Perjalanan Terjauh Seorang Laki-laki

journey
journey

taken from paulcbrunson.com

Akhir tahun 2014 yang lalu, membaca di newsfeed FB sebuah tulisan yang sangat menarik dari page Majalah Ummi.
Cukup tertohok (terutama jika yang membaca adalah laki-laki) dan memang begitulah realitanya saat ini, bahwa perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang laki-laki adalah… PERGI KE MASJID.

Pergi keluar negeri sudah berkali-kali, pelosok Indonesia sudah disambangi, tapi ketika terdengar adzan untuk menunaikan sholat begitu berat untuk melangkahkan kaki ke masjid, bahkan jika masjidnya ada di depan rumah! na’udzubillahi mindzalik.

Mari kita berkaca dari kisah dibawah ini, mengenai wajibnya seseorang (laki-laki) untuk sholat berjama’ah di masjid.

Suatu hari, seorang lelaki buta mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kata lelaki buta itu, “Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki seorang penuntun guna pergi ke masjid.” Pernyataannya ini disampaikan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam demi memohon keringanan untuk tidak menghadiri shalat berjamaah di masjid. Saat itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun memberi keringanan kepada lelaki buta itu untuk shalat di rumahnya. Namun, saat lelaki buta itu berbalik, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memanggilnya lalu bertanya, “Apakah engkau mendengar seruan untuk shalat (azan)?” Jawab lelaki buta itu, “Ya, saya mendengarnya.” “Kalau begitu, penuhilah seruan tersebut!” kata beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR . Muslim, no. 255)

Kisah di atas memberi gambaran betapa menegakkan shalat berjamaah di masjid adalah kewajiban bagi seorang muslim. Menurut asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah, kisah yang dikeluarkan oleh al-Imam Muslimrahimahullah dalam Shahih-nya, menunjukkan hukum wajib shalat berjamaah bagi penyandang kebutaan manakala tak memiliki uzur. Riwayat itu pun mengandung sisi pendalilan bahwa shalat berjamaah tersebut wajib ditunaikan di masjid.
sumber : http://asysyariah.com/manhaji-shalat-berjamaah-menuai-banyak-keutamaan/

Mengapa begitu banyak yang merasa berat untuk sekedar berjama’ah di masjid tanpa udzur syar’i? Padahal begitu banyak keutamaan sholat di masjid, diantaranya sebagai berikut..

Dari Abu Hurairah  radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
“Shalat seseorang dengan berjamaah itu dilipatgandakan pahalanya 25 kali atas shalat sendirian yang dia kerjakan di rumah dan di pasar. Hal itu apabila ia berwudhu dengan sempurna, lalu ia keluar menuju ke masjid dan tidak ada yang mendorongnya keluar (menuju ke masjid) selain shalat. Tidaklah setiap langkahnya kecuali akan mengangkatnya satu derajat dan menghapuskan darinya satu kesalahan. Apabila ia shalat, malaikat akan senantiasa mendoakannya selama ia berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia.’ Salah seorang di antara kalian tetap dianggap berada dalam shalat selamaia menanti shalat.”(HR . al-Bukhari 647 dan Muslim no. 272)

Berikut saya copas tulisan dari page tersebut. Mudah-mudahan bisa menjadi pengingat dan penyemangat bagi kita untuk lebih meningkatkan amal ibadah kepada Allah. Terutama yang mempunyai anak laki-laki, biasakan mereka untuk sholat ke masjid sedari kecil agar ketika dewasa mereka tidak berat melakukannya, dan tentu saja orangtua adalah contoh ananda yang utama.

***

UNTUKMU ANAKKU

Tahukah kamu nak, perjalanan terjauh dan terberat bagi seorang lelaki adalah perjalanan ke masjid.

Sebab banyak orang kaya tidak sanggup mengerjakannya.
Jangankan sehari lima waktu, bahkan banyak pula yang seminggu sekali pun terlupa.
Tidak jarang pula seumur hidup tidak pernah singgah ke sana.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid.
Karena orang pintar dan pandai pun sering tidak mampu menemukannya,
walaupun mereka mampu mencari ilmu hingga ke universitas Eropa ataupun Amerika.
Mudah melangkahkan kaki ke Jepang, Australia dan Korea dgn semangat yg membara, namun ke masjid tetap saja perjalanan yg tidak mampu mereka tempuh walau telah bertitel S3.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid.
Karena para pemuda yg kuat dan bertubuh sehat yg mampu menaklukkan puncak gunung Bromo dan Merapi pun sering mengeluh ketika diajak ke masjid.
Alasan mereka pun beragam, ada yang berkata sebentar lagi, ada yg berucap tidak nyaman dicap alim.

Perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan ke masjid.
Maka berbahagialah dirimu wahai anakku….,
bila sejak kecil engkau telah terbiasa melangkahkan kaki ke masjid. Karena bagi kami, sejauh manapun engkau melangkahkan kaki, tidak ada perjalanan yg paling kami banggakan
selain perjalananmu ke masjid.

Biar aku beritahu rahasia kepadamu,
sejatinya perjalananmu ke masjid adalah perjalanan utk menjumpai Rabbmu.
Itulah perjalanan yg diajarkan oleh Nabimu, serta perjalanan yg akan membedakanmu dengan orang-orang yg lupa akan Rabbnya.

Perjalanan terjauh dan terberat itu adalah perjalanan ke masjid.
Maka lakukanlah walau engkau harus merangkak dalam gelap shubuh demi mengenal Robbmu

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s