Banyak Bersumpah Menghilangkan Berkah

Sebagai pedagang, banyak trik untuk menarik orang membeli dagangan kita, bisa dengan menawarkan discount, memberikan bonus, mem-publish testimoni menarik, atau seperti cara teman saya tersebut (dengan cara bersumpah) untuk meyakinkan customernya.

Tapi yang perlu diperhatikan adalah cara manakah yang diperbolehkan dan tidak di dalam syariat Islam. Metode marketing mana yang sebaiknya dilakukan dan dihindari oleh kita sebagai pedagang, agar perniagaan yang kita lakukan mendapatkan keberkahan dari Allah.

Terkait mengenai bersumpah untuk melariskan dagangan, telah ada tuntunan dari Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-.

Dalam Ash-Shahihain dari hadits Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda:

الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ

“Sumpah itu melariskan dagangan akan tetapi menghapuskan berkah.”

Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya dari hadits Abu Qatadah Al-Anshari, bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda:

إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِي الْبَيْعِ فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ

“Waspadalah kalian dari perbuatan terlalu banyak bersumpah dalam jual beli, karena itu bisa melariskan kemudian akan menghabiskan.”

Sumpah yang dimaksud adalah dengan menyebutkan nama atau sifat Allah, contoh : demi Allah, demi Dzat yang menghidupkanku, dan semisalnya

Dalam Bab Sumpah di kitab Al-Wajiiz fii Fiqhis Sunnah wal Kitaabil Aziiz oleh Syaikh Abdul Azhim bin Badawai al-Khala, disebutkan :
“Secara syara’ sumpah berarti menguatkan sesuatu dengan menyebut Nama atau sifat Allah. ”
>> http://almanhaj.or.id/content/1882/slash/0/kitab-sumpah-nadzar/

Sedangkan bersumpah dengan selainnya adalah hal terlarang sebagaimana hadits berikut.

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat ‘Umar bin al-Khaththab Radhiyallahu ‘anhu sedang berjalan dengan kendaraannya, bersumpah dengan nama ayahnya, kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ketahuilah, sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan nama ayah-ayah kalian. Barangsiapa bersumpah, hendaklah dengan (nama) Allah, atau diam.” [Muttafaq ‘alaih: Shahiih al-Bukhari (XI/530, no. 6646), Shahiih Muslim (III/ 1267, no. 1646 (3)), Sunan Abi Dawud (IX/77, no. 3233), Sunan at-Tirmidzi (III/24, no. 1573).]

Terkait dgn sumpah yg dilakukan oleh pedagang sebagaimana hadits larangan sumpah, terdapat fatwa yg berhubungan dengan hal tersebut.

***
Dalam fatwa no. 19637 pertanyaan pertama, komisi fatwa Saudi Arabia (Al Lajnah Ad Daimah) menjelaskan, “Sumpah dalam menjual dan membeli terlarang secara mutlak baik sumpah tersebut berisi kedustaan maupun kebenaran. Jika sumpah tersebut dusta, maka hukumnya jelas haram. Dosanya besar dan siksanya pun pedih, tergolong sumpah dusta. Namun jika maksud sumpah tadi ingin melariskan dagangan, maka ia dapat menghapuskan keberkahan dalam jual beli dan keberkahan dari keuntungan.”
>> http://rumaysho.com/muamalah/iklan-yang-terlalu-berlebihan-2968
***

Maka sudah seyogyanya kita sebagai pedagang muslim untuk mentaati tuntunan tauladan kita tersebut.

Larangan terlalu banyak bersumpah ini berlaku umum, tidak hanya bagi pedagang saja. Simak tulisan dari
Asy Syaikh Sholih bin Fauzan hafizhohullah berikut ini.

**********
Hukum Menjadikan Sumpah Sebagai Kebiasaan

Penulis: Asy Syaikh Sholih bin Fauzan hafizhohullah

Apa hukum terhadap suatu kaum yang sudah menjadi adat kebiasaan mereka untuk bersumpah dengan nama Allah dan mereka menjadikannya sebagai penguat terhadap semua perkataan yang mereka ucapkan, baik ucapan itu penting maupun tidak ?

Jawab : “Tidak boleh terlalu banyak bersumpah, karena perbuatan itu menunjukkan penghinaan dan kurangnya penghormatan. (Allah) Ta’ala telah berfirman :

وَلَا تُطِعْ كُلَّ حَلَّافٍ مَهِينٍ

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina”. (QS. Al-Qalam : 10)

Dan dalam sebuah hadits yang shohih bahwa di antara 3 orang yang Allah tidak mengajak mereka berbicara pada Hari Kiamat, tidak mensucikan mereka dan bagi mereka adzab yang pedih (adalah) lelaki yang menjadikan Allah sebagai barang jualannya, dia tidak membeli kecuali dengan sumpahnya (bersumpah dengan nama Allah) dan tidak menjual kecuali dengan sumpahnya. (Yakni terlalu sering dan memperbanyak bersumpah dengan nama Allah )

HR. Ath-Thobarony dari Salm an Al-Farisy (pent)

Dan telah datang dalam tafsir firman Allah Ta’ala :

وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ

“Dan jagalah sumpah-sumpah kalian”. (QS. Al-M a`idah : 89)

Yang diinginkan adalah : “Jangan kalian bersumpah”, maka ini adalah larangan untuk bersumpah kecuali ketika dibutuhkan serta dalam kebaikan dan kejujuran”.

Sumber : Jurnal Al-Atsariyyah Vol. 02/Th01/2006

http://qurandansunnah.wordpress.com/2010/01/02/hukum-banyak-bersumpah/

**********

Khususnya bagi pedagang, bagaimana jika sudah terlanjur bersumpah ataupun melakukan perbuatan lain (dalam bidang perniagaan) yang tidak sesuai syari’at?

Berdasarkan hadits Qais bin Abi Gharazah dia berkata, Rasulullah  bersabda:

يَا مَعْشَرَ التُّجَّارِ إِنَّ الْبَيْعَ يَحْضُرُهُ اللَّغْوُ وَالْحَلْفُ فَشُوبُوهُ بِالصَّدَقَةِ

“Wahai sekalian pedagang, sesungguhnya di dalam jual beli itu terdapat permainan dan sumpah, maka bersihkanlah dia dengan cara bersedekah.” HR. Abu Daud, dan ini adalah hadits yang shahih.

Semoga hal ini bisa menjadi pembelajaran bersama bagi kita semua sehingga perniagaan yang kita lakukan dikaruniai keberkahan oleh Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam bishshowab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s