Terlalu Indah untuk Dilewatkan

Dalam masa kecil anak, ada beberapa moment yang terlalu indah untuk dilewatkan, dan mungkin takkan terulang (karena mereka tumbuh semakin dewasa)

Beberapa waktu yang lalu, ketika sedang beberes rumah dan mau masuk kamar mandi, saya melihat Khansa (2th 4 bulan) sedang asyik glundang glundung sendiri di kamar depan. Dia masuk ke dalam tempat tidur bayi portable (model jinjing) dan menggumamkan sesuatu. Ketika saya dengarkan kata-katanya ternyata dia sedang “muroja’ah” surat al fatihah, kurang lebih begini “hamdulillah..alamiin..ghoiril magdhuu..sirootholladzii an am..”, memang agak terbolak-balik dan kurang jelas bacaannya, tapi hal ini cukup membuat saya terharu T_T

Selama ini saya memang berusaha mengulang-ngulang membaca surat al fatihah dan meminta Khansa untuk menirukannya, sebagai pengenalan terhadap ayat-ayat Al Quran. Biasanya saya melakukannya ketika Khansa mau tidur (baik tidur siang ataupun malam), atau ketika kami sedang bermain. Tapi yaa namanya bocah, seringkali diminta mengikuti ayat malah main-main. Entah dia sibuk ngomongin hal lain, glundang glundung kesana kemari, atau malah tidak mau menirukan sama sekali. Saya pikir ya wes lah, biar terserah dia dulu (padahal dalam hati gemess hihi..). Yang penting dia sudah mulai mengenal bacaan Al Quran.

Ternyata oh ternyata, apa yang diajarkan itu membekas juga di memorinya. Sehingga ketika asik bermain sendiri, dia pun melafalkan hafalan surat tersebut walaupun masih terbolak-balik dan ada kata-kata yang mengarang indah -_-‘

Itu adalah salah satu priceless moment, dari banyak peristiwa menakjubkan dalam perkembangan seorang anak.

Ada juga moment lain, yaitu disaat kami sedang main lego. Tiba-tiba Khansa membuat sebuah bangunan dan bilang “ummi, ini menara eppel”.. hmm? tadinya saya sempat bertanya dalam hati apa arti menara eppel, kemudian saya ingat dalam salah satu bukunya yang kemarin saya ceritakan ada gambar menara eiffel. Masya Allah, ternyata diapun merekam hal itu dan berusaha mengaplikasikannya *berkaca-kaca*

Ya, hal-hal seperti inilah yang terlalu indah untuk dilewatkan bagi seorang emak seperti saya. Moment masa kecil dan tumbuh kembang anak. Seperti layaknya kalimat “they grow up so fast“, memang demikianlah kenyataannya.

Itulah mengapa -sampai saat ini- saya sangat bersyukur atas pengambilan keputusan resign dari kantor setahun 3 bulan yang lalu. Ingin menemani anak saya dalam masa keemasannya, mengisinya dengan hal-hal baik dan bermanfaat yang akan menjadi pondasi bagi masa depannya kelak, insya Allah.

Ketika mereka dewasa, mungkin mereka akan sibuk dengan teman-teman dan kegiatannya, belum lagi ketika sudah menikah mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya. Menurut kacamata saya, “bonding moment” antara orangtua dan anak yang maksimal adalah ketika masa kecil mereka.

Smoga Allah membimbing kami –as parent– untuk mendidik anak-anak kami sesuai tuntunan-Nya. Wallahul musta’an.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s