Ghibah Berjama’ah

“Diet yang paling susah yaitu diet makan daging saudaranya sendiri”

Suatu kalimat yang saya baca di wall FB seseorang. Kalimat sarkas tapi ada benarnya, terlebih di era saat ini dimana berjamur akun-akun ghibah yang notabene banyak followernya .

Cerita pengalaman pribadi, ketika melewati beranda FB seringkali saya temui status ataupun artikel berita yang membicarakan keburukan orang lain dan sesudah itu bermunculan pada kolom komentar olokan-olokan serta hinaan yang tidak sepatutnya pada orang yang diposting tersebut.

Saya belum paham dimana sisi menyenangkannya ketika kita membicarakan hal yang buruk tentang orang lain dan mengoloknya beramai-ramai.  Siapa sih kita kok teganya menghakimi massal? Padahal kita pun belum tentu lebih baik dari dia. Terlebih jika yang dikomentari adalah urusan pribadinya. Haduh, opo dewe ki turah-turah lambe dan turah-turah wektu sehingga sempat-sempatnya mencari-cari aib orang lain dan menyebarluaskannya.

Sepertinya sekarang ini media sosial kita sedang gandrung dengan ghibah berjama’ah. Terlebih dengan munculnya akun-akun medsos yang sarat dengan ghibah seperti yang saya sebutkan di awal. Saya pun pernah penasaran dengan akun yang ramai dibicarakan tersebut tapi tak lama saya unfollow karena ngga kuat dengan isi beritanya. Kebanyakan isine mung ngrasani, ya Allah tiba-tiba pening pala bebi. Pun waktu saya bisa habis dengan hal yang sia-sia apabila terus-terusan membacanya.

Kalau ada yang berkilah, “Tapi kan isi beritanya benar”. Hellow.. ghibah itu ya memang kemungkinan benar apa yang diberitakan, kalau tidak benar namanya fitnah. Continue reading

Resep Bola-Bola Susu

Hari ini saya dan Khansa membuat bola-bola susu. Sebenarnya sudah lama dia request ingin membuat snack yang satu ini.

Tadinya Khansa membuat bola-bola susu di sekolah ketika kegiatan cooking class bersama guru dan teman-temannya di TKQ Anshorussunnah, kemudian dia minta dibuatkan lagi di rumah. Qoddarullah hari ini baru sempat. Yah, sambil isi waktu daripada  dia bombardir pesan whatsapp ke bapaknya terus untuk diminta pulang dari dinas hihi..

Bola-bola susu ini bahannya mudah didapat, cara membuatnya mudah, ngga perlu oven atau kukusan, cuma modal wajan saja untuk sangrai tepung. Pokoknya yang simple-simple saya suka hehe..

Tugas Khansa yang pertama yaitu membeli bahan-bahan kue di toko yang agak dekat dengan rumah kami. Dua kali dia bolak-balik karena yang pertama tepungnya kurang sehingga adonannya lengket, jadi dia kembali lagi untuk membeli tepung tapioka.

Ini dia bahan-bahan yang diperlukan (foto saya ambil dari file TKQ Anshorussunnah karena ngga sempat foto bahannya) :

Continue reading

Cacat Produk? Katakan Saja

               sumber : risalahnet.wordpress.com

Pada bulan Februari saya pernah membuka pre-order payung kuwalik karena waktu itu saya memang sedang membutuhkan payung untuk di rumah. Saya buka pre-order karena butuh teman agar harga yang saya dapatkan di supplier lebih murah.

Qoddarullah ketika barang datang ada dua payung yang cacat produk, sedangkan barang sudah dibayar lunas oleh customer (saya menggunakan akad salam). Sebenarnya tidak begitu tampak juga cacatnya jika tidak diperhatikan, hanya tergores sedikit dan yang satunya bagian ujung payung kurang rapat.

Tadinya sempat perang batin “bilang-engga-bilang-engga”, karena saya khawatir bagaimana ya kalau pada ngga mau, rugi dong saya mana harganya lumayan mahal hiks..

Tapi alhamdulillah lintasan pikiran itu bisa saya tepis dan saya pun bertawakal sama Allah.. ya wis kalau pada ngga mau nanti cari customer lain yang sekiranya berminat dengan penjelasan bahwa barang ada cacat produk sedikit.

Perlu diketahui bahwa dalam syari’at Islam penjual dan pembeli ada hak khiyar yaitu memilih antara melanjutkan akad atau tidak.  Pada kasus ini yaitu adanya khiyar aib. Para ulama menetapkan adanya khiyar aib yakni hak khiyar yang disebabkan karena adanya cacat, walaupun cacat tersebut baru diketahui setelah sekian waktu. (lihat Syarhul Buyu’ hal. 102), sumber disini.

Hadits Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- tentang khiyar adalah sebagai berikut … Continue reading

Balada Kangen Abay

Sudah seminggu ini ayahnya Khansa dinas ke Maluku. Pada awalnya Khansa hanya whatsapp ayahnya ingin ditunjukkan tempat dinasnya, kemudian abu Khonsa mengirimkan gambar ini..

Rupanya lama-kelamaan genduk mulai kangen sama ayahnya, hingga whatsapp abu khonsa “dibombardir” pesan dari Khansa..

Hihi.. mana ngga ada titik koma lagi itu messagenya, bingung bingung deh yang baca. Owalah nduk.. nduk.. main hayday pun jadi alasan biar ayahnya pulang.

Sabar ya nduk, in sya Allah sebentar lagi abay pulang.. doakan saja supaya perjalanan abay lancar dan selamat serta senantiasa dalam perlindungan Allah.

Kampung Agro Krapyak Semarang

Suatu hari suami saya sedang membuka web kampung agro krapyak, yaitu salah satu kampung tematik yang ada di Semarang. Qoddarulloh yang terpilih menjadi kampung agro adalah tempat dimana saya tinggal dan dibesarkan yaitu wilayah Krapyak di kota kesayangan, Semarang.

Kemudian suami berkomentar kurang lebih begini, “Bener ngga sih sekarang gangnya jadi begini?”, sambil melihat gambar yang ada di web tersebut.

Naah.. untuk menuntaskan rasa penasaran suami, maka pada akhir Maret 2017 yang lalu ketika saya sedang menengok adik di Jogja kemudian lanjut pulkam ke Semarang (suami hanya mengantar sampai Jogja), saya fotokan kondisi terkini dari gang tempat tinggal kedua orangtua saya.

Niih paksu gambarnya.. maasya Allah yaa.. we see the power of eyangs here hihi.. Memang kebanyakan yang bermukim disini sekarang adalah eyang-eyang (termasuk kedua orangtua saya). Terdapat Gabungan Kelompok Tani (saat ini diketuai oleh ibu saya) yang mengkoordinir pelaksanaan dan penanaman di wilayah RW 7 Kelurahan Krapyak Semarang Barat sehingga menjadi asri seperti ini.

Thumbs up buat para eyang disana!

Lingkungan menjadi ijo royo-royo dan adem dipandang mata.

                      Kampung Agro Semarang

                      Kampung Agro Semarang

                Kampung Agro Krapyak Semarang

Niih.. pagar rumah orangtua saya, bahkan untuk memaksimalkan lahan yang ada maka pagarpun bisa menjadi tempat menanam sayur.. good idea buat yang lahannya terbatas yah..

Ingin berkunjung ke kampung tematik agro Semarang? monggoo.. langsung cuss ke kelurahan Krapyak, khususnya RW 7. Disana juga terdapat penjualan aneka bibit dan aneka tanaman.

Ternyata Begini Usaha Offline Itu

Lumayan “mengelus dada” dengan kejadian yang saya alami. Ternyata untuk memulai usaha offline itu selain fisik juga membutuhkan mental yang kuat yah *tarik napas panjang, hempaskaan..*

Berceritaa.. dimulai..

Alkisah, beberapa waktu yang lalu suami bercerita pengalaman temannya yang sudah pensiun dari pekerjaannya kemudian memulai usaha berjualan bakso.

Pada awalnya dagangan dia lumayan laris, hingga suatu ketika warungnya benar-benar sepi. Keheranan semakin bertambah ketika kemudian warungnya bau kotoran yang menyengat. Sesudah diperiksa di penjuru warung, dia menemukan tanah dalam air bak kamar mandinya. Teman suami lalu ingat, beberapa waktu sebelumnya warung dia kedatangan dua orang tamu yang mencurigakan. Saat itu datang sepasang pria dan wanita, kemudian si wanita tersebut ijin numpang di kamar mandi. Lumayan lama wanita tersebut di kamar mandi, tanpa ada suara kricik-kricik air. Entah apa yang wanita tersebut lakukan di kamar mandinya, hingga keesokan harinya timbullah kejadian tersebut.

Alhamdulillah sesudah tanah di kamar mandinya dibersihkan, besoknya warung normal seperti biasa. Lebih heran lagi saat tetangga sebelah warungnya bertanya “Pak, kemana saja kok warungnya tutup terus? saya mau beli bakso ngga jadi deh”. Nah loh, padahal dari kemarin teman suami ada disana dan warung selalu buka. Ada apakah gerangan sehingga penampakan warung menjadi tutup? jeng jeeeng…

Begitulah nyata adanya, bahwa ada orang yang masih mempercayai  dan melakukan hal-hal berbau syirik untuk menyaingi rival bisnisnya. Usaha yang dapat kita lakukan untuk menangkalnya yaitu dengan mengaktifkan dzikir pagi petang, serta bacaan yang sesuai ketentuan syari’at untuk melindungi dari tipu muslihat jin dan manusia.

Lain pengalaman teman suami, maka lain pula pengalaman saya. Continue reading

Tips Mengajarkan Sholat pada Anak

Dulu ketika Khansa usia 2 tahunan, saya membelikannya mukena anak. Saya ingin memperkenalkan salah satu kewajiban umat Islam, yaitu sholat lima waktu. Dia suka sekali mengenakannya dan menirukan gerakan sholat yang saya lakukan. Di usia tersebut tentu saja sholat ala Khansa tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku… sak karepe dewe lah hihi..

Saat usia 4 tahun dan mulai TK, Khansa diperkenalkan dengan bacaan, gerakan sholat, dan juga jumlah rakaat yang secara benar. Alhamdulillah tata cara sholat Khansa sudah ada kemajuan dan in sya Allah setahap demi setahap mulai sesuai syari’at.

Akan tetapi yang membuat saya seringkali mengelus dada yaitu ketika dia diminta untuk sholat saat tiba waktunya adaaa aja alasannya. Entah main dulu atau alasannya yang lain. Malas-malasan lah pokoknya. Yah, saya pun berusaha memaklumi dan masih mentolerir karena memang dia belum terkena beban syari’at untuk sholat. Namun sebagai orangtua, tentu saja saya berkeinginan agar anak saya nantinya menjadi hamba Allah yang menjaga sholat hingga akhir hayatnya. Pertinyiinnyii… bagaimana caranya?

Ditengah “kegalauan” saya dengan sikap Khansa yang ogah-ogahan diajak sholat, saya qoddarullah membaca artikel copas-an di whatsapp mengenai seseorang yang mengunjungi keluarga temannya dan menemukan bahwa anak temannya tersebut tanpa disuruh mau untuk sholat. Ketika ditanyakan bagaimana caranya, ternyata temannya mendoakan anak-anaknya dengan doa yang terdapat dalam Al Qur’an yaitu surat Ibrohim ayat 40.

sumber : pinterest

                              sumber : pinterest

Maasya Allah.. artikel yang sangat menginspirasi. Saya lalu mempraktekkan doa tersebut. Dalam sujud saya berdoa agar menjadikan anak keturunan kami (hingga hari kiamat nanti) adalah orang-orang yang mendirikan sholat (dan ditambahkan doa agar ditetapkan dalam iman dan Islam sampai akhir hayat).

Tak lupa saya juga mengingatkan Khansa akan pentingnya sholat. Bukan dengan menakut-nakuti Khansa akan keberadaan neraka apabila dia tidak sholat, akan tetapi lebih menekankan agar dia bersyukur kepada Allah dengan melakukan sholat. Seringkali ketika pillow talk saya bilang kurang lebih seperti ini “Khansa lihat kan di jalan, ada anak-anak yang ngga punya rumah, ngga punya makanan. Sedangkan Khansa punya rumah jadi ngga kehujanan dan kepanasan, ada makanan dan minuman. Khansa harus bersyukur sama Allah sudah diberikan banyak rizki seperti itu. Caranya bersyukur bagaimana? dengan Khansa sholat”

Alhamdulillah ikhtiar saya melalui doa dan pemberitahuan secara berulang tentang cara bersyukur kepada Allah dengan sholat, bi idznillah (dengan izin Allah) membuahkan hasil.. Khansa perlahan mulai berubah. Dia menjadi anak yang semangat untuk sholat, bahkan di awal waktu. Saya pun malah sering diingatkan Khansa untuk sholat sesudah adzan berkumandang. Gantian dia yang ngoyak-ngoyak saya hehe..*kuwalik*. Alhamdulillah di usianya yang 5 tahun dia mulai rutin menjalankan sholat 5 waktu, bahkan Subuh pun dia bangun untuk menunaikan sholat walaupun terkadang sambil terkantuk-kantuk. Pernah beberapa kali dia bangun yaitu jam 2, jam 3 kemudian jam 5 untuk menanyakan apakah sudah saatnya sholat Subuh.. *semangat bingits*

Hal yang membuat saya terharu, ketika 3 hari yang lalu dia sakit demam dan mengeluh pusing, namun ketika tiba saatnya sholat dia kemudian ambil air wudhu dan tetap melaksanakan sholat. Mudah-mudahan istiqomah sampai akhir hayat ya nduk.

Mudah-mudahan sharing cerita saya bisa bermanfaat, karena ini berdasar dari pengalaman pribadi. Tips bagaimana agar anak mau menjalankan ibadah sholat, yaitu dengan mendoakan, menyemangati, serta satu hal penting yaitu memberi contoh. Akan tidak berarti jika kita koar-koar menyuruh anak sholat sedangkan kita sebagai orangtua malah melalaikan kewajiban tersebut. Actions speak louder than one thousand words.

Semoga anak keturunan kita adalah hamba Allah yang menunaikan sholat dan berpegang teguh pada tali agama Allah sesuai Al Qur’an dan As Sunnah.