Hati-Hati Rajah Terselubung!

Beberapa waktu lalu ketika mudik lebaran di Semarang, saya ziyaroh/ berkunjung ke rumah tante.

Ketika hendak berpamitan, mata saya tertuju pada pajangan dinding yang bentuknya tampak tidak asing, mirip dengan kepunyaan orangtua saya yang sudah lama dicopot, ketika suami saya mengetahui ada yang janggal pada pajangan tersebut.

Ketika saya mendekat, ternyata betul pola tulisannya mirip dengan kepunyaan orangtua saya.

Tante saya bilang kalau itu adalah pajangan bertuliskan asmaul husna, dibeli sudah lama ketika waktu itu anak pertamanya “kena sawan” sesudah adiknya meninggal.

Hmm.. begitupun dulu orangtua saya bilang, mereka mengira bahwa yang mereka miliki adalah pajangan dinding biasa bertuliskan asmaul husna.

Keluarga saya tidak menyadari bahwa yang dipajang itu adalah rajah (jimat yang berupa tulisan).

Agar lebih yakin lagi apakah itu betul rajah atau bukan, saya mengkonsultasikan gambar tersebut dengan seorang teman (yang suaminya adalah seorang ustadz). Beliau lalu bilang bahwa betul itu rajah dan harus segera dimusnahkan (dibakar) karena ketika dibaca oleh beliau isi pajangannya yaitu nama malaikat, asmaul husna, ayat, diacak-acak, kemudian tulisan Abu Bakar, Umar, dan Ali dibolak-balik.

Alhamdulillah tante saya bergerak cepat, walaupun beliau mengaku sempat takut, akan tetapi rajah tersebut sudah dikeluarkan dari rangka pajangan dan dibakar.

Lalu, apa sih jimat itu?

Jimat bentuknya bermacam-macam. Ada yang berupa ikatan, benang, pusaka (seperti keris), ataupun berbentuk tulisan. Nah, rajah ini adalah jimat dalam bentuk tulisan. Tujuan memasang jimat bermacam-macam, adanya yang untuk mendatangkan manfaat (misal sebagai penglaris, pemikat) maupun untuk menolak madhorot (misal supaya tidak terkena sakit, perlindungan anak, dll).

Sedangkan hukum jimat dalam Islam, hal ini terdapat dalam hadits Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wasallam- (sumber disini)

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan tentang jimat dan hukumnya. Kata Ibnu Mas’ud:  Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الرُّقَى وَالتَّمَائِمَ وَالتِّوَلَةَ شِرْكٌ

“Sesungguhnya jampi-jampi, jimat-jimat, dan guna-guna adalah syirik.”

(HR. al-Imam Ahmad di dalam Musnad 1/381, Abu Dawud di dalam Sunan-nya 7/630, al-Hakim di dalam al-Mustadrak 4/217, 418, ath-Thabarani di dalam al-Kabir 10.503, dan al-Baihaqi di dalam Sunan al-Kubra 9/350. Dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah di dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 3288, Shahih Sunan Ibnu Majah no. 2845, Silsilah Ahadits ash-Shahihah no. 331 1/648, dan Ghayatul Maram no. 298)

Orang yang memasang jimat, dapat jatuh ke dalam perbuatan syirik, karena mereka menggantungkan keselamatan maupun kebutuhan mereka pada benda tersebut, bukan pada pertolongan Allah. Sedangkan syirik adalah salah satu dosa besar yang tidak diampuni Allah, kecuali dengan bertaubat.

Dalam Islam telah diatur tata cara membentengi rumah dari gangguan jin/syaithan. Tidak perlu menggantungkan diri dengan berbagai macam jimat untuk melindungi dari marabahaya. Sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pelindung dan pemberi pertolongan. Tidak ada sesuatu yang dapat memudhorotkan dan membawa kebaikan tanpa kehendak dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Berikut adalah beberapa cara membentengi rumah dari syaithan yang saya nukil dari sini.

  1. Mengucapkan salam ketika masuk rumah dan banyak berzikir, baik di rumah ada orang atau tidak.
    Al-Imam An-Nawawi  berkata, “Disenangi seseorang mengucapkan bismillah dan banyak berzikir kepada Allah  serta mengucapkan salam, sama saja apakah dalam rumah itu ada manusia atau tidak, berdasarkan firman Allah:
    “Apabila kalian masuk ke rumah-rumah maka ucapkanlah salam (kepada penghuninya yang berarti memberi salam) kepada diri-diri kalian sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi baik.” (An-Nur: 61) [Al-Adzkar, hal. 25]
  2. Berzikir kepada Allah ketika makan dan minum
    Jabir bin Abdillah  berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah n bersabda:إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: لاَ مَبِيْتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُوْلِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيْتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيْتَ وَالْعَشَاءَُ
    Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu ia berzikir kepada Allah saat masuknya dan ketika hendak menyantap makanannya, berkatalah setan, “Tidak ada tempat bermalam bagi kalian dan tidak ada makan malam.” Bila ia masuk rumah dalam keadaan tidak berzikir kepada Allah ketika masuknya, berkatalah setan, “Kalian mendapatkan tempat bermalam.” Bila ia tidak berzikir kepada Allah ketika makannya, berkatalah setan, “Kalian mendapatkan tempat bermalam sekaligus makan malam.” (HR. Muslim no. 5230)
  3. Banyak membaca Al-Qur’an dalam rumah
    Al-Qur’anul Karim akan mengharumkan rumah seorang muslim dan akan mengusir para setan. Abu Musa Al-Asy’ari mengabarkan dari Nabi:مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الْأَتْرُجَّةِ، رِيْحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ. وَمَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ التَّمْرَةِ، لاَ رِيْحَ لَهَا وَطَعْمُهَا حُلْوٌ. وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِيْ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ مَثَلُ الرَّيْحَانَةِ، رِيْحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ. وَمَثَلُ الْمُنَافِقِ الَّذِيْ لاَ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْحَنْظَلَةِ، لَيْسَ لَهَا رِيْحٌ وَطَعْمُهَا مُرٌّ

    “Permisalan seorang mukmin yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah atrujah, baunya harum dan rasanya enak. Permisalan seorang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah kurma, tidak ada baunya namun rasanya manis. Adapun orang munafik yang membaca Al-Qur’an permisalannya seperti buah raihanah, baunya wangi tapi rasanya pahit. Sementara orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah hanzhalah, tidak ada baunya, rasanya pun pahit.” (HR. Al-Bukhari no. 5020 dan Muslim no. 1857)

  4. Membaca surah Al-Baqarah dalam rumah
    Bila engkau merasa di rumahmu demikian banyak masalah, tampak banyak penyimpangan dan anggota-anggotanya saling berselisih, maka ketahuilah setan hadir di rumahmu, maka bersungguh-sungguhlah mengusirnya.
    Bagaimanakah cara mengusirnya? Rasulullah  memberikan jawabannya dengan sabda beliau:إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَامًا، وَسَنَامُ الْقُرْآنِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ وَإِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ سُوْرَةَ الْبَقَرَةِ تُقْرَأُ خَرَجَ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي يُقْرُأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

    “Sesungguhnya segala sesuatu ada puncaknya (punuknya) dan puncak dari Al-Qur’an adalah surah Al-Baqarah. Sungguh setan bila mendengar dibacakannya surah Al-Baqarah, ia akan keluar dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat Al-Baqarah tersebut.” (HR. Al-Hakim, dihasankan Al-Albani t dalam Ash-Shahihah no. 588)

    Abu Hurairah  mengabarkan dari Rasulullah , beliau bersabda:
    لاَ تَجْعَلُوْا بُيُوْتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيْهِ سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

    “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surah Al-Baqarah.” (HR. Muslim no. 1821)

  5. Banyak melakukan shalat nafilah/sunnah di rumah
    Ibnu Umar  menyampaikan bahwa Nabi bersabda:
    اجْعَلُوْا مِنْ صَلاَتِكُمْ فِي بُيُوْتِكُمْ وَلاَ تَتَّخِذُوْهَا قُبُوْرًا

    “Jadikanlah bagian dari shalat kalian di rumah-rumah kalian, dan jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Al-Bukhari no. 432 dan Muslim no. 1817)

    Abu Musa Al-Asy’ari z menyampaikan sabda Rasulullah:
    مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ وَالْبَيْتِ الَّذِيْ لاَ يُذْكَرُ اللهُ فِيْهِ مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

    “Permisalan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya seperti permisalan orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Muslim no. 1820)

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s