Jangan Mudah Meminta Cerai

pic taken from tempo.co
pic taken from tempo.co
pic taken from tempo.co

pic taken from tempo.co

“Haduuh…punya ibu mertua kok gini amat ya, apa-apa salah, ini salah itu salah..ngga tahan aku.. mau minta cerai aja!”

“Waah…gimana inii…kamu kok beli akik seharga 10 juta pake ngegesek kartu kredit ngga bilang-bilang aku??? Padahal aku aja bela-belain super irit buat mengurangi pengeluaran kita. Terus ini gimana cara mbayarnyaaa??? udah ah aku minta cerai!”

“Aku ngga kuaaattt..punya suami tidurnya ngorok, mana orangnya jorok..ceraaai…ceraaai..ceraaai..”

*****

Itulah kira-kira gambaran yang terjadi di sekitar kita, seorang istri seringkali terlintas di pikiran atau dengan mudah mengucap meminta cerai kepada suami.

Penyebabnya bisa bermacam-macam, tidak tahan dengan kebiasaan buruk suami minta cerai, tidak tahan dengan mertua minta cerai, tidak tahan dengan ekonomi pas-pasan minta cerai. Begitulah  wanita yang kebanyakan cenderung mengutamakan emosi daripada logika *termasuk saya*. Wallahu a’lam.

Para ahli psikologi membedakan pria dan wanita dari otaknya. Otak manusia terdiri dari dua bagian, yaitu sisi yang kanan dengan sisi yang kiri. Setiap sisi bertanggung jawab untuk fungsi yang berbeda. Dalam otak wanita, lebih banyak serat penghubung dan serat ini lebih besar dibanding yang terdapat pada otak pria. Hal ini membuat wanita memiliki kecenderungan lebih besar untuk menggunakan kedua sisi otak secara bersamaan. Sehingga wanita lebih pandai berbicara, open minded juga lebih pandai menjalin hubungan atau berinteraksi dengan individu lain. Tetapi, wanita cenderung menggunakan emosi ketika memproses informasi dan saat berkomunikasi.
Sumber : disini

Walaupun latar belakang bagaimana seseorang dibesarkan mempengaruhi pola pikirnya, tapi berbeda dengan wanita yang cenderung menggunakan emosi, maka laki-laki cenderung menggunakan logikanya.

Dalam syari’at Islam, keputusan cerai atau tidak adalah di tangan suami  (karena para lelakilah yang membayar mahar, biaya pernikahan, serta menanggung nafkah keluarga), akan tetapi tentu dengan persyaratan yang diletakkan oleh syari’at. Syari’at tidak menjadikan perceraian di tangan para wanita, karena secara umum kaum lelaki lebih berpikir panjang dan lebih stabil dalam mengambil keputusan. Berbeda dengan para wanita yang sering mengalami kondisi yang bisa merubah pola berfikirnya, seperti tatkala kondisi haid, atau tatkala mengandung, dan lain-lain, sehingga terkadang perasaan lebih didahulukan dari pada pikiran >> sumber : disini

Kemudian bagaimana hukum perceraian itu sendiri?

Secara asal, hukum perceraian adalah makruh (dibenci).
Jika seorang suami menceraikan istrinya tanpa ada sebab, maka itu adalah makruh.

Secara asal, perceraian adalah sesuatu yang tidak disukai oleh Allah dan justru disukai oleh Iblis.

Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَإِنْ عَزَمُوا الطَّلاَقَ فَإِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

“Dan jika kalian bertekad kuat untuk thalaq, maka sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”(Q.S al-Baqoroh:227).

Konteks ayat tersebut adalah bentuk peringatan dan ancaman: “jika kalian berbuat demikian…sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”, sehingga itu menunjukkan bahwa perceraian tidaklah disukai oleh Allah. Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh Syaikh Ibn Utsaimin rahimamullah.
Sumber : http://www.darussalaf.or.id/fiqih/hukum-perceraian/

Selain hukum asal perceraian yaitu makruh, ada juga beberapa kaidah hukum lain terkait dengan hal ini tergantung dengan kondisi rumah tangga masing-masing pasangan. Selengkapnya silakan klik di link disini.

Hal yang perlu kita ketahui bahwasanya perceraian adalah sesuatu yang disukai iblis dan bala tentaranya.

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ

Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air kemudian mengirim pasukannya (ke berbagai penjuru). Pihak yang terdekat kedudukannya dari Iblis adalah yang paling besar menimbulkan fitnah. Salah satu dari mereka datang (menghadap Iblis) dan menyatakan: Aku berbuat demikian dan demikian. Iblis menyatakan: engkau belum berbuat apa-apa. Kemudian datang satu lagi (melaporkan): Aku tidak tinggalkan ia (manusia) hingga aku pisahkan ia dengan istrinya. Kemudian Iblis mendekatkan kedudukannya dan mengatakan: bagus engkau (H.R Muslim)

Suami sebagai pemimpin dalam rumah tangga, hendaknya bersabar dan memperlakukan istri dengan baik agar terhindar dari sebab-sebab perceraian.

Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.”
(HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Bagi wanita, bersabarlah. Jangan pergunakan emosi sesaat untuk mengucap kata meminta cerai, yang bisa jadi akan kita sesali dikemudian hari.

Ingatlah hadits berikut, bahwa seorang istri tidak boleh (haram) meminta kepada suami untuk menceraikannya tanpa ada sebab syar’i.

أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا الطَّلَاقَ فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّةِ

“Wanita mana saja yang meminta cerai dari suaminya tanpa ada alasan (syar’i), maka haram baginya bau surga” (H.R Ibnu Majah, dishahihkan Syaikh al-Albany)

Alasan syar’i bagi wanita untuk meminta cerai pada suami di antaranya: jika suami tidak menjalankan kewajibannya, atau istri ditelantarkan, atau istri sering didzhalimi/disakiti, atau suami telah murtad, atau memiliki akhlak yg buruk, atau suka berbuat dosa besar dan sulit diubah.

Tulisan ini adalah pengingat bagi kita bersama (termasuk untuk saya), semoga Allah memberkahi kita kesabaran dalam menjalani kehidupan berumahtangga  dan menjadikan keluarga kita penuh keberkahan dan kasih sayang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s