Cinta Bahasa Arab, Mengapa Tidak?

studytime
studytime

foto/dok : args2782.blogspot.com

Yup, selama ini saya dan zauji memang memperkenalkan Khansa terlebih dahulu dengan bahasa Arab daripada Bahasa Inggris. Tentu saja mengenalkan Khansa dengan Arabic sesudah dia lancar berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, serta mengetahui arti dan bentuk benda yang kami sebutkan. Misalnya kami mengajarkan kata maktabun, qolamun, kitaabun, berarti dia sudah mengetahui dan paham tentang meja, pena, dan buku.

Ada alasan mengapa kami mendahulukan Arabic daripada English, yang mungkin hal ini melawan arus kebijakan mayoritas orangtua. Tentu saja kami tidak menampik urgensi Bahasa Inggris, dan insya Allah kami akan mengajarkannya nanti kepada genduk. Tapi untuk saat ini, kami ingin mematangkan lebih dulu kemampuan bahasa Arab Khansa dengan mengajarinya lebih banyak mufrodat (kosakata) Arabic. Ehm, dan ini merupakan PR besar bagi saya dan zauji, mengingat kemampuan bahasa Arab kami yg masih level pre basic *malu*. Tapi insya Allah ini menjadi pemicu kami untuk berusaha mempelajari bahasa Arab lebih baik lagi, *saya sangat bersyukur dipertemukan dengan asatidzah dan teman-teman di Grup Whatsapp Al Ummahaat Ath Tholibat yg –bi idznillah- membimbing saya belajar*.

Lalu, apa alasan kami ajarkan bahasa Arab lebih dulu sesudah bahasa Ibu?

Seperti yang kita ketahui bahwa Al Quran turun dalam bahasa Arab, begitupun Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- menggunakan bahasa tersebut, jadi bahasa Arab merupakan modal untuk mempelajari Al Quran dan As-sunnah (hadits-hadits Rasulullah), sebagai pedoman hidup seorang muslim.

Allah berfirman :
Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa: 59)

Rasulullah bersabda :
Sesungguhnya sepeninggalku akan terjadi banyak perselisihan. Maka hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan sunnah khulafa ar rasyidin. Peganglah ia erat-erat, gigitlah dengan gigi geraham kalian” (HR. Abu Daud 4607, Ibnu Majah 42, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud )

Memang saya masih dalam level awal dalam mempelajari bahasa Arab, tapi ada beberapa keistimewaan dari bahasa tersebut yaitu : (sumber >> disini).

  1. Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran.
    Allah berfirman:
    “Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya.[QS Az Zukhruf : 3]
  2. Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Muhammad dan bahasa verbal para sahabat. Hadits-hadits Nabi yang sampai kepada kita dengan berbahasa Arab. Demikian juga kitab-kitab fikih, tertulis dengan bahasa ini. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Arab menjadi pintu gerbang dalam memahaminya.
  3. Susunan kata bahasa Arab tidak banyak. Kebanyakan terdiri atas susunan tiga huruf saja. Ini akan mempermudah pemahaman dan pengucapannya.
  4. Indahnya kosa kata Arab. Orang yang mencermati ungkapan dan kalimat dalam bahasa Arab, ia akan merasakan sebuah ungkapan yang indah dan gamblang, tersusun dengan kata-kata yang ringkas dan padat.

Selain alasan tersebut di atas, saya dan zauji tidak tahu apakah waktu kami cukup banyak untuk mendampingi anak kami hingga dewasa dan berkeluarga. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, terutama terkait dengan kehidupan beragama mereka. Kami tidak tahu ancaman apa yang menanti anak cucu kami kelak dalam mepertahankan aqidahnya. Dan kami takut jikalau nanti Allah mencabut ilmu di muka bumi ini dengan diwafatkannya para ulama, maka akan semakin banyak kendala yang dihadapi keturunan kami dalam mempelajari syari’at yang sesuai Al Quran dan As Sunnah. Semoga kita terlindung dari hal demikian. Wallahul musta’an.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ‘ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. [Al-Bukhari (100, 7307); Muslim (2673)]

Sekarang saja banyak kita lihat seseorang yang bergelar ustadz berkata seenak perutnya, mengatakan ini itu tanpa dalil yang jelas. Ada yg mengatakan bahwa istri yg ditinggal meninggal suaminya berarti adalah mantan istri dan tidak mempunyai hak waris, padahal jelas ini bertentangan dengan tuntunan Rasulullah, dan seorang janda itu berhak akan hak waris suaminya yg telah meninggal (silakan cek >> disini). Ada juga yang berusaha meninggikan pusara ustadz yang sudah meninggal dengan dalih penghormatan. Padahal tuntunan Rasulullah dalam hal makam (kuburan) adalah sebagai berikut :

Fadhalah bin Ubaid radhiallahu anhu berkata:
“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim no. 968)

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim no. 970)

Lalu bagaimana kami tidak khawatir akan kehidupan anak kami kelak kalau sekarangpun sudah tersebar paham yang tidak sesuai syariat dan tuntunan Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- ?

Itulah mengapa salah satu cara untuk menghindarkan dari paham menyesatkan serta untuk mendekatkan anak kami dengan dua pegangan hidup mereka (Al Qur’an dan As Sunnah) adalah dengan berusaha mengajarkan bahasa Arab. Karena penguasaan  Bahasa Arab merupakan gerbang untuk memahami dan mempelajarinya, dan juga berbagai kitab Fiqh dari para ulama ahlus sunnah, insya Allah.

Alhamdulillah sampai saat ini Khansa merespon baik apa yg kami sampaikan. Dengan berbekal buku kosakata bahasa Arab terbitan HAS utk anak,  dia mulai menghafal satu persatu isi buku tersebut. Nama-nama hewan, anggota badan, transportasi, benda di rumah, nama tempat, profesi, warna, sudah mulai dimengerti sedikit demi sedikit. Khansa alhamdulillah semangat sekali sampai-sampai bukunya lecek karena hampir tiap hari dibuka, bahkan ketika mau tidur dia bawa buku itu dan minta belajar bahasa ayap hihi.. Mudah-mudahan semakin lama dia semakin mencintai Bahasa Arab.

Bismillah, smoga Allah membimbing dan memberi kemudahan pada kami. 53M4N64DH!

8 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s