Melatih Anak Menghafal Al Qur’an

Prolog..

S : Simbok (x tahun), K : Khansa (33 bulan)

————————————————————————————-

S : Khansa, nanti dedek robi mau kesini lho..
K : *sambil teriak-teriak* dedek robbi kawanhar.. innasyaa.. ni aka huwal abtar..
S : ... *speechless*

—————————————————————————————

K : Ummi, Khansa mau yakul(t)..
S : hmm? *sambil buka kulkas*
K : Khansa mau yakul.. yakullahu kufuwan ahad
S : … speechless lagi..

—————————————————————————————

K : Ummi, ini wala antom (sambil menunjukkan di tangannya memegang sesuatu)
U : wala antom apa?
K : wala antom abiduuna maa a’bud
U : *liat tangannya*..  pegang kacang atom -_-‘

—————————————————————————————-

U : nama khulafaur rosyidin siapa aja dek?Abu bakar ash-..
K : ash shidiq
U : terus, Umar bin..
K : bin nas..malikinnas..ilaa hinnaas..
U : *nggledhak*

—————————————————————————————-

Itulah ulah Khansa sejak mulai dikenalkan dengan beberapa surat pendek dalam Al Quran. Sedang bermain atau dalam momen apapun kadangkala dia menyelipkan hafalannya.

Sejak genduk mulai bisa berkomunikasi dengan baik (usia 2,5 th-nan), saya sedikit demi sedikit mengenalkan pada Khansa beberapa surat pendek Al Qur’an. Surat-surat awal yang diajarkan adalah Al Fatihah, Al Ikhlas, An-Nas, Al Falaq, Al Kautsar, Al Kaafirun, Al Insyiroh. Alhamdulillah surat-surat tersebut perlahan-lahan mulai dihafal Khansa satu persatu, walaupun masih terbata-bata dan terkadang lupa, serta masih harus dipancing awalannya. Untuk saat ini genduk sedang belajar Al Ashr dan Al Fiil.

Tadinya saya ragu-ragu, sudah bisa belum ya usia segini diajarkan hafalan surat? Kemudian saya coba satu persatu, alhamdulillah Khansa bisa mengikuti, jadi dilanjut sampai sekarang. Untuk proses hafalannya saya tidak memaksakan waktunya, dalam artian kalo genduk ngga mood ya udah dilanjut main yang lain, dan juga tidak menargetkan dia harus hafal sekian surat. Nope. Saya biarkan mengalir saja, tapi tentu saja harus tetap telaten mengulang surat-surat tersebut. Lha wong kita saja yang dewasa seringkali lupa ketika sudah lama tidak mengulang hafalan, begitu juga dengan anak-anak. Harus sering muroja’ah.

Berdasar pengalaman pribadi, waktu yang efektif dalam menghafal surat adalah ketika anak mau tidur (entah tidur siang atau malam). Saat itu saya ulang hafalan suratnya. Walaupun dia belajar surat baru, tapi surat yang sebelumnya tetap saya minta untuk dilafalkan. Alhamdulillah walaupun sambil dia glundang glundung di kasur bisa menghafal sedikit demi sedikit. Atau kalau genduk lagi rajin ya dia minta sendiri. Oleh karena insya Allah khansa usia ini belajar sama ibunya saja di rumah, jadi ruang tamu dijadikan tempat belajar, saya beri meja belajar kecil untuk Khansa. Lumayan multifungsi meja belajarnya, bisa buat corat coret,  mewarnai, belajar menulis (hanya utk melatih motorik halus saja),juga bisa untuk meja makan Khansa (kalo berminat bisa beli di zeatoys.com >> teteup iklan). Nah, kalau Khansa lagi rajin hafalan, dia duduk di depan meja belajar itu dan minta saya untuk mengaji bersama. Tapi kalau lagi ngga mood, walaupun sedang santai, tapi misal disuruh “ayo ngaji” ya dia ngga mau hehe..

Untuk mengasah ingatannya, kadangkala saya main tebak-tebakan dengan Khansa. Saya perdengarkan murrotal Ahmad Saud dari hp, kemudian Khansa menebak surat apa yg sedang dibaca. Kalau surat yang dia sudah mengerti insya Allah bisa langsung menebak, tapi kalau belum diajarkan dia akan bertanya surat apa itu.

Memang berbeda-beda metode pengajaran Al Quran kepada anak. Ada teman saya yang menceritakan kalau pernah bertemu seorang ibu yang mengajarkan Al Quran pada anaknya ketika sudah bisa melafalkan dengan baik (usia 7th) dengan alasan sekalian mengajarkan tajwid dengan benar, namun ada juga yg mengenalkan hafalan surat sejak dini. Tergantung pilihan masing-masing orangtua mau yang mana, dan bagi saya pribadi insya Allah itu tidak masalah.

Ada salah satu teman di grup wa yang sekarang tinggal di Riyadh, putranya usia 9 th sudah hafal 17 juz, dan anaknya yg lebih muda sekian juz (maaf lupa). Salah satu metode hafalannya yaitu dengan membelikan mp3 yang diisi dengan murrotal dari qori favorit masing-masing anak. Jadi sehari-hari mendengarkan murrotal dari mp3-nya tersebut sambil menghafal surat. Saat ini anak tersebut memang belajar pada salah satu syaikh disana, tapi sebelum dengan syaihk tersebut sang pengajar anak adalah ibunya sendiri. Alhamdulillah sekarang kata beliau anaknya lebih semangat lagi hafalannya karena ada teman sebagai kompetitornya. Masya Allah..

Untuk beberapa metode hafalan surat anak bisa dicek beberapa artikel ini :
>> Melatih anak cepat membaca Al Quran
>> Tips Mendidik Anak Menghafal Al Qur’an

Memangnya apa sih pentingnya mengenalkan hafalan Al Qur’an pada anak?
Saya nukil dari Buku “Wahai Muslimah Dengarlah Nasehatku” (Penulis : Ummu Abdillah Al-Wadi’iyyah) halaman 85-87 pada Bab Pendidikan Anak, point 17, Utamakan Hafalan Al Quran, dan Berilah Anakmu Hafalan yang Ringan Setiap Harinya Walaupun dengan Satu Ayat.

Terdapat dalam Shahih Bukhari dari Utsman bin Affan, Rasulullah bersabda :
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Quran kemudian mengajarkannya”

Dan Al Quran itu akan memberi syafa’at bagi para pembacanya. Rasulullah bersabda :
“Bacalah Al Quran karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi pembacanya” (HR Muslim:I/553)

Dari Aisyah, Rasulullah bersabda :
“Orang yang membaca Al Qur’an dengan mahir maka ia bersama kumpulan malaikat yang mulia dan suci, dan orang yang membacanya terbata-bata dan dia kesulitan, maka baginya dua pahala” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Musa Al Asyari, Rasulullah bersabda :
“Permisalan seorang mukmin yang membaca Al Quran seperti buah Al Utrujah, baunya enak dan rasanya enak, dan permisalan seorang mukmin yang tidak membaca Al Quran seperti buah kurma tidak berbau tapi rasanya manis, dan permisalan seorang munafik yg membaca Al Quran seperti ar raihanah, baunya enak tapi rasanya pahit, dan permisalan orang munafik yang tidak membaca Al Quran seperti Al Handzalah, tidak berbau dan rasanya pahit” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari Abdullah bin Umar, Rasulullah bersabda :
“Tidak boleh ada hasad kecuali dalam 2 perkara, seorang lelaki yang dianugerahi Al Quran oleh Allah , kemudian ia membacanya siang dan malam, dan seorang lelaki yang dianugerahi harta, kemudian ia  menginfakkannya siang dan malam” (HR Bukhari dan Muslim)

Dengan adanya beberapa keutamaan dari membaca Al Quran tersebut di atas, maka apakah kita mau menyia-nyiakan dari meraih pahalanya?

Tentu saja sama dengan belajar bahasa Arab, mengenai mengajarkan Khansa hafalan Al Quran ini juga menjadi PR besar bagi saya dan suami, mengingat hafalan kami yang tak banyak*tutup muka,malu*. Harus belajar ilmu tajwid dengan lebih baik, karena semakin besar hal itu akan semakin diperlukan bagi anak. Perjalanan insya Allah masih panjang, untuk saat ini paling tidak bagaimana membuat Khansa mencintai Al Quran. Hal ini bisa dilakukan dengan  tilawah Quran harian di depannya, dengan demikian dia akan meniru kebiasaan tersebut.

Smoga Allah memberi kemudahan pada kami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s