Cerita Ramadan Khansa

surat ibrahim 40

Ramadan tahun 2016 ini alhamdulillah Khansa (5 tahun) banyak perubahan lebih baik dari tahun sebelumnya baik dari segi ibadah puasa, baca Al Qur’an maupun sholatnya. Semoga terus meningkat menjadi lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya  *aamiin, in sya Allah*.

Tidak ada reward yang kami iming-imingkan ke Khansa, saya dan suami hanya bilang beberapa hari sebelum puasa bahwa in sya Allah sebentar lagi bulan Ramadan, semua in sya Allah berpuasa, Khansa ikut juga berpuasa ya. Bulan Ramadan nanti pahalanya akan ditambah sama Allah, jadi banyak-banyak beribadah. Alhamdulillah dia bersemangat untuk ikut.

Mengapa sejak dini kami mengenalkan Khansa untuk berpuasa?

Hal ini telah ada contoh dari shahabat di masa Rasulullah sesuai hadits berikut..

عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ قَالَتْ أَرْسَلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ « مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ ، وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ » . قَالَتْ فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا ، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ ، حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الإِفْطَارِ

“Dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus seseorang ke salah satu suku Anshar di pagi hari Asyura.” Beliau bersabda, “Siapa yang di pagi hari dalam keadaan tidak berpuasa, hendaklah ia berpuasa. Siapa yang di pagi harinya berpuasa, hendaklah berpuasa.” Ar Rubayyi’ mengatakan, “Kami berpuasa setelah itu. Lalu anak-anak kami pun turut berpuasa. Kami sengaja membuatkan mereka mainan dari bulu. Jika salah seorang dari mereka menangis, merengek-rengek minta makan, kami memberi mainan padanya. Akhirnya pun mereka bisa turut berpuasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1960 dan Muslim no. 1136)

Tentu saja tidak memaksakan kepada anak ya, karena memang mereka belum terkena beban syari’at. Kalaupun di tengah-tengah puasa mereka mau makan atau minum tidak apa-apa. Yang dilakukan orangtua hanyalah memotivasi/ memberi semangat kepada mereka untuk berbuat amal kebaikan. Lain perlakuannya ketika mereka sudah baligh kelak.

Untuk tahun ini alhamdulillah Khansa sudah mulai belajar puasa satu hari penuh. Sahur pun tidak seperti tahun kemarin yang seringkali jam 6 pagi, untuk tahun ini sahur sesuai dengan tuntunan Rasulullah yaitu sebelum adzan Subuh berkumandang. Untuk membangunkan sahur kadang gampang kadang susah, karena Khansa tidurnya seringkali terlalu malam sekitar jam 10 ke atas. Jadi ketika jam 4 pagi dibangunkan masih mengantuk.

Seperti biasanya, butuh perjuangan di hari-hari awal.

Pada hari pertama ada “insiden” anak makan jenang. Padahal saya sudah meletakkan semua makanan/ cemilan ke atas lemari, ternyata masih ada satu yang ketinggalan hihi.. Jam 10 pagi ketika saya lagi beres-beres rumah eh ada yang dengan santai ngemil jenang di sofa. Buru-buru saya ingatkan, “Lho, Khansa kan puasa”. “Eh, iya lupa”, katanya. Lalu dia meletakkan sisa jenang ke atas meja.

Kemudian jam 16.30 ketika saya sedang masak sop, Khansa pegang perutnya sambil bilang sakit perut, mau maem sop katanya hihi.. ngga tahan rupanya dia dengan bau kuah sop. Walaupun eman-eman sedikit lagi adzan Maghrib tapi ya namanya masih belajar ngga apa-apa, akhirnya hari pertama dia berbuka jam 16.30.

Alhamdulillah hari kedua sampai dengan terakhir dia lancar puasa satu hari penuh. Termotivasi juga dengan teman-temannya di TK dan saudara sepupunya yang berpuasa sampai Maghrib.

Untuk mengisi waktu selama bulan Ramadan, saya belikan Khansa mainan el Hana Ramadan Cre-Activity Pack. Ketika siang hari dia menempel sticker mufrodat (kosakata) bahasa Arab, mencari ayat di Al Qur’an dan membaca ayat tersebut, kemudian membuat kreativitas yang berhubungan dengan kata yang tercantum. Dia juga dengan semangat menempel sticker “alhamdulillah aku puasa” ketika sudah berbuka.

Untuk mengajinya alhamdulillah Khansa sudah sampai Al Qur’an jadi hampir tiap hari membaca  satu halaman sesudah sholat tarawih berjama’ah dengan saya.

Nah, ketika sholat tarawih itu sekalian saya masukkan adab-adab sholat. Misalnya nih ketika dia sholat sambil bercanda, saya bilang “Khansa kalau sedang belajar sama ustadzah bercanda ngga? masa menghadap sama Allah bercanda”. Kemudian ketika dia sholatnya cepat sekali gerakannya, saya bilang bahwa hal itu sama saja dengan mencuri sholat. Kalau sholat harus tenang, tuma’ninah, tidak boleh terburu-buru.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda,

أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا.

Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (HR Ahmad no 11532, dishahihkan oleh al Albani dalam Shahihul Jami’ 986)

Selain mengenai ibadah puasa, sholat, dan mengaji, juga kami ajarkan mengenai shodaqoh. Kami biarkan sesekali dia yang memberikan shodaqoh ke kotak amal masjid atau ke orang kurang mampu yang kami temui di jalan. Sambil bercerita bahwa Khansa harus banyak bersyukur karena mempunyai rumah untuk berteduh, makanan dan minuman yang cukup, karena diluar sana banyak yang tidak mempunyai itu atau hidupnya kekurangan. Cara bersyukurnya bagaimana? ya Khansa harus sholat, bersyukur sama Allah sudah diberi macam-macam. Alhamdulillah, sering diberitahukan hal tersebut Khansa jadi lebih mudah untuk diminta sholat. Kalau sebelumnya mah.. hadeh harus dikejar-kejar dulu. Kalau sekarang tinggal bilang, “masa Khansa ngga mau bersyukur sama Allah?”, tidak berapa lama dia kemudian menghentikan aktivitasnya dan sholat. Tidak lupa juga berdoa kepada Allah supaya menjadikan anak keturunan kami hingga hari kiamat nanti adalah hamba Allah yang menegakkan sholat.

credit : pinterest.com

                               credit : pinterest.com

Sebagai orangtua yang melihat perilaku anak ketika berpuasa, saya melihat banyak sekali manfaatnya melatih anak berpuasa sejak dini. Salah satunya adalah belajar menahan diri atau belajar sabar. Contohnya ketika sedang di rumah eyangnya dan ada sirup melon, Khansa hanya bilang “nanti kalau pas buka sirupnya masih ada ngga?”, saya bilang “masih”. Lalu dia pun kembali bermain dan dapat menahan keinginannya untuk minum kesukaannya hingga maghrib tiba. Begitu juga menahan diri ketika ada temannya yang tidak berpuasa dan makan di sebelahnya, alhamdulillah Khansa sama sekali tidak terganggu.

Kemampuan menahan diri in sya Allah membawa kebaikan bagi anak. Mereka jadi tidak mudah tantrum ketika keinginannya tidak terpenuhi.

 Bismillah, mudah-mudahan diberkahi Allah kemudahan dan istiqomah dalam beribadah ya nduk. Lebih baik lagi in sya Allah di tahun-tahun mendatang. Barokallohufiha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s