It’s Not About The Money

its-not-about-the-money
its-not-about-the-money

credit : victorypioneer.org

Kurang lebih enam bulan sudah hari-hari saya diwarnai dengan menjadi guru bantu di TK Al Qur’an Anshorusunnah, sebuah TK di wilayah Bogor yang bertujuan menanamkan pendidikan agama Islam  berdasarkan Al Qur’an dan Assunnah.

Memang medan harian yang ditempuh cukup berat bagi saya dan Khansa. Kami harus menempuh jarak + 15 km untuk sampai ke sekolah dengan waktu tempuh + 40 menit. Belum lagi kondisi jalan yang kami lalui ada sebagian yang masih bergelombang sehingga cukup menyulitkan “manuver” saya dalam berojek ria. Akan tetapi in sya Allah kami berusaha untuk tetap hadir kecuali kondisi tidak memungkinkan, misalnya saya atau Khansa sedang sakit ataupun hujan.

Hampir sepanjang perjalanan saya berdoa, ndremimil mulai dari doa keluar rumah, doa di atas kendaraan, ayat kursiy, bacaan dzikir pagi, dsb. Berkendara pun berusaha untuk hati-hati. Selalu di pinggir dengan kecepatan rendah. Maklum ya, selama perjalanan kami, paling tidak ada tiga kecelakaan yang kami lihat. Yang satunya kecelakaan di jalan kampung masih dekat dengan rumah, kemudian tabrakan 3 buah motor di jalan raya dimana 3 pengendaranya tergeletak di jalan dengan kondisi yang memprihatinkan, dan yang ketiga baru saya lihat dua hari yang lalu di jalan dekat sekolah. Yang terakhir agak traumatis yaitu kendaraan yang persis di depan saya ditabrak oleh motor yang makbedunduk datang dari belokan.. dia ngga nge-rem, hanya teriak “aaaa” kemudian menabrak depan saya. Yang menabrak masih muda, kisaran anak SMA yang mungkin kurang menguasai motornya. Padahal saya dan motor yang iring-iringan itu jalannya pelan dan berhati-hati lho. Qoddarullah wa maasya-a fa’ala. Na’udzubillaahi mindzalik.

Nah, ketika mengetahui bahwa sekarang saya mengajar di TK, maka respon dari beberapa saudara dan teman ada yg hampir sama, kurang lebih seperti ini, “lumayan ya bisa buat tambah-tambah”, atau “gaji guru TK sekarang kan besar ya”

Alhamdulillah, sejak mengajar di TK Anshorusuunah Bogor saya tidak menerima uang sedikitpun. Tapi apa yang saya dapatkan disana lebiih banyak dari hanya sekedar uang.

Saya bisa memantau perkembangan Khansa tiap hari, bagaimana hafalan surat dan haditsnya, kemampuannya dalam bersosialisasi dan menyelesaikan konflik dengan teman dsb.

Saya juga bisa mengetahui serba serbi manajemen TK. Bagaimana administrasinya, pengaturan jadwal, cara mengajar, bahan ajar, bagaimana menghadapi berbagai karakter anak dll. Dimana hal itu tidak pernah saya dapatkan selama ini.

Satu hal lagi yaitu secara tidak langsung saya pun belajar bersama anak-anak tersebut, mulai dari muroja’ah hafalan surat, menghafal hadits lengkap dengan sanadnya, juga menambah kosakata bahasa Arab. Walaupun yah usia tidak dapat berbohong hihi…maklumlah, belajar di waktu muda bagaikan mengukir di atas batu, sedangkan belajar di usia ehm “dewasa” bagaikan menulis di atas air.

Tiap hari saya hanya berdo’a semoga diberkahi kesehatan, kemudahan dan kelancaran dalam perjalanan kami sehingga bisa selamat pulang pergi menempuh jarak untuk menuntut ilmu, baik bagi saya dan Khansa.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًـا ، سَهَّـلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَـى الْـجَنَّةِ ، وَمَا اجْتَمَعَ قَـوْمٌ فِـي بَـيْتٍ مِنْ بُـيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ ، وَيَتَدَارَسُونَـهُ بَيْنَهُمْ ، إِلَّا نَـزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ ، وَغَشِـيَـتْـهُمُ الرَّحْـمَةُ ، وَحَفَّـتْـهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ ، وَذَكَـرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ، وَمَنْ بَطَّـأَ بِـهِ عَمَلُـهُ ، لَـمْ يُسْرِعْ بِـهِ نَـسَبُـهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allâh melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allâh Azza wa Jalla memudahkan baginya (dari kesulitan) di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allâh akan menutup (aib)nya di dunia dan akhirat. Allâh senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allâh akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allâh (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman akan turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allâh menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang diperlambat oleh amalnya (dalam meraih derajat yang tinggi-red), maka garis keturunannya tidak bisa mempercepatnya.” HR Muslim (no. 2699)

Yup , ada hal-hal yang jauh lebih berharga dari hanya sekedar uang.
Dan selain itu juga dalam rangka menyebarkan dakwah sunnah..KALAU BUKAN KITA SIAPA LAGI, KALAU BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI…hihi..*pinjem slogannya ya Pak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s