Catatttt….

taken from tutskid.com
taken from tutskid.com
taken from tutskid.com

taken from tutskid.com

Seminggu yang lalu kira-kira  tanggal 5 Jan, salah seorang ibu di sanggar tempat Khansa belajar memberikan saya sejumlah uang untuk pembayaran kolam anak yang dia beli kurang lebih akhir bulan Oktober. Waktu membeli kolam, saya ingat dia memberikan uang sejumlah 50 ribu, sedangkan harga kolam sebesar 245 ribu. Berarti kekurangan yang harus dia bayarkan adalah 195 ribu. Saya catat betul dalam ingatan saya.. yang kemudian saya menyesalinya dikemudian hari.

Dia berjanji akan membayar kekurangannya pada bulan berikutnya yaitu awal November. Qodarullah ketika jatuh tempo pembayaran dia sms kalau belum bisa membayar karena adiknya kecelakaan, jadi uangnya untuk membantu adiknya tersebut. Saya bilang tidak apa-apa, dan dia menjanjikan akan membayar pada gajian berikutnya di awal Desember.

Qodarullah di awal Desember suaminya sakit dan tidak masuk kantor, jadi belum bisa membayar karena belum mengambil gaji. Saya bilang tidak apa-apa.

Ketika dia membayar kekurangannya pada minggu lalu, uang yang diberikan  ke saya 150 rb. Saya lalu sms, “Bu, harga kolam 245, dulu pembayaran pertama 50rb. Jadi masih kurang 45rb lagi ya”. Dia membalas, “Saya bayar pertama 100rb bu”. Wah jyan, piye iki.. saya ingat betul kalau dia bayar pertama 50 ribu. Tapi dia yakin sekali kalau yang dibayarkan adalah 100rb.  Yo wes lah, sebagai orang yang tidak mau berkonflik dan memperpanjang urusan (padahal “cemen” haha..), saya sms “oh ya bu?kalo gitu masih ada 5rb di saya ya”, kemudian saya berikan uang 5rb sebagai kembalian.

Sampai di rumah saya curhat sama suami..bla bla bla.. “gimana ini, modalnya aja ngga dapat, apalagi mengembalikan 5rb huhu..”, dan suami bilang “Mangkane, opo-opo ki dicatet” hiks.. benul bangett. Selama ini kekurangan saya adalah dalam hal pencatatan. Apalagi kemarin saya pikir dengan teman sendiri jadi tidak perlu memakai nota, lagipula jadwal bayarnya berikutnya (seharusnya) tidak terlalu lama dari pembayaran pertama. Qodarullah ke-pending beberapa waktu.

Sekarang yang tertinggal hanya sesal, kenapa hanya dicatat dalam ingatan, tidak dengan tulisan. Padahal ingatan manusia terbatas, terlebih dengan bertambahnya usia.

Padahal tentang catat mencatat dalam perniagaan ini sudah disebutkan dalam firman Allah..

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menulisnya…” (QS. Al Baqoroh : 282)

Jadi ingat yang ibu-ibu, bila ada transaksi (terlebih kalau pembayaran berjangka) maka sebaiknya.. cateeutt..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s