Samahah, Etika dalam Bermuamalah

Menjadi pedagang online memerlukan kesabaran, terutama dalam melayani customer.

Selama hampir 4 tahun membuka usaha online shop yang menjual mainan anak di facebook zea edushop dan zeatoys.com,  saya menemui berbagai karakter pembeli. Ada yang gampang banget, ngga neko-neko -dalam arti order langsung transfer, beres- tapi ada juga yang istimewa.

Berikut contoh yang saya alami (dialog permisalan)

*****

Barang PO sudah datang, lalu..
“Mba, tadinya saya mau warna hitam, tapi mau ganti warna putih ya”
>> “ya mba”

(lagi) Barang PO sudah datang, kemudian..
“Mba, saya cancel yang satunya ya, biar genap sekilo”
>> “ok mba”

Batas max transfer sudah tiba,dan..
“Mba, anak saya sakit, transfer besok ya”
>> “ya, silakan”

Barang ketika dikirim in sya Allah sudah dicek, ketika diterima..
“Mba,suaranya kresek-kresek, bisa retur?”
>> “Bisa mba”

Barang sudah sampai ke penerima..
“Mba, saya ngga cocok sama barangnya. Saya pikir begini beginu..”
>> “Kembalikan aja ngga papa mba, saya refund”

*****

Ketika saya posting status di atas di fb banyak teman-teman sesama seller bilang terlalu sabar. Terutama untuk kasus barang ngga cocok, itu bukan kesalahan seller karena sudah mengirimkan barang yang sesuai request.

Betul, sama sekali bukan kesalahan seller. Apalagi jika seller sudah menuliskan spesifikasi barang dengan jelas. Tapi perlu diingat bahwa jual beli harus sama-sama ridho. Daripada customer ngga ridho dan menghilangkan barokah dalam akad jual beli tersebut, lebih baik saya ambil sikap seperti itu. Silakan kembalikan barang dalam kondisi seperti semula dengan ongkir pengembalian ditanggung pembeli. Saya refund, beres. Dan alhamdulillah barang yang diretur tersebut biasanya cepat laku kembali, bi idznillah.

Tapi jangan salah, untuk bisa bersikap seperti itu saya membutuhkan proses yang paaanjang dan laaaama hehe.. Andil yang paling besar tentu saja suami yang selalu mengingatkan saya etika bermuamalah.

Reaksi saya ketika ada kasus seperti itu ya layaknya emak-emak biasa yaitu ngomel-ngomel (hehe jangan ditiru)..” bi,masa begini begitu..bla..bla..”. Suami saya lempeng menjawabnya “ya udah suruh kembaliin aja”, atau “ya udah diganti”. Yo wis, manut. Menghela nafas (panjang) dan melakukan apa yang dinasihatkan suami.

Kalau sekarang lebih sadar diri (kalau ada rasa yang mengganjal ya wajarlah, seller juga manusia) terutama setelah membaca ulasan adab jual beli di majalah asysyariah.

Salah satu sikap baik dalam bermuamalah adalah SAMAHAH. Artinya toleransi atau mempermudah urusan.

Intinya adalah, permudah… jangan dipersulit.

Riwayat dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah bersabda :
“Allah mengampuni seseorang sebelum kalian. Orang itu bila menjual memudahkan urusan. Bila membeli memudahkan urusan, bila melunasi memudahkannya, dan bila menagih memudahkannya”(HR Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra 5/357)

Dari Jabir, bahwa Rasulullah bersabda :
“Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang memudahkan urusan bila menjual, memudahkan urusan bila membeli, dan memudahkan urusan bila menagih haknya” (Shahih, HR Al Bukhari)

Dalam hadits lain dari Utsman bin Affan, Rasulullah bersabda :
“Allah memasukkan ke dalam al jannah seorang penjual atau pembeli yang memudahkan urusan”(HR Ibnu Majah)

Jadi, baik sebagai penjual maupun pembeli , marilah menjaga sikap baik dalam bermuamalah. Saling mempermudah, agar perniagaan penuh berkah.

#selfreminder

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s