The Lunpia’s Story

doc : hendradejhe.blogspot.com

Suatu hari suami mengabarkan dengan gembira, “Ummi, salah satu ekspedisi sedang promo, bisa order lunpia semarang dengan harga murah dan free ongkir, mau ngga?”. Waaah.. tanpa babibu saya iyakan tawaran suami. Kapan lagi saya bisa berkangen ria dengan salah satu makanan kampung halaman favorit saya dengan harga murmer, free ongkir lagi hihi.. *makirit*

Maklum yah, saya dari bayi sampai kuliah besar di Semarang, jadi yang namanya lunpia itu merupakan salah satu makanan yang sangat ikrib di lidah. Pernah mencoba merasakan lunpia di Bogor -kota dimana saya tinggal sekarang-,  tapi lain banget dengan lunpia Semarang, baik dari segi isi maupun rasa. Lunpia Bogor yang saya rasakan isinya tauge dan irisan bengkoang. Oleh karena bagi saya kurang cocok di lidah, akhirnya rela bersabar ria menunggu saat pulkam tiba dan merasakan lezatnya lunpia asli Semarang.

Untuk lunpia semarang sendiri, yang original itu isinya irisan rebung dengan variasi tambahan seperti telur, ayam, udang, atau lainnya. Paduan dari kulit lunpia yang krenyes dengan isian rebung yang empuk menimbulkan sensari rasa gurih manis, tambah lezat kalau dimakan anget-anget diceplusi cabe rawit atau dicocol sausnya. Mangstab tenan! Sekali makan bisa habis 2-3 lunpia.

Ketika pulang Semarang, banyak sekali ditemukan penjual lunpia. Salah satu yang paling terkenal yaitu Lunpia Mataram. Ternyata generasi ketiga dari Lunpia Mataram ini yaitu Cik Meme telah mendirikan satu tempat wiskul untuk penggemar lunpia bernama Lunpia Delight yang terletak di JL Gajahmada. Continue reading

Writing for Sharing

credit : debbieinshape.com

credit : debbieinshape.com

Awal menulis di blog ini adalah ketika saya menikah di tahun 2008 karena ingin mendokumentasikan cerita keluarga saya, hingga kemudian saya bertemu dengan komunitas Kumpulan Emak Blogger. Disitu saya baru tahu kalau menulis blog itu ternyata juga bisa menghasilkan uang yaitu melalui job review, ikut lomba penulisan blog, dan lain-lain.

Di komunitas tersebut juga dibagikan berbagai info lomba menulis baik diselenggarakan oleh member , instansi resmi pemerintah maupun perusahaan swasta. Salah satu member yang suka berbagi info lomba yaitu blog Emak Gaoel. Saya yang suka menulis (serta ences dengan hadiah-hadiahnya) langsung mantengin berbagai lomba yang ada dan mencoba mengikutinya. Alhamdulillah belum satupun menang haha.. lalu curhat sama suami, “Bi, kok belum ada yang nyantol menang ya lomba blognya?”, kemudian mulai kendor semangat dan males ngeblog. Suami yang mendengar keluhan saya lalu bilang “Lha tujuan ummi ikut lomba blog apa? jangan cuma incar hadiahnya. Diniatkan untuk memberikan informasi yang bermanfaat ke banyak orang”.

Aha! Pencerahan.

Langsung deh ingat sebuah hadits “Innamal a’malu binniyyat..”, amal itu tergantung niatnya. Kalau saya niatnya cuma buat menang lomba ya itu aja yang saya dapat (ya kalau menang), kalau engga ya gigit jari saja. Tapi ketika diniatkan untuk memberikan informasi yang sekiranya bermanfaat bagi sesama, maka ketika orang lain membaca dan merasa “tercerahkan”, maka in sya Allah manfaat dunia akhirat kita dapatkan.

Alhamdulillah sesudah mendapat suntikan semangat dari suami lalu kembali mulai rajin menulis apa saja yang sekiranya ada sisi informatif, tidak hanya sekedar curhat ngga jelas. Kalaupun mulai ikut lomba menulis diniatkan selain untuk berbagi informasi juga mengasah ketrampilan menulis. Kata para suhu bloggers sih salah satu cara mengasah kemampuan menulis adalah mengikuti berbagai lomba penulisan. Biasanya yang saya tulis seputar dunia parenting, rumah tangga dan tidak lupa  cerita seputar online shop. Continue reading

Welcome to The Jungleland

DIsk-O pic taken from jungleland.co.id

Libur telah tiba..libur telah tiba..hore..horeee..

Haduuh.. masih lama mungkin yaa bagi yang sekolah.. tapi bagi keluarga saya everyday is holiday, errr…kecuali buat ayah Khansa tentunya yang harus masuk kantor tiap Senin-Jumat. Oleh karena itu weekend adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh saya dan Khansa (4th) karena waktunya untuk bisa jalan-jalan sekeluarga.

Sejak kemunculan satu wahana wisata di Bogor yang merupakan theme park terbesar di Indonesia untuk saat ini, saya ingiiiiiiiin sekali mengajak Khansa dan ayahnya jalan-jalan kesana. Apalagi ketika diberitahu tante yang beberapa waktu lalu berkunjung ke tempat tersebut, beliau bilang seru, bagus, dan akan puas kalau bisa seharian disana karena wahananya yang banyak sekali dan areanya yang sangat luas (35 hektar sajah total keluasannya).

Tempatnya di kawasan Sentul Nirwana, Sentul City, Bogor.  Untuk menuju kesana bisa diakses melalui Tol Jagorawi dan keluar melalui pintu tol Sentul City,  jika naik kendaraan umum bisa ke arah Bellanova (kemudian melanjutkan dengan kendaraan umum lain atau shuttlebus), atau jika naik motor bisa ke arah Sirkuit Sentul kemudian lurus mengikuti Babakan Madang.

Terdapat berbagai wahana komplit untuk seseruan bareng sekeluarga, kurang lebih ada sekitar 30-an wahana asyik yang bisa dipilih sesuai usia dan tinggi badan anggota keluarga. Mau main air hayuk, mau berayun-ayun oke, mau olahraga ada, mau jalan-jalan menikmati view/pertunjukan bisa. Pokokna lengkap. Itulah mengapa saya ngga sabar nabung agar bisa pergi kesana.

Wahana wisata apakah ituuuu??? urang Bogor harusnya tau yaa hehe… Continue reading

Solusi Hemat Listrik ala StarkLED

Beberapa tahun terakhir masyarakat dihadapkan pada kenaikan tarif listrik. Pada tahun 2013 ini Pemerintah memutuskan menaikkan tarif tenaga listrik sebesar 15% yang dibagi menjadi 4 tahap. Kenaikan per tiga bulan dengan rata-rata sebesar 4,3% tetap berlanjut di tahapan ke-4 pada bulan Oktober ini.

Oleh karena listrik merupakan salah satu kebutuhan primer, maka masyarakat harus menyiasatinya dengan melakukan efisiensi energi listrik. Selain untuk penghematan biaya juga untuk menghemat energi, mengingat bahwa antara kebutuhan dan pasokan listrik saat ini belumlah seimbang.

Sering kita mendengar di media massa kemampuan PLN sebagai penyedia pasokan listrik sangat terbatas. Kenyataan yang harus kita akui bahwa belum semua masyarakat Indonesia sudah menikmati aliran listrik.

Bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan, pasokan listrik bukanlah suatu masalah besar karena selama ini rata-rata kebutuhan listrik dapat terpenuhi dengan baik. Tapi bagaimana dengan saudara kita yang tinggal di daerah pelosok dengan pasokan listrik terbatas? Atau penduduk yang tinggal di pulau-pulau kecil yang sama sekali belum menikmati aliran listrik?

Mereka harus jeli memanfaatkan sumber energi yang ada di lingkungannya, salah satunya dengan memanfaatkan energi air dengan menjadikannya Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH). Sesuai dengan namanya maka PLTMH hanya menghasilkan energi listrik skala kecil, yaitu kurang dari 200 kW.

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (Foto:dok/ovalezoval.blogspot.com)

Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(Foto:dok/ovalezoval.blogspot.com)

Menilik terbatasnya energi yang dihasilkan PLTMH tidak sebanding dengan banyaknya rumah tangga yang membutuhkan aliran lisrik, tentu diperlukan strategi cerdas untuk mengatasinya. Salah satunya dengan menghemat pemakaian energi listrik. Penduduk yang menggunakan PLTMH membutuhkan penerangan yang hemat energi sekaligus hemat biaya. Diperlukan lampu dengan cahaya terang tapi konsumsi listrik kecil sehingga tidak membebani daya listrik. Salah satu alternatif produk yang bisa digunakan yaitu StarkLED, dengan jargonnya “StarkLED, Lampu LED murah berkualitas hematnya dari hari pertama”

Konsumsi listrik starkLED lebih rendah sehingga hemat konsumsi energi. Lampu StarkLED dengan daya 7 watt setara dengan lampu pijar (75 watt) atau jenis LHE (16 watt). Memang harga StarkLED yang dibandrol Rp. 42.500 lebih mahal dibanding dengan lampu pijar (Rp. 7500) maupun Lampu Hemat Energi (LHE) Rp.28.000. Eits, jangan khawatir…jika kita asumsikan pemakaian harian selama 12 jam maka usia pakai StarkLED mencapai 15 tahun. Jauh lebih lama dibanding lampu pijar yang hanya  kurang dari 1 tahun maupun lampu hemat energi (LHE) dengan masa pakai 2 tahun. Analisa sederhanapun mampu memberi jawaban tepat. Penggunaan lampu LHE selama 15 tahun kira-kira membutuhkan 7,5 lampu berarti 7,5 x Rp. 28.000 maka kita perlu menganggarkan Rp 210.000. Sedang StarkLED hanya 42.500 untuk kurun waktu yang sama.

Yup, dengan usia penggunaan yang lebih lama dibanding dua jenis lampu lain maka akan didapatkan bahwa StarkLED lebih menghemat biaya lebih dari 50% dari LHE. Belum lagi berapa rupiah yang bisa kita hemat dengan konsumsi energinya yang lebih kecil. Wow, berapa anggaran yang bisa kita hemat dan bisa dimanfaatkan untuk keperluan yang lain.

Berikut ini skema perbandingan antara LED, lampu Pijar dan LHE :

Ditambah keunggulan lain yaitu cahaya lampu StarkLED tidak panas dan tidak memancarkan sinar UV (ultra violet) yang dapat merusak mata, serta -insya Allah- aman bagi kesehatan karena tidak mengandung merkuri maupun bahan beracun lainnya. Selain itu juga adanya garansi satu tahun jika lampu mengalami kerusakan. Jadi bila lampu StarkLED bermasalah dan masih dalam masa garansi, dapat ditukarkan ke toko dimana kita membeli StarkLED, dan akan segera diganti dengan lampu StarkLED baru saat itu juga.

 Jika saja starkLED ini dipergunakan secara luas di wilayah pedesaan dengan pasokan listrik terbatas, maka insya Allah akan semakin banyak masyarakat yang terbantu dalam hal penerangan. Dan hal ini membuktikan keunggulannya, yaitu “StarkLED, Lampu LED murah berkualitas hematnya dari hari pertama”. Mantap…

Mobil Impian Bisnis Kami

Dua tahun sudah saya menggeluti dunia bisnis mainan anak walaupun masih secara online. Up and down saya rasakan dan alhamdulillah perkembangan usaha zeatoys semakin baik dengan omset yang semakin meningkat. Sungguh diluar dugaan saya, Allah memberikan kelapangan rizki paska saya resign dari sebuah BUMN 1,5 tahun yang lalu untuk menjadi ibu rumah tangga.

Sebagai seorang pemilik online shop yang bergerak di produk mainan anak, maka salah satu tantangannya masalah transportasi. Seringkali kami harus mensiasati ketika belanja atau mengantar paket dalam jumlah banyak. Maklum, hanya sepeda motor tua yang selalu setia mengangkut barang kami

Bersyukur?tentu saja. Alhamdulillah Allah memberkahi kami rizki kendaraan sehingga mempermudah mobilitas usaha kami.

Namun seringkali perasaan iba menghampiri tatkala menyaksikan suami datang dengan seabreg barang bawaan.  Yup.. suami sayalah yang selama ini membantu usaha kami dengan berperan sebagai “kurir pribadi”, mengantarkan ataupun mengambil paket-paket besar ke ekspedisi dan juga mengambil barang dari supplier. Lumayan.. berkendara 30 km dengan kardus besar di jok belakang.

Beberapa waktu lalu saya pernah order supplier beberapa barang dalam jumlah banyak yang dikirimkan melalui ekspedisi. Oleh karena jika diantar sampai rumah diperlukan biaya tambahan, maka saya berinisiatif untuk mengambil sendiri barang tersebut di kantor cabang ekspedisi, tentu saja dengan meminta bantuan suami.

Ternyata oh ternyata, barang yang saya pesan itu ketika dipacking  mempunyai volume 40 kg yang dikemas dalam 2 kardus super besar. Ketika suami saya mengambil paket ke ekspedisi bisa dibayangkan betapa kewalahannya dia.

Muatan yang mengambil banyak tempat di jok sepeda motor memaksa suami saya mendapat sedikit bagian tempat diujung depan, dan membuat tangannya kurang leluasa untuk mengendarai motor.  Belum lagi beratnya barang bawaan sehingga suami saya harus mengendarai perlahan-lahan dan ekstra hati-hati agar motor tidak oleng kesana kemari terbawa angin. Benar-benar perjalanan 15 km yang melelahkan baginya.

Ada lagi beberapa pengalaman kami ketika mengambil barang di supplier dan ketika pulang hujan deras menyapu jalan sehingga suami harus berteduh. Kemudian disaat sudah terlalu lama menunggu dan hujan tak kunjung reda, suami mau tak mau harus tetap melanjutkan perjalanan yang masih jauh karena waktu pun beranjak malam. Sehingga tak jarang ketika sampai di rumah, beberapa kardus mainan menjadi basah oleh tetesan air hujan sehingga kemasannya menjadi agak rusak.

Menengok beberapa peristiwa di atas membuat saya mempunyai sebuah impian, yaitu memiliki mobil untuk membantu kelancaran usaha kami. Ada beberapa kriteria mobil impian kami (entah kapan bisa diwujudkan, tapi namanya keinginan boleh doonk hehe..). Sebuah mobil yang body-nya tidak terlalu besar alias mungil tapi berkapasitas banyak sehingga bisa muat jika kami membeli produk mainan dalam jumlah besar.

Dengan spesifikasi yang kami inginkan, ada beberapa pilihan merk mobil dan salah satunya adalah  Daihatsu Gran Max yang kami lirik apabila Allah memberkahi kami rizki.

Why Gran Max?
Well, let’s see the interior below.

Wew, walaupun penampilannya imut, tapi space di dalamnya sangat luas. Saya pernah mencobanya dan ternyata memang slogan “masih muat” itu benar adanya.

Beberapa waktu lalu ketika menghadiri pernikahan saudara saya di Semarang, kami menaiki mobil Gran Max milik Pakdhe menuju gedung resepsi. Waktu itu kami pikir hanya keluarga kami yang ikut, tapi ternyata keluarga Om saya juga turut serta. Dan berapakah jumlah personil di dalamnya? 8 orang dewasa, 1 remaja, 4 balita, dan 2 anak saja. Alhamdulillah semuanya bisa terangkut di dalam Gran Max. 

Dan ketika saya googling, terdapat beberapa kelebihan lain dari mobil ini yaitu memiliki intake air di atas hingga mampu menembus genangan air setinggi 50 cm, which means very useful, mengingat kondisi jalanan menuju perumahan kami seringkali tergenang air ketika hujan turun. Ditambah lagi sliding door Gran Max pada dua sisinya sehingga bisa hemat space ketika parkir,dan mempermudah proses keluar masuk barang muatan.

Jadi dengan adanya beberapa kelebihan di atas, maka jangan heran jika Gran Max menjadi salah satu mobil impian untuk dapat melancarkan usaha saya. Dengan mobil yang tepat, maka insya Allah bisnis pun dapat melesat ^^
Semoga Allah mengabulkan keinginan kami *aamiin*.

lombablogsekar