Hati-Hati Rajah Terselubung!

Beberapa waktu lalu ketika mudik lebaran di Semarang, saya ziyaroh/ berkunjung ke rumah tante.

Ketika hendak berpamitan, mata saya tertuju pada pajangan dinding yang bentuknya tampak tidak asing, mirip dengan kepunyaan orangtua saya yang sudah lama dicopot, ketika suami saya mengetahui ada yang janggal pada pajangan tersebut.

Ketika saya mendekat, ternyata betul pola tulisannya mirip dengan kepunyaan orangtua saya.

Tante saya bilang kalau itu adalah pajangan bertuliskan asmaul husna, dibeli sudah lama ketika waktu itu anak pertamanya “kena sawan” sesudah adiknya meninggal.

Hmm.. begitupun dulu orangtua saya bilang, mereka mengira bahwa yang mereka miliki adalah pajangan dinding biasa bertuliskan asmaul husna.

Keluarga saya tidak menyadari bahwa yang dipajang itu adalah rajah (jimat yang berupa tulisan).

Agar lebih yakin lagi apakah itu betul rajah atau bukan, saya mengkonsultasikan gambar tersebut dengan seorang teman (yang suaminya adalah seorang ustadz). Beliau lalu bilang bahwa betul itu rajah dan harus segera dimusnahkan (dibakar) karena ketika dibaca oleh beliau isi pajangannya yaitu nama malaikat, asmaul husna, ayat, diacak-acak, kemudian tulisan Abu Bakar, Umar, dan Ali dibolak-balik. Continue reading

Harap Sabar Ini Ujian

Belum tuntas satu masalah pribadi, sudah muncul masalah berikutnya.
Ujian datang silih berganti.
Begitulah hidup penuh rintangan. Kalau penuh rantangan namanya catering *krikkrik

Sabar.
Hal itu yang selama ini kurang saya miliki dalam mengatasi permasalahan yang ada, diantaranya kurang bersabar dalam berdoa dan menunggu datangnya pertolongan Allah. Padahal pertolongan Allah itu selalu tiba tepat pada waktunya. Hadirnya tidak pernah terlalu cepat ataupun lambat.

Salah satu contoh yaitu mengenai usaha offline saya.

Awal tahun ini saya dan suami mengambil keputusan pindah dari ruko yang kami sewa sebelumnya karena ada masalah air yang mati berbulan-bulan, serta atap bocor yang tak kunjung dibetulkan oleh pengelola ruko. Padahal dalam klausul perjanjian disebutkan bahwa hal itu termasuk dalam tanggung jawab pemilik. Tentunya hal ini menjadi kendala bagi usaha kami. Ketiadaan air membuat admin toko kesulitan ketika hendak ke kamar mandi, membersihkan toko, ataupun berwudhu ketika hendak sholat.  Sementara atap yang bocor merepotkan kami karena barang-barang jualan kami terkena air sehingga ada beberapa produk yang kemasan kardusnya rusak.

Alhamdulillah diberikan jalan Allah mendapat tempat baru dikala waktu kontrak sudah hampir habis. Itupun saya sudah hampir menyerah karena sudah beberapa lama mencari dengan tenggat waktu yang semakin mepet tapi belum dapat juga.

Qoddarulloh ketika saya sedang mencari makanan kecil untuk tukang dan iseng bertanya ke si penjual cemilan apakah ada info ruko yang disewakan, alhamdulillah dia bilang ada ruko yang baru sebulan kosong dan letaknya cukup dekat dengan rumah kami. Walaupun harga sewa lebih mahal dari tempat yang lama akan tetapi kami lebih memilih pindah dengan alasan kenyamanan tempat maupun hati.

Maasya Allah.. padahal kata orang-orang disitukalau ada ruko kosong biasanya tidak lama langsung isi karena memang lokasinya yang cukup strategis. Pass banget timingnya. Itupun kata ibu pemilik ruko sudah ada pihak lain yang menghubungi dan berminat menyewa, tapi kata ibu tersebut mana aja yang lebih dulu deal. Langsung saja saya dan suami gerak cepat untuk cek dalam ruko dan kemudian deal sewa untuk masa satu tahun. Continue reading

Ghibah Berjama’ah

“Diet yang paling susah yaitu diet makan daging saudaranya sendiri”

Suatu kalimat yang saya baca di wall FB seseorang. Kalimat sarkas tapi ada benarnya, terlebih di era saat ini dimana berjamur akun-akun ghibah yang notabene banyak followernya .

Cerita pengalaman pribadi, ketika melewati beranda FB seringkali saya temui status ataupun artikel berita yang membicarakan keburukan orang lain dan sesudah itu bermunculan pada kolom komentar olokan-olokan serta hinaan yang tidak sepatutnya pada orang yang diposting tersebut.

Saya belum paham dimana sisi menyenangkannya ketika kita membicarakan hal yang buruk tentang orang lain dan mengoloknya beramai-ramai.  Siapa sih kita kok teganya menghakimi massal? Padahal kita pun belum tentu lebih baik dari dia. Terlebih jika yang dikomentari adalah urusan pribadinya. Haduh, opo dewe ki turah-turah lambe dan turah-turah wektu sehingga sempat-sempatnya mencari-cari aib orang lain dan menyebarluaskannya.

Sepertinya sekarang ini media sosial kita sedang gandrung dengan ghibah berjama’ah. Terlebih dengan munculnya akun-akun medsos yang sarat dengan ghibah seperti yang saya sebutkan di awal. Saya pun pernah penasaran dengan akun yang ramai dibicarakan tersebut tapi tak lama saya unfollow karena ngga kuat dengan isi beritanya. Kebanyakan isine mung ngrasani, ya Allah tiba-tiba pening pala bebi. Pun waktu saya bisa habis dengan hal yang sia-sia apabila terus-terusan membacanya.

Kalau ada yang berkilah, “Tapi kan isi beritanya benar”. Hellow.. ghibah itu ya memang kemungkinan benar apa yang diberitakan, kalau tidak benar namanya fitnah. Continue reading

Resep Bola-Bola Susu

Hari ini saya dan Khansa membuat bola-bola susu. Sebenarnya sudah lama dia request ingin membuat snack yang satu ini.

Tadinya Khansa membuat bola-bola susu di sekolah ketika kegiatan cooking class bersama guru dan teman-temannya di TKQ Anshorussunnah, kemudian dia minta dibuatkan lagi di rumah. Qoddarullah hari ini baru sempat. Yah, sambil isi waktu daripada  dia bombardir pesan whatsapp ke bapaknya terus untuk diminta pulang dari dinas hihi..

Bola-bola susu ini bahannya mudah didapat, cara membuatnya mudah, ngga perlu oven atau kukusan, cuma modal wajan saja untuk sangrai tepung. Pokoknya yang simple-simple saya suka hehe..

Tugas Khansa yang pertama yaitu membeli bahan-bahan kue di toko yang agak dekat dengan rumah kami. Dua kali dia bolak-balik karena yang pertama tepungnya kurang sehingga adonannya lengket, jadi dia kembali lagi untuk membeli tepung tapioka.

Ini dia bahan-bahan yang diperlukan (foto saya ambil dari file TKQ Anshorussunnah karena ngga sempat foto bahannya) :

Continue reading

Cacat Produk? Katakan Saja

               sumber : risalahnet.wordpress.com

Pada bulan Februari saya pernah membuka pre-order payung kuwalik karena waktu itu saya memang sedang membutuhkan payung untuk di rumah. Saya buka pre-order karena butuh teman agar harga yang saya dapatkan di supplier lebih murah.

Qoddarullah ketika barang datang ada dua payung yang cacat produk, sedangkan barang sudah dibayar lunas oleh customer (saya menggunakan akad salam). Sebenarnya tidak begitu tampak juga cacatnya jika tidak diperhatikan, hanya tergores sedikit dan yang satunya bagian ujung payung kurang rapat.

Tadinya sempat perang batin “bilang-engga-bilang-engga”, karena saya khawatir bagaimana ya kalau pada ngga mau, rugi dong saya mana harganya lumayan mahal hiks..

Tapi alhamdulillah lintasan pikiran itu bisa saya tepis dan saya pun bertawakal sama Allah.. ya wis kalau pada ngga mau nanti cari customer lain yang sekiranya berminat dengan penjelasan bahwa barang ada cacat produk sedikit.

Perlu diketahui bahwa dalam syari’at Islam penjual dan pembeli ada hak khiyar yaitu memilih antara melanjutkan akad atau tidak.  Pada kasus ini yaitu adanya khiyar aib. Para ulama menetapkan adanya khiyar aib yakni hak khiyar yang disebabkan karena adanya cacat, walaupun cacat tersebut baru diketahui setelah sekian waktu. (lihat Syarhul Buyu’ hal. 102), sumber disini.

Hadits Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- tentang khiyar adalah sebagai berikut … Continue reading

Balada Kangen Abay

Sudah seminggu ini ayahnya Khansa dinas ke Maluku. Pada awalnya Khansa hanya whatsapp ayahnya ingin ditunjukkan tempat dinasnya, kemudian abu Khonsa mengirimkan gambar ini..

Rupanya lama-kelamaan genduk mulai kangen sama ayahnya, hingga whatsapp abu khonsa “dibombardir” pesan dari Khansa..

Hihi.. mana ngga ada titik koma lagi itu messagenya, bingung bingung deh yang baca. Owalah nduk.. nduk.. main hayday pun jadi alasan biar ayahnya pulang.

Sabar ya nduk, in sya Allah sebentar lagi abay pulang.. doakan saja supaya perjalanan abay lancar dan selamat serta senantiasa dalam perlindungan Allah.

Kampung Agro Krapyak Semarang

Suatu hari suami saya sedang membuka web kampung agro krapyak, yaitu salah satu kampung tematik yang ada di Semarang. Qoddarulloh yang terpilih menjadi kampung agro adalah tempat dimana saya tinggal dan dibesarkan yaitu wilayah Krapyak di kota kesayangan, Semarang.

Kemudian suami berkomentar kurang lebih begini, “Bener ngga sih sekarang gangnya jadi begini?”, sambil melihat gambar yang ada di web tersebut.

Naah.. untuk menuntaskan rasa penasaran suami, maka pada akhir Maret 2017 yang lalu ketika saya sedang menengok adik di Jogja kemudian lanjut pulkam ke Semarang (suami hanya mengantar sampai Jogja), saya fotokan kondisi terkini dari gang tempat tinggal kedua orangtua saya.

Niih paksu gambarnya.. maasya Allah yaa.. we see the power of eyangs here hihi.. Memang kebanyakan yang bermukim disini sekarang adalah eyang-eyang (termasuk kedua orangtua saya). Terdapat Gabungan Kelompok Tani (saat ini diketuai oleh ibu saya) yang mengkoordinir pelaksanaan dan penanaman di wilayah RW 7 Kelurahan Krapyak Semarang Barat sehingga menjadi asri seperti ini.

Thumbs up buat para eyang disana!

Lingkungan menjadi ijo royo-royo dan adem dipandang mata.

                      Kampung Agro Semarang

                      Kampung Agro Semarang

                Kampung Agro Krapyak Semarang

Niih.. pagar rumah orangtua saya, bahkan untuk memaksimalkan lahan yang ada maka pagarpun bisa menjadi tempat menanam sayur.. good idea buat yang lahannya terbatas yah..

Ingin berkunjung ke kampung tematik agro Semarang? monggoo.. langsung cuss ke kelurahan Krapyak, khususnya RW 7. Disana juga terdapat penjualan aneka bibit dan aneka tanaman.