Takkan Lari Rizki Dikejar

rizki

Kurang lebih empat tahun yang lalu.. di tahun 2011.
Kegalauan hati seorang ibu mulai timbul sesudah kelahiran seorang bayi bernama Khansa. Keinginan kuat resign dari kantor untuk fokus mengurus keluarga beradu dengan pemikiran-pemikiran akan hari esok akan bagaimana apabila saya tidak punya pekerjaan (sementara saat itu suami dalam tugas belajar dari kantor). Bagaimana nanti kami memenuhi kebutuhan pokok? bagaimana akan memiliki rumah?  dan bagaimana-bagaimana selanjutnya.. yes, it’s all about money.

Hingga  kemudian tersadarkan, untuk apa saya mengkhawatirkan hal tersebut? sementara rizki tiap mahluk sudah diatur oleh Allah hingga akhir hayatnya. Bahwa rizki seseorang takkan tertukar satu dan yang lainnya.

Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah dan perbaikilah di dalam mencari (rezeki), karena sesungguhnya setiap yang yang bernyawa tidak akan pernah mati sampai dia menyempurnakan rezekinya, meskipun kadang terlambat datang untuknya, maka bertakwalah kalian kepada Allah dan perbaikilah dalam mencari (rezeki), (yaitu) ambillah apa yang telah dihalalkan tinggalkanlah apa yang telah diharamkan.”
(HR Ibnu Majah no. 2144, Ibnu Hibban no. 1084, 1085-Mawarid, al Hakim (II/4), dan Baihaqi (V/264), dari Sahabat Jabir Radhiyallahu ‘anhuma. Dishahihkan oleh al Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Silsilah al Ahadits ash-Shahihah no. 2607)

Ya, yang kita perlukan adalah tawakal kepada Allah.. terus berdoa dan ikhtiar, sedangkan hasil dari ikhtiar tersebut kita serahkan kepada Allah.

And totally wrong if life is all about money.

Mari belajar dari salah satu ulama generasi salaf terkemuka yaitu Hasan Al Bashri.

Hasan Al Bashri rahimahullah pernah ditanya: “Apa Rahasia di dalam zuhudmu di dalam dunia?” Beliau menjawab,

“Aku telah mengetahui bahwa rezekiku tidak akan pernah ada yang mengambilnya selainku, maka tenanglah hatiku untuknya, dan aku telah mengetahui bahwa ilmuku tidak akan ada yang melaksanakannya selainku, maka aku menyibukkan diri dengannya, aku telah mengetahui bahwa Allah mengawasiku, maka aku malu berhadapan dengannya dalam keadaan maksiat, aku telah mengetahui bahwa kematian menghadangku, maka aku telah siapkan untuk bekal bertemu dengan Allah.”

Semoga nashihat Hasan Al Bashri tersebut bisa menjadi pengingat buat kita (terlebih saya) yang seringkali lalai, mengutamakan materi dunia daripada mempersiapkan bekal akhirat.

rizki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s