Cacat Produk? Katakan Saja

               sumber : risalahnet.wordpress.com

Pada bulan Februari saya pernah membuka pre-order payung kuwalik karena waktu itu saya memang sedang membutuhkan payung untuk di rumah. Saya buka pre-order karena butuh teman agar harga yang saya dapatkan di supplier lebih murah.

Qoddarullah ketika barang datang ada dua payung yang cacat produk, sedangkan barang sudah dibayar lunas oleh customer (saya menggunakan akad salam). Sebenarnya tidak begitu tampak juga cacatnya jika tidak diperhatikan, hanya tergores sedikit dan yang satunya bagian ujung payung kurang rapat.

Tadinya sempat perang batin “bilang-engga-bilang-engga”, karena saya khawatir bagaimana ya kalau pada ngga mau, rugi dong saya mana harganya lumayan mahal hiks..

Tapi alhamdulillah lintasan pikiran itu bisa saya tepis dan saya pun bertawakal sama Allah.. ya wis kalau pada ngga mau nanti cari customer lain yang sekiranya berminat dengan penjelasan bahwa barang ada cacat produk sedikit.

Perlu diketahui bahwa dalam syari’at Islam penjual dan pembeli ada hak khiyar yaitu memilih antara melanjutkan akad atau tidak.  Pada kasus ini yaitu adanya khiyar aib. Para ulama menetapkan adanya khiyar aib yakni hak khiyar yang disebabkan karena adanya cacat, walaupun cacat tersebut baru diketahui setelah sekian waktu. (lihat Syarhul Buyu’ hal. 102), sumber disini.

Hadits Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- tentang khiyar adalah sebagai berikut … Continue reading

Advertisements

Pembatalan Jual Beli

pic : fjbsurakarta.on.paseban.com
pic : fjbsurakarta.on.paseban.com

pic : fjbsurakarta.on.paseban.com

Tulisan kali ini ingin membahas salah satu adab dalam bermuamalah/jual beli yang sangaat beraat dilakukan oleh penjual, saya pun baru pernah nyrempet melakukannya sekali selama menjadi pedagang. Lha kok ada kata nyrempet? in sya Allah akan saya jelaskan dibawah.

Di toko online saya zeatoys, memang tidak berlaku term “barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan” seperti pada umumnya dicantumkan di toko-toko, hal ini sudah pernah saya ceritakan disini. Saya perbolehkan pembeli untuk menukar barangnya atau mengembalikan uangnya jika barang yang sudah sampai rusak atau tidak sesuai dengan keinginan. Dalam hal ini saya tentukan jangka waktu maksimal klaim kerusakan atau penukaran barang 1×24 jam sejak barang diterima (data penerimaan barang bisa di-cross check via tracking ekspedisi).

Nah, adab bermuamalah yang akan dibahas disini adalah Iqalah.

Iqalah artinya pembatalan akad jual beli dengan kerelaan penjual dan pembeli. Ini merupakan kebaikan yang dianjurkan oleh Rasulullah -sholallau ‘alaihi wasallam- bila penjual dengan rela mau membatalkan akad jual beli ketika diminta oleh pembeli, di mana pembeli membutuhkannya, sekalipun akad telah sah.
Sebagai gambarannya, disebutkan dalam kitab ‘Aunul Ma’bud: “Bila seseorang membeli sesuatu dari orang lain lalu menyesali pembeliannya, mungkin karena ada penipuan atau karena tidak lagi membutuhkannya, atau karena tidak punya uang lagi, sehingga ia kembalikan barang kepada penjual dan penjualpun menerimanya, maka Allah  akan menghilangkan kesusahannya di hari kiamat nanti. Hal itu merupakan kebaikannya terhadap pembeli, karena akad telah sempurna sehingga pembeli tidak dapat membatalkannya.”

Continue reading

Banyak Bersumpah Menghilangkan Berkah

Sebagai pedagang, banyak trik untuk menarik orang membeli dagangan kita, bisa dengan menawarkan discount, memberikan bonus, mem-publish testimoni menarik, atau seperti cara teman saya tersebut (dengan cara bersumpah) untuk meyakinkan customernya.

Tapi yang perlu diperhatikan adalah cara manakah yang diperbolehkan dan tidak di dalam syariat Islam. Metode marketing mana yang sebaiknya dilakukan dan dihindari oleh kita sebagai pedagang, agar perniagaan yang kita lakukan mendapatkan keberkahan dari Allah.

Terkait mengenai bersumpah untuk melariskan dagangan, telah ada tuntunan dari Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-.

Dalam Ash-Shahihain dari hadits Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda:

الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ

“Sumpah itu melariskan dagangan akan tetapi menghapuskan berkah.”

Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya dari hadits Abu Qatadah Al-Anshari, bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda:

إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِي الْبَيْعِ فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ

“Waspadalah kalian dari perbuatan terlalu banyak bersumpah dalam jual beli, karena itu bisa melariskan kemudian akan menghabiskan.”

Continue reading