Your Weakness = Your Strength

Kalau ada tamu atau saudara yang datang ke rumah atau telp, biasanya tanya ke Khansa, “Khansa sudah bisa nyanyi apa?”. Khansanya diam saja. Dengan tenang emak/bapaknya menjawab, “Khansa ngga bisa nyanyi bu/pak/mbah”.

Khansa (3th 2 bulan) memang tidak bisa menyanyi. Silakan sebutkan lagu anak-anak, tidak ada yang bisa dia nyanyikan. Paling banter “satu-satu Khansa sayang umi abi” yang diucapkan tanpa nada hehe.. itupun dulu karena waktu pulkam diajari mbahti-nya lagu tersebut. Selebihnya tidak bisa.

Memang orang-orang bisa saja menyebutnya sebagai kelemahan. Kasihan, masa anak kecil ngga bisa nyanyi. Tengok ke saudara dan anak-anak tetangga yang dengan fasih menyanyikan berbagai lagu anak-anak mulai dari yang simple lagunya Bu Kasur, pak AT Mahmud, sampai lagu masa kini punya Coboy Junior, ataupun lagu-lagu anak ala barat seperti old mcdonald had a farm, eensy weensy spider, dll… jelaslah Khansa ngga ada bandingannya.

But, it’s ok my beloved daughter. Kelemahanmu bisa menjadi kelebihanmu di saat yang sama. Kamipun sebagai orangtua tidak berbangga diri jika anak kami bisa bernyanyi macam-macam, dan tidak patah hati jika anak kami tidak mempunyai kemampuan tersebut. We proud of you just the way you are.

Dan saya melihat sebuah kelebihan yang tersembul dibalik kekurangannya.

Ketika Khansa sedang asyik bermain, ataupun sedang tidur-tiduran, yang keluar dari mulutnya bukanlah nyanyian, tapi lantunan hafalan surat Al Qur’an yang dia tahu, ataupun doa harian yang dia mengerti. Memang kadangkala masih terbolak balik, belum selesai satu surat sudah pindah ke surat lainnya. Doa satu ganti ke doa lainnya.  Bagi saya tidak masalah. Kemauannya untuk menghafal sudah sangat saya syukuri.

Alhamdulillah sampai saat ini Khansa sudah hafal beberapa surat dari An-Nas berurutan hingga At-Takatsur, lompat ke Al Insyiroh, dan sekarang sedang belajar Al Aadiyat (Al Qoriah dilompati dulu karena dia agak kesulitan).  Ayat Kursi pun alhamdulillah sudah bisa.

Untuk Ayat Kursi ini awalnya saya tidak mengajarkannya secara sengaja. Saya hanya membacakannya ke Khansa tiap dia mau tidur. Ternyata hal itu terekam dalam ingatannya. Suatu saat ketika sedang bermain dia mengucap “allahu laa ilaa ha illa huwal hayyul qayyum”. Masya Allah. Ternyata memang ya, golden moment bagi anak itu saat dia mau tidur. Selama ini saya mengajarkan Khansa beberapa surat Al Quran juga ketika dia mau tidur, serta beberapa hal lain seperti rukun Islam, rukun Iman, kisah Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, Fatimah, dll (saya menggantikan kisah cinderella, snow white, dll dengan kisah-kisah pendahulu umat yang jauh lebih banyak keteladanan dan kemuliaannya daripada tokoh-tokoh rekaan manusia tersebut).

Walaupun Khansa masih harus dipancing dulu awalannya (kecuali Al Fiil karena itu adalah surat favoritnya *berkaitan dengan gajah, salah satu binatang favorit Khansa*) , tapi alhamdulillah kami bersyukur sedikit demi sedikit mulai meningkat hafalannya.

Ya, genduk ngga bisa nyanyi.. tapi in sya Allah bisa ngaji. Itu cukup buat abi ummi.

Your weakness = Your Strength

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s