Kecil-Kecil Ikut Ta’lim

bannerilmu

bannerilmuBeberapa waktu lalu ketika sedang ngobrol usai sekolah di TK Anshorussunnah, salah seorang ummahat bercerita bahwa ada seorang anak SMP yang rajin mengikuti ta’lim/ kajian di masjid Arrahman Bogor yang dilaksanakan pada hari Sabtu jam 16.00 dan Ahad jam 10.00.  Maasya Allah.. kalau anak tersebut sekolah di pondok atau SMP IT saya tidak begitu heran, akan tetapi dia bersekolah di sekolah negeri yang notabene pengajaran bidang agama tidak sedalam sekolah IT ataupun pondok.

Amazingnya lagi, tidak hanya sendiri, tapi saat ini anak tersebut bisa mengajak salah seorang gurunya dan ibunya untuk mengikuti ta’lim. Menuntut ilmu agama sesuai Al Qur’an dan Assunnah. Maasya Allah.. barokallohufiih..

Mendengar hal tersebut saya lalu flashback, mengingat kembali di masa-masa saya belajar di bangku SMP, kegiatan apa yang dulu saya ikuti?haduuh.. *malu* jauh banget dari kata ikut ta’lim. Ikutnya kegiatan-kegiatan organisasi non-agama. Baru ketika kuliah saja saya ikut ROHIS Fakultas, itupun tidak ada materi yang nyantol di kepala karena memang kurang ada kajian yang terkait pendalaman agama, misal bagaimana tata cara wudhu, sholat, zakat, dll yang sesuai dengan Al Qur’an dan Assunnah.

Tapi yah, yang sudah ya sudah.. hanya bisa beristighfar kalau kegiatan yang saya lakukan dahulu semasa sekolah kurang bermanfaat dan banyak sisi mudharatnya.

Oleh karena itu mulai sekarang Khansa sedari dini sudah dibiasakan untuk ikut bapak ibunya  datang ta’lim. Alhamdulillah dia cukup bersemangat, bahkan kalau ta’lim libur dia merasa “gelo” (jawa, kecewa) “Kok libur sih?”. Saya juga ajak Khansa ketika ikut belajar tahsin dan belajar Bahasa Arab khusus ummahat, agar dia mengenal urgensi menuntut  ilmu agama. Dia juga jadi penyemangat ketika suatu saat kami berdua terhadang hujan di tengah jalan ketika saya mau berangkat tahsin, “Khansa mau pulang atau lanjut ngaji?”, dan dia bilang “Ayo ngaji mi”. Saya yang saat itu aras-arasen akhirnya ikut tertular semangatnya dan melanjutkan kembali perjalanan.

Ya, memang dia masih dalam taraf bermain, ketika ta’lim belum serius mendengarkan ceramah dari asatidz/ asatidzah. Biasanya saya bawakan bekal cemilan dan minuman dan juga buku tulis, pensil warna. Ketika sudah bosan ngemil dan nulis-nulis biasanya dia bergabung dengan teman-teman sebayanya. Bercanda, tapi tidak berlebihan. Kalau sampai teriak-teriak atau lari-lari diingatkan, yang penting tidak sampai mengganggu peserta ta’lim lainnya.

Walaupun saat ini dia hanya bermain ketika ta’lim, akan tetapi in sya Allah pembiasaan ini akan melekat dalam pikirannya. Paling tidak secara visual, pemandangan orang-orang duduk rapi, mendengarkan kajian, mencatat di buku, menjadi hal yang tidak asing baginya. Saya melihat beberapa anak ummahat yang sudah usia kelas 3 SD, mereka sudah mulai tenang dan menyimak isi ceramah, bahkan ada yang mencatat di bukunya, walaupun kadang isinya “mencontek” punya ibunya hihi.. Lha ini, malu lagi saya, lha wong dulu pas SD ketika guru ngaji Al Qur’an datang ke rumah saja ngumpet, boro-boro datang nyimak kajian. Wes jan, don’t try this at home.. Astaghfirullahalladziim..

Nah, selain pembiasaan ta’lim, untuk Khansa juga dimasukkan pelan-pelan kebaikan dan keutamaan menuntut ilmu pada saat cerita malam sebelum tidur. Misalnya beberapa malam lalu ketika cerita mengenai shirah Nabawiyah dan sampai pada kisah diturunkannya wahyu yang pertama (QS Al Alaq 1-5)*). Saya beritahukan kepada Khansa agar rajin membaca/ belajar, terus menuntut ilmu hingga akhir hayat. Mudah-mudahan hal itu bisa terserap dalam ingatan dan diamalkannya. Menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat. Dan semoga bapak ibunya juga bisa istiqomah dengan hal tersebut.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَطْلُبُ فِيْهِ عِلْمًا سَلَكَ اللهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْـجَنَّةِ وَإِنَّ الْـمَلاَئِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ وَإِنَّهُ لَيَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِـمِ مَنْ فِى السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ حَتَّى الْـحِيْتَانُ فِى الْـمَاءِ وَفَضْلُ الْعَالِـمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ. إِنَّ الْعُلَمَاءَ هُمْ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ لَـمْ يَرِثُوا دِيْنَارًا وَلاَ دِرْهَمًا وَإِنَّمَا وَرَثُوا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ.

“Barangsiapa yang berjalan menuntut ilmu, maka Allah mudahkan jalannya menuju Surga. Sesungguhnya Malaikat akan meletakkan sayapnya untuk orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan apa yang mereka lakukan.

Dan sesungguhnya seorang yang mengajarkan kebaikan akan dimohonkan ampun oleh makhluk yang ada di langit maupun di bumi hingga ikan yang berada di air.

Sesungguhnya keutamaan orang ‘alim atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas seluruh bintang. Sesungguhnya para ulama itu pewaris para Nabi. Dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar tidak juga dirham, yang mereka wariskan hanyalah ilmu. Dan barangsiapa yang mengambil ilmu itu, maka sungguh, ia telah mendapatkan bagian yang paling banyak.”

Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), at-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no. 223), dan Ibnu Hibban (no. 80 al-Mawaarid), lafazh ini milik Ahmad, dari Shahabat Abu Darda’ radhiyallaahu ‘anhu.

———————

*)Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Al Qur’an yang pertama kali turun adalah ayat-ayat ini. Inilah rahmat dan nikmat pertama yang Allah berikan pada para hamba. Dalam awal surat tersebut terdapat pelajaran bahwa manusia pertama tercipta dari ‘alaqoh (segumpal darah). Di antara bentuk kasih sayang Allah adalah ia mengajarkan pada manusia apa yang tidak mereka ketahui.” Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, terbitan Dar Ibnul Jauzi, cetakan pertama, tahun 1431 H

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s