Lava Tour Merapi

Mumpung masih fresh baru kemarin pagi perjalanan dilakukan, hari ini mau sharing tentang pengalaman ikut lava tour gunung Merapi di Yogyakarta.

Qoddarulloh akhir tahun ada acara keluarga besar suami yaitu piknik ke Yogyakarta dan sekitarnya. Salah satu jadwalnya yaitu ikut Lava Tour Merapi.

Hari Ahad tanggal 31 Desember 2018 kami berangkat dari tempat menginap yaitu wisma MM UGM pukul 05.00 menuju daerah Kaliurang, tempat diadakannya kegiatan lava tour. Sampai di basecamp penyelenggara lava tour kurang lebih pukul 05.45. Sepanjang perjalanan mendekati daerah Kaliurang banyak pilihan pengelola lavatour, silakan dipilih mau yang mana. 

Dari basecamp disediakan 8 jeep, dengan masing-masing jeep max ditempati 4 orang dewasa. 

Walaupun berangkat pukul 06.00 menuju Merapi tapi angin cukup dingin dan lumayan kencang, jadi jangan lupa memakai baju lengan panjang/jaket. Maklum naiknya jeep terbuka.

Ini adalah pemandangan kiri kanan jalan menuju ke atas..

Ketika semakin mendekati lereng Merapi jalan sudah berubah bentuk, tidak semulus gambar di atas. Jalannya berbatu-batu dan berlubang, cukup membuat kita ajrut-ajrutan ala off road. Maaf ngga sempat motret jalurnya, terlalu sibuk pegangan jeep biar ngga terlempar haha lebay.. buat yang lagi hamil sebaiknya jangan ikut lavatour dulu yaa. Anak kecil boleh ikut, tapi kalau saya sarankan yang usia 4-5 tahun ke atas, kemudian nanti pesan ke supirnya jangan terlalu ekstrim nyetirnya hehe..

Alhamdulillah jeep akhirnya sampai dengan selamat, berjarak 4 km dari gunung Merapi, dan inilah pemandangan yang kami dapatkan.. Maasya Allah..

Masih kurang? ini dia view ke arah bawah.. maasya Allah..

Sampai sini ternyata perjalanan ternyata belum berakhir, masih berlanjut melihat batu alien (batu besar yang katanya menyerupai pahatan wajah manusia), museum harta peninggalanku (berisi barang-barang peninggalan penduduk ketika letusan Gunung Merapi), dan terakhir main air di Sungai Kuning. 

Naah..main di Sungai Kuning ini seru juga. Jeep dipacu agak kencang menyibak air Sungai Kuning (maaf juga ngga sempat motret, lagi-lagi sibuk pegangan jeep). Penumpang bagian depan lumayan basah , apalagi kalau drivernya berulang-ulang muterin sungai. Saya duduk bagian belakang alhamdulillah kering dan aman hehe.. Waktu itu jeep kami cukup sekali putar saja karena Khansa menolak untuk berbasah-basah lagi (dia duduk bagian depan sama ayahnya).

Alhamdulillah perjalanan usai. Sampai di basecamp jam 09.00, langsung cuss menuju penginapan untuk sarapan dan istirahat.

Begitulah sekilas tentang perjalanan kami mengikuti lavatour Merapi. Bagi yang hendak ikut, selain persiapan fisik jangan lupa disiapkan juga baju ganti (buat jaga-jaga kalau kebasahan di sungai), masker (menghindari debu dan angin), kacamata hitam (silauu men), dan topi (terutama yang ikut jadwal siang). 

Advertisements

Help Others=Help Yourself (2)

Menolong orang lain sama saja dengan menolong diri sendiri. Mungkin banyak yang sudah pernah mengalaminya, demikan juga dengan saya. Salah satu pengalaman saya tertulis disini. Bahwa ketika kita mempermudah urusan orang lain, maka Allah pun mempermudah urusan kita.

Dulu kisah ini pernah saya publish di facebook Bulan Maret tahun 2015, karena sekarang fb saya sudah non-aktif (semoga istiqomah hehe..) maka saya simpan di blog ini sebagai pengingat diri sendiri.

Sebuah kisah yang  mengajarkan kita supaya tidak menjadi manusia egois yang hanya memikirkan kepentingan dan kebahagiaan diri sendiri.

Tersebutlah cerita dari salah seorang ummahat di grup whatsapp yang saya ikuti yaitu Ummu Abdillah yang saat ini sedang bermukim di Riyadh. Ini adalah kisah dari teman suami ummu Abdillah, sebut saja Fulan.

Fulan berasal dari Nigeria, dia tidak mempunyai banyak uang ketika sedang menjadi seorang mahasiswa di sebuah Universitas di Arab Saudi karena dia juga harus membiayai adiknya yang sedang kuliah kedokteran di Nigeria. Akan tetapi dia mempunyai mobil butut (di Arab Saudi mempunyai mobil itu wajib, kata Ummu Abdillah).

Nah, dengan mobil bututnya tersebut dia selalu mengantar teman-temannya yang belum mempunyai mobil. Si Fulan bilang, dia tidak bisa menolong orang dengan uang/harta tapi dia bisa menolong dengan tenaga. Orangnya juga selalu tangan terbuka ketika diminta tolong. Pernah suatu ketika Ummu Abdillah ditinggal suaminya ke Jeddah selama seminggu dan suaminya lupa membeli beberapa barang kebutuhan. Suami Ummu Abdillah lalu menghubungi Fulan dan meminta tolong, dan Fulan kemudian langsung belanja. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Ummu Abdillah, ketika dibuka tidak ada orang, tapi ada barang belanjaan. Continue reading

Mengapa Deactivate Akun Facebook?

Sudah seminggu ini terbersit niat untuk menon-aktifkan akun facebook zeatoys yang in sya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Untuk yang akun pribadi malah sudah deaktif lama. Sebelumnya saya sudah woro-woro di wall untuk link media sosial Zeatoys lainnya agar customer bisa tetap keep in touch dengan Zea.

Mengapa saya sampai berkeinginan demikian?

Padahal keuntungan dari membuka lapak di facebook cukup banyak. Bisa dikatakan -bi idznillah- Zeatoys besar melalui facebook. Dimulai dari bergabung dengan emak-emak pemilik usaha di grup ReOs (Recommended Online Shop) sehingga saya bisa membangun koneksi dengan sesama pedagang, kemudian berkembang dengan adanya grup reseller dan marketer Zeatoys di facebook yang sampai saat ini mempunyai anggota yang cukup banyak. Selain itu juga fanpage Zona Edukasi Anak yang awalnya beberapa orang follower, alhamdulillah sekarang sudah 16 ribuan. Belum lagi ketika membuka barang-barang PO (Pre Order) yang paling banyak terjaring adalah melalui facebook. Plus, saya bisa belajar dari status teman-teman saya dalam pengelolaan usaha mereka masing-masing.

Nah, dengan sedemikian banyak manfaat yang saya peroleh dari facebook kok mau deaktif?

Ini adalah masalah pilihan dan tentu saja berbeda-beda tiap orang. Dalam hal ini alasan utama saya adalah waktu yang terbuang. Ketika saya sedang menyisir lini masa (newsfeed) bisa memakan waktu lama. Mulai dari membaca status emak-emak (entah tentang keluarga, usaha, kesehatan, dsb), sengaja ataupun tidak melihat video yang bersliweran (tentang resep, parenting, dll), membaca berita-berita yang dishare, belum lagi membaca postingan di grup (entah grup masak, jual beli atau lainnya). Bagi emak-emak seperti saya, pekerjaan rumah kadangkala jadi tertunda ketika dalam masa penyisiran tersebut. Misalnya nih selesai mencuci baju jam 07.00 pagi, untuk menjemur bisa-bisa baru dilakukan jam 09.00 kalau pegang hp dulu.

Continue reading

Kampung Agro Krapyak Semarang

Suatu hari suami saya sedang membuka web kampung agro krapyak, yaitu salah satu kampung tematik yang ada di Semarang. Qoddarulloh yang terpilih menjadi kampung agro adalah tempat dimana saya tinggal dan dibesarkan yaitu wilayah Krapyak di kota kesayangan, Semarang.

Kemudian suami berkomentar kurang lebih begini, “Bener ngga sih sekarang gangnya jadi begini?”, sambil melihat gambar yang ada di web tersebut.

Naah.. untuk menuntaskan rasa penasaran suami, maka pada akhir Maret 2017 yang lalu ketika saya sedang menengok adik di Jogja kemudian lanjut pulkam ke Semarang (suami hanya mengantar sampai Jogja), saya fotokan kondisi terkini dari gang tempat tinggal kedua orangtua saya.

Niih paksu gambarnya.. maasya Allah yaa.. we see the power of eyangs here hihi.. Memang kebanyakan yang bermukim disini sekarang adalah eyang-eyang (termasuk kedua orangtua saya). Terdapat Gabungan Kelompok Tani (saat ini diketuai oleh ibu saya) yang mengkoordinir pelaksanaan dan penanaman di wilayah RW 7 Kelurahan Krapyak Semarang Barat sehingga menjadi asri seperti ini.

Thumbs up buat para eyang disana!

Lingkungan menjadi ijo royo-royo dan adem dipandang mata.

                      Kampung Agro Semarang

                      Kampung Agro Semarang

                Kampung Agro Krapyak Semarang

Niih.. pagar rumah orangtua saya, bahkan untuk memaksimalkan lahan yang ada maka pagarpun bisa menjadi tempat menanam sayur.. good idea buat yang lahannya terbatas yah..

Ingin berkunjung ke kampung tematik agro Semarang? monggoo.. langsung cuss ke kelurahan Krapyak, khususnya RW 7. Disana juga terdapat penjualan aneka bibit dan aneka tanaman.

Liburan ke Bandung

Pada tanggal 25 Desember 2016 yang lalu, kami sekeluarga bersama bapak ibu dan adik-adik Abu Khansa pergi berlibur bersama ke daerah Bandung.

Berangkat dari rumah Om di Bekasi pukul 07.00, sampai di daerah Cikole, Lembang sekitar pukul 11.00. Kami mampir di Grafika, Cikole. Tiket masuk 15.000/ orang. Tiket bisa ditukar light meal yaitu pisang goreng atau mendoan, atau dapat juga digunakan untuk masuk ke kebun strawberry, naik ATV, dan flying fox (pilih salah satu).

Sementara kami menikmati santapan dan teh hangat di saung yang telah disediakan, Khonsa bersemangat naik rumah pohon dan ber-out bond ria. Tiket outbond anak 50.000, termasuk mendapat segelas juice strawberry.

Lumayan menantang outbond untuk anak tersebut. Ada meniti jembatan (tali jala), meniti jembatan potongan kayu, meniti tali, panjat tebing mini, flying fox, dan lain-lain.

Saya tadinya mengira Khansa akan kesulitan, tapi ternyata bi idznillah dia bisa melewatinya tanpa kendala. Hmm.. at that moment I realized, there’s me inside her haha..

Perjalanan dilanjutkan ke Farm House. Macetnyaa..warbyasak.. 3 jam perjalanan dalam jarak 3 km. Sebelum sampai Farm House mampir dulu di warung jagung bakar/sate yang banyak berdiri di sepanjang jalan. Harga jagung bakar 8.000/buah. Sekalian isi perut makan siang dengan perbekalan yang kami bawa dari rumah.  Pukul 16.30 kami baru sampai ke Farm House, daan.. rame sekale pemirsah. Tempat parkir dalam sudah penuh sehingga terpaksa kami parkir di luar (banyak yang menyediakan lahan parkir), dengan biaya 25.000/ mobil.

Sampai di dalam, membeli tiket seharga 15.000/ orang. Tiket dapat ditukar segelas susu segar, atau sepaket susu kemasan kecil (isi 3 botol).

Apa saja yang ada di dalam Farm House?

Ada rumah Hobbit, dimana di dalamnya menjual aneka gift dan handicraft.

Di dekat rumah Hobbit tersebut ada Taman dengan gerbang love.

Arena yang menjadi favorit Khansa yaitu Petting Zoo. Di tempat tersebut kita bisa memberi makan hewan dengan membeli terlebih dahulu wortel (untuk memberi makan domba) dan sebotol susu (untuk memberi minum anak sapi). Dombanya maasya Allah gemuk, putih, dan bersih..serta nggragas-nggragas haha.. Ngga bisa lihat wortel diacungkan di depan mereka, langsung deh diserbu. Sesudah memberi makan domba kemudian memberi minum susu dalam dot untuk anak-anak sapi. Anak-anak sapi itu juga bersih-bersih serta lahap juga menghabiskan susunya. Selain itu ada juga kandang kelinci dan burung. Kids love it!

Selain itu juga terdapat beberapa bangunan dengan arsitektur menarik yang menjual berbagai makanan atau pernak-pernik, serta beberapa caravan tempat menjual berbagai merchandise.

Di bagian atas ada tempat makan terbuka dengan dihiasi taman-taman bunga.

Di sana pengunjung juga bisa menyewa pakaian ala Holland (saya tidak tahu berapa harga sewanya) dan dipakai berkeliling Farm House.

Setelah capek berkeliling area Farm House, ba’da Maghrib kami pun meninggalkan Lembang menuju kota Bandung. Mampir makan sebentar di RM Ampera kemudian langsung cuss ke penginapan Pele Backpacker House di daerah Cihampelas yang sudah kami pesan sebelumnya via Traveloka.

Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan dengan keliling Bandung. Kami ke Kartika Sari lebih dahulu untuk membeli bolen dan oleh-oleh, kemudian lanjut ke lapangan Masjid Raya Kota Bandung. Ceritanya adik ipar ingin mendatangi landmark kota Bandung yang satu ini, dan merasakan serunya main di rumput sintetis yang ijo royo-royo di lapangan Masjid. Khansa seperti biasa, menyalurkan energi dengan berlari-lari di lapangan.

Perjalanan dilanjutkan ke Rumah Mode. Sementara adik ipar dan ibu berkeliling, saya, suami, dan Khansa “bertapa” di playground Rumah Mode. Khansa puas main-main di sana selama kurang lebih satu jam. Tiket masuk 35.000/anak, pengantar diperbolehkan masuk.

Beranjak dari Rumah Mode, kami lanjutkan perjalanan untuk pulang ke Bogor. Tadinya sempat ada rencana untuk naik lagi ke Lembang dan mampir ke Dusun Bambu, tapi melihat kemacetan arah Lembang akhirnya rencana itu secara bulat dibatalkan hehe..

Alhamdulillah perjalanan pulang lancar dan selamat sampai di rumah. Mudah-mudahan lain waktu ada rizki bisa kembali menjelajah Bandung dan sekitarnya (bapakne Khansa sing mumet hihi..)

#preinan

 

Teruslah Bergerak dalam Panggung yang Sederhana

#latepost

Ini adalah panggung sederhana yang dibuat oleh pengurus TK Anshorussunnah, ketika acara kelulusan dan pembagian raport anak-anak pada tanggal 19 Juni 2016 yang lalu.

doc pribadi TK Anshorussunnah

doc pribadi TK Anshorussunnah

Ya, ini bukanlah panggung megah pada umumnya yang penuh dengan dekorasi warna warni. Ini hanyalah panggung sederhana, yang dibuat dari susunan meja-meja yang selama ini untuk sarana belajar anak.

Tapi walaupun sederhana, anak-anak tampak senang melihat panggung tersebut. Hiasan dekor balon, kertas krep dan pita cukup membuat mereka bahagia. Tak sabar menunggu giliran untuk naik ke atasnya.

Pun apa yang mereka pentaskan bukanlah tarian dan nyanyian, jauh dari hingar bingar suara musik dan lagu. Pentas mereka pun sederhana. Bersama-sama membaca beberapa surat dalam Al Qur’an yang sudah mereka hafal, beberapa hadits arba’in, praktek wudhu dan Bahasa Arab (hafalan mufrodat).

Teruslah bergerak anak-anakku sayang, walaupun dalam panggung yang sederhana. Yang terpenting adalah adab dan akhlakmu, dan bagaimana engkau memahami serta mengamalkan Al Qu’ran dan Assunnah.

Sekolah kita masih sederhana, mainanpun apa adanya. Tapi semangat kalian untuk belajar dengan menyesuaikan usia kalian, itu adalah salah satu berkah dan karunia dari Allah. Tanam dan pupuklah semangat dan kecintaan untuk menuntut ilmu, terlebih ilmu agama yang akan menjadi pegangan kalian dalam mengarungi hidup.

Teruslah bergerak dalam nafas Islam, dengan berdasar Al Qur’an dan Assunnah.

 

Kecil-Kecil Ikut Ta’lim

bannerilmuBeberapa waktu lalu ketika sedang ngobrol usai sekolah di TK Anshorussunnah, salah seorang ummahat bercerita bahwa ada seorang anak SMP yang rajin mengikuti ta’lim/ kajian di masjid Arrahman Bogor yang dilaksanakan pada hari Sabtu jam 16.00 dan Ahad jam 10.00.  Maasya Allah.. kalau anak tersebut sekolah di pondok atau SMP IT saya tidak begitu heran, akan tetapi dia bersekolah di sekolah negeri yang notabene pengajaran bidang agama tidak sedalam sekolah IT ataupun pondok.

Amazingnya lagi, tidak hanya sendiri, tapi saat ini anak tersebut bisa mengajak salah seorang gurunya dan ibunya untuk mengikuti ta’lim. Menuntut ilmu agama sesuai Al Qur’an dan Assunnah. Maasya Allah.. barokallohufiih..

Mendengar hal tersebut saya lalu flashback, mengingat kembali di masa-masa saya belajar di bangku SMP, kegiatan apa yang dulu saya ikuti?haduuh.. *malu* jauh banget dari kata ikut ta’lim. Ikutnya kegiatan-kegiatan organisasi non-agama. Baru ketika kuliah saja saya ikut ROHIS Fakultas, itupun tidak ada materi yang nyantol di kepala karena memang kurang ada kajian yang terkait pendalaman agama, misal bagaimana tata cara wudhu, sholat, zakat, dll yang sesuai dengan Al Qur’an dan Assunnah. Continue reading