Lokasi Strategis Usaha, Pentingkah?

Sudah kurang lebih 5 tahun saya menjalani usaha menjual mainan edukatif secara online di zeatoys maupun facebook zea edushop. Selama 5 tahun itu kami belum membangun “toko offline”. Semua stok barang kami letakkan di rak-rak besi di rumah kami. Belum ada banner yang kami pasang di depan rumah yang menandakan adanya aktivitas toko mainan di dalam rumah kami. Ya, sementara beginilah kondisinya toko online saya. Alhamdulillah kalau dari segi penjualan ada peningkatan yang bisa dilihat dari kenaikan omzet dan stock barang di rak besi yang semakin lama semakin bertambah variasinya. Tetap saja untuk ke depannya ingin sekali membuka gerai mainan, tapi sampai saat ini belum kami temukan lokasi yang cocok (di kantong hehe..). Pilihan terakhir adalah membangun kios di sisa tanah rumah kami. Bismillah.. mudah-mudahan bisa kami wujudkan keinginan kami tersebut suatu saat nanti.

Nah, membicarakan tentang letak strategis lokasi usaha, seberapa pentingkah hal tersebut bagi keberlangsungan usaha kita? Mungkin mayoritas akan menjawab penting sekali. Saya pun akan menjawab demikian. Lokasi yang strategis adalah salah satu faktor penunjang dalam menjalankan usaha kita karena hal ini akan memudahkan customer mengetahui keberadaan toko. Biasanya lokasi strategis terletak di pinggir jalan raya, tempat keramaian (pasar, mall), dekat fasilitas umum (sekolah, kantor, rumah sakit).

Akan tetapi, saya pernah menjumpai dua usaha dimana lokasi mereka tidaklah strategis, tapi mempunyai animo pasar yang sangat besar. Kok bisa?

Pertama, sebuah toko mainan yang terletak di Depok. Letaknya itu nyempil di salah satu perkampungan, dari jalan raya masuuuk terus. Pokoknya kalau dipikir-pikir kurang strategis lah. Tapii..tiap hari yang datang untuk beli banyak sekali, sampai berjubel. Setelah saya amati, ternyata dia menjual barang dengan harga yang cukup murah, bahkan katanya untuk yang jual grosiran pun ambil di dia. Sayangnya, kalau untuk beli grosir tidak ada discount tambahan, harganya sama dengan harga ecer toko tersebut. Jadi sebagai bakul saya tidak melanjutkan untuk belanja disana karena marginnya terlalu mepet untuk saya jual lagi. Tapii..kalau untuk harga ecer saya akui memang dia menjualnya lumayan murah, yaa paling engga ada laba sekitar 10- 20% dari harga kulak (maklum sesama bakul mainan jadi sedikit tahu harga kulaknya hihi..) . Ini membuktikan, HARGA MURAH merupakan salah satu hal yang menarik pasar.

Kedua, penjual seblak di komplek perumahan saya yang notabene jauh dari keramaian. Apaan tuh seblak? seblak adalah makanan khas Jawa Barat (Bandung, Garut, cmiiw) berupa kerupuk (bisa juga makaroni) yang diguyur kuah pedas. Saya yang tadinya tidak tahu apa itu seblak jadi ingin ikut makan setelah penasaran melihat antrian emak-emak dan anak sekolahan di sebuah rumah (padune memang pengen). Tiap saya lihat ramai banget, apalagi kalau Sabtu-Minggu. Waah, antrian bisa mengular. Lha wong warung belum buka sudah ditungguin kok hehe.. Kalau dari segi rasa bagi saya lumayan enak, kuahnya segar, mungkin bagi orang Jawa Barat enak banget, jadi cocok di lidah sehingga selalu balik lagi dan lagi. Harganya pun lumayan terjangkau yaitu 5.000/porsi dengan porsi yang cukup mengenyangkan karena didalamnya ditambahi telur orak arik yang direbus dengan kuah.

Nah, yang menjadi kendala bagi tukang seblak itu adalah tempat usaha yang masih mengontrak. Pada lokasi pertama, dia diminta untuk pindah dari pemilik rumah karena dirasa dengan banyaknya pengunjung seblak bisa membuat rumah kontrakannya rusak (hmm?).  Kemudian terpaksa pindahlah tukang seblak tersebut. Ehh..qoddarullah di tempat yang kedua ini tetangga hadapannya adalah seorang bapak ekspatriat yang agak rewel. Jadi misal ada sampah sedikit diprotes, pelanggan parkir di depan halaman orang tersebut diprotes, pelanggan menunggu di depan pagar rumahnya tidak diperbolehkan. Trus aku kudu piye? mungkin itu batin penjual seblak hihi.. Bahkan penjual seblak pernah dilaporkan si bapak ke developer karena dianggap mengganggu. Ketika developer datang kemudian melihat bahwa tukang seblak itu jualan di rumahnya sendiri (bukan di jalan umum) ya kemudian dibiarkan saja. Tapi entah kenapa kemudian sekarang tukang seblak itu tutup dan pindah entah kemana hiks..**belum ketemu jejaknya*. Untuk kasus yang kedua ini, membuktikan bahwa RASA bisa menarik pelanggan.

Jadi buat yang sedang menjalankan usaha dan belum menemukan lokasi strategis yang cocok *tunjuk diri sendiri*, jangan khawatir bahwa usaha anda akan tersendat. “Mainkanlah” di salah dua faktor di atas, yaitu HARGA dan RASA.

Lha kalau anti “main” disegi apa?(siapa tau ada yang tanya saya hihi..ge-er). Kalau saya alhamdulillah terbantu dengan banyaknya reseller yang bergabung di zeatoys grup, jadi saya tidak harus beriklan setiap hari tapi alhamdulillah -bi idznillah- orderan datang. Kalau mau bergabung monggo dipersilakan, bisa menjadi reseller marketer (memasarkan produk kami untuk yang belum mempunyai modal), maupun membeli secara grosir.

Selamat berwirausaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s