Sholat, Menghapus Dosa

pray

Beberapa waktu lalu membaca salah satu artikel mengenai seseorang bernama Amou Haji (80 tahun) asal Iran yang tidak mandi selama 60 tahun *wew*.  
Ketika melihat fotonya di artikel tersebut tampak wajahnya sangat kotor dan kehitaman, kotoran menumpuk di wajahnya dan mungkin juga di bagian lain tubuhnya. Tentunya pemandangan yang sangat berbeda dengan kebiasaan masyarakat pada umumnya yang mandi secara rutin tiap hari, tampak bersih dan wangi.

Nah, begitupun halnya dengan sholat.  
Seandainya kita melakukannya secara rutin, terutama sholat wajib sehari lima kali -bukan hanya seminggu sekali (saat sholat Jumat) atau malah setahun dua kali (saat Idul Fitri dan Idul Adha)-, semoga kita tidak termasuk yang demikian ya ^^
Maka Allah akan mengampuni dosa-dosa (kecil) kita sehingga kita pun menjadi “bersih” karenanya, in sya’ Allah.

***
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sebuah sungai di depan pintu rumah kalian yang dia mandi darinya setiap hari lima kali, apakah masih tersisa kotoran yang melekat pada tubuhnya?” Para Sahabat menjawab, “Tidak tersisa kotorannya sedikit pun.” Lalu Nabi bersabda, “Demikian itulah perumpamaan sholat lima waktu yang dengan sebab itu Allah berkenan mengampuni dosa-dosa.” (HR. Bukhari di Kitab Mawaqit ash-Sholah [528] dan Muslim di Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ ash-Sholah [667])

***
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Antara shalat lima waktu, antara shalat jumat satu ke shalat jumat berikutnya, dan antara puasa ramadhan ke puasa ramadhan berikutnya adalah penghapus untuk dosa di antara keduanya, apabila dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim no. 857)

***
Masa sih ngga ada waktu untuk sholat?
Paling engga minimal 5 – 10 menit dikalikan 5, hanya 25 menit – 50 menit sehari lho! dibandingkan dengan waktu 24 jam yang kita miliki.

Kalau kita punya waktu buat kerja, nge-net, nge-mall, nge-game, masa tidak ada waktu untuk Sang Pencipta?
Kalau dipanggil atasan kantor aja buru-buru datang, lha kalau mendengar “panggilan” adzan kok malah cuek? ntar ah..ntar ah.. sampai terlewat waktunya. Na’udzubillaahi mindzalik.

Tidak bisakah kita menjadi hamba yang bersyukur?
Atau.. ketika sedang ada masalah dan tidak ada bahu untuk tempat bersandar, kita selalu punya dahi untuk bersujud, kan?

Jadi, masih mau meninggalkan sholat? ….

pray

#selfreminder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s