Bakti kepada Kedua Orangtua

Apakah Anda pernah merasa “mbok-mboken“? Yang bisa berbahasa Jawa mungkin tahu istilah tersebut. Mbok-mboken itu perasaan kangen sama orangtua khususnya ibu. Kok ibu saja? Hehe..bapak juga sih, tapi karena biasanya ibu yang merawat dan meladeni keperluan anak, jadi mbok-mboken diidentikkan dengan ibu.

Yang merasakan hal tersebut biasanya anak yang tinggal jauh dengan orangtua (entah merantau karena sekolah, bekerja, atau menikah). Saya pun pernah merasakannya, bahkan sampai mbrebes mili berkali-kali. Ini terjadi kalau sedang galau *hayah*, jenuh dengan rutinitas, anak sakit (sehingga badan pun drop), atau ketika kita sendiri sedang sakit.

Pengeen banget ada ibu datang, ngeroki pas lagi mriang, ngobrol, bantu bebenah..lhoo piye tho hihi.. Intinya sih ibu datang hati tenang.

Bapak,ibu..
Sepanjang hidup mungkin kita tidak akan pernah bisa membalas dengan sempurna atas segala perjuangan, pengorbanan dan kasih sayang mereka terhadap anak-anaknya.

Ingat diwaktu dulu. Setiap hari kita alhamdulillah bisa makan cukup, berangkat sekolah dengan tenang, mendapat uang saku, diajak tamasya, pergi ke dokter ketika sakit, dll. Tapi tahukah kita? Dibalik itu kedua orangtua kita bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bahkan kadangkala untuk memenuhi keinginan anak yang diluar kemampuan, mereka pun terkadang harus berhutang. Berapa banyak keringat dan air mata mereka teteskan untuk membesarkan kita.

Oleh karena itu berbahagialah bagi yang masih mempunyai orangtua dan tinggal dekat dengan mereka. Sewaktu-waktu saling membutuhkan bisa segera datang.

Berbahagialah yang masih diberkahi kesempatan untuk berbakti kepada mereka, sebagai salah satu amalan yang mulia di sisi Allah.

Dari Abdullah bin Mas’udradhiyallahu ‘anhu di berkata,

“Aku bertanya kepada Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, ’Amal apakah yang paling utama?’ Nabi menjawab, ’Shalat pada waktunya’. Ia berkata,”Aku bertanya, ’kemudian apa?’, Beliau menjawab, ’Berbakti kepada kedua orang tua…’ (HR. Bukhari dan Muslim)

Jangan sampai kita menjadi orang yang celaka karena menyia-nyiakan kedua orangtua kita.

Rasulullah Shallahu ‘ alaihi wa Sallam bersabda :
” Celaka,celaka,celaka ! , dikatakan pada beliau, siapa wahai Rasulullah?, maka beliau bersabda :” Siapa saja yang menjumpai kedua orang tuanya,baik salah satu atau kedua-duanya di kala mereka lanjut usia,akan tetapi (perjumpaan tersebut) tidak memasukannya ke surga (HR.Muslim).

Jagalah mereka dengan segenap kemampuan, karena mereka adalah pintu sorga kita.

الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه

Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi, dia mengatakan, hadits ini shahih)

Semoga Allah memberkahi kita kemudahan dan kemampuan untuk berbakti dan membahagiakan kedua orangtua kita.

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s