Permudah…Jangan Dipersulit

Kurang lebih seminggu yang lalu..

“Mba paketnya udah nyampe barusan, tapi maaf boleh tukar ngga mba? anaknya ga tertarik karena….”

Kemudian cust bilang mau menukarnya dengan produk lain dan saya bilang bisa.

Namun, beberapa saat kemudian..

“Mba maaaf.. klo dibalikin duitnya aja bisa ga ? Dipotong jg gpp…”

“Gpp mba, ngga ada potongan”, tulis saya

***
Customer senang, hati tenang..

Di zeatoys memang TIDAK berlaku term “barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan”

Kalau barang sampai di tangan customer dan ternyata tidak cocok, maka dipersilakan untuk menukar dengan produk lain atau refund (tentunya S & K berlaku, misal barang masih dalam kondisi baik dan tidak dalam jangka waktu terlalu lama dari penerimaan)

Mengapa?
Penjelasannya ada pada fatwa ulama berikut

***
Penulis: Lajnah Daimah Lil Buhuts Ilmiyah Saudi Arabia

Tanya:”Bagaimanakah pandangan hukum syar’I mengenai tulisan yang menyebutkan: Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan atau di tukar yang ditulis oleh beberapa pemilik toko pada faktur/kwitansi yang mereka keluarkan. Apakah menurut syari’at syarat seperti ini dibolehkan? Dan bagaimana nasehat anda mengenai masalah ini?

Jawab: Menjual barang dengan syarat bahwa barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan dan ditukar adalah tidak boleh, karena syarat tersebut tidak dibenarkan. Sebab, didalamnya mengandung mudhorot (=ketidak maslahatan). Selain itu, karena tujuan penjual melalu syarat tersebut agar pembeli harus tetap membeli barang tersebut meskipun barang tersebut cacat. Persyaratannya ini tidak melepaskannya dari cacat yang terdapat pada barang. Sebab, jika barang itu cacat, maka dia boleh mengembalikannya dan menukar dengan barang yang tidak cacat, atau pembeli boleh mengambil ganti rugi dari cacat tersebut. Selain itu, karena pembayaran penuh itu harus diimbangi dengan barang yang bagus dan tidak cacat. Tetapi dalam hal ini, penjual yang mengambil dengan harga penuh dengan adanya cacat pada barang merupakan tindakan yang tidak benar. Di sisi lain, syari’at telah memberlakukan syarat-syarat yang sudah biasa berlaku sama seperti syarat berupa ucapan. Hal ini dimaksudkan agar pembeli selamat dari cacat, sehingga dia dapat mengembalikan barang yang sudah dibeli jika terdapat cacat padanya, karena persyaratan barang dagangan bebas dari cacat menurut hukum kebiasaan yang berlaku, berkedudukan sama seperti persyaratan yang diucapkan.

Wabillahi Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa meleimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para sahabatnya.

Al-Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-‘Ilmiyah Wal Ifta’, Ketua: Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baaz, Anggota: Syaikh Abdullah bin Ghudayan. Anggota: Syaikh Sholih Al-Fauzan. Anggota: Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh. Anggota: Syaikh Bakr Abu Zaid

Catatan Kaki:1) Lembaga tetap Kajian Ilmiyah dan Pemberian Fatwa Saudi Arabia.

Sumber: Fatwa Lajnah Daimah, Kitab Buyuu’. Fatwa no. 13788

***

Mari kita ikuti tuntunan Rasulullah, salah satu sikap baik dalam bermuamalah adalah SAMAHAH. Artinya toleransi atau mempermudah urusan.

Intinya adalah, permudah… jangan dipersulit.

Riwayat dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah bersabda :
“Allah mengampuni seseorang sebelum kalian. Orang itu bila menjual memudahkan urusan. Bila membeli memudahkan urusan, bila melunasi memudahkannya, dan bila menagih memudahkannya”(HR Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra 5/357)

Wallahu a’lam bishshowab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s