Potret Salaf dalam Mengamalkan Ilmu

Share Button

Seringkali ketika menemui suatu tulisan menarik, misalnya sebuah hadits maka kita tidak segan membaginya di medsos. Berharap menjadi pengingat bagi diri sendiri dan juga orang lain. Tidak ada yang salah dengan hal ini, asalkan apa yang kita share memang ada dalilnya, bukan sesuatu yang dusta.

Jangan lupa sebelum share sebaiknya kita teliti dulu apakah hadits tersebut betul adanya atau tidak, karena seringkali dijumpai seseorang dengan mudahnya share sesuatu dengan mengatasnamakan Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- padahal ketika kita search pada situs yang in sya Allah terpercaya atau tanyakan hal tersebut kepada asatidz atau orang yang lebih paham, ternyata dalilnya lemah atau bahkan tidak ada dalilnya sama sekali.

Selain berbagi info mengenai hadits tersebut, ada baiknya pula kita menjalankan apa yang kita share. Bukan sekedar jarkoni (iso ngajar nanging ora iso nglakoni) alias cakap berbicara, tetapi tidak cakap dalam bertindak.  Jangan sampai kita termasuk ke dalam golongan orang-orang berikut..

Allah berfirman (yang artinya),
“Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian kerjakan. Sungguh besar kemurkaan di sisi Allah karena kalian mengatakan apa-apa yang tidak kalian kerjakan.” (QS. Ash Shaff [61]: 2-3)

Di dalam shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan hadits Usamah bin Zaid, dia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari kiamat nanti akan ada seseorang yang didatangkan kemudian dilemparkan ke dalam neraka. Isi perutnya terburai, sehingga ia berputar-putar sebagaimana berputarnya keledai yang menggerakkan penggilingan. Penduduk neraka pun berkumpul mengerumuninya. Mereka bertanya, ‘Wahai fulan, apakah yang terjadi pada dirimu? Bukankah dahulu engkau memerintahkan kami untuk berbuat kebaikan dan melarang kami dari kemungkaran?’. Dia menjawab, ‘Dahulu aku memerintahkan kalian berbuat baik akan tetapi aku tidak mengerjakannya. Dan aku melarang kemungkaran sedangkan aku sendiri justru melakukannya’.”

Na’udzubillaahi mindzalik.

Jika kita melihat jejak para shahabat/shahabiyah, selain bersemangat dalam menuntut ilmu dan menyampaikannya, mereka juga sangat bersemangat dalam mengamalkannya.

Mari kita teladani satu persatu potret salaf dalam mengamalkan ilmu.

Profil Pertama adalah wanita teladan dari Ummahatul Mukminin. Dialah Ummu Habibah. Beliau telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan sholat sunnah rawatib. Dia berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda, ‘Barang siapa yang mengerjakan shalat 12 rakaat pada siang dan malam, akan dibangunkan baginya rumah di surga”

Selanjutnya, Ummu Habibah berkata, “Saya tidak pernah meninggalkan shalat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebut”

‘Anbasah, perawi hadits ini dari Ummu Habibah mengatakan, “Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah”

‘Amr bin Aus, perawi berikutnya, berkata, “Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari Anbasah”

An-Nu’a bin Salim juga berkata, “Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Amr bin Aus” (HR Muslim no 728)

Sumber : Majalah Qonitah Edisi 26/Vol3/1437 H, halaman 25

Kemudian potret yang kedua,

Diantara potret shahabiyah yang menunjukkan bersemangat dan bergegasnya mereka dalam beramal adalah hadits yang berisi nashihat kepada para wanita pada khotbah hari raya.

Rasulullah bersabda, “Bersedekahlah kalian karena mayoritas kalian akan menjadi bahan bakar neraka jahannam”

Mendengar hal itu, berdirilah seorang wanita yang dikedua pipinya ada warna kehitaman. Semula ia duduk di pertengahan saf. Ia bertanya, “Mengapa bisa demikian, wahai Rasulullah?”

Rasulullah menjawab, “Karena kalian sering mengeluh dan kufur terhadap suami”

Mereka pun segera bersedekah dari perhiasan mereka. Mereka lemparkan perhiasan berupa anting-anting dan cincin-cincin mereka ke baju Bilal [HR Al Bukhari no.978 dan Muslim no.885]

Sumber : Sumber : Majalah Qonitah Edisi 26/Vol3/1437 H, halaman 26

Dan masih banyak contoh potret generasi salaf dalam mengamalkan ilmu yang mereka dapatkan, termasuk Ali bin Abi Thalib yang tidak pernah meninggalkan hal sebelum tidur yaitu bertakbir 34 kali, bertasbih 33 kali, dan bertahmid 33 kali sejak mendengarnya dari Rasulullah [HR Muslim no. 2727]

Bahkan Imam Ahmad pun berkata, “Aku tidak pernah menulis sebuah hadits pun kecuali aku akan berusaha mengamalkan hadits tersebut…” (Siyar Al A’lamin Nubala 9/213)

Mudah-mudahan dari teladan-teladan di atas bisa menjadikan cambuk dan semangat bagi kita untuk tidak sekedar berilmu namun juga beramal, tidak sekedar menasihati (suatu amal kebaikan) namun juga melakoni. In sya Allah..

#notetomyself
#PR

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s