Dewasa Sebelum Waktunya

Malam ini zauji menghadiri undangan khitanan dari tetangga, karena sepanjang hari turun hujan dan pulang silaturrahim  dari rumah saudara agak malam jadi baru bisa datang ke acara tersebut malam hari jam 21.00. Ternyata dimalam hari acara berlangsung “meriah”. Musik dangdut dengan seorang biduan berpakaian minim melengkapi suasana. Zauji begitu sampai disana bersalaman dengan tuan rumah dan anak yg dikhitan kemudian langsung pulang.

Prihatin rasanya bila melihat pemandangan seperti di atas, dan tidak hanya sekali ini kami menjumpainya. Baik acara resepsi pernikahan maupun khitanan, hampir selalu ada organ tunggal, musik dangdut, dan biduanita berpakaian minim yang didatangkan oleh sang empunya hajat.

Tidak sadarkah mereka bahwa banyak anak kecil yang ikut hadir dalam acara tersebut dan bisa mempengaruhi moral mereka? Eits, bukan berarti kemudian yang dewasa sah-sah saja menikmati hal tersebut. Sudah tercantum jelas firman Allah dan tuntunan Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- utk menundukkan pandangan dan menjaga syahwat.

Allah berfirman,
Katakanlah kepada para lelaki yang beriman, “Hendaknya mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”, dan katakanlah kepada para wanita yang beriman, “Hendaknya mereka menahan sebagian pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka…” An Nur 30-31

Abu Umamah berkata,”Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berilah jaminan padaku enam perkara, maka aku jamin bagi kalian surga. Jika salah seorang kalian berkata maka janganlah berdusta, dan jika diberi amanah janganlah berkhianat, dan jika dia berjanji janganlah menyelisihinya, dan tundukkanlah pandangan kalian, cegahlah tangan-tangan kalian (dari menyakiti orang lain), dan jagalah kemaluan kalian.” [HR.Ath-Thabrani no:8018 dan Ibnu ‘Adi (Al-Kamil 6/2048) dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani (Ash-Shahihah no:1525) karena ada syahidnya dari hadits Ubadah bin Shamit.]

Bagaimana akhlak bangsa ini jika anak kecil saja disuguhi hal-hal yang tidak sopan?bukan saja aurat sang biduan yang terbuka, tapi juga lagu-lagu dewasa yang tidak layak didengarkan oleh mereka. Lagu tentang percintaan, perselingkuhan. Wallahul musta’an.

Kasihanilah mereka duhai para orangtua. Relakah anak anda mendendangkan lagu tentang kerinduan akan sang kekasih, atau tentang pengkhianatan cinta?yang belum saatnya mereka mengetahuinya,  relakah anak anda melihat para wanita berpakaian terbuka yang bisa merangsang syahwat mereka? relakah anda jika mereka dewasa sebelum waktunya?

Hal lain yg mendorong anak-anak kita dewasa sebelum waktunya selain pentas-pentas tersebut adalah tayangan sinetron dan musik di televisi yang lagi-lagi menampilkan hal-hal yang kurang pantas dan tidak mendidik anak-anak. Silakan cek acara sinetron di televisi, banyak adegan berpelukan, berciuman, pacaran, dan lagi-lagi busana yang dikenakan para artis tersebut seringkali terbuka sehingga menunjukkan auratnya. Acara musik pun demikian. Lagi-lagi disuguhi penyanyi yg berlenggak lenggok dengan suara yang terkadang mendesah, dan lekuk tubuh yang terlihat di semua tempat. Pantaskah hal itu dilihat oleh anak kita? Pantaskah hal-hal tersebut dikonsumsi oleh mereka?

Jangan lupa bahwa anak adalah peniru ulung yang luar biasa. Mereka akan merekam adegan-adegan tersebut dalam memorinya dan kemudian menirukannya.

Maka tidak heran jika remaja SMP/SMA banyak yang sudah melakukan seks bebas (silakan googling tentang hal ini, akan banyak kita dapatkan beritanya). Tidak heran pula jika murid SD pun sudah bisa mempraktekkan adegan seks atau melakukannya dengan teman sebayanya (salah satu beritanya bisa dicek disini). Na’udzubillahi mindzalik.

Duhai orangtua, jagalah anak-anak kita. Mereka adalah amanah yang dititipkan oleh Allah untuk kita jaga jiwa dan raganya, dan kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah atas diri mereka.

“Setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya. Imam a’zham (pemimpin negara) yang berkuasa atas manusia adalah ra’in dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Seorang lelaki/suami adalah ra’in bagi ahli bait (keluarga)nya dan ia akan ditanya tentang ra’iyahnya. Wanita/istri adalah ra’iyah terhadap ahli bait suaminya dan anak suaminya dan ia akan ditanya tentang mereka. Budak seseorang adalah ra’in terhadap harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Ketahuilah setiap kalian adalah ra’in dan setiap kalian akan ditanya tentang ra’iyahnya. ” (HR. Al-Bukhari no. 5200, 7138 dan Muslim no. 4701 dari Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma)

Makna ra’in adalah seorang penjaga, yang diberi amanah, yang harus memegangi perkara yang dapat membaikkan amanah yang ada dalam penjagaannya. Ia dituntut untuk berlaku adil dan menunaikan perkara yang dapat memberi maslahat bagi apa yang diamanahkan kepadanya. (Al-Minhaj 12/417, Fathul Bari, 13/140).

Didik anak kita dalam lingkungan yang baik, kokohkan agama mereka, perkenalkan mereka dengan tuntunan Rasulullah, luruskanlah akhlaknya, jangan nodai dengan hal-hal yang merusak moral mereka.

Tentu kita menginginkan mereka menjadi anak sholih/sholihah yang akan menjadi amal jariyah kita di akhirat nanti bukan? Seorang anak yg memintakan ampunan bagi orangtuanya ketika sudah di alam kubur, dan menjadikan kedua orangtuanya diangkat derajatnya oleh Allah, sesuai sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

“Sesungguhnya Allah akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di jannah, kemudian ia berkata: ‘Wahai Rabbku, dari mana ini?’ Maka Allah berfirman: ‘Dengan sebab istighfar (permintaan ampun) anakmu untukmu’. ” (HR. Ahmad)
Dan Al-Bazzar meriwayatkan dengan lafadz:
“Dengan sebab doa anakmu untukmu” (Lihat Ash-Shahihul Musnad, 1/383-384, cet. Darul Quds)

Semoga Allah melindungi kita dan keluarga dari segala keburukan dan kemaksiatan.

2 Comments

  1. Saya juga miris dg anak2 yg masih kecil tp kelakuannya udah spt anak dewasa
    Tapi mw gmn lagi lingkungan & kemajuan teknologi seperti ini
    Klo waktu saya kecil lagu anak2 memang banyak dan blom ada juga kemajuan internet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s