Video Belajar Islam untuk Anak

warnaAlhamdulillah seiring perkembangan teknologi, semakin mudah juga kita dalam mengakses informasi terkait dengan kajian ilmu agama. Mau mendengarkan kajian bisa via streaming web di laptop atau install RII (Radio Islam Indonesia) di playstore lalu tinggal dengarkan berbagai faidah ilmu dari asatidz.

Begitu juga dalam hal mendidik anak, telah banyak situs bermuatan materi pendidikan anak dengan pendekatan Al Qur’an dan Assunnah, salah satunya adalah tamananakshalih. Selain situs tersebut, juga ada channel youtube RumahBelajar. Di channel tersebut terdapat berbagai video bermanfaat untuk materi diniyah anak, misalnya bahasa Arab, akhlak, dan doa harian.

Nah, dibawah ini adalah satu contoh video belajar bahasa Arab dengan tema “Warna”. Video ini saya upload di fanpage facebook Zona Edukasi Anak dengan menyebutkan sumbernya, alhamdulillah banyak yang suka dan share, artinya bahwa video tersebut in sya Allah sangat bermanfaat. Bahkan ada beberapa yang bertanya cara ngesave di hp. Jazaahumulloh khoiron untuk tim Rumahbelajar karena sudah menyajikan sesuatu yang bermanfaat untuk pendidikan anak Islam.

Yup, daripada nobar sama anak film-film kartun yang kurang bermanfaat, mendingan nonton yuk aneka video bermanfaat yang sarat kandungan pendidikannya di channel tersebut. Untuk yang punya facebook, bisa download melalui album video di FP Zona Edukasi Anak.

Oya, video-video tersebut juga menjadi rujukan dalam materi multimedia di TK Anshorussunnah. Nah, untuk pemilik TK/TPA/Playgroup bernafaskan Islam, boleh juga tuh sesekali nonton bareng video tersebut bersama siswa-siswi didiknya.

Belajar Bahasa Arab untuk Anak Tema "Warna"

Belajar Bahasa Arab untuk Anak Tema "Warna"Credit : Ummu Abdillah Najiyyah

Posted by Zona Edukasi Anak on Saturday, September 19, 2015

Dars 10 Durusul Lughoh

Bagi yang mengikuti arabic course via grup wa ummahaat ataupun pihak lain yang memerlukan bisa cek catatan kami di blog ini kategori Pondok Bahasa Arab.  Berikut ini adalah Faidah dari Dars 10 Kitab Durusul Lughoh. Oleh karena ada beberapa bagian dari pelajaran 10 yang belum tercatat, maka insya Allah akan menyusul kemudian dan akan diupdate di postingan ini.

***************************

DARS 10 DURUSUL LUGHOH

Faedah dars 10. bag 1

Pada bab ini kita belajar tentang kata ganti kepemilikan yaitu :

كتابك pada  ك

bukumu (laki-laki)

ه pada كتابه

bukunya (dia laki-laki)

ها pada كتابها

bukunya (dia perempuan)

ي pada كتابي

bukuku

Dalam bhs arab ini dinamakan dhomiir muttashil  متصل. ضمير

yaitu kata ganti yang tersambung dengan kata sebelumnya dan dia disini berkedudukan majrur karena dia adalah mudhof ilaih.

Maka kitaab — mudhof

Ya’ mutakallim (ي ) — mudhof ilaih

Dan seterusnya.

>> Laamul jaaroh wa ‘inda. (عند و الجارة لام)

Faedah :

 (‘INDA) عند

1. Inda عند adalah salah satu dhorof makan dan zaman (keterangan tempat dan waktu)

2. Inda + isim adalah frase mudhof mudhof ilaih.

Misal عندك = inda + isim dhomiir.

3. Salah satu pemakaian inda adalah kepemilikan كتاب عندي saya memiliki sebuah buku.

Arti harfiahnya adalah bersama saya ada buku.

لام الجارة (LAMUL JAROH)

1. Lamul jaaroh adalah salah satu huruf jar.

2. Lam + isim adalah frase jaar wa majruur. Misal lam + dhomiir laka لك

Bila lam + muhammad menjadi limuhammadin لمجمد

3. Salah satu makna lamul jaaroh adalah kepemilikan/kepunyaan أخ لي saya mempunyai seorang saudarAa laki laki.

 

Perbedaan laamul jaaroh dan inda.

Lamul jaaroh lebih umum daripada inda.

Kita berkata saya mempunyai seorang saudara laki laki أخ لي

Bukan أخ عندي

 

Faedah tambahan tentang

 لي و عندي و معي و لدي

dari berbagai sumber

 

Cat : bhs Arab modern sehari hari tidak membedakan antara لي عندي dan لدي

Krn kita belajar bhs arab fushah klasik setidaknya kita perlu tahu.

 

1. Makna asal عند adalah dhorof makan dan zaman (keterangan waktu dan tempat). Namun adakalanya عندي berarti milik/kepunyaanku atau berada (dekat) ku walaupun bukan milik.

عنديمال  bisa berarti saya punya harta

Atau saya ada harta. Bisa jadi pinjam bisa jadi harta orang lain.

 

Sedangkan yg berkaitan dengan tempat, inda bisa dipakai dalam 3 keadaan، contoh

عندي مصحف

a) Kita sedang di rumah, dan mushaf ada di dalam rumah.

b) Kita berada di dekat rumah dan mushaf ada di rumah

c) Kita mempunyai mushaf tapi saat bicara, mushaf trsbt ghoib, misal sedang dipinjam dsb.

 

مع :                                            

#### اسم و ظرف المكان أو الزمان بحسب ما تضاف إليه.

Kata benda dan keterangan tempat dan zaman tergantung yg diidhofahkan padanya.

Contoh :

جاء زيدٌ مع الغروبِ.

Zaid datang bersamaan dg tenggelam (matahari).

.  سافر زيدٌ مع محمدٍ.

Zaid safar bersama muhammad.

 

# مع= ظرف منصوب و مضاف

محمد = مضاف إليه مجرور.

 

#معنى : مصاحبة و اجتماع شيئين.

Bermakna : kebersamaan dan bersatunya dua hal

# منصوب manshuub

 

# قد يكون مجرورا ب(من)

Bisa majruur dengan masuknya harf jar min.

 

#####Setelah mempelajari kata kerja lampau (فعل ماضي) untuk kata ganti orang ketiga tunggal ( dia) yaitu ذهب

Dia  (laki laki ) telah pergi

 

Dan dzahabat ذهبت

Dia (perempuan) telah pergi.

 

Maka kali ini kita berkenalan dengan

ذهبت

Dzahabta engkau telah pergi

ذهبت

Dan dzahabtu aku telah pergi.

 

 

#####Kita juga berkenalan dengan ما yang berarti tidak.

ما عندي مال

Saya tidak mempunyai harta

(Arti harfiah disisiku tidak ada harta)

 

Sedang yang telah berlalu kita sudah belajar ما alat untuk bertanya.

ما هذا؟

Apa ini?

 

Cinta Bahasa Arab, Mengapa Tidak?

studytime

foto/dok : args2782.blogspot.com

Yup, selama ini saya dan zauji memang memperkenalkan Khansa terlebih dahulu dengan bahasa Arab daripada Bahasa Inggris. Tentu saja mengenalkan Khansa dengan Arabic sesudah dia lancar berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, serta mengetahui arti dan bentuk benda yang kami sebutkan. Misalnya kami mengajarkan kata maktabun, qolamun, kitaabun, berarti dia sudah mengetahui dan paham tentang meja, pena, dan buku.

Ada alasan mengapa kami mendahulukan Arabic daripada English, yang mungkin hal ini melawan arus kebijakan mayoritas orangtua. Tentu saja kami tidak menampik urgensi Bahasa Inggris, dan insya Allah kami akan mengajarkannya nanti kepada genduk. Tapi untuk saat ini, kami ingin mematangkan lebih dulu kemampuan bahasa Arab Khansa dengan mengajarinya lebih banyak mufrodat (kosakata) Arabic. Ehm, dan ini merupakan PR besar bagi saya dan zauji, mengingat kemampuan bahasa Arab kami yg masih level pre basic *malu*. Tapi insya Allah ini menjadi pemicu kami untuk berusaha mempelajari bahasa Arab lebih baik lagi, *saya sangat bersyukur dipertemukan dengan asatidzah dan teman-teman di Grup Whatsapp Al Ummahaat Ath Tholibat yg –bi idznillah- membimbing saya belajar*.

Lalu, apa alasan kami ajarkan bahasa Arab lebih dulu sesudah bahasa Ibu?

Seperti yang kita ketahui bahwa Al Quran turun dalam bahasa Arab, begitupun Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- menggunakan bahasa tersebut, jadi bahasa Arab merupakan modal untuk mempelajari Al Quran dan As-sunnah (hadits-hadits Rasulullah), sebagai pedoman hidup seorang muslim.

Allah berfirman :
Jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa: 59)

Rasulullah bersabda :
Sesungguhnya sepeninggalku akan terjadi banyak perselisihan. Maka hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan sunnah khulafa ar rasyidin. Peganglah ia erat-erat, gigitlah dengan gigi geraham kalian” (HR. Abu Daud 4607, Ibnu Majah 42, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud )

Memang saya masih dalam level awal dalam mempelajari bahasa Arab, tapi ada beberapa keistimewaan dari bahasa tersebut yaitu : (sumber >> disini).

  1. Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran.
    Allah berfirman:
    “Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya.[QS Az Zukhruf : 3]
  2. Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Muhammad dan bahasa verbal para sahabat. Hadits-hadits Nabi yang sampai kepada kita dengan berbahasa Arab. Demikian juga kitab-kitab fikih, tertulis dengan bahasa ini. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Arab menjadi pintu gerbang dalam memahaminya.
  3. Susunan kata bahasa Arab tidak banyak. Kebanyakan terdiri atas susunan tiga huruf saja. Ini akan mempermudah pemahaman dan pengucapannya.
  4. Indahnya kosa kata Arab. Orang yang mencermati ungkapan dan kalimat dalam bahasa Arab, ia akan merasakan sebuah ungkapan yang indah dan gamblang, tersusun dengan kata-kata yang ringkas dan padat.

Selain alasan tersebut di atas, saya dan zauji tidak tahu apakah waktu kami cukup banyak untuk mendampingi anak kami hingga dewasa dan berkeluarga. Kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan, terutama terkait dengan kehidupan beragama mereka. Kami tidak tahu ancaman apa yang menanti anak cucu kami kelak dalam mepertahankan aqidahnya. Dan kami takut jikalau nanti Allah mencabut ilmu di muka bumi ini dengan diwafatkannya para ulama, maka akan semakin banyak kendala yang dihadapi keturunan kami dalam mempelajari syari’at yang sesuai Al Quran dan As Sunnah. Semoga kita terlindung dari hal demikian. Wallahul musta’an.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan serta merta mencabutnya dari hati manusia. Akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan cara mewafatkan para ‘ulama. Kalau Allah tidak lagi menyisakan seorang ‘ulama pun, maka manusia akan menjadikan pimpinan-pimpinan yang bodoh. Kemudian para pimpinan bodoh tersebut akan ditanya dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Akhirnya mereka sesat dan menyesatkan. [Al-Bukhari (100, 7307); Muslim (2673)]

Sekarang saja banyak kita lihat seseorang yang bergelar ustadz berkata seenak perutnya, mengatakan ini itu tanpa dalil yang jelas. Ada yg mengatakan bahwa istri yg ditinggal meninggal suaminya berarti adalah mantan istri dan tidak mempunyai hak waris, padahal jelas ini bertentangan dengan tuntunan Rasulullah, dan seorang janda itu berhak akan hak waris suaminya yg telah meninggal (silakan cek >> disini). Ada juga yang berusaha meninggikan pusara ustadz yang sudah meninggal dengan dalih penghormatan. Padahal tuntunan Rasulullah dalam hal makam (kuburan) adalah sebagai berikut :

Fadhalah bin Ubaid radhiallahu anhu berkata:
“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim no. 968)

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim no. 970)

Lalu bagaimana kami tidak khawatir akan kehidupan anak kami kelak kalau sekarangpun sudah tersebar paham yang tidak sesuai syariat dan tuntunan Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- ?

Itulah mengapa salah satu cara untuk menghindarkan dari paham menyesatkan serta untuk mendekatkan anak kami dengan dua pegangan hidup mereka (Al Qur’an dan As Sunnah) adalah dengan berusaha mengajarkan bahasa Arab. Karena penguasaan  Bahasa Arab merupakan gerbang untuk memahami dan mempelajarinya, dan juga berbagai kitab Fiqh dari para ulama ahlus sunnah, insya Allah.

Alhamdulillah sampai saat ini Khansa merespon baik apa yg kami sampaikan. Dengan berbekal buku kosakata bahasa Arab terbitan HAS utk anak,  dia mulai menghafal satu persatu isi buku tersebut. Nama-nama hewan, anggota badan, transportasi, benda di rumah, nama tempat, profesi, warna, sudah mulai dimengerti sedikit demi sedikit. Khansa alhamdulillah semangat sekali sampai-sampai bukunya lecek karena hampir tiap hari dibuka, bahkan ketika mau tidur dia bawa buku itu dan minta belajar bahasa ayap hihi.. Mudah-mudahan semakin lama dia semakin mencintai Bahasa Arab.

Bismillah, smoga Allah membimbing dan memberi kemudahan pada kami. 53M4N64DH!

Bab 9 Durusul Lughoh

DARS/ PELAJARAN 9

Faidah bab 9:

 

1. Pd bab ini kt mempelajari ttg na’t dan man’ut.

 

* Na’t :  kata sifat, yaitu isim yang disebutkan utk menjelaskan tentang sifat dari isim yang sebelumnya

* Man’ut: isim yg disifati

na’at atau kata sifat dlm bhs arab disebutkan dg mengikuti isim yg disifatinya (man’ut dulu baru na’t)

 

misal:

– ﺑﻴﺖ ﺟﺪﻳﺪ  – baitun jadiidun (rumah baru) > baitun adl man’ut, jadiidun adl na’t

– ﺣﺪﻳﻘﺔ ﺟﻤﻴﻠﺔ – hadiiqotun jamiilatun (taman indah)  > hadiiqotun adl man’ut, jamiilatun adl na’t

 

2. Na’t atau kata sifat hrs mengikuti/menyesuaikan man’utnya dlm beberapa hal berikut ini:

 

a. Dlm hal i’rob/kedudukannya

jika man’utnya marfu’ maka na’tnya marfu’ (berakhiran dhommah),  begitu jg ketika manshub (berakhiran fathah), dan ketika majrur (berakhiran kasroh)

 

contoh:

– ﻫﺬﺍ ﺑﻴﺖ ﺟﺪﻳﺪ (haadzaa baitun jadiidun) >> ini rumah baru

– ﺃﻧﺎ ﻓﻲ ﺑﻴﺖ ﺟﺪﻳﺪ (anaa fii baitin jadiidin)  >> saya ada di rumah baru

– ﺇﺷﺘﺮﻳﺖ ﺑﻴﺘﺎ ﺟﺪﻳﺪﺍ (isytaroitu baitan jadiidan)  >> saya membeli rumah baru

 

 

 

b. dlm hal tadzkir dan ta’nits (mudzakkar dan muannats)

 

contoh:

– ﻫﺬﺍ ﻛﺘﺎﺏ ﻗﺪﻳﻢ (haadzaa kitaabun qodiimun)  >> ini buku lama

– ﻫﺬﻩ ﺳﻴﺎﺭﺓ ﻗﺪﻳﻤﺔ (haadzihi sayyaarotun qodiimatun)  >> ini mobil lama

 

c. Dlm hal ta’rif dan tankir (ma’rifah dan nakiroh)

 

contoh:

– ﻋﺒﺎﺱ ﻣﺪﺭﺱ ﺟﺪﻳﺪ (‘abbaasun mudarrisun jadiidun)  >> anbas adl guru baru

– ﺍﻟﻤﺪﺭﺱ ﺍﻟﺠﺪﻳﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﺼﻞ (al mudarrisu al jadiidu fil fashli) >> guru baru itu ada di kelas

 

 

d. Dlm hal ‘adat (bilangan), ifrod, tatsniyah, dan jama’ (tunggal, mutsanna/2, dan jamak)

 

contoh:

– ﺭﺟﻞ ﻣﺆﻣﻦ (rojulun mu’minun)  >> seorg laki2 mu’min

– ﺭﺟﻼﻥ ﻣﺆﻣﻨﺎﻥ (rojulaani mu’minaani)  >> 2 laki2 mu’min

– ﺭﺟﺎﻝ ﻣﺆﻣﻨﻮﻥ (rijaalun mu’minuuna)  >> para laki2 mu’min

 

3. Na’t / kata sifat yg berakhiran alif dan nun tdk boleh ditanwin

 

Contoh:

– ﻛﺴﻼﻥ (kaslaanu)  >> malas

– ﻏﻀﺒﺎﻥ (ghodhbaanu)  >> marah

– ﺟﻮﻋﺎﻥ (jau’aanu)  >> lapar

– ﻋﻄﺸﺎﻥ (‘athsyaanu)  >> haus

 

 

 

4. Kita mempelajari isim maushul (kata penghubung/kata sambung) ﺍﻟﺬﻯ.

 

Contoh:

– ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﺬﻱ ﺧﺮﺝ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﺗﺎﺟﺮ ﺷﻬﻴﺮ

(Ar rojulu alladzii khoroja minal masjidi taajirun syahiirun)  >> laki2 “yang” keluar dr masjid sekarang adl seorg pedagang terkenal

– ﺍﻟﺒﻴﺖ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ﻟﻸﺳﺘﺎﺫ

(Al baitu alladzii amaamal masjidi lil ustaadzi)  >> rumah “yang” berada di depan masjid itu adl milik ustadz

 

Catatan:

ﺍﻟﺬﻱ biasa diartikan “yang”, berfungsi menghubungkan kata/kalimat yg pertama dg yg setelahnya, shg lebih melengkapi maknanya.

 

 

5. Kita perhatikan, jika “li” digunakan pada isim ma’rifah (dg awalan “al”), maka alif pd “al” dibuang.

 

contoh:

– ﺍﻼﻣﺎﻡ  >  ﻟﻼﻣﺎﻡ  (al imaamu > lil imaami)

– ﺍﻟﻤﺪﺭﺱ  >  ﻟﻠﻤﺪﺭﺱ  (al mudarrisu  > lilmudarrisi)

 

6. Kita menemukan zhorof makan  (kata keterangan tempat) yaitu ﻋﻨﺪ (‘inda), bisa bermakna dengan/ di sisi/ bersama. Isim yg terletak setelahnya kedudukannya majrur (berakhiran kasroh).

contoh:

ﺍﻟﻤﺪﺭﺱ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﺪﻳﺮ (al mudarrisu ‘indal mudiiri)  >> guru itu bersama kepala sekolah

Durusul Lughoh Bab 7 dan Bab 8

(Pelajaran ke 7)

 

* Man haadzihi? > siapa ini?
haadzihi aaminatu > ini aminah

* wa man tilka? > dan siapa itu?
tilka faathimatu > itu fathimah

* haadzihi thobiibatun wa tilka mumarridhotun > ini dokter perempuan dan itu perawat perempuan
* haadzihi minal hindi wa tilka minal yaabaani > ini dari india dan itu dari jepang
* haadzihi thowiilatun wa tilka qoshiirotun > ini panjang dan itu pendek

* man haadzaa? > siapa ini?
Haadzaa haamidun > ini hamid

* wa man dzaalika? Dan siapa itu?
dzaalika ‘aliyyun > itu ali

* a-tilka dajjaajatun? Apakah itu ayam betina?
Laa, tilka baththotun > tidak/bukan, itu bebek

* maa tilka? > apa itu?
Tilka baidhotun > itu telur

* haadzihi sayyaarotul mudarrisi wa tilka sayyaarotul mudiiri > ini mobil pak guru dan itu mobil pak kepala sekolah

* a-saa’atu ‘abbaasin haadzihi? > apakah ini jam abbas?
Laa, haadzihi saa’atu haamidin wa tilka saa’atu ‘abbaasin > tdk/bukan, ini jam hamid dan itu jam abbas

* dzaalika diikun wa tilka dajjaajatun > itu ayam jantan dan itu ayam betina

Faidah pelajaran ke-7:

1. Pd bab ini kita mempelajari penggunaan kata tunjuk/ isim isyaroh ﺗﻠﻚ (tilka) , yang merupakan bentuk muannats dari ﺫﻟﻚ (dzaalika) yang artinya “ITU”.


2. Ada 2 macam isim isyaroh:

a. Isim isyaroh lil qoriib (kata tunjuk dekat/ini):

– haadzaa > utk mudzakkar

– haadzihi > utk muannats

b. Isim isyaroh lil ba’iid (kata tunjuk jauh/itu):

– dzaalika > utk mudzakkar

– tilka > utk muannats


3. Isim isyaroh diatas digunakan utk isim mufrod/tunggal yg ‘aqil (berakal) maupun ghoiru ‘aqil (tdk berakal)

Ad darsu atstsaaminu

Pelajaran ke-8

★ Haadzar-rojulu taajirun wa dzaalikar-rojulu thobiibun (Laki2 ini seorg pedagang dan laki2 itu seorg dokter)

★ Ismut-taajiri mahmuudun wasmuth-thobiibi sa’iidun (nama pedagang itu mahmud dan nama dokter itu sa’id)

★ haadzal baitu lit-taajiri wa dzaalikal-baitu lith-thobiibi (Rumah ini milik pedagang dan rumah itu milik dokter)

★ baitut-taajiri amaamal masjidi wa baituth-thobiibi kholfal madrosati (Rumah pedagang itu di depan masjid dan rumah dokter itu dibelakang sekolah)

★ li-man haadzihis-sayyaarotu wa li-man tilka? (Milik siapakah mobil ini dan milik siapa itu?)

★ haadzihis-sayyaarotu lith-thobiibi wa tilka lit-taajiri (Mobil ini milik dokter dan itu milik pedagang)

★ haadzihis-sayyaarotu minal yaabaani wa tilka min amriikaa (Mobil ini dari jepang dan itu dari amerika)

Faidah bab 8:

1. Pd bab terdahulu kita tlh belajar bgm mengatakan “ini buku” (ﻫﺬﺍ ﻛﺘﺎﺏ / haadzaa kitaabun). Skrg kita belajar mengatakan “buku ini” (ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ / haadzal kitaabu).

Kedua contoh diatas berbeda. Ini buku / haadzaa kitaabun adl sebuah kalimat. Sedangkan buku ini / haadzal kitabu bknlah kalimat, dia msh berupa frase yg blm lengkap.

Kalimat haadzaa kitaabun telah memberi faidah sempurna layaknya kalimat yg lengkap, yg memiliki subyek dan predikat. Sedangkan haadzal kitaabu msh menyisakan prtnyaan,

“buku ini….”.

Utk membuatnya mjd sebuah kalimat kita perlu menambahkan semcm sebuah predikat, misal:

ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﺟﺪﻳﺪ

(haadzal kitaabu jadiidun/ buku ini baru).

Pd bab ini kita mendapati beberapa contoh pemakaian isim isyaroh/kata tunjuk dengan model seperti ini.

Perhatikan:

ﻫﺬﺍ ﺭﺟﻞ  —  ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺮﺟﻞ

haadzaa rojulun  — haadzar-rojulu

(Ini seorg laki2 —  laki2 ini )

bedakan:

ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺮﺟﻞ  —  ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺗﺎﺟﺮ

Haadzar-rojulu — haadzar-rojulu taajirun

(Laki2 ini — laki2 ini seorg pedagang)

2. Kita menjumpai kata yg tadinya berakhiran “u” atau dhommah (kedudukannya marfu’), berubah menjadi berakhiran “i” atau kasroh (berkedudukan majrur), dg sebab berikut ini:

a. Diawali huruf jar

ﻟﻠﺘﺎﺟﺮ – littaajiri (milik pedagang)

ﻟﻠﻄﺒﻴﺐ – liththobiibi(milik dokter)

ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ – ﺍﻟﻄﺒﻴﺐ , ath thobiib dan attaajir majrur atau berakhiran kasroh krn diawali huruf jar “li”
b. Mjd mudhof ilaihi

ﺍﺳﻢ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ – ismut taajiri (nama pedagang itu)

ﺑﻴﺖ ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ – baitut taajiri (rumah pedagang itu)

ﺍﻟﺘﺎﺟﺮ,  at taajir berakhiran kasroh krn jd mudhof ilaih
c. Diawali zhorof (ﻇﺮﻑ)

ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ – amaamal masjidi (di depan masjid)

ﺧﻠﻒ ﺍﻟﻤﺪﺭﺳﺔ – kholfal madrosati (di blkg sekolah)

Amaama dan kholfa adalah zhorof, kata yg dibelakangnya (masjidi dan madrosati) majrur atau berakhiran kasroh karena zhorof membuat kata yg dimasukinya menjadi majrur.

Durusul Lughoh Bab 6

PELAJARAN KE  6

 

ﻫﺬﻩ (ini)

 Langsung terjemah, untuk arabnya dapat dilihat di kitab

# Ini anak laki2 hamid dan itu anak perempuan yasir.
Anak laki2 hamid duduk dan anak perempuan yasir berdiri

# siapa ini? Ini saudara perempuan sang insinyur.
Apakah dia juga seorang insinyur (permpuan)?
Tidak, dia seorang dokter (perempuan).

# mobil siapa ini? Ini mobil sang kepala sekolah

# apa ini? Ini setrika

# milik siapa ini? Ini milik kholid

# apakah ini sepeda (milik) anas? Tidak, ini sepeda (milik) ammar. (Sepeda) Ini baru. Dan sepeda anas lama

# ini jam (milik) ali. Dia (jam) bagus sekali

# ini sendok dan ini periuk. Sendok itu (ada) di dalam periuk

# ini sapi (milik) sang petani

# ini hidung dan ini mulut

# ini telinga dan ini mata

# ini tangan dan ini kaki


>> Faidah bab 6:

 1. Kita mempelajari salah satu isim isyaroh (kata tunjuk) dekat utk muannats, yaitu haidzihi (ﻫﺬﻩ). Hadzihi adl bentuk muannats (feminin) dr hadza, artinya “INI”. Diucapkan haadzihi, tp alif tdk disertakan dlm tulisan. Pemakaian kata tunjuk harus bersesuaian dlm hal mudzakkar muannatsnya. Hadza utk mudzakkar dan hadzihi utk muannats. Perkecualian ada, tapi ini pd bab tingkat lanjut, tidak dibahas disini.

 2. Isim yg mudzakkar bisa berubah menjadi muannats dengan menambahkan ta marbuthoh (ة) di akhir kata.

Seperti:

ﻣﻬﻨﺪس  –  ﺔﻬﻨﺪﺳﻣ

(Insinyur laki2 – insinyur perempuan)

ﺪﻳﺪﺟ  – ﺓ ﺪﻳﺪﺟ

(Baru, utk mudzakkar dan utk muannats yg pake ta marbuthoh)

 

3. Kata tertentu memiliki bentuk muannats yg khusus, seperti:

ﺇﺑﻦ  –  ﺑﻨﺖ

(Anak laki2 – anak perempuan)

ﺥﺃ  –  ﺖﺧﺃ

(Saudara laki2 – saudara perempuan)

 

4. Li adl huruf jar (kata depan) yg maknanya “milik” atau “untuk”, tergantung konteks kalimat.

– hadzihi li khoolidin (ini milik kholid)

– alhamdu lillah (segala puji untuk Alloh)

 

Sedangkan liman / ﻦﻤﻟ

Maknanya adl “milik siapa”.

ﺬﺍ  ﻟﻤﻦﻫ (Liman hadza?) >> milik siapa ini?

ﻟﻤﻦ ﺍﻟﻜﺘﺎﺑ؟  (Limanil kitaabu?)

Perhatikan,
Liman al kitaabu mjd limanil kitaabu, man berubah jd mani jika diikuti “al”, seperti pada contoh di atas. Ini dlm rangka takhfiif (meringankan ucapan).

5. jiddan artinya sangat, sedangkan aidhon artinya juga.

6. Lebih detilnya berikut penjelasan tentang isim muannats:

Isim muannats terbagi 2:

isim muannats haqiqi, secara haqiqi menunjukkan dia berjenis muannats. Misal: ummun, imroatun, ukhtun, hindun

isim muannats majazi, scr haqiqi bukan berjenis muannats, tapi dalam bhs arab dikategorikan masuk muannats, seperti: sabbuurotun, shuurotun

 

Tanda-tanda isim muannats:

# menerima ta marbuthoh, spt: faathimatu, imroatun, jamiilatun, muslimatun, dll

# nama wanita, semua masuk muannats meskipun tdk pakai ta marbuthoh, spt: hindun, zainab, dll

# sifat kewanitaan, spt: murdhi’un (yg mnyusui), haamilun (yg hamil)

# anggota badan yg jumlahnya dobel, spt: yadun, ‘ainun, rijlun, udzunun

# bbrp sifat yg mengikuti wazan (pola kata) tertentu, spt: kubro, sughro, hamroo-u, shofroo-u

# bbrp isim muannats yg tdk ada tandanya spt: jahannam, naar, syamsun, daar, ardhun, dll

 

>> Tambahan :

Dari segi bentuknya, Isim Muannats biasanya ditandai dengan adanya tiga jenis huruf di belakangnya yaitu:

 a) Ta Marbuthah ( ة ). Misalnya: فَاطِمَة (=Fathimah), مَدْرَسَة (=sekolah)

 b) Alif Maqshurah ( ى ). Misalnya: سَلْمَى (=Salma), حَلْوَى (=manisan)

 c) Alif Mamdudah ( اء ). Misalnya: أَسْمَاء (=Asma’),  سَمْرَاء (=pirang)

Namun adapula Isim Muannats yang tidak menggunakan tanda-tanda di atas. Misalnya: رِيْحٌ (= angin), نَفْسٌ (= jiwa, diri), شَمْسٌ (= matahari)

 Bahkan ada pula beberapa Isim Mudzakkar yang menggunakan Ta Marbuthah.
Contoh: حَمْزَة (= Hamzah), طَلْحَة (= Thalhah), مُعَاوِيَة (= Muawiyah) 


Benda Tunggal ataupun Tidak  Dilihat

Yaitu maksudnya benda yang walaupun suatu kata tersebut tidak diakhiri dengan tanda seperti yang disebutkan sebelumnya, namun jika jumlahnya adalah tunggal/satu-satunya di dunia ataupun benda tersebut tidak dapat terlihat oleh mata kita, maka ia digolongkan sebagai muannas.

Contohnya:

   – Angin = Riihun / رِيْحٌ

   – Jiwa  = Nafsun / نَفْسٌ

Durusul Lughoh Bab 5

(Pelajaran ke 5)

Terjemahan :  

* S: sa’id

   Y: yasir

S: apakah ini kitab muhammad wahai yasir?

Y: tidak, ini kitab hamid

S: dimana kitab muhammad?

Y: dia ada di atas meja sana

S: dimana buku tulis ammar?

Y: dia ada di atas meja pak guru

S: pena siapa ini wahai ali?

Y: ini pena pak guru

S: dimana tas pak guru?

Y: dia di bawah meja

 

Faidah bab 5:

1. Pd bab ini kita mempelajari mudhof dan mudhof ilaihi (frase sandar menyandarkan).

 

Misal:

kitaabu muhammadin (kitab muhammad)

kitaabu:  mudhof

muhammadin:  mudhof ilaihi

 

Ketentuan mudhof – mudhof ilaihi:

– mudhof tdk boleh ditanwin

– mudhof ilaih pasti majrur (berakhiran kasroh), bisa bertanwin bisa pula diawali “al”

– mudhof dan mudhof ilaih keduanya isim

 

Misal:

– kitaabu muhammadin

(Tdk blh kitaabun muhammadin > kitaabu ga blh ditanwin)

(Tidak boleh kitaabu muhammadun > hrs muhammadin bkn muhammadun)

 

Contoh yg pake “al”:

ﺑﻴﺖ ﺍﻟﻤﺪﻳﺮ >> baitu  al mudiiri (rumah kepala sekolah)

 

Makna yg trkandung dlm idhofah:

– makna min (ﻣﻦ) = dari

Misal: ﺧﺎﺗﻢ ﺣﺪﻳﺪ (khootamu hadiidin = cincin besi), maknanya cincin dari besi

– makna li (ل) = milik

misal: ﺑﻴﺖ ﺣﺎﻣﺪ

(Baitu haamidin = rumah hamid), maknanya rumah milik hamid

– makna fii (ﻓﻲ) = didlm

misal: ﻋﺬﺍﺏ ﺍﻟﻘﺒﺮ

(‘Adzaabul qobri = adzab kubur), maknanya adzab di dlm kubur.

 

2. Kita mengenal dhorof makaan (kata keterangan tempat), dhorof yg kita temui adalah tahta (di bwh). Kata benda yg mengikuti tahta berada dlm posisi majrur (berakhiran kasroh).

spt dlm hiwar:

tahta al maktabi (di bwh meja) >> tdk blh tahta al maktabu

 

Kita mempelajari huruf nida (kata panggilan atau kata seruan). Yaitu “yaa”.

misal:

yaa yaasiru

yaa ahmadu

(Tanpa ditanwin)

 

Isim setelah huruf nida disebut munada (yg dipanggil).

 

Faidah tambahan terkait munada:

 

# jika munadanya adalah isim ‘alam (nama) satu kata seperti yasir, hamid, maka munada marfu’ atau didhommah dan tdk ditanwin (spt pd hiwar/percakapan di atas)

– yaa yaasiru

– yaa haamidu

 

# jika munadanya jadi mudhof, maka munada manshub atau difathah

misal:

– yaa ‘abdallohi (bkn yaa ‘abdullohi)

 

# jika huruf nidanya pakai yaa ayyuhaa atau yaa ayyatuhaa, maka munadanya marfu’ atau didhommah jg.

misal:

– yaa ayyuhannaasu

– yaa ayyatuhal muslimaatu

(Bkn yaa ayyuhannasa/i, bkn yaa ayyatuhal muslimaata/i)

Allohu a’lam bish showab