Balada Kangen Abay

Sudah seminggu ini ayahnya Khansa dinas ke Maluku. Pada awalnya Khansa hanya whatsapp ayahnya ingin ditunjukkan tempat dinasnya, kemudian abu Khonsa mengirimkan gambar ini..

Rupanya lama-kelamaan genduk mulai kangen sama ayahnya, hingga whatsapp abu khonsa “dibombardir” pesan dari Khansa..

Hihi.. mana ngga ada titik koma lagi itu messagenya, bingung bingung deh yang baca. Owalah nduk.. nduk.. main hayday pun jadi alasan biar ayahnya pulang.

Sabar ya nduk, in sya Allah sebentar lagi abay pulang.. doakan saja supaya perjalanan abay lancar dan selamat serta senantiasa dalam perlindungan Allah.

Cerita Ramadan Khansa

Ramadan tahun 2016 ini alhamdulillah Khansa (5 tahun) banyak perubahan lebih baik dari tahun sebelumnya baik dari segi ibadah puasa, baca Al Qur’an maupun sholatnya. Semoga terus meningkat menjadi lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya  *aamiin, in sya Allah*.

Tidak ada reward yang kami iming-imingkan ke Khansa, saya dan suami hanya bilang beberapa hari sebelum puasa bahwa in sya Allah sebentar lagi bulan Ramadan, semua in sya Allah berpuasa, Khansa ikut juga berpuasa ya. Bulan Ramadan nanti pahalanya akan ditambah sama Allah, jadi banyak-banyak beribadah. Alhamdulillah dia bersemangat untuk ikut.

Mengapa sejak dini kami mengenalkan Khansa untuk berpuasa?

Hal ini telah ada contoh dari shahabat di masa Rasulullah sesuai hadits berikut..

عَنِ الرُّبَيِّعِ بِنْتِ مُعَوِّذٍ قَالَتْ أَرْسَلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – غَدَاةَ عَاشُورَاءَ إِلَى قُرَى الأَنْصَارِ « مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ ، وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ » . قَالَتْ فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ ، وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا ، وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ ، فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ ، حَتَّى يَكُونَ عِنْدَ الإِفْطَارِ

“Dari Ar Rubayyi’ binti Mu’awwidz, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus seseorang ke salah satu suku Anshar di pagi hari Asyura.” Beliau bersabda, “Siapa yang di pagi hari dalam keadaan tidak berpuasa, hendaklah ia berpuasa. Siapa yang di pagi harinya berpuasa, hendaklah berpuasa.” Ar Rubayyi’ mengatakan, “Kami berpuasa setelah itu. Lalu anak-anak kami pun turut berpuasa. Kami sengaja membuatkan mereka mainan dari bulu. Jika salah seorang dari mereka menangis, merengek-rengek minta makan, kami memberi mainan padanya. Akhirnya pun mereka bisa turut berpuasa hingga waktu berbuka.” (HR. Bukhari no. 1960 dan Muslim no. 1136)

Tentu saja tidak memaksakan kepada anak ya, karena memang mereka belum terkena beban syari’at. Kalaupun di tengah-tengah puasa mereka mau makan atau minum tidak apa-apa. Yang dilakukan orangtua hanyalah memotivasi/ memberi semangat kepada mereka untuk berbuat amal kebaikan. Lain perlakuannya ketika mereka sudah baligh kelak.

Continue reading

Perawat Pribadi Ummi

credit : picterest.info

                           credit : picterest.info

Sekali-kali cerita ah tentang polah tingkah si genduk Khansa yang in sya Allah 6 Februari mendatang berusia 5 tahun hehe..

Sore tadi ketika adzan Asar ketika bangun tidur perut saya agak sakit. Melihat saya pegang perut, Khansa lalu menawarkan untuk mengolesi minyak tawon. Saya bilang, “Ummi sholat Asar dulu ya”

Sesudah sholat Khansa saya berbaring, kemudian genduk Khansa dengan sigap mengoleskan minyak tawon ke perut saya.

Sesudah itu dia menawarkan, “Ummi mau makan apa?”, saya jawab saja ingin bubur. Dia diam, karena tahu kalau ngga ada bubur di rumah (hihi..ummine ngerjani). Dia keluar kamar dan ketika kembali sudah membawa secangkir air putih dan kurma yang diletakkan di meja dekat saya. Gelasnya lalu diserahkan ke saya. Sesudah saya minum, diletakkannya kembali gelas tersebut di meja. Perawat teladan deh.

Kemudian dia tawarkan lagi, “Ummi minum susu ya?”. Saya gelengkan kepala. “Lho, susu kan sehat”. Lalu dia ambil susu di kulkas dan diminum sendiri sambil masih berusaha menawarkan ke saya, tapi saya tidak mau, “Buat Khansa aja”.

Sambil minum susu, dia duduk disamping saya sambil meluk kepala saya. Mbrebes mili langsung mata saya.. Jadi teringat bahwa siang tadi saya habis marahin Khansa karena dia tantrum teriak-teriak sambil nangis karena ingin ditemani di luar, sedangkan saya kurang enak badan dan mau tiduran di kamar.

Astaghfirullah, maafkan ummi ya nduk yang kurang sabar..  Kalo sudah begini rasanya menyesal banget, apalagi melihat perilaku sholihah genduk dalam merawat ibunya. Continue reading

Cinta Bahasa Arab, Mengapa Tidak?

studytime

foto/dok : args2782.blogspot.com

Yup, selama ini saya dan zauji memang memperkenalkan Khansa terlebih dahulu dengan bahasa Arab daripada Bahasa Inggris. Tentu saja mengenalkan Khansa dengan Arabic sesudah dia lancar berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, serta mengetahui arti dan bentuk benda yang kami sebutkan. Misalnya kami mengajarkan kata maktabun, qolamun, kitaabun, berarti dia sudah mengetahui dan paham tentang meja, pena, dan buku.

Ada alasan mengapa kami mendahulukan Arabic daripada English, yang mungkin hal ini melawan arus kebijakan mayoritas orangtua. Tentu saja kami tidak menampik urgensi Bahasa Inggris, dan insya Allah kami akan mengajarkannya nanti kepada genduk. Tapi untuk saat ini, kami ingin mematangkan lebih dulu kemampuan bahasa Arab Khansa dengan mengajarinya lebih banyak mufrodat (kosakata) Arabic. Ehm, dan ini merupakan PR besar bagi saya dan zauji, mengingat kemampuan bahasa Arab kami yg masih level pre basic *malu*. Tapi insya Allah ini menjadi pemicu kami untuk berusaha mempelajari bahasa Arab lebih baik lagi, *saya sangat bersyukur dipertemukan dengan asatidzah dan teman-teman di Grup Whatsapp Al Ummahaat Ath Tholibat yg –bi idznillah- membimbing saya belajar*.

Lalu, apa alasan kami ajarkan bahasa Arab lebih dulu sesudah bahasa Ibu?

Seperti yang kita ketahui bahwa Al Quran turun dalam bahasa Arab, begitupun Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- menggunakan bahasa tersebut, jadi bahasa Arab merupakan modal untuk mempelajari Al Quran dan As-sunnah (hadits-hadits Rasulullah), sebagai pedoman hidup seorang muslim.

Allah berfirman :
Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa: 59)

Rasulullah bersabda :
Sesungguhnya sepeninggalku akan terjadi banyak perselisihan. Maka hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan sunnah khulafa ar rasyidin. Peganglah ia erat-erat, gigitlah dengan gigi geraham kalian” (HR. Abu Daud 4607, Ibnu Majah 42, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud )

Memang saya masih dalam level awal dalam mempelajari bahasa Arab, tapi ada beberapa keistimewaan dari bahasa tersebut yaitu : (sumber >> disini).

  1. Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran.
    Allah berfirman:
    “Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya.[QS Az Zukhruf : 3]
  2. Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Muhammad dan bahasa verbal para sahabat. Hadits-hadits Nabi yang sampai kepada kita dengan berbahasa Arab. Demikian juga kitab-kitab fikih, tertulis dengan bahasa ini. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Arab menjadi pintu gerbang dalam memahaminya.
  3. Susunan kata bahasa Arab tidak banyak. Kebanyakan terdiri atas susunan tiga huruf saja. Ini akan mempermudah pemahaman dan pengucapannya.
  4. Indahnya kosa kata Arab. Orang yang mencermati ungkapan dan kalimat dalam bahasa Arab, ia akan merasakan sebuah ungkapan yang indah dan gamblang, tersusun dengan kata-kata yang ringkas dan padat.

Selain alasan tersebut di atas, saya dan zauji tidak tahu apakah waktu kami cukup banyak untuk mendampingi anak kami hingga dewasa dan berkeluarga. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, terutama terkait dengan kehidupan beragama mereka. Kami tidak tahu ancaman apa yang menanti anak cucu kami kelak dalam mepertahankan aqidahnya. Dan kami takut jikalau nanti Allah mencabut ilmu di muka bumi ini dengan diwafatkannya para ulama, maka akan semakin banyak kendala yang dihadapi keturunan kami dalam mempelajari syari’at yang sesuai Al Quran dan As Sunnah. Semoga kita terlindung dari hal demikian. Wallahul musta’an.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ‘ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. [Al-Bukhari (100, 7307); Muslim (2673)]

Sekarang saja banyak kita lihat seseorang yang bergelar ustadz berkata seenak perutnya, mengatakan ini itu tanpa dalil yang jelas. Ada yg mengatakan bahwa istri yg ditinggal meninggal suaminya berarti adalah mantan istri dan tidak mempunyai hak waris, padahal jelas ini bertentangan dengan tuntunan Rasulullah, dan seorang janda itu berhak akan hak waris suaminya yg telah meninggal (silakan cek >> disini). Ada juga yang berusaha meninggikan pusara ustadz yang sudah meninggal dengan dalih penghormatan. Padahal tuntunan Rasulullah dalam hal makam (kuburan) adalah sebagai berikut :

Fadhalah bin Ubaid radhiallahu anhu berkata:
“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim no. 968)

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim no. 970)

Lalu bagaimana kami tidak khawatir akan kehidupan anak kami kelak kalau sekarangpun sudah tersebar paham yang tidak sesuai syariat dan tuntunan Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- ?

Itulah mengapa salah satu cara untuk menghindarkan dari paham menyesatkan serta untuk mendekatkan anak kami dengan dua pegangan hidup mereka (Al Qur’an dan As Sunnah) adalah dengan berusaha mengajarkan bahasa Arab. Karena penguasaan  Bahasa Arab merupakan gerbang untuk memahami dan mempelajarinya, dan juga berbagai kitab Fiqh dari para ulama ahlus sunnah, insya Allah.

Alhamdulillah sampai saat ini Khansa merespon baik apa yg kami sampaikan. Dengan berbekal buku kosakata bahasa Arab terbitan HAS utk anak,  dia mulai menghafal satu persatu isi buku tersebut. Nama-nama hewan, anggota badan, transportasi, benda di rumah, nama tempat, profesi, warna, sudah mulai dimengerti sedikit demi sedikit. Khansa alhamdulillah semangat sekali sampai-sampai bukunya lecek karena hampir tiap hari dibuka, bahkan ketika mau tidur dia bawa buku itu dan minta belajar bahasa ayap hihi.. Mudah-mudahan semakin lama dia semakin mencintai Bahasa Arab.

Bismillah, smoga Allah membimbing dan memberi kemudahan pada kami. 53M4N64DH!

Khansa dan Angsa

 

Beberapa hari belakangan ini aktivitas rutin zauji di sore hari bertambah satu yaitu mengajak Khansa puter-puter naik motor untuk melihat angsa.

Seperti halnya dua hari yang lalu, Khansa tiba-tiba sudah memegang gendongannya dan menyerahkannya ke zauji, sambil teriak ngook..ngook..ngook.. menirukan suara angsa. Oleh karena sudah tiba waktunya sholat Asar maka permintaan Khansa dipending dulu, sambil dislimur dengan kegiatan lain.

Itu masih lumayan mintanya sore hari. Suatu saat pernah sudah mau magrib masih ngeyel minta ngook ngook ngook *hadeh*. Akhirnya dengan setengah hati (karena 5 menit lagi sudah adzan magrib), zauji mengajak Khansa naik motor untuk melihat angsa.

Naah.. itu juga masih lumayan matahari masih agak terlihat. Hari sebelumnya sesudah zauji pulang dari sholat magrib di masjid Khansa ngedrel (jawa) liat angsa. Yaaa.. kalo yang ini saya ngaku salah, karena sebelumnya saya ceritain “nanti sama abi liat angsa ya” hehehe.. lha wis saya udah bingung cari alasan biar genduk ngga ribut bin rewel sore itu :D

Na’am, sebagaimana anak kecil lainnya, Khansa sangat menyukai binatang. Menyukai dalam hal melihat dan menggudak-nggudak alias mengejar-ngejar, nanti kalo the kewan is mengejar balik giliran Khansa-nya yang ambil langkah seribu hehehe

Perkenalan dan pertemuannya dengan hewan bernama angsa ini diawali ketika kami jalan-jalan pagi di lapangan dekat rumah. Ketika Khansa sedang jalan di sekitar lapangan bersama zauji (saya berbelanja), tiba-tiba datang 3 ekor angsa dari kejauhan berbunyi ngook ngook ngook. Oleh zauji Khansa lalu diajak melihat dari dekat ketiga angsa tersebut, mengejar-ngejarnya, bahkan sampai angsa menuju ke sarangnya.

Sejak saat itu kalo diajak ke lapangan tersebut otomatis dia bilang “cha cha (sambil menunjuk dirinya) dan bilang ngook ngook ngook” >> garuk-garuk kepala, antara angsa dan khansa itu memang pelafalannya mirip yaa xixixi..

Nah, kalo sudah begini pengennya nanti kalo punya rumah ada halaman yang luas buat beternak angsa, kambing (salah satu binatang favorit Khansa juga), ayam, dll. Tapiii… saya kan jijikan bin takut sama binatang, lha njur kepriben kiyeh hihihi..

Kalo gitu impian peternakannya ditunda dulu, mending dibuat taman bermain, biar bisa sekalian buat sarana bermain dan belajar anak-anak di sekitarnya. Ya, saya pengen banget bikin rumah baca dan kreativitas anak (one of my reason selling toys ^^ ). Wallahu a’lam kapan bisa terwujud , mengingat rumah aja belum punya xixixi…

Teruslah menyukai dan menyayangi binatang ya nduuk, jangan seperti ibumu yang dideketin kucing aja keder ^^

#Catatan Ramadhan 2012

 

 

 

 

Rambut Tipis pada Bayi

*** Diary Khansa ***

Kemarin aku dicukur sama ummu annisa, ibu baik hati yang punya warung di depan rumah. Kepalaku sekarang gundul ndul, licin cin. Ummi waktu pulang kantor pas liat aku spontan bilang “shaoliiin” yeee.. enak aja mentang-mentang aku sipit, aku kan ngga mau jadi shaolin, maunya jadi hafidzah aja, Insya Allah *amin*.

Aku dicukur pake pisau cukur jilet (aku ngga tau tulisan benernya kaya gimana). Ummu anissa nyukurnya waktu aku bangun. Sambil digendong ummu bima, aku dicukur kalo lagi diem ngeliatin ayam. Kali ini ngga ada kesalahan teknik kaya abi dulu yang pake baby oil pas nyukur. Kan jadinya licin n susah nyukurnya. Lagipula waktu itu abi nyukurnya asal (maklum belum berpengalaman), digosrok sana sini. Ummi dibilangin  ummu abdillah, harusnya kalo nyukur ngikuti arus rambut bayi, dan harus searah, ngga boleh digosrak gosrok terus-terusan dalam satu wilayah. Gunanya untuk menghindari akar rambut ikut tercabut. Wallahu a’lam.

Ummi berinisiatip aku dipotong lagi soalnya beberapa hari kemarin kulit kepalaku kering n merah-merah, trus ngelupas dikit. Mungkin karena aku kringetnya buanyak trus gatel jadinya ta garuk-garuk (padahal sarung bantalnya sering diganti ummi lho). Juga biar rambutku jadi agak tebel. Soalnya ummi pernah denger kalo sering dicukur rambutnya bisa tebel.  Tapi waktu ummi baca di sini, ternyata itu hanya mitos.  Rambut bayi sangat tergantung faktor genetik.  Selain tebal-tipis rambut, warna rambut pun sudah ditentukan secara genetik. Nah, kalo secara genetik siy emang dulu ummi juga rambutnya tuipisss sampe toddler.

Tadinya sih aku udah dikasih lidah buaya sama ummi atau ummu bima. Ngga tau deh beneran bisa nyuburin rambut ato engga. Kemarin aku habis digundul juga kepalanya diberi seledri. Waktu ummi browsing ada beberapa ummahat yang bilang kalo rambut bayi tipis disuruh ngasih kemiri dibakar trus diolesin minyaknya, ada juga air kelapa muda/tua, teh basi, dsb. Waduh, kok macem-macem yaa.

Tadi ummi nemu artikel tentang rambut bayi yang Insya Allah berguna dan mencerahkan (terutama untuk ummi, biar ngga ngasih macem-macem ke kepalaku). Sumbernya di sini.

**********

KOK, RAMBUT SI KECIL TIPIS?

Tak perlu khawatir jika rambut anak tipis. Selama ia sehat, tak ada masalah. Apalagi pada bayi, yang tumbuh adalah rambut sementara, bukan rambut permanen.

Banyak mitos yang masih dipercaya tentang perawatan rambut bayi dan anak. Misalnya, rambut digunduli agar nantinya tumbuh lebat. “Hal itu tidak benar. Memang, sehabis dicukur, rambut yang tumbuh akan terlihat tebal,” ujar dr. Titi Lestari Sugito, Sp.KK dari Bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin FKUI-RSCM.

Menggunduli rambut bayi, kata Titi, sebetulnya hanya tradisi. Dari segi medis, tidak ada hubungannya mencukur rambut dengan rambut tebal. Rambut bayi sangat tergantung faktor genetik. “Kalau memang dari sononya jenis rambutnya tipis, mau dicukur berapa kali pun, keluarnya akan tetap tipis juga,” kata Titi. Selain tebal-tipis rambut, warna rambut pun sudah ditentukan secara genetik.

Folikel (selubung akar rambut) terbentuk sejak anak berada dalam kandungan dan terus berkembang hingga lahir. Rambut bayi baru lahir adalah rambut sementara atau velus. “Rambut velus biasanya sangat halus dan lebih tipis dari rambut tetap,” terang Titi. Rambut sementara ini akan rontok dengan sendirinya sebelum anak berusia setahun, kemudian berganti dengan rambut tetap (permanen).

Pada minggu pertama kelahiran, kadang bayi mengalami kebotakan. “Enggak apa-apa. Ini biasa terjadi di daerah yang biasa tertekan. Misalnya, karena terlalu lama tidur telentang atau karena gesekan dengan bantal.” Tekanan dan gesekan akan memudahkan velus rontok, sehingga timbul kebotakan. Setelah setahun, velus biasanya rontok seluruhnya dan berganti rambut permanen.

Jadi, rambut pada bayi dan anak adalah akumulasi dari faktor genetik ditambah faktor-faktor luar yang mempengaruhi. Faktor genetik tak sebatas ayah-ibu tapi juga bisa dari kakek-nenek.

FAKTOR LUAR
Selain faktor genetik, faktor gizi juga berperan. Anak kurang gizi, misalnya, tekstur rambutnya pasti akan terpengaruh. “Warna rambut jadi merah, lebih kering, lebih mudah patah, tipis, mudah rontok,” jelas Titi.

Selain itu, dipengaruhi pula oleh hormon. Salah satunya hormon androgen. “Sering ada bayi yang rambutnya sangat lebat saat lahir. Bisa saja itu karena pengaruh hormon androgen ibunya. Soalnya, dia belum bisa memproduksi hormon androgen.” Setelah lahir, lanjut Titi, lama-lama efek androgen yang terbawa dari ibunya hilang. “Rambut si kecil pun rontok, berganti dengan rambut aslinya yang mungkin lebih tipis.”

Faktor lingkungan juga sangat berperan. Banyak kena sinar matahari atau polusi, juga akan mempengaruhi tekstur rambut. Begitu pula penyakit, semisal seboroik (ketombe), yang sering terjadi pada bayi atau anak. “Ini juga ikut mempengaruhi.”

Setelah fase rambut tetap, faktor-faktor tadi bisa mempengaruhi tekstur rambut anak. “Pada rambut, sifat aslinya ditentukan oleh gen, tetapi dipengaruhi faktor luar pula.” Jangan lupa, perawatan juga ikut mempengaruhi tekstur rambut.

Meski rambut anak sudah permanen, menurut Titi, orangtua tak usah bingung bila menjumpai rambut rontok. “Itu lumrah. Siklus kehidupan rambut memang begitu,” ujarnya. Kerontokan masih dianggap normal asalkan tak lebih dari 100 helai per harinya, sementara kecepatan tumbuh rambut sekitar 0,3 mm per hari.

Yang jelas, selama anak sehat, pertumbuhan rambut akan sesuai dengan faktor genetik. “Cuma, faktor-faktor lain di luar faktor genetik juga bisa mempengaruhi tekstur rambut.”

SOAL SELEDRI & KEMIRI

Meski sebagian besar mitos tentang rambut tak bisa dijelaskan secara medis, ada beberapa di antaranya yang masuk di akal. Misalnya, agar rambut tebal, harus diolesi minyak kemiri. Ada juga yang menyarankan pemakaian seledri atau air kelapa muda.

Menurut Titi, secara empiris atau berdasar pengalaman, mungkin mitos tadi ada benarnya. “Kemiri, kan, mengandung minyak. Nah, minyak bisa digunakan untuk mengatasi rambut yang kering atau kurang subur. Tapi dari segi farmakologis belum pernah diteliti, apa isi, kandungan, dan dampak kemiri.”

Yang jelas, lanjutnya, selama tidak menimbulkan efek samping, mencoba cara-cara tadi tentu boleh-boleh saja. “Cuma terkadang bahan alami seperti itu mengandung zat yang tak kita ketahui yang bisa mengiritasi kulit kepala bayi. Padahal, kulit bayi lebih rentan dan mudah teriritasi oleh bahan-bahan dari luar. Ini yang harus hati-hati.”

RAGAM GANGGUAN
Berikut sejumlah gangguan pada rambut anak.

1. Gangguan akibat infeksi.
Misalnya infeksi jamur. Ini yang paling sering pada bayi dan anak, karena di kulit kepala banyak kelenjar lemak yang disukai jamur. Pengobatannya bisa dengan obat antijamur.

2. Kerak kepala atau seboroik.
Sering menyerang bayi, diduga akibat pengaruh hormon androgen dari ibunya, sehingga kelenjar lemak aktif. Kelenjar lemak kulit (sebum) keluar dari tempat yang sama dengan keluarnya rambut. Jika kelenjar lemak sangat aktif, akan mengeluarkan lemak lebih banyak. Nah, lemak inilah yang akan menimbulkan lapisan yang menumbuhkan kerak.

Kerak kepala bersifat sementara. “Bila hormon androgen habis, kerak akan hilang dengan sendirinya.” Namun, karena seringkali kerak kepala disertai rasa gatal, tentu tak perlu menunggu sampai hormon habis. “Meski tidak membahayakan, kerak ini mengganggu kenyamanan dan dapat mengganggu pertumbuhan rambut secara sehat.”

Orang tua bisa menghilangkannya dengan semacam minyak dan bahan-bahan antiseboroik yang membantu mempercepat pengelupasan. Biarkan semalaman agar kerak menjadi lunak. Esok harinya, cuci rambut dengan air hangat hingga bersih.

3. Infeksi bakteri.
Misalnya terjadi bisul-bisul di kepala. Untuk mengatasinya, bisa diberi antibiotik. Kalau hanya di kulit, memang tidak membahayakan. Dengan menjaga kebersihan, akan hilang dengan sendirinya. Kecuali jika imunitas dan gizi sang bayi buruk, infeksi bisa meluas. Tapi ini jarang terjadi.
4. Penyakit genetik.
Beberapa penyakit genetik akan membuat rambut tidak bisa tumbuh lagi. Tapi hal ini biasanya disertai kelainan pada kelenjar keringat, sehingga anak tidak bisa mengeluarkan keringat. Bisa juga penyakit genetik akibat faktor autoimun. “Badannya menghasilkan antibodi terhadap akar rambut, sehingga rambut jadi rusak. Akibatnya, rambut tak bisa tumbuh. Penyakit genetik ini bisa membuat rambut rontok di seluruh kepala bahkan ada yang sampai alis dan bulu mata.”

Jika ini yang terjadi, segera bawa ke dokter.

**********

My Name is Khan(sa)

***Diary Khansa***

Hi, Assalamu’alaikum, my name is Khan(sa), umurku hari ini 4 bulan.

Aku suka ngoceh basa planet kalo abis bangun tidur pagi-pagi dan kalo habis nenen. Kemarin pas ditelpon, abi ketawa denger aku ngoceh sambil teriak-teriak. Aku juga udah bisa megang apa aja yang ada dideketku. Biasanya siy rambut ummi, jenggot abi, ato bajunya sapa aja yang nggendong aku. Awas ati-ati tak kruwek, mukaku aja sering kecakar sendiri kalo ummi telat motong kuku. Aku udah bisa tengkurep sendiri lho *horeee*. Aku juga suka masukin apa aja ke mulutku, biasanya tanganku sendiri ato selimut. Bantal juga pernah aku emut, tapi kata yangti “jangaan, nanti kaya ummi ngenyot bantal apek” idiih ummi jolookk..

Kata orang-orang (apalagi yang jarang srawung sama aku) katanya aku pendiem. Kalo digodain dieeem aja, mukanya lempeng. Yaa,  ja’im dikit boleh donk hihihi. Nah, kalo di rumah baru deh bengak bengok n ngekek-ngekek. Bisa juga siy ketawa terkekeh-kekeh diluar rumah, tapi yang nggodain aku harus bikin gerakan heboh. Kalo biasa-biasa aja mah tak liatin aja sama mataku yang berusaha melotot tapi tetep sipit ini. Oya, kalo ummi telat nenenin aku waaah bisa-bisa aku ngambek bin ngamuk.. langsung deh nangis kenceng sampe menghebohkan dunia persilatan. Kata ummi gaya nangis ala stereoku ini udah sejak dari lahir alias gawan bayek.

Waktu liburan long wiken (ciee pake istilah long wiken sagala)  kemarin aku diajak ummi dan yangti nginep di rumah mbah wiwik di Cibubur. Yangti datang ke Mbinong hari Selasa pagi. Hari Jumat sebelum ke Cibubur aku imunisasi DPT II dan polio III dulu. Lamaaa banget nunggu dokternya, aku nunggu sejam dokter Aris-nya baru datang. Alhamdulillah aku ngga nangis waktu disuntik. Mungkin karena daging pahaku banyak yaa hihihi… Aku nangisnya karena udah ngantuk berat dan pengen nenen, lha biasanya habis magrib udah bobok eh itu jam 8 malem masih melek di klinik dokter.

Hari Sabtu siang aku diajak jalan-jalan ke Kampung Cina. Ammah Ayu mau beli payung, ummi juga mau beli soalnya payung di rumah yang “agak normal” cuma satu (itupun udah ada bekas karatan gara-gara ummi lupa buka payung habis dipake ujan-ujanan), yang satunya lagi gagangnya patah. Di kampung cina aku dibelikan yangti baju shanghai. Wah, kalo dipake bisa-bisa aku dikira bayi keturunan chinese beneran nih. Habis waktu pagi-pagi Ami Danu gendong aku di luar rumah masa tiap orang yang ketemu ngiranya aku keturunan cina, padahal kan aku wong jowo asli lhoo.. cuma mata aja yang sipit kaya ummi.

Habis dari kota wisata aku jalan-jalan lagi di Cibubur junction, Mbah Ook mau beli hp soalnya hpnya rusak, katanya ummi harus dilem biru tuh (dilempar beli yang baru kikikik).  Waktu pada makan di Bakmi GM aku agak rewel, habis aku ngantuk banget, mana haus lagi… tapi aku ngga mau waktu dinenenin ummi. Walopun ngantuk aku masih bisa ketawa ngekek-ngekek sama Ami Hakim n Ammah Ayu dengan sisa-sisa tenagaku *halah, Khansa lebay*. Waktu digendong ummi aku udah setengah bobok trus dibawa ke toilet buat dinenenin (disana ngga ada nursing room -_-‘). Kasian deh ummi nenenin aku sambil berdiri ampe kringetan. Aku kan beratnya udah 7,3 kilo waktu ditimbang di dokter.

Sepulang dari Cibubur Junction aku diajak lagi ke resepsi pernikahan sodara. Di jalan aku sempet nenen n bobok sebentar *stelah nangis* tapi  pas sampe di hajatan aku bangun. Rame bangetttt. Karena masih ngantuk aku bobok lagi digendong ummi. Ummi sampe boyoken nggendong aku terus. Pulangnya waktu mau sampe rumah mbah Wiwik aku bangun n nangis lagi. Maunya digendong posisi berdiri. Sama ummi kakiku dipijit-pijit sampe aku bobok lagi. Nyampe di rumah mbah Wiwik jam 21.30. Aku capek banget jadinya nangis kejer. Habis nenen aku ngoceeeh teruss sampe jam 23.30. Baru bobok setelah diisik-isik di deket mataku sama Ammah Ayu.

Besok paginya aku ngga jadi nganter yangti -yang mau pulang ke Semarang- ke Gambir karena aku masih bobok. Yangti kok nemenin aku sebentar doank siih huhuhu :'( *ini yg nangis ummi ding*. Aku dianter pulang ke Cibinong sama mbah wiwik, mba ook, Ami Iqbal, n Ammah Mayang. Waktu dipangku  mbah Ook di depan masa katanya aku kayak wong ndeso clingak clinguk liat kanan kiri. Itu kan aku lagi menyerap mbaaah, lagi masanya exploring things surround me *halah Khansa nggaya sok keminggris*. Waktu udah separo jalan aku rewel. Ami Iqbal nyetir sambil nengak-nengok ke aku.. Aku terima niat baik Ami mau nenangin akyu, tapi bahaya banget kaaann. Sampe rumah aku ngga begitu rewel, cuma mewek-mewek *sama aja donk*. Pas udah pada pulang mau nganterin mbah Ook ke Stasiun Jatinegara aku nenen. Habis nenen ummu bima dateng trus mandiin aku. Ummi jadi bisa sholat asar n mandi dulu.

Habis mandi aku nenen lagi trus rewelll, maunya digendong aja. Kata ummi apa aku mau numbuh gigi ya? soalnya ummi liat di gusiku samar-samar udah ada putih-putih. Ato mungkin juga aku kecapekan habis jalan-jalan.

Tadi siang aku dipijet, kata bu Nani -yang mijetin- aku masuk angin. Habis dipijet aku kentut gedhe banget hihihi jadi malu.

Smoga aku dan ummi sehat-sehat dan baik-baik aja berdua di rumah. Kasian juga siy ummi kayaknya agak capek ngurusin aku sendirian, mana pulang pergi naik motor sendiri sambil nggendong ransel segede gaban *umi kok nunut curcol siih*. Abi Insya Allah masih seminggu lagi di Sulsel-nya. Kalo abi pulang nanti abi mijitin ummi yaa *hehehehe.. pesan spongsor*