Menjadi Istri yang Qonaah

1429572372069

“Pa, kok hidup kita begini-begini aja ya? tetangga yang lain sudah punya mobil, kita mah motoran aja dari dulu.”

“Yah, ayah kok ngga dapat THR ya kayak yang lain. Kan ibu pengen beli baju baru sama mukena buat persiapan lebaran.”

“Pak, pengen ini.. pak, pengen itu..”

Apakah pernah kita bercakap seperti hal tersebut kepada suami? Saya pernah, tapi tidak seperti contoh yang pertama dan kedua.

Contohnya ketika awal tahun lalu saya bilang, “Bi, pengen beli sofa bed”. Itupun karena melihat sisi manfaat yang bisa diambil, yaitu buat tempat duduk orangtua ketika berkunjung ke rumah kami. Apalagi ibu saya sedikit bermasalah di bagian lutut, sehingga ketika duduk lesehan agak kesulitan ketika berdiri. Kemudian juga bisa menjadi tempat tidur tambahan ketika ada keluarga menginap dan kamarnya penuh. Saya pun patungan dengan zauji ketika membeli barang tersebut, dan saya tahu suami sedang ada rizki agak lebih dan in sya Allah memungkinkan untuk membelinya. Jadi bukan semata-mata “mung pengen

Tapi saya pernah mendengar ada yang berkata seperti yang saya contohkan di atas. Dia mengeluh karena suaminya kurang dalam memberikan nafkah. Apalagi ketika lebaran, tidak ada THR yang dia dapatkan. Sehingga untuk memenuhi tuntutan istrinya tersebut, si suami pun “meminta” kepada atasan-atasannya untuk mendapatkan tambahan uang. Wallahul musta’an, hanya kepada Allah kita memohon pertolongan.

Qona’ah (merasa cukup dan puas), sikap ini harus dimiliki oleh seorang istri. Tentu saja hal ini pun saya sendiri masih terus belajar untuk bisa bersikap qona’ah. Terkadang masih ingin ini dan itu (ingin perbaiki teras depan, ingin ngecat rumah, ingin perbaiki pagar hihi..kok banyak ya), tapi in sya Allah masih bisa ditahan hingga rizki mencukupi.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

Sungguh sangat beruntung seorang yang masuk Islam, kemudian mendapatkan rizki yang secukupnya dan Allah menganugrahkan kepadanya sifat qana’ah (merasa cukup dan puas) dengan rezki yang Allah berikan kepadanya” HR Muslim (no. 1054)

Terkadang karena keinginan seorang istri, maka suamipun mengambil jalan pintas, bahkan dengan jalan yang dilarang Allah, misalnya mencuri atau melalui pinjaman riba. Na’udzubillahi mindzalik.

Misalnya saja sang istri minta dibelikan hp terbaru, suaminya tidak segan untuk menggesek kartu kredit. Istrinya minta mobil, suaminya mengajukan pinjaman ke bank. Padahal pemasukannya tiap bulan tidak tentu, akhirnya terlibat dalam jeratan riba dan hartanya pun habis untuk membayar bunga dan pokok pinjaman.

Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda :

مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنَ الرِّبَا إِلاَّ كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ

“Tidak ada seorang pun yang banyak melakukan praktek riba kecuali akhir dari urusannya adalah hartanya menjadi sedikit.”

[HR. Ibnu Majah, dari shahabat ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan oleh Al-Imam Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah]

Mana yang kita pilih? harta banyak tapi berasal dari rizki yang haram, atau harta secukupnya tapi dari rizki yang halal?

Tahukah kita, bahwa rizki yang kita dapatkan itu sudah ada ketetapan bagiannya dari Allah? maka janganlah kita serakah dan berlomba-lomba mengumpulkan harta hingga menyebabkan cinta dunia.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah. Karena sesungguhnya seseorang tidak akan mati hingga sempurna rizkinya. Meskipun (rizki itu) bergerak lamban.
Maka, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.”

[HR Ibnu Majah no. 2144, Ibnu Hibban no. 1084, 1085-Mawarid, al Hakim (II/4), dan Baihaqi (V/264), dari Sahabat Jabir Radhiyallahu ‘anhuma. Dishahihkan oleh al Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Silsilah al Ahadits ash-Shahihah no. 2607]

Dan tahukah kita bahwa harta yang haram bisa menyebabkan terhalangnya do’a?

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Seorang laki-laki yang panjang perjalanannya, rambutnya acak-acakan dan berdebu, ia mengangkat tangannya ke langit dan mengatakan : “Ya Rabbi, ya Rabbi,” sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dengan barang yang haram, bagaimana ia akan diterima doanya?”[ HR Muslim, 1015 dari Abu Hurairah]

Maka mari sama-sama kita belajar untuk bersikap qona’ah. Biarkan suami tenang menjemput rizki yang halal, kita sebagai istri di rumah berusaha sebaik-baiknya mengelola nafkah yang sudah diberikan oleh suami. Mempunyai suatu keinginan itu wajar, tapi kalau memaksakan suatu keinginan hingga menempuh jalan yang melanggar larangan Allah maka hal itu yang tidak diperbolehkan.

Jangan terlalu melihat ke atas, stalking IG artis-artis yang makan malam di tempat mewah, naik kendaraan pribadi berharga milyaran, mempunyai baju seharga jutaan, jika tidak hati-hati hal itu akan membuat kita berkeinginan untuk seperti mereka dan mengejar dunia yang tiada habisnya.

Padahal dunia jika dibandingkan akhirat itu seperti apa?
credit : BBG Assunnah

credit : BBG Assunnah

Mari amalkan sabda Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- …

“Lihatlah orang yang dibawah kalian dan janganlah melihat orang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (Diriwayatkan Muslim dan At-Tirmidzy)

#note_to_my_self

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s