Tips Menambah Modal Usaha

Salah satu godaan iman bagi seorang pedagang adalah ketika membutuhkan modal usaha (uang). Akankah menggunakan cara yang haram dengan meminjam uang riba baik ke lembaga resmi dan tidak resmi, ataukah cara yang halal dan -in sya Allah- menjadikan keberkahan bagi usahanya?

Hal inipun saya alami.Sebagai seorang pedagang online tentu saja saya membutuhkan modal berupa uang untuk bisa menambah jumlah barang dan variasi dagangan. Terlebih ketika saat ini jumlah reseller saya semakin bertambah. Stok yang saya miliki kurang untuk memenuhi permintaan dari para reseller..

Dengan posisi sebagai seorang ibu rumah tangga saya harus memutar otak bagaimana saya bisa mendapatkan modal uang tanpa membebani suami dan keluarga. Dulu semasa masih bekerja di kantor BUMN menambah modal bukan hal yang sulit. Modal saya kumpulkan sedikit demi sedikit dari sebagian gaji yang saya dapatkan. Misalnya gaji 2 juta, yang satu juta untuk menabung dan satu juta lainnya buat modal. Begitupun ketika mendapatkan bonus tahunan, THR, dan rizki perusahaan lainnya, saya sisihkan sebagian untuk tambahan modal usaha. Keperluan bulanan alhamdulillah cukup terpenuhi dari gaji suami.

Kendala datang sesudah saya memutuskan untuk resign dari kantor di tahun 2012. Dari mana saya mendapatan tambahan modal? sementara saat ini suami sedang dalam tugas belajar sehingga gaji yang didapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami saja.

Berikut adalah beberapa tips/cara yang saya lakukan untuk menambah modal usaha.

Pertama, menyisihkan sebagian laba. Dari laba yang saya dapatkan, sebagian diputar lagi untuk tambahan modal. Misalnya keuntungan bersih dalam sebulan adalah 2 juta, yang stu juta diambil untuk keperluan rumah tangga/belanja, sedangkan yang satu juta lagi jangan diutak atik dan diputar lagi dananya untuk kulak.

Kedua, ikut arisan. Misalnya saya ikut arisan dan mendapatkan uang dengan nominal satu juta. Ya sudah, karena dari awal diniatkan sebagai tambahan modal, maka uang tersebut seluruhnya untuk modal usaha dan tidak ada yang digunakan untuk keperluan pribadi.

Ketiga, meminjam uang belanja bulanan sebentaar saja. Misalnya uang belanja yang diberikan suami sebesar 2 juta, nah..pinjam dulu satu juta untuk modal. Ini dilakukan ketika saya -in sya Allah- yakin bahwa barang yang saya beli akan cepat laku dan pinjaman bisa segera saya kembalikan tanpa mengganggu pengeluaran rutin rumah tangga.

Keempat, buka pembelian dengan sistem PO (Pre-Order) untuk membantu meringankan modal yang dikeluarkan untuk kulak. Saya pernah menjadi distributor dari salah satu produk mainan hampir tanpa modal. Yaitu dengan cara membuka PO ke customer maupun ke teman-teman sesama pedagang online.

Alhamdulillah dengan cara tersebut di atas, sedikit demi sedikit ada penambahan modal yang berjalan beriringan dengan penambahan omzet usaha. Dari yang awal omzet sebulan 300rb di tahun 2012 kemudian bertambah nol nol di belakangnya di tahun 2014.

Memang tidak bisa instant, memerlukan waktu 3 tahun untuk mencapai hal tersebut, dan sampai sekarang saya masih terus berproses untuk mengembangkan usaha saya. Hal yang saya utamakan disini adalah keberkahan dalam usaha yang saya tekuni, yaitu usaha mainan edukatif anak.

Nah, mau cara instant dengan mengajukan kredit berbunga di bank? Ya monggo. Memang cepat mendapatkan modal, tapi ingat konsekuensinya…

Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-

مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنَ الرِّبَا إِلاَّ كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ

“Tidak ada seorang pun yang banyak melakukan riba kecuali akhir dari perkaranya adalah hartanya menjadi sedikit.” (HR. Ibnu Majah no. 2279, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Ibnu Majah dan Shahihul Jami’ no. 5518).

Wallahu a’lam.

Saya menjadi saksi bahwa riba itu menguras harta dan bukannya menambahnya.

Pilihan di tangan kita. Choose wisely.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s