap, gampang.. tinggal unfriend, block atau delcon.

Kalo saya pribadi misalnya ada buyer yang seperti di atas, paling ya curhat ke zauji. Sesudah itu ya wis merasa lega, dan menentukan langkah selanjutnya. Anggap saja asam garam (dan manisnya) usaha.

Bila kita tengok ke fanpage perusahaan kelas atas, tentu tidak kita temukan keluhan dalam status atau postingan mereka.

Tidak ada perusahaan sekelas SAMSUL (misalnya) memposting

“OH NO, MY CUSTOMER HIT AND RUN..AGAIN.. AND AGAIN..IT MAKES ME BLUDREG”

atau..

“SUDAH DIBERI DISCOUNT MINTA FREE ONGKIR, SUDAH FREE ONGKIR MINTA BONUS, EMANG TOKONE MBAHMU”

hihi..

Justru yang tampak dari status perusahaan besar tersebut adalah iklan produk baru, atau kesempatan meraih gratisan di page mereka. All about fun things.

So, kesimpulannya.. mari kita curahkan energi utk hal-hal yg positif. Beriklan, bikin web, bentuk komunitas reseller/marketing utk mendongkrak penjualan produk, adakan give away ke customer, dan masih banyak lagi hal-hal yg dapat kita lakukan as seller.

Biarlah buyer yg “agak merepotkan” tersebut menjadi bagian yg akan menguatkan kita. Bukankah tempaan badai akan menghasilkan pelaut yang tangguh?

SALAM WIRAUSAHA *halah*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s