Jangan Ada Dusta Diantara Canda

bannerbercanda
credit : aslibumiayu.wordpress.com

credit : aslibumiayu.wordpress.com

Dulu pernah ada suatu waktu dimana trending status/postingan di berbagai media online ber-hashtag #guemahgituorangnya. Saya baca di newsfeed facebook, berlomba-lomba beberapa teman di friendlist membuat status serupa. Banyak yang tersenyum bahkan tertawa dengan status itu (yang ditunjukkan dengan icon smile or laugh di bagian comment). Contoh dari status  tersebut, misalnya :

“Ngambil duit di atm, struknya diambil, duitnya dibuang. Gue mah gitu orangnya”

“Nemu duit dijalan, bukannya gue ambil, tapi gue tambahin. Gue mah gitu orangnya”

“Ngeliat temen ngga pernah mandi n sholat, ya udah gue mandiin trus sholatin. Gue mah gitu orangnya”

Lalu ada lagi trend penulisan dengan kata-kata :

#kibasrambut

#gigitsendal

#tutupmukapake panci

#lemparkulkas

Terlihat tidak ada masalah dengan status/postingan/kata-kata tersebut di atas. Niatnya hanya bercanda, ingin membuat orang-orang tertawa. Tapi benarkah hal yang demikian?

Bercanda itu boleh-boleh saja, bahkan Rasulullah pun juga bergurau dengan istri dan para sahabatnya. Canda diperlukan untuk menghilangkan kejenuhan dan menciptakan keakraban. Namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bercanda.

Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- sudah memberikan tuntunan bagi seorang muslim dalam hal canda (sumber : disini) :

1,Tidak berdusta dalam bergurau
Nabi -sholallahu ‘alaihi wasallam-  bersabda (yang artinya),
“Sesungguhnya saya bercanda dan saya tidaklah mengatakan selain kebenaran.” (HR. ath-Thabarani dalam al-Kabir dari jalan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah menyatakannya sahih dalam Shahih al-Jami’)

2. Tidak bercanda dengan mengacungkan senjata
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang bersabda,
“Janganlah salah seorang kalian menunjuk kepada saudaranya dengan senjata, karena dia tidak tahu, bisa jadi setan mencabut dari tangannya, lalu dia terjerumus ke dalam neraka.” (Muttafaqun ‘alaih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

3. Jangan bercanda dengan mengambil barang milik orang lain
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا يَأْخُذَنَّ أَحَدُكُمْ مَتَاعَ صَاحِبِهِ لَاعِبًا وَلَا جَادًّا وَإِنْ أَخَذَ عَصَا صَاحِبِهِ فَلْيَرُدَّهَا عَلَيْهِ

“Janganlah salah seorang kalian mengambil barang temannya (baik) bermain-main maupun serius. Meskipun ia mengambil tongkat temannya, hendaknya ia kembalikan kepadanya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim. Asy-Syaikh al-Albani t menyatakan hasan dalam Shahih al-Jami’)

4. Menakut-nakuti orang lain (misalnya dengan menyerupai hantu, dsb)
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidak halal bagi seorangmuslim menakut-nakuti muslim yang lain.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, lihat Shahihul Jami’no. 7659)

5. Berdusta untuk menimbulkan tawa
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ، وَيْلٌ لَهُ، وَيْلٌ لَهُ

“Celakalah orang yang bercerita lalu berdusta untuk membuat tawa manusia, celakalah ia, celakalah ia.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan al-Hakim dari Mu’awiyah bin Haidah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Asy-Syaikh al-Albani rahimahullah menyatakannya hasan dalam Shahih al-Jami’)

Lalu bagaimana dengan postingan sebagaimana yang saya sebutkan di atas?

Benarkah ketika ambil uang di atm maka struknya diambil uangnya dibuang?
Benarkah ketika menemukan uang dijalan maka bukan diambil tapi ditambahi?
Benarkah ketika melihat teman tidak mandi dan sholat lalu dimandikan dan disholati?
Benarkah ketika mengetik kibas rambut, gigit sendal, tutup muka pake panci, dan lempar kulkas maka kita melakukan hal tersebut?

Berhati-hatilah dalam bercanda. Ingatlah bahwa “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan & hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al Isra’: 36)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ

Saya memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar.
Saya memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meningalkan kedustaan walaupun dia bercanda.
Saya memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang membaguskan akhlaqnya.
[HR. Abu Dawud, no. 4800; dishahîhkan an-Nawawi dalam Riyâdhus Shâlihîn, no. 630 dan dihasankan oleh Syaikh al-Albâni di dalam ash-Shahîhah, no. 273]

Maka #JanganAdaDustaDiantaraCanda.

13 Comments

  1. jaman sekarang, kebablasan. hal-hal buruk yang semakin sering di share dan jadi viral, malah jadi dianggap biasa. hal-hal baik yang kita sampaikan malah jadi terkesan kuno dan tidak kekinian. sungguh sulit utk tetap istiqamah, tapi bukan tidak bisa. Nice sharing..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s