Cemburu itu Perlu

jealousy

jealousyBeberapa waktu lalu, saya membaca di salah satu postingan teman FB. Dia bercerita berdasar kisah nyata mengenai  sepasang muda mudi (sebut saja fulan dan fulanah) yang saling suka sejak remaja tapi kemudian tak dapat menikah karena adanya perbedaan keyakinan diantara keduanya. Hingga fulanah menikah dan mempunyai anak, si fulan masih sendiri.

Cerita berlanjut sesudah fulanah menikah, ternyata dihatinya masih menyimpan rasa. Suatu saat fulan meng-add facebook fulanah lalu fulanah menerima friend request tersebut. Kemudian,  ketika fulanah bertanya pada suaminya apakah boleh menerima bbm invitation dari fulan, ternyata suaminya memperbolehkan. Padahal sang suami tahu kisah antara dua orang tersebut. Suaminya tidak ingin memaksakan istrinya untuk melupakan masa lalunya, karena suaminya pun menyadari bahwa terkadang dia masih teringat dengan mantan kekasihnya.

Hmm..bagaimana pendapat ibu-ibu? mungkin ada yang pro dan kontra. Yang pro berpendapat “ya tidak mengapa kalau hanya sekedar bertegur sapa via chat seperlunya, toh sudah dewasa dan bisa menjaga diri masing-masing”. Untuk yang kontra berargumen “tidak sepantasnya seorang istri yang sudah menikah untuk menjalin komunikasi yang intensif dengan lawan jenis, terlebih lagi dengan pria yang dulu memiliki jalinan kasih”

Monggo saja mau berpendapat bagaimana, yang jelas tiap pilihan ada konsekuensinya. Yang akan saya kemukakan disini adalah sikap suami terhadap istri apabila hal tersebut terjadi.

*****

Seorang suami adalah pemimpin dalam sebuah rumah tangga. Kelak dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Sebagaimana dijelaskan dalam sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

كُلُّكُمْ رَاعٍ، وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، وَالأَمِيْرُ رَاعٍ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَّةٌ عَلَى بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّت) متفق عليه

“Kalian semua adalah pemimpin dan seluruh kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin. Penguasa adalah pemimpin dan seorang laki-laki adalah pemimpin, wanita juga adalah pemimpin atas rumah dan anak suaminya. Sehingga seluruh kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggung jawaban atas yang dipimpin.” (Muttafaqun alaihi)

Sudah semestinya bagi seorang pemimpin untuk mengarahkan anak buahnya menuju kebaikan. Jangan membuat celah atas segala perbuatan buruk karena syaithan akan bermain disana dan menggoda manusia untuk terseret ke jurang kenistaan. Na’udzubillahi mindzalik.

Dari kisah di atas, terkait dengan dibolehkannya fulanah oleh suaminya untuk berkomunikasi via media sosial dengan fulan, mari kita pikirkan sejenak. Memang pada awalnya hanya chat seperlunya, menanyakan kabar satu sama lain. Kemudian karena merasa nyaman (apalagi pernah ada hubungan sebelumnya) maka bisa jadi berlanjut dengan membicarakan kegiatan masing-masing, curhat mengenai anak dan pekerjaan. Sesudah itu berteman di media sosial lainnya (facebook, instagram, path, dll) . Lalu bagaimana bisa lupa kalau masih sering intip-intip profile si dia, memandangi fotonya, mengetahui berita terbarunya. Kemudian angan-angan mulai melayang, seandainya demikian dan demikian. Siapkah jika suatu saat pasangan kita akan pindah ke lain hati?

Dalam firman Allah disebutkan…

“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Israa’: 32)

Penjelasan makna ayat وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا

Dan janganlah kalian mendekati zina.
Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang ayat ini: “Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam rangka melarang hamba-hamba-Nya dari perbuatan zina dan larangan mendekatinya, yaitu larangan mendekati sebab-sebab dan pendorong-pendorongnya.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 5/55)

Kemudian dalam hadits dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنْ الزِّنَا مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَاْلأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Ditetapkan atas anak cucu Adam bagiannya dari zina akan diperoleh hal itu tidak mustahil. Kedua mata zinanya adalah memandang (yang haram). Kedua telinga zinanya adalah mendengarkan (yang haram). Lisan zinanya adalah berbicara (yang haram). Tangan zinanya adalah memegang (yang haram). Kaki zinanya adalah melangkah (kepada yang diharamkan). Sementara hati berkeinginan dan berangan-angan, sedang kemaluan yang membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Muslim no. 2657)

Janganlah bermain api (atau jangan biarkan pasangan kita bermain api), kalau tidak ingin terbakar nanti.  Berawal dari saling sapa, kemudian berpandangan mata, lalu tangan saling berbicara, hatipun ikut berkata, dan pada akhirnya kemaluanpun tak tahan ikut serta. Betapa banyak terjadi perceraian yang diakibatkan oleh media sosial, maka berhati-hatilah dalam menggunakannya (berita tentang hal tersebut silakan dibaca di tautan ini).

Sebagai suami, apakah tidak cemburu jika istrinya ngobrol berlama-lama dengan pria lain? entah melalui telp ataupun fasilitas chat lainnya, bahkan ada pula suami yang memperbolehkan istrinya pergi kongkow bersama teman-teman prianya.

Cemburulah, jika memang itu perlu.
Cemburu membela yang dicintainya, bukan cemburu yang hanya berdasar prasangka tak berdasar.

Disebutkan di dalam hadits, bahwa Saad bin Ubadah Radhiyallahu ‘anhu berkata:

قَالَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ : لَوْ رَأَيْتُ رَجُلاً مَعَ امْرَأَتِيْ لَضَرَبْتُهُ بِالسَّيْفِ غَيْرَ مُصَفِّحٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَتَعْجَبُوْنَ مِنْ غِيْرَةِ سَعْدٍ لأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ وَاللهُ أَغْيَرُ مِنِّيْ

“Sekiranya aku melihat seorang laki-laki bersama dengan isteriku, niscaya akan kutebas ia dengan pedang,” ucapan itu akhirnya sampai kepada Rasulullah. Lalu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Apakah kalian merasa heran terhadap kecemburuan Saad? Demi Allah, aku lebih cemburu daripadanya, dan Allah lebih cemburu daripadaku.” Hadist riwayat al Bukhari (5/2002)

Terlebih lagi jika kecemburuan itu disebabkan karena keluarga kita melakukan (atau mendekati) kemaksiatan, melanggar larangan Allah, tidak menaati tuntunan Rasulullah. Maka cemburulah!

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“ثلاثة لا ينظر الله عز وجل إليهم يوم القيامة: العاق لوالديه, والمرأة المترجلة, والديوث…”

“Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah (dengan pandangan kasih sayang) pada hari kiamat nanti, yaitu: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts…” (HR. An-Nasa-i, no. 2562, Ahmad, 2/134 dan lain-lain. Dishahihkan oleh Adz-Dzahabi dalam Kitabul Kaba-ir, hal. 55 dan dihasankan oleh syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaaditsish Shahihah, no. 284. Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 1/498 mengenai makna hadits ini)

Makna ad-dayyuts adalah seorang suami atau bapak yang membiarkan terjadinya perbuatan buruk dalam keluarganya (Lihat Fathul Baari, 10/406. Makna ini disebutkan dalam riwayat lain dari hadits di atas dalam Musnad Imam Ahmad, 2/69. Akan tetapi sanadnya lemah karena adanya seorang perawi yang majhul/tidak dikenal. Lihat Silsilatul Ahaaditsish Shahihah, 2/284).

Lawannya adalah al-gayur, yaitu orang yang memiliki kecemburuan besar terhadap keluarganya sehingga dia tidak membiarkan mereka berbuat maksiat. (Lihat Tuhfatul Ahwadzi, 9/357)

Sumber : http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/dayyuts-profil-seorang-suami-dan-bapak-yang-buruk-bagi-istri-dan-anak-anak.html

Jadi, masih mau mengizinkan pasangan kita atau diri kita sendiri untuk ngobrol-ngobrol cantik dengan teman lawan jenis? Monggo, pilihan ada dijempol kita.. delcon, blokir, atau accept.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s