Menikahlah!

menikahlah

A. MENIKAHLAH!

Menikah, merupakan tuntunan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana hadits…

“Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat. Barangsiapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat)” [Hadits shahih lighairihi: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1846) dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 2383)]

Jangan khawatir dengan kemiskinan yang membuatmu enggan untuk menikah, karena Allah telah berfirman..

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (me-nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” [An-Nuur : 32]

Dan juga sabda Rasulullah..

“Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan Allah: (1) mujahid fi sabilillah (orang yang berjihad di jalan Allah), (2) budak yang menebus dirinya supaya merdeka, dan (3) orang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya.”
Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (II/251, 437), an-Nasa-i (VI/61), at-Tirmidzi (no. 1655), Ibnu Majah (no. 2518), Ibnul Jarud (no. 979), Ibnu Hibban (no. 4030, at-Ta’liiqatul Hisaan no. 4029) dan al-Hakim (II/160, 161), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.”

2. KRITERIA MEMILIH PASANGAN

Bagi kaum lelaki,  ketika memilih wanita untuk dijadikan istri utamakanlah agamanya…

Sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam,
“Seorang wanita dinikahi karena empat hal; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang taat agamanya (ke-Islamannya), niscaya kamu akan beruntung.” Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 5090), Muslim (no. 1466), Abu Dawud (no. 2047), an-Nasa-i (VI/68), Ibnu Majah (no. 1858), Ahmad (II/428), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.

Maka begitupun seorang muslimah ketika memilih kriteria seorang suami..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

Jadi buat saudaraku muslimah..

nikah1

3. MANFAAT PERNIKAHAN

Merupakan fitrah dari kaum lelaki itu suka melihat yang “bening-bening”. Tapi kalaupun suka, ya tidak kemudian menuruti hawa nafsu semata. Dengan menikah maka akan menutup celah berbuat kemaksiatan, dengan adanya tuntunan Rasulullah dalam hal ini..

“… Jika seorang di antara kalian melihat seorang wanita yang menakjubkan (tanpa sengaja), maka hendaknya ia mendatangi (bersetubuh dengan) istrinya, karena hal itu akan menolak sesuatu (berupa syahwat) yang terdapat pada dirinya” (HR. Muslim no. 1403)”

Selain menghindari dosa, juga menjadikannya sebagai satu amalan berbuah pahala. Lho, kok bisa?

“Dan di dalam kemaluan salah seorang di antara kalian adalah sedekah.” -maksudnya dalam jima’nya (hubungan intim) terhadap istrinya- Maka mereka (Sahabat) berkata: ”Wahai Rasulullah! Apakah salah seorang di antara kami mendatangi keluarganya (menunaikan syahwatnya/jima’) dan dia mendapatkan pahala?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berabda:”Bukankah apabila dia menunaikannya (jima’) di tempat yang haram dia akan mendapatkan dosa?” Maka demikian juga seandainya dia menunaikannya di tempat yang halal (istrinya) maka dia akan mendapatkan pahala.”(HR. Muslim)

Naah.. itulah salah satu hikmah pernikahan, memelihara diri dari fitnah dan syahwat. Jadi, tunggu apalagi?

menikahlah

“Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah, karena nikah itu lebih menundukkan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”
Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (I/424, 425, 432), al-Bukhari (no. 1905, 5065, 5066), Muslim (no. 1400), at-Tirmidzi (no. 1081), an-Nasa-i (VI/56, 57), ad-Darimi (II/132) dan al-Baihaqi (VII/ 77), dari Shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu

4. PEDOMAN BERUMAH TANGGA

Ketika nantinya sudah menikah, terdapat beberapa hadits yang menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Bagi muslimah, inilah beberapa tuntunan Rasulullah bagaimana menjadi seorang istri sholihah, istri yang menjadi penyejuk mata suami sehingga -bi idznillah- dapat membawa ketentraman dalam rumah tangga.

Hadits nabi shollallohu alaihi wa sallam dalam sunnan an-Nasa’i dari hadits Abu Hurairoh rodhiyallohu anhu,
Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam ditanya: “Bagaimanakah istri yang baik itu?” Beliau menjawab :
“Yaitu istri yang menyenangkan suaminya ketika dipandang, mentaati suaminya ketika diperintah, dan tidak menyelisihi suaminya dengan sesuatu yang dibenci suaminya baik berkenaan dengan dirinya sendiri ataupun dengan hartanya.” [HR. an-Nasa’i dalam sunannya no. 3231 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 1838]

Hadits Anas bin Malik rodhiyallohu anhu, bahwasanya Rosulululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda:
“Maukah aku kabarkan kepada kalian tentang wanita-wanita kalian di surga?”
yaitu istri yang akan menjadi penduduk surga disebabkan sifat-sifatnya yang mulia dan tabiatnya yang diberkahi, Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda:
“Yaitu setiap wanita yang penyayang lagi subur, jika ia marah atau suaminya marah kepadanya, ia berkata : “Ini tanganku kuletakkan di tanganmu, aku tidak akan memejamkan mata sebelum engkau ridho kepadaku” . [HR. ath-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Ausath no. 1743 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah no. 3380]

Dan juga untuk para suami, hendaklah perhatikan hak-hak istrimu. Berikan nafkah yang patut, perlakukan dia dengan cara yang baik dan penuh kelembutan.

Rasulullah shallallahu ’alahi wasalam telah bersabda:
“Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya.” (HR Tirmidzi, dishahihkan al Albani)

Rasulullah shalallahu’alaihi wasalam,
“Janganlah seorang suami yang beriman membenci istrinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya.” (HR Muslim)

Ada seseorang yang datang bertanya kepada Rasulullah,apa hak istri atas suaminya? Beliau menjawab,
“Dia (suami) memberinya makan jika dia makan, memberinya pakaian jika dia berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkan dan tidak menghajr (boikot) kecuali di dalam rumah.” (HR Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al Albani)

Bersikap baiklah kepada para istri. Karena mereka tercipta dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atas. Jika kamu hendak meluruskannya niscaya kamu akan mematahkannya. Dan jika kamu biarkan maka dia akan tetap bengkok. Maka bersikap baiklah kepada para istri.” (Muttafaqun’alaih)

Semoga Allah memberikan keberkahan dalam pernikahan kita semua.

#selfreminder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s