Keutamaan Menghafal Al Qur’an

 

Alhamdulillah pada masa sekarang ini banyak orangtua yang memasukkan anak-anaknya ke sekolah/pondok pesantren dengan basic pendidikan hafalan Al Qur’an karena mengetahui urgensi dan keutamaan dalam menghafal Al Qur’an serta mengamalkannya.

Salah satu faidah tarbiyah anak dalam hal tersebut bisa kita lihat pada hadits berikut yang saya ambil dari channel telegram http://tlgrm.me/TarbiyatulAulad

**********

عن أبي أمامة قال : أمرنا رسول الله – صلى الله عليه وسلم – بتعلّم القرآن ، وحثّنا عليه ، وقال : ” إن القرآن يأتي أهله يوم القيامة أحوج ما كانوا إليه ، فيقول للمسلم : أتعرفني ؟ فيقول : من أنت ؟ فيقول : أنا الذي كنت تحب ، وتكره أن يفارقك الذي كان يسحبك ، ويدنيك . فيقول : لعلك القرآن . فيقدم به إلى ربه – عز وجل – فيعطى الملك بيمينه ، والخلد بشماله ، ويوضع على رأسه السكينة ، وينشر على أبويه حلّتان لا تقوم لهما الدّنيا أضعافا ، فيقولان : لأي شيء كسينا هذاه ولم تبلغه أعمالنا ؟ فيقول : هذا بأخذ ولدكما القرآن” . رواه الطبراني وصححه الألباني رحمه اللّه

📖 Dari Abu Umamah (Shudai bin Ajlan bin Wahb al-Bahili), diantara shahabat nabi ketika haji wada’ beliau berusia 13 th (menunjukkan beliau masih anak-anak ketika itu) dan setelah nabi meninggal beliau pindah ke Syam wilayah Himsy, beliau shahabat yang paling terakhir meninggal di Syam pada tahun 86 H, beliau termasuk diantara ‘alim dari ‘ulama shahabat dan memiliki keutamaan.

📃 Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami untuk mempelajari al-Qur’an dan beliau mendorong (memberi semangat) kami untuk mempelajarinya.” Dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya al-Qur’an akan mendatangi pemiliknya pada hari kiamat (bacaan al-Qur’an seorang hamba) yang paling mereka butuhkan (kelak di hari akhir).”

✏️_Dan dikatakan kepada muslim (pembaca al-Qur’an): “Apakah engkau mengenalku?” Muslim (yang membaca al-Qur’an) berkata: “Siapa kamu?” Maka (bacaan al-Qur’an tersebut) berkata: “Akulah yang kamu senangi dahulu dan engkau merasa benci jika berpisah denganmu, aku lah yang senantiasa menarikmu dan mendekatkanmu (ketika engkau menjauh dariku).” Maka hamba Allah ini (pembaca al-Qur’an) berkata: “Apakah engkau al-Qur’an?” Maka dia pun dihadapkan kepada Allah ‘Azza wajalla, kemudian dia diberikan kekuasaan dengan tangan kanannya dan kekekalan dengan tangan kirinya (menunjukkan kemuliaan kepada pembaca al-Qur’an tersebut), dan diletakkan diatas kepalanya ketenangan, diberikan kepada kedua orangtuanya dua hullah (pakaian kebesaran) yang mana dunia tidak pernah tegak dengan kedua hullah berlipat-lipat (yakni dua hullah ini tidak bisa dibandingkan dengan dunia meskipun berlipat-lipat), maka kedua orangtuanya berkata: “Dengan sebab apa kami diberi pakaian ini, sementara amalan kami tidak sampai untuk mendapatkan ini? Maka dikatakan kepadanya: “Ini disebabkan anak kalian berdua karena (mempelajari, membaca dan mengamalkan) al-Qur’an.” [HR. Thabrani dan dishahihkan Syaikh al-Albani rahimahullah]

✒️_Diantara faidah hadits:

❶ Anjuran untuk belajar al-Qur’an al-Karim,
❷ Anjuran untuk mempelajari al-Qur’an semenjak kecil, sebagaimana nabi memerintahkan para shahabat dan juga Abu Umamah (yang pada waktu itu berusia 13 th),
❸ Semangat dari nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengarahkan umatnya kepada kebaikan,
❹ Syafa’at al-Qur’an yakni bacaan al-Qur’an bagi orang yang senantiasa membaca dan mengamalkannya,
❺ Bahwa sesuatu yang tadinya tidak berjasad menjadi berjasad (berbentuk) yakni bacaan al-Qur’an pada hari kiamat dengan izin Allah ta’ala,
❻ Keutamaan menghabiskan waktu untuk mempelajari al-Qur’an dan mengamalkannya,
❼ Syafa’at ahlul Qur’an kepada kedua orangtuanya.

🔬 Disampaikan oleh:
Al-Ustadz Askary bin Jamal hafizhohullah

🗓🕌 Kajian Islam ‘Ilmiah ll Risalah Al-Arba’ina Fii Tarbiyatil Aulad ll Ma’had Ibnul Qoyyim Balikpapan

Continue reading

Advertisements

Help Others=Help Yourself (2)

Menolong orang lain sama saja dengan menolong diri sendiri. Mungkin banyak yang sudah pernah mengalaminya, demikan juga dengan saya. Salah satu pengalaman saya tertulis disini. Bahwa ketika kita mempermudah urusan orang lain, maka Allah pun mempermudah urusan kita.

Dulu kisah ini pernah saya publish di facebook Bulan Maret tahun 2015, karena sekarang fb saya sudah non-aktif (semoga istiqomah hehe..) maka saya simpan di blog ini sebagai pengingat diri sendiri.

Sebuah kisah yang  mengajarkan kita supaya tidak menjadi manusia egois yang hanya memikirkan kepentingan dan kebahagiaan diri sendiri.

Tersebutlah cerita dari salah seorang ummahat di grup whatsapp yang saya ikuti yaitu Ummu Abdillah yang saat ini sedang bermukim di Riyadh. Ini adalah kisah dari teman suami ummu Abdillah, sebut saja Fulan.

Fulan berasal dari Nigeria, dia tidak mempunyai banyak uang ketika sedang menjadi seorang mahasiswa di sebuah Universitas di Arab Saudi karena dia juga harus membiayai adiknya yang sedang kuliah kedokteran di Nigeria. Akan tetapi dia mempunyai mobil butut (di Arab Saudi mempunyai mobil itu wajib, kata Ummu Abdillah).

Nah, dengan mobil bututnya tersebut dia selalu mengantar teman-temannya yang belum mempunyai mobil. Si Fulan bilang, dia tidak bisa menolong orang dengan uang/harta tapi dia bisa menolong dengan tenaga. Orangnya juga selalu tangan terbuka ketika diminta tolong. Pernah suatu ketika Ummu Abdillah ditinggal suaminya ke Jeddah selama seminggu dan suaminya lupa membeli beberapa barang kebutuhan. Suami Ummu Abdillah lalu menghubungi Fulan dan meminta tolong, dan Fulan kemudian langsung belanja. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Ummu Abdillah, ketika dibuka tidak ada orang, tapi ada barang belanjaan. Continue reading

Hati-Hati Rajah Terselubung!

Beberapa waktu lalu ketika mudik lebaran di Semarang, saya ziyaroh/ berkunjung ke rumah tante.

Ketika hendak berpamitan, mata saya tertuju pada pajangan dinding yang bentuknya tampak tidak asing, mirip dengan kepunyaan orangtua saya yang sudah lama dicopot, ketika suami saya mengetahui ada yang janggal pada pajangan tersebut.

Ketika saya mendekat, ternyata betul pola tulisannya mirip dengan kepunyaan orangtua saya.

Tante saya bilang kalau itu adalah pajangan bertuliskan asmaul husna, dibeli sudah lama ketika waktu itu anak pertamanya “kena sawan” sesudah adiknya meninggal.

Hmm.. begitupun dulu orangtua saya bilang, mereka mengira bahwa yang mereka miliki adalah pajangan dinding biasa bertuliskan asmaul husna.

Keluarga saya tidak menyadari bahwa yang dipajang itu adalah rajah (jimat yang berupa tulisan).

Agar lebih yakin lagi apakah itu betul rajah atau bukan, saya mengkonsultasikan gambar tersebut dengan seorang teman (yang suaminya adalah seorang ustadz). Beliau lalu bilang bahwa betul itu rajah dan harus segera dimusnahkan (dibakar) karena ketika dibaca oleh beliau isi pajangannya yaitu nama malaikat, asmaul husna, ayat, diacak-acak, kemudian tulisan Abu Bakar, Umar, dan Ali dibolak-balik. Continue reading

Ghibah Berjama’ah

“Diet yang paling susah yaitu diet makan daging saudaranya sendiri”

Suatu kalimat yang saya baca di wall FB seseorang. Kalimat sarkas tapi ada benarnya, terlebih di era saat ini dimana berjamur akun-akun ghibah yang notabene banyak followernya .

Cerita pengalaman pribadi, ketika melewati beranda FB seringkali saya temui status ataupun artikel berita yang membicarakan keburukan orang lain dan sesudah itu bermunculan pada kolom komentar olokan-olokan serta hinaan yang tidak sepatutnya pada orang yang diposting tersebut.

Saya belum paham dimana sisi menyenangkannya ketika kita membicarakan hal yang buruk tentang orang lain dan mengoloknya beramai-ramai.  Siapa sih kita kok teganya menghakimi massal? Padahal kita pun belum tentu lebih baik dari dia. Terlebih jika yang dikomentari adalah urusan pribadinya. Haduh, apa kita ini banyak waktu dan tenaga tersisa sehingga sempat-sempatnya mencari-cari aib orang lain dan menyebarluaskannya.

Sepertinya sekarang ini media sosial kita sedang gandrung dengan ghibah berjama’ah. Terlebih dengan munculnya akun-akun medsos yang sarat dengan ghibah seperti yang saya sebutkan di awal. Saya pun pernah penasaran dengan akun yang ramai dibicarakan tersebut tapi tak lama saya unfollow karena ngga kuat dengan isi beritanya. Kebanyakan isine mung ngrasani, ya Allah tiba-tiba pening pala bebi. Pun waktu saya bisa habis dengan hal yang sia-sia apabila terus-terusan membacanya.

Kalau ada yang berkilah, “Tapi kan isi beritanya benar”. Hellow.. ghibah itu ya memang kemungkinan benar apa yang diberitakan, kalau tidak benar namanya fitnah. Continue reading

Cacat Produk? Katakan Saja

               sumber : risalahnet.wordpress.com

Pada bulan Februari saya pernah membuka pre-order payung kuwalik karena waktu itu saya memang sedang membutuhkan payung untuk di rumah. Saya buka pre-order karena butuh teman agar harga yang saya dapatkan di supplier lebih murah.

Qoddarullah ketika barang datang ada dua payung yang cacat produk, sedangkan barang sudah dibayar lunas oleh customer (saya menggunakan akad salam). Sebenarnya tidak begitu tampak juga cacatnya jika tidak diperhatikan, hanya tergores sedikit dan yang satunya bagian ujung payung kurang rapat.

Tadinya sempat perang batin “bilang-engga-bilang-engga”, karena saya khawatir bagaimana ya kalau pada ngga mau, rugi dong saya mana harganya lumayan mahal hiks..

Tapi alhamdulillah lintasan pikiran itu bisa saya tepis dan saya pun bertawakal sama Allah.. ya wis kalau pada ngga mau nanti cari customer lain yang sekiranya berminat dengan penjelasan bahwa barang ada cacat produk sedikit.

Perlu diketahui bahwa dalam syari’at Islam penjual dan pembeli ada hak khiyar yaitu memilih antara melanjutkan akad atau tidak.  Pada kasus ini yaitu adanya khiyar aib. Para ulama menetapkan adanya khiyar aib yakni hak khiyar yang disebabkan karena adanya cacat, walaupun cacat tersebut baru diketahui setelah sekian waktu. (lihat Syarhul Buyu’ hal. 102), sumber disini.

Hadits Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- tentang khiyar adalah sebagai berikut … Continue reading

Lunasi Pinjamanmu!

​Sebagai seorang pelaku usaha online dengan modal terbatas, maka untuk mendapatkan modal usaha saya menggunakan beberapa cara.

Berdasar pengalaman pribadi salah satu cara untuk menambah modal usaha yaitu dengan ikut arisan emak-emak, dimana ketika mendapat uang kocokan maka sepenuhnya uang yang didapat diputarkan untuk modal.

Cara yang lain yaitu dengan mengajukan pinjaman lunak ke suami (kalau suami sedang ada kelapangan rizki)
Walaupun pinjamnya ke suami, tapi saya in sya Allah tetap amanah (tidak bermudah-mudah), yaitu dengan menyegerakan pengembalian ketika sudah ada dananya di kantong zeatoys. Saya bilang “pinjam dalam jangka waktu sekian”, dan bersungguh-sungguh ingin melunasi hutang tersebut

Fyi, rekening terbagi dua, yang zeatoys menggunakan mandiri dan bca, sedangkan punya suami BNI dan BRI
Nah, ketika saya tidak ada pinjaman, jarang sekali customer yang transfer ke rek BRI/BNI punya suami. Tapi ketika saya ada pinjaman, qoddarulloh banyak customer yg transfer ke rekening tersebut, jadi sekalian buat bayar hutang. Yang terakhir bahkan dalam sebulan sudah lunas pinjaman saya dalam jumlah lumayan besar. Tapi kata suami suruh muterin lagi..ya wes manut hihi..

Disini saya memahami hakikat hadits ini..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkannya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah no. 2399 dan An Nasai no. 4686, shahih kecuali lafazh “fid dunya” -di dunia-)

Alhamdulillah dimudahkan Allah dalam pelunasan pinjaman modal ke suami.

Yuk mari yang masih mempunyai tanggungan hutang, niatkan dalam hati dengan sungguh-sungguh bahwa kita akan berusaha melunasi hutang tersebut dengan segera. In sya Allah pertolongan Allah akan datang dan dimudahkan untuk melunasi hutang tersebut.

Jangan sampai terbersit dalam hati kita meminjam tanpa ada niat mengembalikan..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410, hasan shahih)

Ingin termasuk yang disebutkan dalam hadits yang pertama atau kedua? Pilihan di tangan kita…

Dzalim karena Hutang?

hutangSelamat datang di “permasalahan sejuta umat”, yaitu utang piutang.

Yup, hampir semua orang pernah mengalaminya, entah dalam posisi peminjam ataupun pemberi hutang.

Masalah utang piutang ini memang cukup pelik. Masing-masing pihak seharusnya memahami adab-adab utang piutang sebelum menjalankannya agar terhindar dari berbagai permasalahan dikemudian hari. Sebagaimana kita mengerti bahwa masalah harta itu sangatlah rumit, bahkan bisa menjadi pemutus tali silaturrahim antar keluarga/saudara/teman dan penyebab terjadinya berbagai kerusakan dalam masyarakat.

Perlu diketahui (berdasar pengalaman pribadi), banyak kondisi terjadi dimana ketika seseorang meminjamkan uang kepada orang lain bukan berarti dia berlebihan dalam hal materi, tapi ada dana yang dia tangguhkan pengeluarannya untuk bisa membantu orang lain. Jadi please deh.. ketika peminjam sudah mempunyai kecukupan rizki, maka segeralah melunasi hutangnya tanpa perlu menunggu ditagih.

Hal yang patut disayangkan (dan sering terjadi) adalah ketika pemberi hutang menagih karena membutuhkan uangnya tersebut, si peminjam malah bersikap masa bodoh (diam saja dan tidak membalas pesan dari yang meminjamkan atau tidak mau menemui ketika dikunjungi). Bahkan lebih “ngenes” lagi ada yang bersikap galak kepada orang yang telah membantunya tersebut, sehingga orang yang meminjamkan posisinya bagai pengemis ketika meminta haknya sendiri. Na’udzubillahi mindzalik. Continue reading