Ingin Menaikkan Omzet Onlineshop?

pic : nuvo.nl

pic : nuvo.nl

Sekitar  bulan Maret tahun 2013 , omzet lapak saya di zeatoys.com mengalami penurunan yang lumayan drastis. Sudah masuk pertengahan  bulan tapi pembelian dari customer menurun hampir 50% dari bulan-bulan sebelumnya. Saya juga kurang tahu mengapa, padahal saya sudah berusaha dengan beriklan di FB maupun di portal dagangan dan melakukan variasi produk. Memang untuk posting dagangan di wall FB saya kurangi frekuensinya karena saya tidak mau mengganggu kenyamanan teman-teman di friendlist saya yang mungkin terganggu jika saya posting dagangan terlalu banyak. Kalau untuk tagging pics produk -walaupun itu bisa sebagai sarana promosi- saya juga tidak melakukannya kecuali diminta, karena hal itu juga dapat mengganggu privasi teman-teman saya.

Hingga kemudian saya terpikir untuk “meng-eksekusi” pembuatan komunitas reseller yang sudah terpikirkan beberapa bulan sebelumnya. Memang sempat maju mundur untuk me-launching grup reseller di facebook karena terlalu banyak berpikir, apakah saya mampu menghandle, bagaimana kalau ngga ada yang mau jadi member, bagaimana kalau produk-produknya tidak disukai, dan terutama memikirkan bagaimana hukumnya secara syari’at.

Setelah mempunyai dalil perniagaan yang kuat dari sisi syari’at maka dengan mengucap bismillah.. saya langsung hajar bleh, membuat grup reseller di facebook, mengiklankannya di grup sesama pedagang di fb, dan alhamdulillah mendapat sambutan baik hingga banyak emak-emak sesama olshopers yang mau gabung di grup saya.

Skema perniagaan yang saya tawarkan di grup ada 3, ini berdasarkan artikel yang saya baca di web konsultasi syariah Hukum Jualan Sistem Dropshipping :

1.  Member bisa menjadi marketing zeatoys.
Transaksi yang digunakan adalah sistem ju’alah, dalam arti member mendapat fee atas jasa marketing mereka yang diwujudkan dalam bentuk discount produk. Ini merupakan alternatif dari sistem dropship yang tidak sesuai syari’at.
Di bawah ini adalah penjelasan sistem ju’alah dari artikel yang saya kutip di atas :

“Sebelum menjalankan sistem dropshipping, terlebih dahulu Anda menjalin kesepakatan kerjasama dengan supplier. Atas kerjasama ini Anda mendapatkan wewenang untuk turut memasarkan barang dagangannya. Atas partisipasi Anda, Anda berhak mendapatkan fee alias upah yang nominalnya telah disepakati bersama. Penentuan fee bisa saja dihitung berdasarkan waktu kerjasama. Atau berdasarkan jumlah barang yang telah Anda jual. Bila alternatif ini yang Anda pilih,  berarti Anda bersama supplier menjalin akad ju’alah (jual jasa). Ini salah satu model akad jual-beli jasa yang upahnya ditentukan sesuai hasil kerja, bukan waktu kerja.”

2. Member bisa melakukan pembelian grosir.
Pada skema ini yang digunakan adalah transaksi jual putus seperti pembelian barang biasa. Bedanya yaitu member membeli pembelian produk dalam jumlah tertentu (ada minimal ordernya), dan mendapat disc grosir dari pembelian tersebut.

3. Member bisa mengikuti PO (Pre Order) atas produk yang saya buka di grup. Dalam hal ini saya melakukan akad bai-as-salam. Untuk akad salam, penjelasannya jika dinukil dari artikel yang tadi saya sebutkan adalah sebagai berikut :

“Anda dapat menggunakan skema akad salam. Dengan demikian, Anda berkewajiban menyebutkan berbagai kriteria barang kepada calon konsumen, baik dilengkapi dengan gambar barang atau tidak. Setelah ada calon konsumen yang berminat terhadap barang yang Anda tawarkan dengan harga yang disepakati, barulah Anda mengadakan barang. Skema salam barangkali yang paling mendekati sistem dropshipping. Walau demikian, perlu dicatat adanya dua hal penting yang mungkin membedakan di antara keduanya.
1. Dalam skema akad salam, calon konsumen harus membayar tunai alias lunas pada awal akad.
2. Semua risiko selama pengiriman barang hingga barang tiba di tangan konsumen menjadi tanggung jawab dropshipper, dan bukan supplier.”

Nah, dengan ketiga skema perniagaan tersebut, maka member diberi kebebasan memilih manakah yang sesuai untuk diri masing-masing. Apabila member mempunyai keterbatasan modal maka bisa menggunakan sistem yang pertama (sebagai marketing) ataupun ketiga (membuka PO dengan akad salam kepada customernya), dan jika memiliki modal cukup maka bisa melakukan pembelian grosir dimana discount yang didapat lumayan besar.

Alhamdulillah, dengan izin Allah, sesudah membuka grup tersebut, sampai saat ini omzet usaha terus meningkat dan relasi dengan sesama pedagang semakin luas. Ingat bahwa salah satu modal dalam dunia perdagangan selain trust adalah networking. Dengan jaringan yang luas dan kuat maka -bi idznillah- usaha kita pun akan semakin lancar.

Untuk saat ini, selain reseller yang membeli secara grosir, saya banyak terbantu dengan membuka PO (Pre Order) menggunakan akad salam. Modal yang dikeluarkan dalam sistem ini tidak banyak, karena uang yang digunakan adalah dari pembayaran para customer. Saya hanya menalangi dulu untuk biaya kirimnya dari supplier ke tempat saya, itu saja. Untuk barang-barang PO banyak saya dapatkan dari rekan-rekan sesama pedagang juga yang saya kenal melalui komunitas olshopers di FB. Inilah gunanya relasi. Alhamdulillah mempunyai teman emak-emak sesama pedagang yang punya supplier handal, jadi kami bisa saling berbagi informasi produk grosir (bukan berbagi info data supplier ya, kami tahu sama tahu bahwa supplier itu aset bagi sebuah olshop dan perjuangan utk mendapat supplier handal itu ngga mudah).

Memang tidak semua barang PO adalah mainan, tapi toh tidak semua yang gabung di grup saya adalah penjual mainan. Mereka juga banyak yg menjual kebutuhan rumah tangga, kecantikan, pakaian, dan lain-lain..sehingga ketika saya membuka barang PO diluar core bisnis saya itu tidak menjadi masalah, karena untuk kepentingan internal grup saja. Untuk ke customer saya tetap fokus ke penjualan mainan edukatif anak karena itu passion saya.

Jadi untuk para pelaku usaha online shop, jangan ragu-ragu untuk membentuk komunitas reseller. Selain bisa memperluas jaringan kerja, mempermudah promosi produk, juga insya Allah dapat meningkatkan omzet lapak. Tetap semangat berdagang, jadilah pedagang yang jujur dan amanah, serta jangan putus asa jika omzet usaha sedang menurun, karena dibalik kesulitan ada kemudahan, jadilah taajirun yang tangguh ^^

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s