Resep Bola-Bola Susu

Hari ini saya dan Khansa membuat bola-bola susu. Sebenarnya sudah lama dia request ingin membuat snack yang satu ini.

Tadinya Khansa membuat bola-bola susu di sekolah ketika kegiatan cooking class bersama guru dan teman-temannya di TKQ Anshorussunnah, kemudian dia minta dibuatkan lagi di rumah. Qoddarullah hari ini baru sempat. Yah, sambil isi waktu daripada  dia bombardir pesan whatsapp ke bapaknya terus untuk diminta pulang dari dinas hihi..

Bola-bola susu ini bahannya mudah didapat, cara membuatnya mudah, ngga perlu oven atau kukusan, cuma modal wajan saja untuk sangrai tepung. Pokoknya yang simple-simple saya suka hehe..

Tugas Khansa yang pertama yaitu membeli bahan-bahan kue di toko yang agak dekat dengan rumah kami. Dua kali dia bolak-balik karena yang pertama tepungnya kurang sehingga adonannya lengket, jadi dia kembali lagi untuk membeli tepung tapioka.

Ini dia bahan-bahan yang diperlukan (foto saya ambil dari file TKQ Anshorussunnah karena ngga sempat foto bahannya) :

Continue reading

Resep MPASI : Bubur Kentang

bubur kentang

Alhamdulillah proses MPASI Khansa sudah berjalan kurleb 4 bulan, dan untuk masalah maemnya Khansa saya sudah ngga seketat dulu lagi. Pemberian makana yang bergula ataupun bergaram sudah mulai sedikiiit.. demi sedikiiit.. saya perbolehkan. Kalo saya lagi makan roti, biskuit ataupun sayur berkuah biasanya sambil saya suapkan ke Khansa. Kalo saya rasa kandungan garam or gula pada makanan tersebut berlebih ya paling cuma sesuap dua suap aja.

Resep yang mau saya share ini sebenernya udah luamaa sekali mulai saya praktekkan yaitu ketika Khansa usia 7 bulan. Tapi sampe saat ini masih sering saya bikin, walopun spertinya Khansa udah mulai bosan dengan tema lembek-lembek hehe.. Yup, Khansa udah bisa maem nasi utuh tanpa disaring. Kemarin saya suapin nasi dengan sedikit kuah sayur asem dia enjoy memakannya. Kayaknya siy dia enjoy maem apa aja. Apa karena waktu hamilnya dia saya juga blang bleng apa aja diuntal ya?haha..

Pertama mbuat bubur kentang di rumah tante di Cibubur. Waktu itu tante lagi ada arisan n mau bikin sup iga. Saya pakai kuah kaldu supnya sebagai salah satu bahan pembuatan bubur Khansa. Tapi kalo menurut primbon siy katanya protein hewani mulai diberikan ketika bayi 8 bulan hehe.. maaf emak-emak agak ndableg :))

Oya, FYI.. untuk MPASI Khansa memang sehari-hari saya buat sendiri, ngga pake bubur instant. Mengapa?ada beberapa faktor, antara lain kandungan garam yg ada pada bubur instant dapat memperberat kerja ginjal si kecil, kandungan gulanya dikhawatirkan bisa mengakibatkan kerusakan gigi, bahan pengawet yang ada dalam kemasan bubur instant, dan juga berkurangnya nutrisi yang ada karena proses pembuatannya. CMIIW yaa :) . Tapi kalo ada ibu-ibu yg memberikan bubur instant ya monggo, kembali pada pilihan masing-masing. Insya Allah semua orangtua memilihkan yang terbaik untuk anaknya :) Continue reading

Gule Kambing

gule mbeek

Idul Adha yang lalu alhamdulillah kami mendapatkan daging kambing yang lumayan banyak. Ketika saya tanyakan ke zauji, pengen dimasak apa? zauji bilang “gule”.. doeenng.. mikir deh gimana resepnya, lha wong ngga pernah bikin gule. Kalo seng tong siy pernah seperti yang saya tuliskan resep di sini hasil contekan ke ummu shofi :)

Akhirnya saya browsing dan menemukan resep gule kambiang di sini , usai ngapalin resep mulai deh berperang dengan daging segedhe gaban yang harus dipotong kecil-kecil. Lumayanlah, tergores di jempol dikit.. dikit siih, mung perihe rak njamak.. lha wong pisone segedhe sarivan (masih inget kan?gaban,sarivan,gogle V? kalo ngga inget berarti ngga sejaman ama saya hihi.. wis tuwek).

Alhamdulillah di warung udah ada bumbu gule sachet, emang siy ngga dalam bentuk bubuk ataupun cair, tapi masih dalam bentuk utuhan. Di dalamnya ada ketumbar, jinten, dan teman-teman. Kalo saya lihat  sudah mewakili bumbu yang ada dalam resep.

Sesudah berkutat dengan iris mengiris daging, meres santan klapa (dipisahkan santan kental dan cair), merebus cabe, memblender bumbu dan mengulegnya dikit supaya haluz, kemudian memasak daging hingga empyuk yang memakan waktu hampir sejam (enak kali ya kalo ada panci prestoh), akhirnya jadi juga gule kambing ala chep markochep (btw kuningnya kok jadi berkilauan begindang ya?)

gule mbeek

Ini resepnya, monggo dimodif sendiri :)

Bahan:
2 sendok makan minyak goreng
2 batang serai, memarkan
5 lembar daun salam
4 lembar daun kunyit >> skip, ngga ada
1 kg daging kambing, potong-potong
2 liter santan dari 2 butir kelapa
Bawang goreng untuk taburan

Bumbu Halus:
200 gr cabai merah, rebus
10 butir bawang merah
5 siung bawang putih
2 cm jahe
4 cm kunyit
½ sdt jinten
1 sdt ketumbar
Garam secukupnya

Cara Membuat Resep Masakan Gulai Daging Kambing:
1. Panaskan minyak, tumis bumbu halus, serai, daun salam, daun kunyit hingga harum
2. Masukkan daging kambing, masak hingga setengah matang
3. Tuang santan aduk rata. Masak hingga daging empuk. Angkat, sajikan dengan taburan bawang goreng

Serba Serbi MPASI Khansa

Memasuki masa 6 bulan pada tanggal 6 Agustus yang lalu, hal ini berarti Khansa mulai menapaki masa MPAsI (Makanan Pendamping ASI). Mengapa pemberian MPASI pada usia 6 bulan? berdasarkan artikel yang saya baca di sini,

Asi adalah satu-satunya makanan dan minuman yang dibutuhkan oleh bayi hingga ia berusia 6 bulan. Selain itu biasanya bayi siap untuk makan makanan padat, baik secara pertumbuhan maupun secara psikologis, pada usia 6 – 9 bulan. Bila makanan padat sudah mulai diberikan sebelum sistem pencernaan bayi siap untuk menerimanya, maka makanan tersebut tidak dapat dicerna dengan baik dan dapat menyebabkan reaksi yang tidak menyenangkan (gangguan pencernaan, timbulnya gas, konstipasi dll). Tubuh bayi belum memiliki protein pencernaan yang lengkap. Asam lambung dan pepsin dibuang pada saat kelahiran dan baru dalam 3 sampai 4 bulan terakhir jumlahnya meningkat mendekati jumlah untuk orang dewasa. Amilase, enzim yang diproduksi oleh pankreas belum mencapai jumlah yang cukup untuk mencernakan makanan kasar sampai usia sekitar 6 bulan. Dan enzim pencerna karbohidrat seperti maltase, isomaltase dan sukrase belum mencapai level oranga dewasa sebelum 7 bulan. Bayi juga memiliki jumlah lipase dan bile salts dalam jumlah yang sedikit, sehingga pencernaan lemak belum mencapai level orang dewasa sebelum usia 6-9 bulan.

Untuk perlengkapan MPASI, saya tidak perlu banyak membeli karena alhamdulillah sebagian besar sudah ada di rumah, dan juga ada beberapa kado. Perlengkapan MPASI saya yaitu :

  1. B lender
  2. Food processor (isinya penumbuk, saringan makanan, alat memeras)
  3. Peralatan makan pigeon (BPA Free)
  4. Slabber
  5. Tempat makan bertutup + sendok Tommee tippee BPA Free (saya suka modelnya karena ada sekatnya, jadi bisa untuk bubur dan kuahnya, juga sendoknya ada indikator panasnya jadi kalo makanannya kepanasan maka sendoknya akan berubah warna)
  6. Baby cube 70 ml (utk tempat makanan atau kaldu ketika disimpan di kulkas)

Sebagai ibu yang kurang bisa memasak dengan baik (ngaku.com), saya berusaha mengumpulkan info sebanyak-banyaknya mengenai MPASI. Saya lahap artikel-artikel mengenai MPASI, dan hasilnya.. kena deh pepatah “too much information will kill you” alias kebanyakan info jadinya bingung.

Saya jadi agak bingung makanan apa yang harus saya perkenalkan pertama kali karena ada dua sumber artikel yang berbeda isinya. Dalam satu artikel mengenai panduan MPASI yg dishare teman saya di FB dengan rujukan buku Variasi Makanan Sehat Bayi karya Apriadji, Wied H di situ dijelaskan sebagai berikut

Buah segar menjadi pilihan pertama makanan pemula pendamping ASI. Berbeda dari nasi dan makanan pokok lainnya, buah segar mengandung karbohidrat yang mudah dicerna yaitu gula buah. Kemudahan gula buah dicerna bayi mendekati ASI karena secara alami dilengkapi enzim pencerna. Oleh karena itu, buah digolongkan dalam predigested food atau semidigested food, yaitu makanan yang sudah separuh tercerna.

Sebaiknya bayi usia dini (6-7 bulan) tidak diberi karbohidrat kompleks dalam bentuk nasi dan bahan makanan pokok lain yang tidak mudah dicerna. Lagipula, nasi dan makanan pokok lainnya tidak dilengkapi enzim pencerna pati sebagaimana buah. Pisang adalah satu-satunya buah kaya pati. Oleh karena itu bayi usia dini tidak diberi pisang dalam jumlah banyak (tidak lebih dari 50 gr setiap kali makan) dan diencerkan.

Sedangkan dari kumpulan artikel dari sehatgroup.web.id dikatakan bahwa

Makanan pertama sebaiknya adalah golongan beras dan sereal karena berdaya alergi rendah. Beras dan sereal disangrai dan dihaluskan menjadi tepung, tim dengan air secukupnya sampai matang, kemudian campurkan dengan ASI atau air matang untuk membentuk tekstur semi cair.
Secara berangsur-angsur perkenalkan sayuran yang dikukus dan dihaluskan dan kemudian buah yang dihaluskan, kecuali pisang dan alpukat matang, jangan berikan buah/sayuran mentah.
Setelah bayi dapat mentolerir beras/sereal, sayur dan buah dengan baik, berikan sumber protein (tahu, tempe, dg ayam, ati ayam & dg sapi) yang dikukus dan dihaluskan.

Artikel pertama diminta memperkenalkan buah, sedangkan yang kedua adalah beras dan cereal. Jalan yang saya ambil? sediakan apa yang ada di rumah hehehe.. beres!

Berhubung waktu itu yang tersedia buah alpukat, jadilah saya membuat puree alpukat sebagai makanan pertama Khansa. Saya membuatnya sedikit dulu sebagai perkenalan akan makanan dan tidak memaksakan dia untuk memakannya sampai habis. Kalau dia sudah menunjukkan tanda-tanda ngga mau makan seperti mingkem, disemburkan, buang muka kalo disodorin makanan ya saya sudahi makannya.

Cara membuat puree alpukat simple aja, daging alpukat saya blender dengan sedikit air sehingga agak cair ketka disuapkan ke Khansa. Harusnya siy supaya lebih yummi diberi ASI/ASIP, tapi karena persediaan ASIP menipis ya udah seadanya aja (makkokpelitsiy). Alhamdulillah ketika saya suapin Khansa mau makan puree alpukatnya sampe habis kurleb satu baby cube 70ml.

Ketika memasuki puree alpukat hari kedua, setelah saya kupas dagingnya dan saya blender kok alpukatnya warnanya agak burem, ngga kuning cerah kaya sebelumnya. Tapi karena ketika saya suapkan Khansa mau maem ya udah saya suapin aja. Dannn.. waktu berbuka puasa saya mencicipi puree alpukat yang masih tersisa satu cube di kulkas.. weeeekkk… rasanya ngga enak hahaha… *merasabersalah.com*. Rasanya tawar gitu, bahkan agak-agak pait (maapkeun ibumu ya nduk).

Ya, saya memang ngga menambahkan gula karena berdasar info di sini dengan merujuk di http://www.babyloveclub.com.au/solid-food  bayi dihindarkan dari gula dan garam karena (artikan sendiri ya *males.com*) :

– Sugar – it could encourage a sweet tooth and lead to tooth decay.
– Salt – Don’t add salt as your baby’s kidneys cannot cope.

Akhirnya hari selanjutnya saya memberi Khansa pisang dan alhamdulillah dia doyan banget maemnya.

Setelah itu saya membeli beras merah untuk makanan pokok Khansa yang kemudian saya bikin jadi tepung, caranya nyontek di sini yaitu :

  1. cuci beras terlebih dahulu hingga bersih kemudian rendam beras selama 2 jam (kalo saya cuma rendam 15 menit karena keburu2 hehe)
  2. setelah direndam, lalu tiriskan
  3. beras dihaluskan menggunakan glinder atau blender kecil yang biasa digunakan
  4. untuk blender bumbu
  5.  setelah dihaluskan, beras di saring
  6. terakhir adalah beras di sangrai

Untuk kuahnya, saya bikin kaldu dari ayam kampung, resepnya nyontek di thread sini, yaitu :

KALDU

Ceker ayam / tulang sapi / tulang ayam kampung secukupnya
wortel kecil 1
daun bawang-seledri diikat
1 siung bawang putih besar dikeprak
2 lembar daun salam
1 liter air

Cara masak:
Semua bahan dimasukkan, didihkan dengan api kecil supaya kaldunya mantap. airnya kira2 tersisa 750ml lah.
setelah harum dan matang, saring, dinginkan, masukan dalam ice cube tray/cetakan es batu. Lebih bagus kalo bertutup. bekukan. Dan ambil secukupnya saat akan membuat bubur dengan citarasa gurih untuk bayi.

Yah, begitulah serba serbi MPASI Khansa. Alhamdulillah merasa terbantu dengan Khansa sudah mulai makan karena produksi ASI agak berkurang selama puasa, dan alhamdulillah Khansa maemnya gampang jadi beratnya sedikit demi sedikit mulai bertambah jadi 8,9 kg karena tadinya stabil dari bulan lalu (8,5 kg).

Untuk menambah info per-MPASI-an berikut saya copas dari milis sehatgroup panduan pemberian MPASI utk usia 6 bulan.

6 bulan – MAKANAN PERTAMA
Yang diberikan:
· ASI/ASI perahan PLUS
· SEREALIA: beras putih, beras merah, havermuth
· SAYURAN: labu parang, ubi jalar, kentang, kacang hijau,labu, zucchini
· BUAH: pisang, alpukat, apel, pir

Yang Belum Boleh Diberikan:
· DAGING & MAKANAN YG MENGANDUNG PROTEIN
· IKAN & KERANG-KERANGAN
· SUSU SAPI & PRODUK SUSU OLAHAN

Tipe:
1 jenis makanan
Semi cair (dihaluskan atau dibuat puree)
Dimasak (kecuali buah tertentu, spt alpukat,semangka dan pisang)

Frekuensi:
Makan besar: 1-2 kali per hari
Cemilan: 1 kali per hari
ASI: kapan saja bila diminta atau formula umumnya
setiap 3-4 jam

Porsi:
Makanan: 1-2 ujung sendok teh pada awalnya,
bertahap tingkatkan sesuai bertambahnya usia dan
minat bayi.

Asem-Asem Daging

Hari Selasa yang lalu, mumpung liburan saya masak asem-asem daging stelah luamaaa ngga masak itu hehe.. Pengen masak lagi lha wis kayaknya pengen yang seger-seger, lagipula bahannya mudah didapat dan masaknya tinggal cemplang cemplung alias ngga ribet *dasar ngga mo repot* ;p

Alhamdulillah waktu itu masaknya lumayan banyak, soalnya pas magrib teman zauji datang bersama istrinya untuk nengok Khansa dan kita aturi makan malam bareng. Ngga tau deh rasane piye. Yang penting waktu makan tamunya diajak ngobrol biar ngga begitu merhatiin rasanya haha.. *curang sitik*

Oks dah.. ini dia resep asem-asem daging ala.. kadarnya :D

Bahan :

  • 500 gram Daging (skengkel)
  • Buncis
  • Tomat hijau

Bumbu :

  • Bawang merah, iris tipis
  • Bawang putih, iris tipis
  • Cabe merah besar, iris bulat
  • Cabe hijau besar, iris bulat
  • Garam
  • Gula
  • Gula jawa
  • Air asam jawa
  • Daun salam
  • Laos
  • Kecap

Cara memasak :

  1. Potong daging kecil-kecil bentuk dadu lalu direbus.
  2. Tumis bawang merah, bawang putih, cabe merah, cabe hijau, daun salam, laos hingga layu.
  3. Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan daging.
  4. Tambahkan gula, garam, air asam jawa, gula jawa dan kecap secukupnya ke dalam panci.
  5. Kalau daging sudah empuk, masukkan buncis dan tomat hijau.
  6. Masak hingga matang.
  7. Asem-asem daging siap dihidangkan.

Untuk takaran bumbu silakan sesukanya karena saya juga masaknya (lagi-lagi) hanya pake feeling :D

Ngopor Ayam

Opor ayam

Hari Minggu yang lalu rencananya saya pengen bikin ayam bakar. Bumbunya pake bacem aja, sekalian masukin sama tempe dan tahu, habis itu ayamnya dipanggang. Berhubung zauji lebih suka ayam kampung ato pejantan daripada ayam potong, maka Minggu pagi kami sekeluarga berencana untuk belanja di pasar tiban dekat gerbang perumahan yang menjual ayam pejantan. Qodarullah ketika baru jalan kaki 50meteran sudah gerimis mengundang. Akhirnya kami putuskan untuk pulang karena kasihan dengan Khansa (mana payungnya cuma satu, nyumplik lagi). Lagipula ternyata Khansa baru digendong udah bobok nyenyak, efek bangun jam 4 hehe.. Kemudian zauji yang keluar sendiri untuk membeli ayam, sedangkan saya di rumah menjaga Khansa plus nyiapin sarapan.

Setelah zauji pulang saya tanya lagi, pengen dibikin apa ayamnya? zauji bilang pengen opor. Welah, padahal sudah saya siapin tempe dan tahu beserta bumbunya. Ya wis, dalam rangka membahagiakan suami (tjieeeh..) akhirnya untuk pertama kalinya saya bikin opor ayam. Hihi.. padahal udah dua tahun 5 bulan nikah tapi belum pernah mbikinin opor. Lha wis gimana, opor kan identik dengan Lebaran, sedangkan waktu itu kami pulkam dan lebih enak masakan ummi dan ibu daripada saya donk *halah ngeles..*

Setelah buka-buka kamus catatan dari ummi, inilah resep opor ayam ala kadarnya dengan bumbu “secukupnya” alias cuma perkiraan. Hasilnya, alhamdulillah ngga mengecewakan.. bagi saya hihi..

Bahan :

  • 1 ekor ayam pejantan
  • santan (saya memakai kara ukuran kecil 2 buah *dasar ngga mau repot ;p)

Bumbu :

  • Bawang Merah
  • Bawang putih
  • Ketumbar
  • Merica
  • Kemiri
  • Jinten
  • Kunyit
  • Sere
  • Daun salam
  • Daun jeruk
  • Laos
  • Gula
  • Garam

Cara memasak :

  1. Haluskan bawang merah, bawang putih, merica (saya pake merica bubuk), ketumbar, jinten, kunyit kemudian tumis dalam wajan bersama dengan  daun salam, daun jeruk, dan laos
  2. Rebus ayam dalam panci hingga empuk
  3. Masukkan bumbu yang sudah ditumis ke dalam panci berisi rebusan ayam
  4. Tambahkan gula dan garam
  5. Masukkan santan kara ke dalam panci, aduk hingga matang
  6. Tambahkan bawang goreng jika suka
  7. Opor ayam siap disantap

Wingko Babat

Hari ini ummi mencoba resep baru yaitu wingko babat, nyontek dari tante Uti yang waktu acara khitbah sodara saya beberapa waktu lalu membawa wingko babat buatan sendiri. Bahan-bahannya sederhana dan cara membuatnya juga ngga rumit.

Ummi yang bagian meramu adonan, sedangkan saya cukup bagian pembakaran aja :D . Setelah wingkonya jadi alhamdulillah rasanya ladziiz, Insya Allah ngga kalah ama wingko babat yang dijual di kota asal saya, Semarang. (hiks.. kangen kuliner Semarang). Wingkonya empuk, rasanya juga manis gurih.. cocok buat temen minum teh ato kupi :) Alhamdulillah selama ummi menemani saya ada beberapa resep makanan yang saya pelajari. Moga-moga siy ngga males untuk mempraktekkannya lagi hehe..

Ini dia resepnya :

Bahan :

  • 250 gram tepung ketan
  • 2 butir kelapa parut (kelapanya yang agak muda)
  • 1/2 kilogram gula pasir
  • 1 sendok teh garam

Cara membuat :

  1. Campur semua adonan dalam satu wadah, uleni.
  2. Bentuk adonan bulat-bulat.
  3. Masukkan adonan yang sudah berbentuk bulat ke dalam wajan/teflon ato tempat panggangan lain (saya memakai happy call).
  4. Tekan adonan hingga menjadi agak pipih (jangan terlalu pipih supaya wingko ngga terlalu keras).
  5. Bolak balik wingko ketika sudah berwarna kecoklatan.
  6. Wingko babat enyak siap disantap! 

Selamat mencoba ^_^