Perbedaan Mengelola Toko Online dan Offline

shopping

Alhamdulillah sejak tanggal 1 Maret 2016 yang lalu toko offline mainan edukatif anak ZEATOYS sudah mulai dibuka. Banyak hal harus saya pelajari dan saya persiapkan sebelum membuka toko offline karena selama hampir 5 tahun ini yang saya ketahui adalah mengelola toko online, dan ternyata mengelola kedua hal tersebut agak berbeda.

Ketika mengelola toko online, yang harus dipersiapkan adalah peralatan packing (lakban, gunting, kardus, plastik, bubble wrap, dll), list ongkir, timbangan, meteran (untuk mengukur volume barang), buku catatan order dan tentunya pemasaran online-nya entah melalui web, facebook, instagram, dan media sosial lain.

Sedangkan saat membuka toko offline, yang harus disiapkan adalah rak display barang, alat-alat kebersihan (pel, sapu, ember, kemoceng), keset, bangku, meja, kipas angin (atau ac bagi yang memungkinkan), jam dinding, plastik pembungkus. Selain itu juga untuk pembukuannya seperti buku kas, kartu stok barang, pulpen, staples, odner (utk menyimpan kartu stok atau nota). Untuk rak display kami menggunakan rak besi susun, dan display gantung yang bentuknya kotak-kotak seperti jaring.

Selain perbedaan dalam “peralatan tempur”, terdapat juga perbedaan dalam menghadapi customer. Saya pribadi lebih menyukai pengelolaan online, karena ehm..saya ada sifat sedikit pemalu dan kurang pede dalam menawarkan barang secara face to face, sedangkan dalam usaha online saya bisa menjual tanpa bicara langsung dengan customer sehingga ngga perlu malu kalau nawarin ngga ada yang beli haha.. atau juga ngga perlu pekewuh kalau ada yang nawar harga (ngga tegaan_mode on).

Nah, berbicara tentang customer tentu juga membicarakan karakter dan kendala menghadapinya. Dalam usaha online, ada beberapa tipe customer :

A. Tipe customer yang mempermudah dalam bertransaksi. Mereka bertanya suatu produk, harga dan ongkir, sesudah ditotal segera transfer. Tidak rewel sama sekali, percaya sepenuhnya dengan penjual. Ini tipe customer favorit saya (dan pedagang online lainnya hihi..)

B. Tipe customer yang agak bawel. Mereka meminta gambar produk A, B, C, sudah dikirim gambar minta real pic, kemudian minta discount, minta free ongkir, sesudah dikirim hampir tiap hari menanyakan posisi barang kok belum sampai, dan lain sebagainya. Kadang hayati lelah tapi ya dijalani saja. Hanya bisa berdoa semoga barang sampai dengan selamat.

C. Tipe customer menghilang tanpa jejak. Mereka bertanya produk A, B, C, chat panjaang..deal harga, kemudian sesudah ditotalkan bwusssshh… menggunakan jurus menghilang tanpa bayangan. Ini yang biasanya dinamakan hit and run. Awal buka toko online saya baper, sedih gitu kok sudah dilayani sepenuh hati, barang sudah disiapkan eh kok tiada kabar derita. Ya, sudahlah..akhirnya lama-kelamaan saya kebal dengan tipe C ini. Ya paling kalo lagi agak lega waktunya saya chat ulang, “mba, jadi diambil barangnya?” hehe.. siapa tau rizki saya dia masih mau beli.

Nah, kalau didunia offline, maka yang dihadapi adalah para customer modis (modal diskon). Jadinya nawaar aja gitu. Kata ibu-ibu yang punya usaha fotocopy dekat toko kami bilang, “orang sini mah maunya nawar, orang saya aja fotocopy 100 rupiah dibilang mahal amat” (hadeh). Selain itu juga ada customer yang minta ping (bayare ping pindo, ping telu.. alias nyicil) hehe.. lha ini yang membuat modal macet ngga bisa muter. Jadi selama ini sebisa mungkin saya menghindari pembayaran dengan sistem nyicil.

Kalau dari sisi kriminalitas juga ada perbedaan. Kalau di dunia online biasanya ada seller atau buyer “siluman” (tidak kelihatan), keduanya tidak amanah dalam bertransaksi. Yang seller tidak mengirimkan barangnya (atau kirim barang tidak sesuai spesifikasi dan jumlah), yang buyer mengirimkan bukti transfer palsu.

Sedangkan pada toko offline harus lebih berhati-hati karena pelaku kriminal melakukan kejahatannya face to face, sehingga bisa membahayakan keselamatan penjual secara langsung. Hal ini yang terjadi pada sepupu saya yang membantu menjaga toko. Pada tanggal 4 Maret yang lalu (yak, baru 4 hari buka toko gitu), dia mengalami musibah hpnya diambil seseorang yang pura-pura menjadi pelanggan. Jadi modusnya dia mau membeli 2 items, kemudian dia minta untuk dibungkus kado. Nah, karena kami tidak menyediakan kertas kado, maka sepupu saya keluar sebentar untuk membeli kertas kadonya. Saat itu dia meninggalkan anaknya yang berusia 4 tahun main hp sendirian di toko. Maka terjadilah tindak kriminalitas tersebut. Hp saudara saya diambil, anaknya diinjak kakinya (mungkin biar ngga teriak) dan didorong.

Ibu pemilik fotocopy dan usaha gorden sebelah kami ternyata juga pernah tertimpa musibah. Ketika itu ada yang mau order gorden. Dia minta ibu untuk mengukur ke rumahnya, maka diajaklah ibu tersebut dengan mengendarai motor milik si ibu menuju tempat pelanggan. Diajak ke pasar Anyar Bogor kemudian pelanggan bilang mau beli sesuatu, si ibu disuruh tunggu. Eh, lama dinanti tak jua datang. Akhirnya ibu itu tersadar kalau dia tertipu dan kehilangan motornya.

Jadi kepada pemilik toko offline sebaiknya waspada dan berhati-hati mengantisipasi terjadinya berbagai tindak kejahatan. Mudah-mudahan kita terhindar dari hal yang demikian.

Satu lagi perbedaan online dan offline dari yang saya alami. Ketika jualan online, barang dagangan yang murah malah kurang ada yang ngelirik. Sedangkan dalam dunia offline, justru yang dicari adalah barang yang murah meriah. Jadi ya sekarang saya  kalau kulakan harus selaras antara online dan offline, sekarang mulai nyetok mainan murce durice seperti yoyo, lego jaduls, block murmer, bubble, dan lain-lain yang harganya kisaran 10-35ribuan.

Begitulah sekedar cerita pengelolaan toko online dan offline  yang saya ketahui dan jalankan. Masih terus belajar dan berusaha berkembang lebih baik. Semangadh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s