Masih Menunggu…

Na’am… masih menunggu kelahiran si kecil. Keluarga dari Semarang juga masih mendampingi saya hampir seminggu ini.

Perkiraan dokter yang Insya Allah akan ada mules spontan dari waktu kontrol sabtu yang lalu belum terjadi. Padahal saya sudah berusaha tiap hari jalan-jalan ditemani zauji, dan kadang bersama abi serta dua krucil kakak saya (salma dan mila). Biasanya kalo jalan pagi skalian belanja sayur di dekat gerbang komplek (sekarang lumayan rajin belanja soalnya hampir tiap hari ummi masak, saya mah kerjaan yang ringan-ringan aja.. bikin minuman anget, roti bakar, atau masak nasi hehe.. alhamdulillah dibantuin ma kakak juga untuk melakukan pekerjaan rumah).

Hari kamis yang lalu waktu libur, kami sekluarga melakukan kegiatan olahraga bersama di kantor zauji. Adik saya yang lagi libur dari kerja juga ikut nggabung. Zauji menawarkan abi untuk main tenis di kantornya yang qodarullah waktu itu kosong ngga ada yang main. Jadilah kami bersama-sama berangkat dengan membawa bekal buras, gorengan, minum, nasi uduk dan nasi kuning bungkus (berasa piknik hihi..). Sementara zauji dan abi tenis, saya ditemani ummi jalan-jalan di sekitar kantor. Stelah itu yang main tennis gantian, ummi, adik, dan kakak. Sementara saya cukup menjadi penonton karena waktu sebentar main badminton sama abi bagian bawah perut terasa agak “cenut-cenut” (ngga tau basa indonesianya apa :D ). Sempat melanjutkan jalan-jalan dengan zauji tapi baru sebentar sudah balik lagi karena perut bawah terasa kencang lagi. Wah, udah GeEr aja kalo hari itu mau lairan hehe..

Qodarullah sampe jumat ini belum juga ada tanda-tanda.  Jadi ya, kalo emang sampe waktu kontrol besok belum juga keluar, tinggal menunggu gimana hasil pemeriksaan dan kebijakan dari dokter, Insya Allah.

Kadang saya merasa “kok lama ya?”, keluarga sudah menunggu, jatah cuti saya juga terus berkurang.. tapi kemudian saya tersadar bahwa Allah maha mengetahui dan selalu memberikan yang terbaik bagi hambaNya (ummi dan abi tadi juga sempat mengingatkan). Na’am, perhitungan Allah selalu tepat dan ilmunya maha sempurna.  Apalagi kemudian saya teringat satu hadits yang pernah saya baca (saya nukilkan dari isi artikel di sini)…

**********

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan hal ini dalam sabdanya:

« يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي»

رواه البخاري من حديث أبي هريرة

وفي رواية مسلم بلفظ: لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الِاسْتِعْجَالُ قَالَ يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِي فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

Akan dikabulkan do’a salah seorang diantara kalian selama ia tidak terburu-buru (dalam do’anya) dan berkata: “Saya telah berdo’a, tapi belum juga dikabulkan!” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu). Dalam riwayat Muslim dengan lafazh: “Senantiasa dikabulkan do’a seorang hamba selama ia tidak berdo’a dalam perkara dosa atau dalam rangka memutus hubungan silaturrahim, serta tidak terburu-buru.” Maka ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, apa maksudnya terburu-buru (dalam do’a)?” Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Yaitu orang yang berdo’a tersebut berkata: ‘Saya sudah berdo’a dan berdo’a, tapi belum juga dikabulkan.’ Kemudian ia jenuh/bosan untuk berdo’a dan akhirnya meninggalkan do’a (tidak lagi berdo’a).”

Makna terburu-buru dalam berdo’a disini yaitu sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits, yakni terburu-buru untuk melihat hasil do’anya. Dan bukan maknanya, terburu-buru dalam melafazhkan do’a, walaupun yang demikian ini mengurangi adab dalam berdo’a.

**********

Insya Allah ibu akan sabar menunggumu, Nak.. ^^

Cek : Kehamilan Minggu ke 39

Sudah hampir seminggu yang lalu saya dan zauji kontrol ke dokter Tofan. Kontrol kemarin terasa agak berbeda karena abi, ummi, kakak dan 2 krucilnya ikut menemani kontrol. Na’am, keluarga dari Semarang sudah ada di Jakarta sejak hari Sabtu yang lalu. Mereka sengaja datang untuk menemani saya kalo sewaktu-waktu terasa mau melahirkan, maklum HPL tanggal 1 feb sudah dekat.

Hasil kontrol minggu lalu di minggu ke 39 kehamilan, posisi kepala bayi yang masih perlu dimantapkan, air ketuban agak berkurang (9 dari skala 10) tapi kata dokter ngga apa-apa (bukan karena rembes), tali pusar melingkar di perut (kaya pake seat belt), gerak bayi aktif, waktu diperiksa dalam kata dokter sudah ada pelenturan dinding rahim jadi Insya Allah bliau bilang akan ada mules spontan dalam 4 harian ke depan, tapi spertinya untuk kelahiran akan mundur dari HPL (wallahu a’lam). Oya, walaupun berat saya turun 3 kilo dalam seminggu (drastis banget), tapi alhamdulillah berat bayi bertambah 1 kilogram, menjadi 2,9 kilo lebih (hampir 3 kilo).

Waktu itu juga sempet CTG, untuk cek detak jantung dan gerak janin. Alhamdulillah hasilnya baik, jadi kami diijinkan pulang. CTG dilakukan di ruang persalinan, jadi saya dan zauji merasakan hawa deg-degannya ^^ Apalagi di tempat tidur sebelah saya ada sepasang suami istri yang spertinya sedang menunggu kelahiran anak mereka. Lama CTG skitar 30 menit, dan habis tes selesai pinggang terasa berat alias boyoken_mode on hehe..

Begitulah cerita kontrol di minggu ke 39 kehamilan yang agak telat, karena seminggu ini ngga sempet buka blog. Maklum, berhubung kluarga dateng jadi lumayan banyak kegiatan ^^  (senaang)

 

 

Tanda-Tanda Persalinan

Beberapa hari di rumah semenjak mulai cuti hari Senin yang lalu, saya pergunakan waktu dengan sebaik-baiknya, kebanyakan sih untuk bersantai hehe.. Mengerjakan pekerjaaan rumah tangga (masak sarapan, cuci baju, njemur, setrika, nyapu, (kadang) ngepel), istirahat cukup (bahkan lebih :D ), jalan-jalan dengan zauji, dan satu lagi chat dengan teman-teman yang sudah melahirkan dan menanyakan bagaimana tanda-tanda kelahiran pada mereka. Ternyata mereka merasakannya berbeda-beda. Ada yang merasakan kontraksi dan pecah ketuban, ada yang keluar lendir kemudian kontraksi baru pecah ketuban,dll. Tiap bumil seringkali berbeda pengalamannya.

Hmm.. perasaan saya menjelang due date campur aduk. Antara senang -Insya Allah- akan bertemu dengan si bayi yang selama ini hanya bisa saya rasakan lewat gerakannya di dalam perut, bercampur dengan “ngga tau gimana nanti proses persalinan yang akan saya hadapi.” Selama ini berdoa smoga bisa dengan persalinan normal kalo memang menurut Allah itu yang terbaik bagi kami.

Hari ini saya browsing mengenai tanda-tanda persalinan, dan menemukan satu artikel menarik dari dr. Suririnah di infoibu.com. Berikut saya copas tulisan bliau…

**********

Kenali Tanda-Tanda Persalinan

Oleh suririnah

Dengan mengenali apa saja tanda-tanda persalinan, anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda tersebut ada pada anda…….

Walaupun proses persalinan berbeda pada setiap wanita tapi tanda-tanda dari persalinan adalah sama. Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk pergi kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda-tanda persalinan ini ada pada anda

Tanda-tanda persalinan:

Lendir Bercampur Darah

Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena bercampur darah.

Apa yang harus dilakukan:
Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai anda mendapat kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum anda pergi kerumah sakit.
Anda harus menghubungi dokter anda bila terjadi pendarahan hebat.

Air Ketuban Pecah

Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar ( Normal air ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau).

Apa yang harus dilakukan:
Hubungi dokter anda dan segera ke rumah sakit, walaupun anda belum merasakan kontraksi, karena ini menjadi resiko infeksi. Sementara diperjalanan gunakan pembalut wanita untuk dapat menyerap cairan ketuban anda.

Kontraksi Yang Teratur

Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan.

Apa yang harus dilakukan:
Ketika kontraksi nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya.
Catatlah lamanya waktu antara satu kontraksi dengan kontraksi berikut, dan lamanya kontraksi berlangsung. Persalinan hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat 40 detik antara kontraksi lainnya. Persalinan pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan. Jadi jika kontraksi anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit anda dapat pergi ke rumah sakit. Jangan lupa membawa tas yang sudah anda siapkan.

© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com

Kenali Tanda-Tanda Persalinan
Oleh suririnah
Kamis, 25-Nopember-2004, 08:22:30 76110 klik Send this story to a friend Printable Version
Dengan mengenali apa saja tanda-tanda persalinan, anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda tersebut ada pada anda…….
Walaupun proses persalinan berbeda pada setiap wanita tapi tanda-tanda dari persalinan adalah sama. Dengan mengetahui tanda-tanda persalinan anda akan mengerti kapan saat yang tepat untuk pergi kerumah sakit dan apa saja yang dapat dilakukan bila tanda-tanda persalinan ini ada pada anda.  

Tanda-tanda persalinan:

Lendir Bercampur Darah

Pengeluaran lendir bercampur darah. Terjadi karena sumbatan yang tebal pada mulut rahim terlepas sehingga menyebabkan keluarnya lendir yang berwarna kemerahan karena bercampur darah.

Apa yang harus dilakukan:
Pengeluaran darah dan lendir dapat terjadi beberapa hari sebelum persalinan, jadi tunggulah sampai anda mendapat kontraksi yang teratur atau air ketuban pecah, sebelum anda pergi kerumah sakit.
Anda harus menghubungi dokter anda bila terjadi pendarahan hebat.

Air Ketuban Pecah

Kantung ketuban yang mengelilingi bayi pecah sehingga air ketuban keluar ( Normal air ketuban adalah cairan yang bersih, jernih dan tidak berbau).

Apa yang harus dilakukan:
Hubungi dokter anda dan segera ke rumah sakit, walaupun anda belum merasakan kontraksi, karena ini menjadi resiko infeksi. Sementara diperjalanan gunakan pembalut wanita untuk dapat menyerap cairan ketuban anda.

Kontraksi Yang Teratur

Tidak seperti kontraksi Braxton hick, kontraksi timbul secara teratur, mula-mula kontraksi hanya sebentar kemudian bertambah lama dan bertambah kuat, dan kontraksi terjadi simetris di kedua sisi perut mulai dari bagian atas dekat saluran telur ke seluruh rahim, dan nyeri tidak hilang/kurang dengan istirahat atau elusan.

Apa yang harus dilakukan:
Ketika kontraksi nampak teratur, mulailah untuk menghitung waktunya.
Catatlah lamanya waktu antara satu kontraksi dengan kontraksi berikut, dan lamanya kontraksi berlangsung. Persalinan hanya terjadi bila kontraksi menjadi semakin dekat 40 detik antara kontraksi lainnya. Persalinan pertama kali akan berlangsung 12-14 jam sehingga lebih baik anda menunggu dirumah sambil beristirahat mengumpulkan energi untuk persalinan. Jadi jika kontraksi anda sudah setiap 5 menit sekali atau sangat sakit anda dapat pergi ke rumah sakit. Jangan lupa membawa tas yang sudah anda siapkan.

© Dr.Suririnah-www.InfoIbu.com

Cek Minggu ke 38

Hari sabtu yang lalu saya dan zauji datang lagi ke RS untuk kontrol kandungan. Qodarullah dokter Tofan hari itu ngga praktek karena ada keperluan. Tadinya sempet bingung. Ada beberapa pilihan : mau ke tempat praktek dr tofan di RS lain pada hari selasa malam, ke dokter fifi, atau tetep ke RS tersebut dengan dokter wanita lain yang ada di situ. Akhirnya kami ambil keputusan untuk tetap kontrol di RS tersebut dengan dokter lain, karena medical record-nya kan ada di situ. Kalo ganti RS lagi ntar keputus catetannya.

Alhamdulillah ada dokter Valleria yang praktek di sore itu. Hasil kontrol, alhamdulillah gerak bayi aktif, air ketuban cukup, ngga ada lilitan, kepala sudah masuk panggul, tapi berat badan bayi 2800 gram. Kata dokter, untuk usia 38 minggu termasuk kurang, karena biasanya udah skitar 3 kiloan :( Padahal saya sudah berusaha banyak makan lho. Jadinya disuruh banyak makan yang mengandung protein untuk meningkatkan berat badan janin. Trus untuk mengurangi bengkak di kaki saya, dokter sarankan untuk mengurangi makanan berminyak, santan, mentega, terlalu manis. Wew, mulai beraksi deh sang pengawas makanan hehehe.. Ngga apa-apa deh, Insya Allah itu untuk kebaikan saya dan bayi ^^

Minggu depan diminta kontrol lagi. Yup, udah mulai kontrol seminggu sekali. Bismillah.. smoga diberkahi Allah kemudahan.

Persiapan Mendekati HPL

Insya Allah mendekati EDD (Estimated Due Date) ato HPL (Hari Perkiraan Lahir), banyak persiapan yang harus dilakukan. Tidak hanya persiapan dari sisi keuangan, membeli beberapa barang yang diperlukan tapi juga fisik dan juga pengetahuan mengenai anak.

Kalo untuk barang-barang yang dibutuhkan bayi, kami sudah mencicilnya beberapa waktu sebelumnya. Alhamdulillah untuk beberapa barang seperti popok, baju, gendongan, bantal guling kecil (walaupun untuk bayi disarankan untuk tidak memakainya), perlak, dll alhamdulillah saya mendapat lungsuran dari kakak saya -jazahallahu khairan-, jadi tinggal membeli kekurangannya dalam jumlah sedikit.

Yang tidak kalah penting dari itu semua adalah pengetahuan dan persiapan paska kelahiran menurut sunnah Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-. Saya dan zauji browsing mengenai beberapa artikel yang dibutuhkan dan juga menanyakan beberapa hal ke muallim ataupun ke teman. Saya sendiri bertanya ke ummu rofiif dan juga teman saya yang saat ini sedang mukim di Riyadh, ummu aisyah.

Diantara yang kami persiapkan adalah sebagai berikut :

1. Pemberian Nama

Ada beberapa artikel yang saya dan zauji baca, selain konsultasi ke beberapa teman mengenai arti beberapa nama. Yaa.. berhubung kemampuan bahasa arab kami sangat tuerbatas dan untuk menghindari kesalahan arti nama, jadi kami menanyakan ke pihak yang lebih berkompeten. Saya sendiri sering bertanya ke ummu aisy (dia juga menanyakan ke muallimahnya kalo ada kata yang dia ngga tau), dan zauji tanya ke muallim yang mengajar basa arab di komplek kami.

Ini ada beberapa artikel yang menjadi bahan bacaan kami :

 

2. Tahnik (yaitu mengunyah kurma dan menghaluskannya, kemudian mengoleskannya pada langit-langit mulutnya)

Ya, inilah sunnah Rasulullah -sholallhu ‘alaihi wasallam- yang sering dilupakan oleh kaum muslim. Usai kelahiran kebanyakan melakukan adzan dan iqomah di telinga bayi, dimana sepengetahuan saya terdapat kelemahan dalam hadits yang menyatakan hal tersebut. Allahu a’lam. Untuk lebih lengkap ttg lemahnya hadits adzan dan iqomah di telinga bayi yang baru lahir bisa dibaca di sini. Untuk tahnik sendiri terdapat beberapa hadits yang menjadi dasar amalannya, diantaranya :

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Burdah dari Abu Musa, dia berkata, “Pernah dikaruniakan kepadaku seorang anak laki-laki, lalu aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan sebuah kurma.”
Al-Bukhari menambahkan, “Dan beliau mendo’akan keberkahan baginya seraya menyerahkannya kembali kepadaku.” Dan dia adalah anak tertua Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu.

Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

كَانَ ابْنٌ ِلأَبِي طَلْحَةَ يَشْتَكِي، فَخَرَجَ أَبُو طَلْحَةَ فَقُبِضَ الصَّبِيُّ فَلَمَّا رَجَعَ أَبُو طَلْحَةَ قَالَ: مَا فَعَلَ الصَّبِيُّ؟ قَالَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ: هُوَ أَسْكَنُ مِمَّا كَانَ. فَقَرَّبَتْ إِلَيْهِ الْعَشَاءَ، فَتَعَشَّى ثُمَّ أَصَابَ مِنْهَا، فَلَمَّا فَرَغَ قَالَتْ: وَارِ الصَّبِيَّ. فَلَمَّا أَصْبَحَ أَبُو طَلْحَةَ أَتَى رَسُولَ اللهِ فَأَخْبَرَهُ فَقَالَ: أَعْرَسْتُمُ اللَّيْلَةَ؟ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: اَللّهُمَّ بَارِكْ لَهُمَا. فَوَلَدَتْ غُلاَمًا قَالَ لِي أَبُو طَلْحَةَ: اِحْمَلْهُ حَتَّى تَأْتِيَ بِهِ النَّبِيَّ فَقَالَ: أَمَعَهُ شَيْءٌ؟ قَالُوا: نَعَمْ تَمَرَاتٌ. فَأَخَذَهَا النَّبِيُّ فَمَضَغَهَا ثُمَّ أَخَذَ مِنْ فِيهِ فَجَعَلَهَا فِي الصَّبِيِّ وَحَنَّكَهُ بِهِ وَسَمَّاهُ عَبْدَ اللهِ.

“Seorang anak Abu Thalhah merasa sakit. Lalu Abu Thalhah keluar rumah sehingga anaknya itu pun meninggal dunia. Setelah pulang, Abu Thalhah berkata, ‘Apa yang dilakukan oleh anak itu?’ Ummu Sulaim menjawab, ‘Dia lebih tenang dari sebelumnya.’ Kemudian Ummu Sulaim menghidangkan makan malam kepadanya. Selanjutnya Abu Thalhah mencampurinya. Setelah selesai, Ummu Sulaim berkata, ‘Tutupilah anak ini.’ Dan pada pagi harinya, Abu Thalhah mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya memberitahu beliau, maka beliau bertanya, “Apakah kalian bercampur tadi malam?’ ‘Ya,’ jawabnya. Beliau pun bersabda, ‘Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada keduanya.’ Maka Ummu Sulaim pun melahirkan seorang anak laki-laki. Lalu Abu Thalhah berkata kepadaku (Anas bin Malik), ‘Bawalah anak ini sehingga engkau mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.’ Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, ‘Apakah bersamanya ada sesuatu (ketika di bawa kesini?’ Mereka menjawab, ‘Ya. Terdapat beberapa buah kurma.’ Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil buah kurma itu lantas mengunyahnya, lalu mengambilnya kembali dari mulut beliau dan meletakkannya di mulut anak tersebut kemudian mentahniknya dan memberinya nama ‘Abdullah.” [HR. Muttafaq ‘alaih]

Pada awalnya sempat terbersit keraguan di hati saya. Bukan ragu akan dalil yang mendasari tahnik ataupun tahnik itu sendiri. Akan tetapi mengenai kurma yang akan digunakan untuk tahnik, karena setau saya kurma di Indonesia itu termasuk dalam manisan kurma, berbeda dengan yang ada di arab saudi. Allahu a’lam. Ya, khawatirnya ginjal bayi belum kuat. Setelah konsul dengan ummu rofiif dan ummu aisy, saya meraih kemantapan untuk melakukan tahnik (Insya Allah). Insya Allah ada kebaikan dalam setiap syariat Allah dan tuntunan Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-. Saya disarankan ummu aisy untuk mencari kurma yang ngga terlalu manis. Tadinya cari-cari tamr tapi kok susah, adanya sari kurma merk tamr. Akhirnya zauji pergi ke daerah Empang, Bogor dan membeli kurma lu’lu (mutiara). Kurmanya bulet, kecil, berwarna kehitaman, dan kenyal. Saya udah nyobain dan rasanya ladziiiz. Zauji sampai bilang “disisain dulu 5 buat dedeknya” hihi.. khawatir diabisin ibunya :D

Untuk artikel mengenai tahnik bisa dibaca-baca di sini :

 

3. Aqiqah dan Mencukur Rambut Bayi

Untuk aqiqah dan mencukur rambut bayi Insya Allah akan dilakukan pada hari ketujuh, hal ini berdasar hadits :

Samurah bin Jundab radhiallahu ‘anhu menyampaikan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

“Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, maka pada hari ketujuh disembelih hewan, dicukur habis * rambutnya dan diberikan nama.” (HR. Abu Dawud no. 2838. Berkata Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah dalam Al-Jami’ush Shahih (4/233): “Ini hadits shahih“.)

Keterangan selengkapnya bisa dibaca di sini.

Saya jadi ingat, dulu waktu umur kehamilan 7 bulan dan sedang mendatangi walimatul ‘ursy tetangga saya ada ibu-ibu yang tanya “mba, ngga ngadain 7 bulanan?”. Ibu yang lain menjawab “kalo mbaknya 4 bulanan bu”.  Saya jawab engga semua. Ya, karena memang hal itu tidak ada dalam syariat Islam, baik 7 bulanan maupun 4 bulanan. Lebih baik dananya nanti untuk persiapan aqiqah (Insya Allah), dimana sudah jelas dalil dan syariatnya.

Selain beberapa hal di atas Insya Allah juga disunnahkan untuk mengoleskan minyak wangi usai mencukur rambut bayi.

Dari Buraidah radhiallahu ‘anhu:

“Dulu ketika kami masih dalam masa jahiliyah, apabila lahir anak salah seorang di antara kami, maka dia menyembelih kambing dan mengoleskan darahnya ke kepala bayi itu. Maka ketika Allah datangkan Islam, kami menyembelih kambing, mencukur rambut bayi dan mengolesi kepalanya dengan za’faran (jenis minyak wangi).” (HR. Abu Dawud no. 2843. Asy-Syaikh Al-Albani berkata hadits ini hasan shahih dalam Shahih Sunan Abu Dawud)

Umm.. apalagi ya? saya rasa sementara itu dulu yang perlu dipersiapkan untuk menyambut kehadiran sang buah hati. Smoga Allah memberkahi dan memberikan petunjuk atas sgala ikhtiar kami.

 

Panjang dan Berat Rata-Rata Janin Per Minggu

Biar ngga lupa dan buat informasi bagi yang membutuhkan, di sini saya pajang panjang dan berat rata-rata janin per minggu, info lengkapnya bisa dilihat di sini :

Gestational age Length (US) Weight (US) Length (cm) Mass (g)
  (crown to rump) (crown to rump)
8 weeks 0.63 inch 0.04 ounce 1.6 cm 1 gram
9 weeks 0.90 inch 0.07 ounce 2.3 cm 2 grams
10 weeks 1.22 inch 0.14 ounce 3.1 cm 4 grams
11 weeks 1.61 inch 0.25 ounce 4.1 cm 7 grams
12 weeks 2.13 inches 0.49 ounce 5.4 cm 14 grams
13 weeks 2.91 inches 0.81 ounce 7.4 cm 23 grams
14 weeks 3.42 inches 1.52 ounce 8.7 cm 43 grams
15 weeks 3.98 inches 2.47 ounces 10.1 cm 70 grams
16 weeks 4.57 inches 3.53 ounces 11.6 cm 100 grams
17 weeks 5.12 inches 4.94 ounces 13 cm 140 grams
18 weeks 5.59 inches 6.70 ounces 14.2 cm 190 grams
19 weeks 6.02 inches 8.47 ounces 15.3 cm 240 grams
20 weeks 6.46 inches 10.58 ounces 16.4 cm 300 grams
  (crown to heel) (crown to heel)
20 weeks 10.08 inches 10.58 ounces 25.6 cm 300 grams
21 weeks 10.51 inches 12.70 ounces 26.7 cm 360 grams
22 weeks 10.94 inches 15.17 ounces 27.8 cm 430 grams
23 weeks 11.38 inches 1.10 pound 28.9 cm 501 grams
24 weeks 11.81 inches 1.32 pound 30 cm 600 grams
25 weeks 13.62 inches 1.46 pound 34.6 cm 660 grams
26 weeks 14.02 inches 1.68 pound 35.6 cm 760 grams
27 weeks 14.41 inches 1.93 pound 36.6 cm 875 grams
28 weeks 14.80 inches 2.22 pounds 37.6 cm 1005 grams
29 weeks 15.2 inches 2.54 pounds 38.6 cm 1153 grams
30 weeks 15.71 inches 2.91 pounds 39.9 cm 1319 grams
31 weeks 16.18 inches 3.31 pounds 41.1 cm 1502 grams
32 weeks 16.69 inches 3.75 pounds 42.4 cm 1702 grams
33 weeks 17.20 inches 4.23 pounds 43.7 cm 1918 grams
34 weeks 17.72 inches 4.73 pounds 45 cm 2146 grams
35 weeks 18.19 inches 5.25 pounds 46.2 cm 2383 grams
36 weeks 18.66 inches 5.78 pounds 47.4 cm 2622 grams
37 weeks 19.13 inches 6.30 pounds 48.6 cm 2859 grams
38 weeks 19.61 inches 6.80 pounds 49.8 cm 3083 grams
39 weeks 19.96 inches 7.25 pounds 50.7 cm 3288 grams
40 weeks 20.16 inches 7.63 pounds 51.2 cm 3462 grams
41 weeks 20.35 inches 7.93 pounds 51.7 cm 3597 grams
42 weeks 20.28 inches 8.12 pounds 51.5 cm 3685 grams

Cek : Kehamilan Minggu 36

Hari Sabtu tanggal 8 Januari yang lalu saya dan zauji kontrol lagi ke dokter Tofan Widya Utami (hihi.. sengaja disebut nama panjangnya biar ngga dikira dokter laki).  Karena datang agak terlambat (praktek jam 17.00 dan saya datang jam 17.30), jadi dapet nomer agak akhir.

Sambil menunggu giliran, saya dan zauji sholat magrib n makan malam dulu. Makan di warung yang baru buka 4 hari, sop iganya lumayan enak dan harganya ngga terlalu mahal. Boleh juga Insya Allah waktu kontrol lagi maem di situ ^^

Hasil kontrol, alhamdulillah posisi bayi masih di bawah, sudah masuk panggul tapi masih sedikit. Disuruh banyak jalan kaki sama dokter supaya posisi kepala lebih masuk lagi. Berat bayi 2600 gram. Kata dokter Tofan beratnya tergolong normal tapi agak kecil. Kalo saya liat di tabel ideal berat janin per minggu di blog teman saya ummu zahra di sini emang cukup ngepas siy berat bayi saya. Kata dokter dietnya nyata berhasil hehe.. sekarang disuruh makan secara normal. Yippiii!! *langsung maem magnum.

Insya Allah kontrol 2 minggu lagi, tanggal 22 Januari pada week ke 38. Smoga smua sehat dan diberkahi Allah kemudahan dan kelancaran dalam kelahiran. Smangadh!!