Resep Bola-Bola Susu

Hari ini saya dan Khansa membuat bola-bola susu. Sebenarnya sudah lama dia request ingin membuat snack yang satu ini.

Tadinya Khansa membuat bola-bola susu di sekolah ketika kegiatan cooking class bersama guru dan teman-temannya di TKQ Anshorussunnah, kemudian dia minta dibuatkan lagi di rumah. Qoddarullah hari ini baru sempat. Yah, sambil isi waktu daripada  dia bombardir pesan whatsapp ke bapaknya terus untuk diminta pulang dari dinas hihi..

Bola-bola susu ini bahannya mudah didapat, cara membuatnya mudah, ngga perlu oven atau kukusan, cuma modal wajan saja untuk sangrai tepung. Pokoknya yang simple-simple saya suka hehe..

Tugas Khansa yang pertama yaitu membeli bahan-bahan kue di toko yang agak dekat dengan rumah kami. Dua kali dia bolak-balik karena yang pertama tepungnya kurang sehingga adonannya lengket, jadi dia kembali lagi untuk membeli tepung tapioka.

Ini dia bahan-bahan yang diperlukan (foto saya ambil dari file TKQ Anshorussunnah karena ngga sempat foto bahannya) :

Continue reading

Soto Kuah Kuning

Sudah lama ngga posting resep masakan, karena memang ngga ada yang baru dalam hal masak memasak.. kuwa kuwi bae hehe..

Hari Senin yang lalu saya mencoba membuat soto ala tetangga saya – Bu Tris- yang seringkali mengirimi saya soto dan cucok di lidah saya :)

Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan walopun waktu membuatnya cukup ngebut karena waktu memasak berkejaran dengan jadwal bobok siang Khansa, karena kalo Khansa bangun dia suka banget “mbantuin” ibunya masak :D

Sebagai emak-emak yang pengen satu masakan bisa dinikmati semua, termasuk genduk Khansa, maka soto adalah salah satu pilihan diantara beberapa masakan lain seperti sop, sayur bayam, ca sayur dan semur

Ini dia resepnya :

SOTO KUAH KUNING

Bahan :

  • Daging Ayam
  • Taoge
  • Daun bawang
  • Daun salam
  • Daun jeruk
  • Laos
  • Sere

Bumbu dihaluskan :

  • Jahe
  • Kunyit
  • Lada
  • Kemiri
  • Bawang Merah
  • Bawang Putih

Cara memasak :

  1. Rebus daging ayam dalam air hingga keluar kaldunya
  2. Tumis bumbu yang dihaluskan, ketika sudah layu dan baunya wangi masukkan daun salam, daun jeruk, sere dan laos
  3. Masukkan bumbu yang dihaluskan bersama daun salam, daun jeruk, sere dan laos ke dalam panci berisi rebusan daging ayam
  4. Tambahkan gula dan garam (plus kaldu ayam jika suka)
  5. Ketika rasa kuah sudah wenak, masukkan taoge dan daun bawang, diamkan sebentar, kemudian matikan kompor.
  6. Di lain pihak (halah), celup bihun dengan air panas, pisahkan dalam satu mangkok (jangan dijadikan satu dengan kuah)
  7. Untuk sambalnya bisa uleg cabe rawit merah, tambahkan gula dan garam
  8. Walaaa.. soto kuah kuning siap disantap..  sebagai tambahan lauk bisa disajikan dengan tempe hangat, telur rebus, dan kerupuk..ladziiiz :D

NB : takaran bumbu sak karepe xixixi…

Maap tidak ada poto, karena pas udah ditata mau dipoto eh malah diublek-ublek sama zauji -_-‘

Resep MPASI : Bubur Kentang

bubur kentang

Alhamdulillah proses MPASI Khansa sudah berjalan kurleb 4 bulan, dan untuk masalah maemnya Khansa saya sudah ngga seketat dulu lagi. Pemberian makana yang bergula ataupun bergaram sudah mulai sedikiiit.. demi sedikiiit.. saya perbolehkan. Kalo saya lagi makan roti, biskuit ataupun sayur berkuah biasanya sambil saya suapkan ke Khansa. Kalo saya rasa kandungan garam or gula pada makanan tersebut berlebih ya paling cuma sesuap dua suap aja.

Resep yang mau saya share ini sebenernya udah luamaa sekali mulai saya praktekkan yaitu ketika Khansa usia 7 bulan. Tapi sampe saat ini masih sering saya bikin, walopun spertinya Khansa udah mulai bosan dengan tema lembek-lembek hehe.. Yup, Khansa udah bisa maem nasi utuh tanpa disaring. Kemarin saya suapin nasi dengan sedikit kuah sayur asem dia enjoy memakannya. Kayaknya siy dia enjoy maem apa aja. Apa karena waktu hamilnya dia saya juga blang bleng apa aja diuntal ya?haha..

Pertama mbuat bubur kentang di rumah tante di Cibubur. Waktu itu tante lagi ada arisan n mau bikin sup iga. Saya pakai kuah kaldu supnya sebagai salah satu bahan pembuatan bubur Khansa. Tapi kalo menurut primbon siy katanya protein hewani mulai diberikan ketika bayi 8 bulan hehe.. maaf emak-emak agak ndableg :))

Oya, FYI.. untuk MPASI Khansa memang sehari-hari saya buat sendiri, ngga pake bubur instant. Mengapa?ada beberapa faktor, antara lain kandungan garam yg ada pada bubur instant dapat memperberat kerja ginjal si kecil, kandungan gulanya dikhawatirkan bisa mengakibatkan kerusakan gigi, bahan pengawet yang ada dalam kemasan bubur instant, dan juga berkurangnya nutrisi yang ada karena proses pembuatannya. CMIIW yaa :) . Tapi kalo ada ibu-ibu yg memberikan bubur instant ya monggo, kembali pada pilihan masing-masing. Insya Allah semua orangtua memilihkan yang terbaik untuk anaknya :) Continue reading

Gule Kambing

gule mbeek

Idul Adha yang lalu alhamdulillah kami mendapatkan daging kambing yang lumayan banyak. Ketika saya tanyakan ke zauji, pengen dimasak apa? zauji bilang “gule”.. doeenng.. mikir deh gimana resepnya, lha wong ngga pernah bikin gule. Kalo seng tong siy pernah seperti yang saya tuliskan resep di sini hasil contekan ke ummu shofi :)

Akhirnya saya browsing dan menemukan resep gule kambiang di sini , usai ngapalin resep mulai deh berperang dengan daging segedhe gaban yang harus dipotong kecil-kecil. Lumayanlah, tergores di jempol dikit.. dikit siih, mung perihe rak njamak.. lha wong pisone segedhe sarivan (masih inget kan?gaban,sarivan,gogle V? kalo ngga inget berarti ngga sejaman ama saya hihi.. wis tuwek).

Alhamdulillah di warung udah ada bumbu gule sachet, emang siy ngga dalam bentuk bubuk ataupun cair, tapi masih dalam bentuk utuhan. Di dalamnya ada ketumbar, jinten, dan teman-teman. Kalo saya lihat  sudah mewakili bumbu yang ada dalam resep.

Sesudah berkutat dengan iris mengiris daging, meres santan klapa (dipisahkan santan kental dan cair), merebus cabe, memblender bumbu dan mengulegnya dikit supaya haluz, kemudian memasak daging hingga empyuk yang memakan waktu hampir sejam (enak kali ya kalo ada panci prestoh), akhirnya jadi juga gule kambing ala chep markochep (btw kuningnya kok jadi berkilauan begindang ya?)

gule mbeek

Ini resepnya, monggo dimodif sendiri :)

Bahan:
2 sendok makan minyak goreng
2 batang serai, memarkan
5 lembar daun salam
4 lembar daun kunyit >> skip, ngga ada
1 kg daging kambing, potong-potong
2 liter santan dari 2 butir kelapa
Bawang goreng untuk taburan

Bumbu Halus:
200 gr cabai merah, rebus
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 cm jahe
4 cm kunyit
½ sdt jinten
1 sdt ketumbar
Garam secukupnya

Cara Membuat Resep Masakan Gulai Daging Kambing:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, daun salam, daun kunyit hingga harum
2. Masukkan daging kambing, masak hingga setengah matang
3. Tuang santan aduk rata. Masak hingga daging empuk. Angkat, sajikan dengan taburan bawang goreng

Asem-Asem Daging

Hari Selasa yang lalu, mumpung liburan saya masak asem-asem daging stelah luamaaa ngga masak itu hehe.. Pengen masak lagi lha wis kayaknya pengen yang seger-seger, lagipula bahannya mudah didapat dan masaknya tinggal cemplang cemplung alias ngga ribet *dasar ngga mo repot* ;p

Alhamdulillah waktu itu masaknya lumayan banyak, soalnya pas magrib teman zauji datang bersama istrinya untuk nengok Khansa dan kita aturi makan malam bareng. Ngga tau deh rasane piye. Yang penting waktu makan tamunya diajak ngobrol biar ngga begitu merhatiin rasanya haha.. *curang sitik*

Oks dah.. ini dia resep asem-asem daging ala.. kadarnya :D

Bahan :

  • 500 gram Daging (skengkel)
  • Buncis
  • Tomat hijau

Bumbu :

  • Bawang merah, iris tipis
  • Bawang putih, iris tipis
  • Cabe merah besar, iris bulat
  • Cabe hijau besar, iris bulat
  • Garam
  • Gula
  • Gula jawa
  • Air asam jawa
  • Daun salam
  • Laos
  • Kecap

Cara memasak :

  1. Potong daging kecil-kecil bentuk dadu lalu direbus.
  2. Tumis bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe hijau, daun salam, laos hingga layu.
  3. Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan daging.
  4. Tambahkan gula, garam, air asam jawa, gula jawa dan kecap secukupnya ke dalam panci.
  5. Kalau daging sudah empuk, masukkan buncis dan tomat hijau.
  6. Masak hingga matang.
  7. Asem-asem daging siap dihidangkan.

Untuk takaran bumbu silakan sesukanya karena saya juga masaknya (lagi-lagi) hanya pake feeling :D

Ngopor Ayam

Opor ayam

Hari Minggu yang lalu rencananya saya pengen bikin ayam bakar. Bumbunya pake bacem aja, sekalian masukin sama tempe dan tahu, habis itu ayamnya dipanggang. Berhubung zauji lebih suka ayam kampung ato pejantan daripada ayam potong, maka Minggu pagi kami sekeluarga berencana untuk belanja di pasar tiban dekat gerbang perumahan yang menjual ayam pejantan. Qodarullah ketika baru jalan kaki 50meteran sudah gerimis mengundang. Akhirnya kami putuskan untuk pulang karena kasihan dengan Khansa (mana payungnya cuma satu, nyumplik lagi). Lagipula ternyata Khansa baru digendong udah bobok nyenyak, efek bangun jam 4 hehe.. Kemudian zauji yang keluar sendiri untuk membeli ayam, sedangkan saya di rumah menjaga Khansa plus nyiapin sarapan.

Setelah zauji pulang saya tanya lagi, pengen dibikin apa ayamnya? zauji bilang pengen opor. Welah, padahal sudah saya siapin tempe dan tahu beserta bumbunya. Ya wis, dalam rangka membahagiakan suami (tjieeeh..) akhirnya untuk pertama kalinya saya bikin opor ayam. Hihi.. padahal udah dua tahun 5 bulan nikah tapi belum pernah mbikinin opor. Lha wis gimana, opor kan identik dengan Lebaran, sedangkan waktu itu kami pulkam dan lebih enak masakan ummi dan ibu daripada saya donk *halah ngeles..*

Setelah buka-buka kamus catatan dari ummi, inilah resep opor ayam ala kadarnya dengan bumbu “secukupnya” alias cuma perkiraan. Hasilnya, alhamdulillah ngga mengecewakan.. bagi saya hihi..

Bahan :

  • 1 ekor ayam pejantan
  • santan (saya memakai kara ukuran kecil 2 buah *dasar ngga mau repot ;p)

Bumbu :

  • Bawang Merah
  • Bawang putih
  • Ketumbar
  • Merica
  • Kemiri
  • Jinten
  • Kunyit
  • Sere
  • Daun salam
  • Daun jeruk
  • Laos
  • Gula
  • Garam

Cara memasak :

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, merica (saya pake merica bubuk), ketumbar, jinten, kunyit kemudian tumis dalam wajan bersama dengan  daun salam, daun jeruk, dan laos
  2. Rebus ayam dalam panci hingga empuk
  3. Masukkan bumbu yang sudah ditumis ke dalam panci berisi rebusan ayam
  4. Tambahkan gula dan garam
  5. Masukkan santan kara ke dalam panci, aduk hingga matang
  6. Tambahkan bawang goreng jika suka
  7. Opor ayam siap disantap

Wingko Babat

Hari ini ummi mencoba resep baru yaitu wingko babat, nyontek dari tante Uti yang waktu acara khitbah sodara saya beberapa waktu lalu membawa wingko babat buatan sendiri. Bahan-bahannya sederhana dan cara membuatnya juga ngga rumit.

Ummi yang bagian meramu adonan, sedangkan saya cukup bagian pembakaran aja :D . Setelah wingkonya jadi alhamdulillah rasanya ladziiz, Insya Allah ngga kalah ama wingko babat yang dijual di kota asal saya, Semarang. (hiks.. kangen kuliner Semarang). Wingkonya empuk, rasanya juga manis gurih.. cocok buat temen minum teh ato kupi :) Alhamdulillah selama ummi menemani saya ada beberapa resep makanan yang saya pelajari. Moga-moga siy ngga males untuk mempraktekkannya lagi hehe..

Ini dia resepnya :

Bahan :

  • 250 gram tepung ketan
  • 2 butir kelapa parut (kelapanya yang agak muda)
  • 1/2 kilogram gula pasir
  • 1 sendok teh garam

Cara membuat :

  1. Campur semua adonan dalam satu wadah, uleni.
  2. Bentuk adonan bulat-bulat.
  3. Masukkan adonan yang sudah berbentuk bulat ke dalam wajan/teflon ato tempat panggangan lain (saya memakai happy call).
  4. Tekan adonan hingga menjadi agak pipih (jangan terlalu pipih supaya wingko ngga terlalu keras).
  5. Bolak balik wingko ketika sudah berwarna kecoklatan.
  6. Wingko babat enyak siap disantap! 

Selamat mencoba ^_^