Memaksimalkan Fungsi Website

Mau cerita dunia perbakulan dulu ya..

Berhubung sekarang sudah tidak ada facebook dan instagram, maka saya harus berpikir bagaimana cara melakukan promo produk melalui tool yang saya punya. 

Alhamdulillah untuk orderan di tokopedia dan shopee berjalan lancar. Nah PR saya adalah bagaimana memaksimalkan fungsi web zeatoys.com yang saya punya untuk memudahkan customer dan reseller bertransaksi dengan kami.

Selama ini ketika ada fb dan ig saya kurang perhatian pada web, tapi sekarang mau tidak mau web adalah salah satu sarana penting untuk keberlangsungan proses usaha kami.

Mungkin ada yang berpendapat “Halah buat apa punya web?mana bayar sewa per tahun untuk domain dan hosting, biaya bikin juga mahal, mending pakai yang gratisan seperti medsos”

Hmm..bagi saya web merupakan investasi untuk sarana promo dan transaksi, sekaligus untuk back-up data jika sewaktu-waktu medsos atau marketplace collapse. Ingat yang terjadi pada friendster?

Jadi saya pikir it’s ok keluar biaya sekali untuk pembuatan web (dulu tahun 2013 biaya 500ribu) dan perpanjangan sewa per tahun (saat ini 300ribu/th). In sya Allah manfaatnya akan terasa, terutama jika kita bisa memaksimalkan fungsinya.

Ini adalah penampakan web zeatoys.com yang sudah ada sejak tahun 2013. Walaupun dulu terbengkalai tapi tidak saya tutup karena alasan yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

Alhamdulillah saat ini untuk memudahkan customer bertransaksi di web, kami sudah menambahkan fasilitas cek ongkir. Jadi nanti ketika check out, sudah ditotal sekaligus dengan ongkirnya. Ini juga salah satu cara memaksimalkan web.

Selain itu, bagi para marketer dan reseller kami, juga disediakan fasilitas cek harga marketer dan harga grosir untuk tiap produk. Jadi tidak usah bolak balik tanya harga ke customer service kami. Di web semua tersedia, baik harga, gambar, dan perkiraan ongkir. Sehingga in sya Allah lebih efisien waktu dan tenaga.

Building system tentu saja membutuhkan waktu dan juga biaya. Tapi ketika sistem sudah berjalan, maka in sya Allah usaha kita akan lebih mudah. Kita tinggal fokus untuk pengembangan produk, atau kalau ada modal lebih bisa mengepakkan sayap ke usaha yang lain.

Katanya siih, bisnis yang baik adalah bisnis yang tetap berjalan lancar walaupun owner sedang tidak berada di tempat. Naah.. itu yang menginspirasi saya untuk membangun sistem, walaupun masih on process dan berjalan pelan-pelan. 

Jadi selain memaksimalkan fungsi web, juga merapikan pembukuan dan stok barang. Saya kira itu kunci menuju sistem usaha yang baik. And I’m still working on it.. semangadh!

Begitulah kira-kira tips memaksimallan fungsi web dan membangun sistem usaha yang saya ketahui dan sudah dipraktekkan. Semoga bermanfaat.

Advertisements

Lava Tour Merapi

Mumpung masih fresh baru kemarin pagi perjalanan dilakukan, hari ini mau sharing tentang pengalaman ikut lava tour gunung Merapi di Yogyakarta.

Qoddarulloh akhir tahun ada acara keluarga besar suami yaitu piknik ke Yogyakarta dan sekitarnya. Salah satu jadwalnya yaitu ikut Lava Tour Merapi.

Hari Ahad tanggal 31 Desember 2018 kami berangkat dari tempat menginap yaitu wisma MM UGM pukul 05.00 menuju daerah Kaliurang, tempat diadakannya kegiatan lava tour. Sampai di basecamp penyelenggara lava tour kurang lebih pukul 05.45. Sepanjang perjalanan mendekati daerah Kaliurang banyak pilihan pengelola lavatour, silakan dipilih mau yang mana. 

Dari basecamp disediakan 8 jeep, dengan masing-masing jeep max ditempati 4 orang dewasa. 

Walaupun berangkat pukul 06.00 menuju Merapi tapi angin cukup dingin dan lumayan kencang, jadi jangan lupa memakai baju lengan panjang/jaket. Maklum naiknya jeep terbuka.

Ini adalah pemandangan kiri kanan jalan menuju ke atas..

Ketika semakin mendekati lereng Merapi jalan sudah berubah bentuk, tidak semulus gambar di atas. Jalannya berbatu-batu dan berlubang, cukup membuat kita ajrut-ajrutan ala off road. Maaf ngga sempat motret jalurnya, terlalu sibuk pegangan jeep biar ngga terlempar haha lebay.. buat yang lagi hamil sebaiknya jangan ikut lavatour dulu yaa. Anak kecil boleh ikut, tapi kalau saya sarankan yang usia 4-5 tahun ke atas, kemudian nanti pesan ke supirnya jangan terlalu ekstrim nyetirnya hehe..

Alhamdulillah jeep akhirnya sampai dengan selamat, berjarak 4 km dari gunung Merapi, dan inilah pemandangan yang kami dapatkan.. Maasya Allah..

Masih kurang? ini dia view ke arah bawah.. maasya Allah..

Sampai sini ternyata perjalanan ternyata belum berakhir, masih berlanjut melihat batu alien (batu besar yang katanya menyerupai pahatan wajah manusia), museum harta peninggalanku (berisi barang-barang peninggalan penduduk ketika letusan Gunung Merapi), dan terakhir main air di Sungai Kuning. 

Naah..main di Sungai Kuning ini seru juga. Jeep dipacu agak kencang menyibak air Sungai Kuning (maaf juga ngga sempat motret, lagi-lagi sibuk pegangan jeep). Penumpang bagian depan lumayan basah , apalagi kalau drivernya berulang-ulang muterin sungai. Saya duduk bagian belakang alhamdulillah kering dan aman hehe.. Waktu itu jeep kami cukup sekali putar saja karena Khansa menolak untuk berbasah-basah lagi (dia duduk bagian depan sama ayahnya).

Alhamdulillah perjalanan usai. Sampai di basecamp jam 09.00, langsung cuss menuju penginapan untuk sarapan dan istirahat.

Begitulah sekilas tentang perjalanan kami mengikuti lavatour Merapi. Bagi yang hendak ikut, selain persiapan fisik jangan lupa disiapkan juga baju ganti (buat jaga-jaga kalau kebasahan di sungai), masker (menghindari debu dan angin), kacamata hitam (silauu men), dan topi (terutama yang ikut jadwal siang). 

Deactivate Instagram, Done!

Alhamdulillah, mulai tanggal 21 Desember 2017 yang lalu saya telah menon-aktifkan akun instagram, menyusul dinon-aktifkannya akun facebook pada tanggal 17 November 2017.

Keputusan ini tentu saja anti mainstream, mengingat saya adalah seorang bakul online. Disaat para pengusaha lain membuka akun medsos dan berusaha menambah followers untuk promo dan mendongkrak omset, tapi saya malah melakukan sebaliknya.

Sama dengan facebook, tentu saja ada beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi keputusan ini. Alasan utamanya sama dengan fb, yaitu terbuangnya cukup banyak waktu ketika menyisir timeline atau melakukan insta-walking. 

Maaf kalau ada yang kurang setuju, tapi Instagram ini bagi saya lebih “horror” dari fb karena mayoritas adalah foto alias penampakan. Nah, foto-foto atau video-video ini ada (banyak) yang kurang sopan dan secara sengaja ataupun tidak mata saya melihatnya ketika sedang membuka instagram. 

Ditambah lagi teman-teman saya ada yang follow artis-artis luar, jadi ketika mereka nge-love foto tersebut maka akan muncul gambar-gambar artis tersebut ketika saya berada di kolom search. Tentu saja ini tidak sehat bagi pandangan mata saya (you know what I mean).
Alasan selanjutnya, walaupun saya tidak follow akun-akun hossip, tapi lagi-lagi ketika masuk kolom search dan terdapat deretan gambar dari akun tersebut, tangan ini seakan tak kuasa menolak untuk membuka satu persatu karena merasa penasaran untuk membaca beritanya. Sehingga saya jadi tahu kalau A berseteru dengan B, rumah tangga C dan D sedang terancam perpisahan, si E adalah “wil’ dari F, dsb. Begitulah saya menjebakkan diri ke ghibah berjama’ah huhuhu.. *semoga Allah mengampuni

Padahal kalau dipikir-pikir, urusan saya tuh sudah banyak dan riweh, kok yo gelem-geleme membaca berita hossip yang mengurusi cinta, pertengkaran dan rumah tangga orang lain atas nama kepo *haduh, istighfar meneh..

Nah, untuk menghindari hal-hal buruk di atas maka keputusan saya bulat untuk menon-aktifkan instagram. Cukup sudah masak tertunda, cucian lupa dijemur, anak kurang diperhatikan karena saya sibuk berinsta-ria hihi..

Alhamdulillah dengan non-aktifnya dua aplikasi tersebut (sudah saya uninstall juga dari hp), maka waktu yang dulu digunakan untuk melihat dan membaca timeline dapat digunakan untuk hal bermanfaat lainnya.

Saya bisa lebih ada waktu untuk membuka telegram dan membaca faidah serta nasihat dari channel sunnah yang saya ikuti. Kemudian bersama Khansa jadi sempat belajar menulis huruf arab sesuai kaidah dan estetika dengan melihat di channel khoth yang ada. Bisa mengulang belajar tajwid, mendengarkan kajian, dan lain-lain. Juga sekarang mulai belajar jahit dari nol (dunia yang tidak pernah saya jamah sebelumnya). Tentunya juga jadi sempat ngeblog lagi.

Alhamdulillah pikiranpun jadi lebih tenang, tidak memikirkan pro kontra macam-macam yang bikin telinga panas, tidak membaca debat-debat ngga jelas, tidak melihat gambar dan video yang kurang patut. 

Alhamdulillah ngga mikir juga gambar apa yang mau diposting hari ini dan menghitung berapa like/ love yang dimiliki hehe..

Ada teman yang menyayangkan keputusan saya karena follower sudah cukup banyak, bahkan ada yang menyarankan supaya akun medsos dipegang admin supaya saya tidak kewalahan. Tapi in sya Allah keputusan saya sudah tetap untuk tidak membuka kembali akun tersebut walaupun saya punya admin. Lha wong saya saja menghindari lalu bagaimana mungkin saya menyuruh orang untuk melakukannya. Hal ini sama saja saya menunjukkan keburukan pada orang lain dan saya jadi ikut mendapatkan dosanya ketika dia melakukan keburukan tersebut. 

Bismillah saja.. saya meyakini hadits barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan berikan pengganti lebih baik.

‘karena rizki itu minallah, bukan min ig atau min fb’

Resep Pangsit Udang

Yeuk mare..posting resep lagi hihi.. qoddarulloh adem ya hari ini, jadi bikin mager dan timbul hasrat ngemil. Ini mungkin bisa jadi alternatif resep camilan untuk keluarga yang nyusmak

Prakteknya mah sudah lama, again-again ngintip resep mba Diah Didi hihi..

Request dari Khansa pas melihat ig mba Diah Didi. Nah, berhubung ig saya rencana mau dinon-aktifkan, jadi ngeback-up dulu resep-resep yang pernah saya post di sana.

Resep Pangsit Udang

Bahan:

  • kulit pangsit
  • udang 
  • daging ayam 
  • wortel (iris dadu kecil)
  • daun bawang (iris tipis)
  • bawang putih (uleg)
  • garam
  • kaldu jamur
  • merica
  • putih telur

Cara masak:

1. Cacah halus udang dan daging ayam lalu campur dalam satu wadah

2. Tambahkan ulegan bawang putih, garam, gula, merica, kaldu jamur

3. Masukkan putih telur, aduk rata

4. Masukkan adonan dalam kulit pangsit, bentuk sesuka hati (boleh segitiga atau ala martabak/ lumpia), kemudian goreng

5. Bisa modifikasi dengan memasukkan adonan ke tahu putih, kemudian kukus. 

6. Alternatif lain, masukkan dalam kulit pangsit dan dikukus. Jadi deh dimsum ala-ala

Ini yang agak butuh perjuangan nyincang daging ayam dan udang sama ngiris wortel kicik-kicik. Alhamdulillah dibantu suami dan Khansa pas racik-racik hihi..

Resep Cilok

Nyimpen resep lagi yaa.. alhamdulillah nemu yang pas resepnya (lagi-lagi) punya mba diah didi.. Maturnuwun ya mba atas resep-resepnya. Sesama semarangan, tapi yang satunya sekarang sudah pindah menjadi warga Bogor (tapi Semarang akan tetap menjadi my home sweet home hihi..)

Cilok menul-menul, in sya Allah ngga mengeras ketika dingin.

Resep cilok

Bahan:

  • Tepung terigu 100 gram
  • Tepung tapioka 100 gram
  • Bawang putih
  • Garam
  • Gula
  • Merica
  • Ebi dihaluskan (skip, karena ngga punya)
  • Daun bawang (iris tipis)
  • Kaldu (saya pakai kaldu jamur)
  • Air panas

Cara memasak:

1. Uleg bawang putih

2. Masukkan tepung terigu dalam wadah, campurkan ulegan bawang putih, garam, gula, kaldu, merica

3. Tambahkan air panas yang baru mendidih, aduk rata

4. Tambahkan daun bawang

5. Masukkan tepung tapioka, aduk rata

6. Bentuk adonan menjadi bulat-bulat

7. Rebus bulatan cilok dalam air mendidih (saya beri sedikit royco sapi pada air biar guyih)

7. Angkat cilok yang sudah kemampul (haha..bahasane campuran)

8. Nikmati cilok dengan bumbu pecel + kecap

Monggo dicobi… lumayan untuk cemilan di musim hujan hihi..

Bolu Citarasa Putu Mayang

Latepost bangettt..

Niatnya ingin menyimpan resep buat kalau besok-besok mau bikin lagi.. Resep simple nyontek punya mba diah didi.

Salah satu bolu kesukaan suami.

Bolu Citarasa Putu Mayang
Bahan:

  • telur 3 butir
  • tepung terigu 100 gram
  • gula pasir 75 gram
  • santan instan 70 ml
  • sejumput garam

Cara membuat:

1. Mixer telur dan gula pasir hingga putih mengembang

2. Masukkan terigu dan garam, aduk biasa

3. Masukkan santan, aduk hingga tercampur rata

4. Pisahkan adonan pada dua wadah. Beri sedikit pasta pandan pada salah satu adonan

5. Kukus adonan pertama, bila sudah matang, masukkan adonan kedua

6. Kukus hingga matang dan bolu siap disantap

Tadaa..beginilah penampakannya..

Help Others=Help Yourself (2)

Menolong orang lain sama saja dengan menolong diri sendiri. Mungkin banyak yang sudah pernah mengalaminya, demikan juga dengan saya. Salah satu pengalaman saya tertulis disini. Bahwa ketika kita mempermudah urusan orang lain, maka Allah pun mempermudah urusan kita.

Dulu kisah ini pernah saya publish di facebook Bulan Maret tahun 2015, karena sekarang fb saya sudah non-aktif (semoga istiqomah hehe..) maka saya simpan di blog ini sebagai pengingat diri sendiri.

Sebuah kisah yang  mengajarkan kita supaya tidak menjadi manusia egois yang hanya memikirkan kepentingan dan kebahagiaan diri sendiri.

Tersebutlah cerita dari salah seorang ummahat di grup whatsapp yang saya ikuti yaitu Ummu Abdillah yang saat ini sedang bermukim di Riyadh. Ini adalah kisah dari teman suami ummu Abdillah, sebut saja Fulan.

Fulan berasal dari Nigeria, dia tidak mempunyai banyak uang ketika sedang menjadi seorang mahasiswa di sebuah Universitas di Arab Saudi karena dia juga harus membiayai adiknya yang sedang kuliah kedokteran di Nigeria. Akan tetapi dia mempunyai mobil butut (di Arab Saudi mempunyai mobil itu wajib, kata Ummu Abdillah).

Nah, dengan mobil bututnya tersebut dia selalu mengantar teman-temannya yang belum mempunyai mobil. Si Fulan bilang, dia tidak bisa menolong orang dengan uang/harta tapi dia bisa menolong dengan tenaga. Orangnya juga selalu tangan terbuka ketika diminta tolong. Pernah suatu ketika Ummu Abdillah ditinggal suaminya ke Jeddah selama seminggu dan suaminya lupa membeli beberapa barang kebutuhan. Suami Ummu Abdillah lalu menghubungi Fulan dan meminta tolong, dan Fulan kemudian langsung belanja. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Ummu Abdillah, ketika dibuka tidak ada orang, tapi ada barang belanjaan. Continue reading