Cek Ricek Hafalan Surat Anak

banner al quran

Seperti yang saya ceritakan disini, sudah hampir 2 bulan ini saya ada kegiatan baru di TK Anshorussunnah sebagai guru bantuan. Cukup banyak hal yang saya dapatkan dan saya pelajari disana, misalnya ilmu dalam mengelola TK, materi/kurikulum yang diajarkan, dan tentunya belajar sabar menghadapi anak-anak dengan berbagai karakter masing-masing.

Di sini selain membantu ketika materi membaca Arab (lebih familiar dengan istilah “iqro”), saya juga membantu materi hafalan surat. Di TK Anshorussunnah salah satu materi yang masuk sebagai kurikulum utama adalah menghafal Al Qur’an. Mengapa? Berikut adalah beberapa keutamaan menghafal Al Qur’an :

  1. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    خيركم من تعلم القرآن وعلَّمه

    sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Al Bukhari 4639).

  2. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    يقال لصاحب القرآن اقرأ وارتقِ، ورتل كما كنت ترتل في الدنيا، فإن منزلك عند آخر آية تقرؤها

    akan dikatakan kepada shahibul qur’an (di akhirat) : bacalah dan naiklah, bacalah dengan tartil sebagaimana engkau membaca dengan tartil di dunia. karena kedudukanmu tergantung pada ayat terakhir yang engkau baca” (HR. Abu Daud 2240, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud).

  3. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

    اقرأوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

    bacalah Al Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai syafa’at bagi shahibul Qur’an” (HR. Muslim  804)

Nah, selain muroja’ah hafalan harian juga ada setoran hafalan surat per anak. Lha kok double gitu?  Ini alasannya..

Muroja’ah harian dilakukan setiap hari Senin-Kamis sesudah doa pembuka yang bermanfaat untuk menjaga hafalan surat anak-anak agar tidak lupa.

Sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam,

إنما مَثَلُ صاحبِ القرآنِ كمثلِ الإبلِ المعَقَّلَةِ . إن عاهد عليها أمسكَها . وإن أطلقها ذهبَت

Permisalan Shahibul Qur’an itu seperti unta yang diikat. Jika ia diikat, maka ia akan menetap. Namun jika ikatannya dilepaskan, maka ia akan pergi” (HR. Muslim 789)

Itulah urgensi dari muroja’ah (mengulang) hafalan surat yaitu agar anak-anak tidak lupa dengan surat yang telah dihafalkan, apalagi jika kemudian ada penambahan surat-surat baru. Di TK yang kami kelola, untuk saat ini yang diulang-ulang adalah hafalan surat dari An-Nas sampai dengan Adh Dhuha. Target kami anak-anak insya Allah -bi idznillah- ketika lulus TK B sudah hafal juz 30 (semoga Allah memudahkan).

Sedangkan tujuan dari materi hafalan pribadi/per anak adalah untuk mengecek apakah bacaan masing-masing anak sudah benar dan sesuai kaidah tajwid atau belum. Bisa jadi ketika muroja’ah bersama mereka hafal dan dapat mengikutinya, akan tetapi ketika dicek satu per satu barulah terlihat kesalahan-kesalahan mereka dalam hal pengucapan huruf, sifat huruf, ghunnah, dan lain-lain.

Selama ini yang saya pelajari adalah qiroah Ashim Al Kufi dengan perawi Hafs. Berdasar pengalaman, beberapa kesalahan yang (sementara ini) ditemukan ketika mendengarkan hafalan surat para siswa, yaitu :

  • Ketika membaca Al Ashr “wa amiLushsholihaati” dibaca “wa amiNusshoolihaati”, huruf lam berubah menjadi nun tentunya fatal karena salah huruf yang bisa menyebabkan perbedaan arti.
  • Ketika membaca Al Kautsar, tidak membaca secara tafkhim/ tebal pada akhir ayat di huruf ro ketika waqof. Padahal kalau dari segi hukum tajwid, ketika ro’ sukun yang didahului huruf berharokat fathah dan dhommah maka ro tersebut dibaca tafkhim.
  • Ketika membaca Al Fiil, pada ayat kedua ketika mengucap huruf dhod pada “tadhlil” dibaca mantul sehingga terdengar “tadhelil”, padahal huruf dhod tidak mempunyai sifat qolqolah sehingga tidak boleh mantul.
  • Pembacaan huruf yang dighunnahkan sering terburu-buru atau kurang ditahan.
  • Bacaan ikhfa (nun mati/tanwin menjadi samar) dibaca idzhar/ jelas, misal dalam surat Al Kaafirun kata “antum” yang seharusnya ikhfa dibaca idzhar.
  • Tidak dipantulkan ketika membaca huruf yang mempunyai sifat qolqolah (kebalikan dari point ke tiga), misalnya huruf qof, dal, dan ba ketika di akhir surat Al Falaq dan Al Lahab.

Nah, berdasar pengalaman di atas, merupakan PR buat saya dan para orangtua lainnya ketika di rumah untuk mengecek hafalan surat anak-anak apakah sudah benar atau belum. Kalau kita belum ada ilmunya, sudah saatnya untuk belajar tahsin pada yang berkompeten. Yeuk mari, belajar tak kenal usia, dari buaian hingga ke liang kubur. Semoga kita semua dimudahkan Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s