Me Time-nya Ummahaat

banner Menuntut-Ilmu
pic : founder.bangkatour.com

pic : founder.bangkatour.com

Hari Sabtu dua minggu yang lalu, di sebuah rumah di daerah Bogor, nampaklah bergiliran datang beberapa ibu menuju rumah tersebut. Penampilan mereka berbeda dengan ibu-ibu pada umumnya. Looks gloomy and scary.. baju mereka mayoritas berwarna hitam dengan wajah yang ditutup dengan cadar. Belum lagi penampilan bapak-bapak yang mengantar, hampir semuanya berjenggot dengan celana yang ngatung. Persiss..ciri-ciri teroris yang digaung-gaungkan media. Pasti mereka berkumpul hendak merencanakan pengeboman di suatu tempat.

Tet tooottt…. anda salah!

Mereka adalah salafiyyin.
Umaahaat atau ibu-ibu tersebut berkumpul tak lain adakah untuk menimba ilmu. Materi yang disampaikan ustadzah yang hadir saat itu adalah durusul lughoh al arabiyya atau bahasa Arab dan tajwid (cara membaca Al Qur’an secara benar).

Mereka adalah ummahaat yang haus ilmu syar’i. Keinginan mereka untuk menimba ilmu mengalahkan jauhnya jarak yang mereka tempuh dari berbagai penjuru Bogor, bahkan ada yang datang dari Depok.

Ibu-ibu bercadar itu memahami akan wajibnya menuntut ilmu bagi tiap muslim, termasuk bagi para muslimah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim.”
[Hadits shahih li ghairihi, diriwayatkan Ibnu Majah (no. 224), dari jalur Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. Hadits ini diriwayatkan pula oleh sekelompok para shahabat, seperti Ali bin Abi Thalib, ‘Abdullah bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Abdullah bin Mas’ud, Abu Sa’id Al-Khudriy, Al-Husain bin ‘Ali, dan Jabir radhiyallahu’anhum. Para ulama ahli hadits telah menerangkan jalur-jalur hadits ini dalam kitab-kitab mereka, seperti: Imam As-Suyuthi dalam kitab Juz Thuruqi Hadits Tholabil Ilmi Faridhotun ’Ala Kulli Muslimin, Imam Ibnul Jauzi dalam kitab Al-Wahiyat (I/67-71), Imam Ibnu ‘Abdil Barr dalam kitab Jami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (I/69-97), dan Syaikh Al-Albani dalam kitab Takhrij Musykilah Al-Faqr (hal. 48-62)]

Ibnul Jauzy rahimahullah berkata, “Perempuan adalah seorang yang mukallaf seperti laki-laki. Oleh karena itu, dia wajib menuntut ilmu tentang perkara-perkara yang diwajibkan terhadapnya agar ia menunaikan ibadah tersebut di atas keyakinan.”Ahkam An-Nisa` karya Ibnul Jauzy hal. 7
Sumber : disini

Ilmu adalah sayyidul ‘amal (penghulunya amal), sehingga tidak ada satu amalan pun yang dilakukan tanpa didasari dengan ilmu. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah kaidah yang telah disepakati ummat,

اَلْعِلْمُ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ .

Ilmu dahulu sebelum berkata dan berbuat.”
[Lihat Shahih Al-Bukhari, Kitab Al-Ilmu, Bab Al-‘Ilmu Qablal Qaul wal ‘Amal (I/119)]
Sumber : disini

Para muslimah tersebut sadar akan keutamaan dari menuntut ilmu (agama)

Dari hadits Abu Hurairah Radhiallahu anha, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فيه عِلْمًا سَهَّلَ الله له بِهِ طَرِيقًا إلى الْجَنَّةِ

“Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk mendapatkan ilmu, maka Allah menudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR.Muslim:2699)

Mereka tidak mau kalah dengan bapak-bapak yang kesempatannya lebih banyak dalam menimba ilmu karena tidak terlalu repot dengan tetek bengek kegiatan rumah tangga seperti memasak, mencuci, mengurus anak.

Mereka tidak mau kalah dengan para pendahulu mereka para wanita Anshar yang bersemangat dalam menuntut ilmu.

‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ berkata,

نِعْمَ النِّسَاءِ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ لَمْ يَكُنْ يَمْنَعُهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّينِ

“Sebaik-baik perempuan adalah para perempuan Anshor. Tidaklah rasa malu menghalangi mereka untuk tafaqquh (memperdalam pemahaman) dalam agama. “ Dikeluarkan oleh Muslim no. 500, Abu Dâud no. 270 dan Ibnu Mâjah no. 634

Alhamdulillah.. saya dipertemukan dengan ibu-ibu pencari ilmu tersebut.

Ya, saat itu adalah me-time bagi para ummahaat. Rehat sejenak dari aktivitas mengelola rumah tangga. Berkumpul bersama muslimah lainnya, ngobrol ringan tentang keluarga sebelum dimulainya materi atau ketika saat istirahat sambil menikmati camilan yang disediakan, mendengarkan dan mencatat materi dari ustadzah, kemudian sholat Dzuhur berjama’ah dan makan siang bersama. Walaupun tampak menyeramkan dari penampilan karena mengenakan pakaian serba hitam dan bercadar, tapi mereka sama dengan ibu-ibu pada umumnya. Ya pada suka ngobrol, ya guyon, ya ketawa ketiwi.. yaa, sama persislah lha wong sama-sama perempuan. Jadi ibu-ibu jangan takut ya untuk menyapa para ummahat salafy tersebut ketika berpapasan di jalan.  In sya Allah mereka akan membalas sapaan ibu-ibu, bahkan ada beberapa yang menyapa terlebih dahulu *tunjuk diri sendiri*, jangan ragu untuk menjawab sapaannya ya. Jangan malah dibilang ninja, badai gurun, atau bahkan setaaan..seperti yang pernah diceritakan teman-teman saya. Ingatlah bahwa dibalik cadar itu ada sosok wanita yang mempunyai perasaan dan bisa terluka sebagaimana perempuan lainnya.

Ehm, lalu anak-anaknya pada kemana? Alhamdulillah, para suami sangat mengerti dan memahami akan keinginan pada istrinya untuk menuntut ilmu. Mereka memberikan waktu bagi istrinya untuk refreshing dan in sya Allah  mereka ikhlas menjadi single fighter mengasuh anak-anak untuk sementara waktu. Lalu apa kegiatan bapak-bapak tersebut ? mereka berada di masjid yang tidak jauh dari rumah itu bersama anak-anaknya. Mereka bukan merencanakan pengeboman, tapi sedang membicarakan biaya masuk TK  yang dikelola mereka, dan  in sya Allah akan operasional di tempat baru sesudah Lebaran nanti.

Ba’da dzuhur sekitar jam 13.30 kajian usai, para ummahat yang didalam ruangan membuka cadar kembali mengenakan cadarnya dan keluar rumah menuju keluarga yang sudah menunggu mereka di depan. Sambutan dari para buah hati yang pisah sebentar dengan ibundanya, anak-anak yang juga mulai dibiasakan dan diajarkan sejak dini akan pentingnya ilmu. Seperti perkataan sebagian ulama salaf..

“Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang lahat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s