Perawat Pribadi Ummi

nurse
credit : picterest.info

                           credit : picterest.info

Sekali-kali cerita ah tentang polah tingkah si genduk Khansa yang in sya Allah 6 Februari mendatang berusia 5 tahun hehe..

Sore tadi ketika adzan Asar ketika bangun tidur perut saya agak sakit. Melihat saya pegang perut, Khansa lalu menawarkan untuk mengolesi minyak tawon. Saya bilang, “Ummi sholat Asar dulu ya”

Sesudah sholat Khansa saya berbaring, kemudian genduk Khansa dengan sigap mengoleskan minyak tawon ke perut saya.

Sesudah itu dia menawarkan, “Ummi mau makan apa?”, saya jawab saja ingin bubur. Dia diam, karena tahu kalau ngga ada bubur di rumah (hihi..ummine ngerjani). Dia keluar kamar dan ketika kembali sudah membawa secangkir air putih dan kurma yang diletakkan di meja dekat saya. Gelasnya lalu diserahkan ke saya. Sesudah saya minum, diletakkannya kembali gelas tersebut di meja. Perawat teladan deh.

Kemudian dia tawarkan lagi, “Ummi minum susu ya?”. Saya gelengkan kepala. “Lho, susu kan sehat”. Lalu dia ambil susu di kulkas dan diminum sendiri sambil masih berusaha menawarkan ke saya, tapi saya tidak mau, “Buat Khansa aja”.

Sambil minum susu, dia duduk disamping saya sambil meluk kepala saya. Mbrebes mili langsung mata saya.. Jadi teringat bahwa siang tadi saya habis marahin Khansa karena dia tantrum teriak-teriak sambil nangis karena ingin ditemani di luar, sedangkan saya kurang enak badan dan mau tiduran di kamar.

Astaghfirullah, maafkan ummi ya nduk yang kurang sabar..  Kalo sudah begini rasanya menyesal banget, apalagi melihat perilaku sholihah genduk dalam merawat ibunya.

Sambil meluk saya si Khansa bilang, “Ummi mau dibuatin Khansa vitamin?Khansa bisa lho bikin vitamin”. Saya secepatnya menggelengkan kepala “Ngga mau dek”. Bukannya saya seorang ibu yang tidak menghargai hasil karya anaknya ya, tapi saya ngerti bagaimana “vitamin” racikan Khansa itu. Adakalanya dia bikin sirup campur koko crunch, kismis, bahkan kadang diberi kecap atau susu. Pokoke ra karuan kabeh dicampur, lalu dengan bangga “Ini Khansa bikin vitamin”. Err…

Suasana sendu berganti warna ketika Khansa melihat saya agak baikan, kemudian dia kembali “berubaah” dari mbak suster menjadi mbak Khansa, yaitu main enjot-enjot kasur disamping saya yang masih tiduran *hadeh*. Yo wes ra popo jenenge wae cah cilik hihi..

Ternyata Khansa masih ingat lho request saya tadi, dia bilang, “Ummi mau khansa belikan bubur?Khansa beliin sendiri ya di tempat bubur jagung” (padahal jarak tempat jual bubur lumayan jauh). “Lho buburnya kan sudah tutup kalau sore”, kata saya. “Iya Khansa cek dulu” (hayah padune pengen dolan). “Ngga usah dek”. Alhamdulillah nurut.

Maturnuwun ya nduuk atas ketelatenannya menjadi perawat pribadi ummi.. Jazaahallohu khoiro, smoga Khansa menjadi anak sholihah yang berakhlak mulia. Aamiin.. Mudah-mudahan ummi juga diberkahi Allah kesabaran yang lebih luass..

Ya, sebagai ibu seringkali saya “bertanduk” ketika melihat polah tingkah anak yang diluar kendali. Benar-benar masih harus banyak belajar dalam bersabar. Apa yang saya ceritakan di atas seringkali berulang dengan versi cerita berbeda. Sesudah memarahi anak kemudian menyesal dan memohon ampun pada Allah atas ketidaksabaran dalam mengemban amanah Allah tersebut.

Namun satu yang jadi pegangan yaitu semarah apapun kita sebagai orangtua kepada anak, jangan sampai ada laknat yang keluar dari mulut kita.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Ada tiga doa yang pasti dikabulkan, tidak diragukan lagi : doa orang yang dianiaya, doa orang yang bepergian jauh, dan DOA (KEJELEKAN) ORANGTUA BAGI ANAKNYA” (HR Al Bukhari dan yg lainnya, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Adabul Mufrad no.14)

Jangan sampai menyesal dikemudian hari karena ketidakmampuan kita menjaga lisan kemudian berbuah keburukan pada buah hati kita. Na’udzubillaahi mindzalik.

Janganlah kalian mendoakan kejelekan untuk diri-diri kalian, anak-anak kalian, dan harta-harta kalian. Jangan sampai kalian menepati saat ketika Allah mengabulkan setiap orang yang meminta, (sehingga doa kejelekan itu) dikabulkan untuk kalian” (HR Muslim no. 5328)

2 Comments

  1. Assalammualaykum, Bu.
    Bu, sy Prima di Sidoarjo. Sy seorang guru pembantu di sebuah TPQ. Ingin mendengar nasehat maupun sharing pengalaman ibu mengajar anak-anak, Bu. Sy belum berkeluarga, sy cenderung memanjakan anak-anak didik sy. Sy masih bingung sabar dan tegas bagaimana Rasulullah mendidik anak-anak. Terutama di TPQ sy lbh sering mndapati adik-adik bermain sesuka hatinya terkadang terlampau tidak santun terhadap guru/yg lbh tua maupun hingga melukai temannya. Semoga ibu tidak terganggu dg permintaan sy. Terima kasih

    • wa’alaikumussalam warohmatulloh
      kalo dalam hal mengajar, mungkin bu prima lebih berpengalaman.. saya baru membantu mengajar di TK selama kurang lebih 8 bulan, sama dulu pernah menjadi guru les bahasa inggris anak2 lumayan lama..baru itu pengalaman mengajar saya

      kalo utk TPQ berdasar pengalaman suami yg pernah mengajar, mungkin karena adanya ketidakseimbangan jumlah murid dan guru, jadi muridnya terlalu banyak sedangkan gurunya hanya satu atau dua

      sekedar masukan saja, utk menertibkan anak2, mungkin mereka yg belum mendapat giliran mengaji bisa diberi tugas menggambar/mewarnai/menulis atau menghafal surat..jadi sambil mereka menunggu antrian ada aktivitas yang dilakukan

      sedangkan mengenai sopan santun harus kita beritahukan atau arahkan bu, misalnya sebelum belajar mengaji dimulai anak2 diceritakan lebih dulu mengenai adab terhadap teman, yang lebih muda ataupun orang yang lebih tua, dan hal itu diulang-ulang

      demikian bu prima, mohon maaf apabila ada kekurangan
      terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s