Help Others=Help Yourself (2)

Menolong orang lain sama saja dengan menolong diri sendiri. Mungkin banyak yang sudah pernah mengalaminya, demikan juga dengan saya. Salah satu pengalaman saya tertulis disini. Bahwa ketika kita mempermudah urusan orang lain, maka Allah pun mempermudah urusan kita.

Dulu kisah ini pernah saya publish di facebook Bulan Maret tahun 2015, karena sekarang fb saya sudah non-aktif (semoga istiqomah hehe..) maka saya simpan di blog ini sebagai pengingat diri sendiri.

Sebuah kisah yang  mengajarkan kita supaya tidak menjadi manusia egois yang hanya memikirkan kepentingan dan kebahagiaan diri sendiri.

Tersebutlah cerita dari salah seorang ummahat di grup whatsapp yang saya ikuti yaitu Ummu Abdillah yang saat ini sedang bermukim di Riyadh. Ini adalah kisah dari teman suami ummu Abdillah, sebut saja Fulan.

Fulan berasal dari Nigeria, dia tidak mempunyai banyak uang ketika sedang menjadi seorang mahasiswa di sebuah Universitas di Arab Saudi karena dia juga harus membiayai adiknya yang sedang kuliah kedokteran di Nigeria. Akan tetapi dia mempunyai mobil butut (di Arab Saudi mempunyai mobil itu wajib, kata Ummu Abdillah).

Nah, dengan mobil bututnya tersebut dia selalu mengantar teman-temannya yang belum mempunyai mobil. Si Fulan bilang, dia tidak bisa menolong orang dengan uang/harta tapi dia bisa menolong dengan tenaga. Orangnya juga selalu tangan terbuka ketika diminta tolong. Pernah suatu ketika Ummu Abdillah ditinggal suaminya ke Jeddah selama seminggu dan suaminya lupa membeli beberapa barang kebutuhan. Suami Ummu Abdillah lalu menghubungi Fulan dan meminta tolong, dan Fulan kemudian langsung belanja. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah Ummu Abdillah, ketika dibuka tidak ada orang, tapi ada barang belanjaan. Continue reading

Advertisements

Mengapa Deactivate Akun Facebook?

Sudah seminggu ini terbersit niat untuk menon-aktifkan akun facebook zeatoys yang in sya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Untuk yang akun pribadi malah sudah deaktif lama. Sebelumnya saya sudah woro-woro di wall untuk link media sosial Zeatoys lainnya agar customer bisa tetap keep in touch dengan Zea.

Mengapa saya sampai berkeinginan demikian?

Padahal keuntungan dari membuka lapak di facebook cukup banyak. Bisa dikatakan -bi idznillah- Zeatoys besar melalui facebook. Dimulai dari bergabung dengan emak-emak pemilik usaha di grup ReOs (Recommended Online Shop) sehingga saya bisa membangun koneksi dengan sesama pedagang, kemudian berkembang dengan adanya grup reseller dan marketer Zeatoys di facebook yang sampai saat ini mempunyai anggota yang cukup banyak. Selain itu juga fanpage Zona Edukasi Anak yang awalnya beberapa orang follower, alhamdulillah sekarang sudah 16 ribuan. Belum lagi ketika membuka barang-barang PO (Pre Order) yang paling banyak terjaring adalah melalui facebook. Plus, saya bisa belajar dari status teman-teman saya dalam pengelolaan usaha mereka masing-masing.

Nah, dengan sedemikian banyak manfaat yang saya peroleh dari facebook kok mau deaktif?

Ini adalah masalah pilihan dan tentu saja berbeda-beda tiap orang. Dalam hal ini alasan utama saya adalah waktu yang terbuang. Ketika saya sedang menyisir lini masa (newsfeed) bisa memakan waktu lama. Mulai dari membaca status emak-emak (entah tentang keluarga, usaha, kesehatan, dsb), sengaja ataupun tidak melihat video yang bersliweran (tentang resep, parenting, dll), membaca berita-berita yang dishare, belum lagi membaca postingan di grup (entah grup masak, jual beli atau lainnya). Bagi emak-emak seperti saya, pekerjaan rumah kadangkala jadi tertunda ketika dalam masa penyisiran tersebut. Misalnya nih selesai mencuci baju jam 07.00 pagi, untuk menjemur bisa-bisa baru dilakukan jam 09.00 kalau pegang hp dulu.

Continue reading

Hampir Saja Saya Menyerah..

Beberapa waktu lalu suami menyerahkan sebuah amplop berisikan uang sekian ratus ribu rupiah. Suami bilang itu setoran dari admin toko. Dalam hati saya, “Alhamdulillah.. padahal baru beberapa hari lalu admin setor juga ke saya”

Ingatan saya lalu flashback di awal tahun 2017, ketika saya hampir saja menutup toko offline Zeatoys.

Ya, hampir saja saya menyerah, rasanya ingin menutup toko saja. Saya waktu itu sudah bilang ke suami akan rencana ini dan beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya. Selama ini memang keinginan saya untuk membuka usaha paska resign dari sebuah BUMN 5,5 tahun yang lalu.

Saya bukannya ngoyo dalam mencari tambahan pemasukan untuk keluarga. Alhamdulillah pemberian dari suami cukup untuk kebutuhan keluarga kami, akan tetapi saya ingin meneladani salah satu istri Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- yaitu Zainab binti Jahsy yang bekerja (menyamak kulit dan menjahit untuk dibuat khuf dan lainnya), lalu ia bersedekah di jalan Allah -subhanahu wata ‘ala-. Tentu saja dengan catatan bahwa keluarga tetap menjadi prioritas utama, tidak mengganggu ibadah/ menyebabkan lalai kepada Allah, serta pekerjaan yang tidak melanggar syariat Allah.

Qoddarulloh ujian dalam usaha datang berturut-turut seperti yang saya ceritakan disini dan disini. Mulai dari kondisi toko sebelumnya yang membuat kami lelah (fisik dan emosi), kemudian mulut-mulut kurang amanah yang membuat gerah, hingga admin yang mendadak resign tanpa sempat saya mencari pengganti lebih dulu. Continue reading

Hati-Hati Rajah Terselubung!

Beberapa waktu lalu ketika mudik lebaran di Semarang, saya ziyaroh/ berkunjung ke rumah tante.

Ketika hendak berpamitan, mata saya tertuju pada pajangan dinding yang bentuknya tampak tidak asing, mirip dengan kepunyaan orangtua saya yang sudah lama dicopot, ketika suami saya mengetahui ada yang janggal pada pajangan tersebut.

Ketika saya mendekat, ternyata betul pola tulisannya mirip dengan kepunyaan orangtua saya.

Tante saya bilang kalau itu adalah pajangan bertuliskan asmaul husna, dibeli sudah lama ketika waktu itu anak pertamanya “kena sawan” sesudah adiknya meninggal.

Hmm.. begitupun dulu orangtua saya bilang, mereka mengira bahwa yang mereka miliki adalah pajangan dinding biasa bertuliskan asmaul husna.

Keluarga saya tidak menyadari bahwa yang dipajang itu adalah rajah (jimat yang berupa tulisan).

Agar lebih yakin lagi apakah itu betul rajah atau bukan, saya mengkonsultasikan gambar tersebut dengan seorang teman (yang suaminya adalah seorang ustadz). Beliau lalu bilang bahwa betul itu rajah dan harus segera dimusnahkan (dibakar) karena ketika dibaca oleh beliau isi pajangannya yaitu nama malaikat, asmaul husna, ayat, diacak-acak, kemudian tulisan Abu Bakar, Umar, dan Ali dibolak-balik. Continue reading

Harap Sabar Ini Ujian

Belum tuntas satu masalah pribadi, sudah muncul masalah berikutnya.
Ujian datang silih berganti.
Begitulah hidup penuh rintangan. Kalau penuh rantangan namanya catering *krikkrik

Sabar.
Hal itu yang selama ini kurang saya miliki dalam mengatasi permasalahan yang ada, diantaranya kurang bersabar dalam berdoa dan menunggu datangnya pertolongan Allah. Padahal pertolongan Allah itu selalu tiba tepat pada waktunya. Hadirnya tidak pernah terlalu cepat ataupun lambat.

Salah satu contoh yaitu mengenai usaha offline saya.

Awal tahun ini saya dan suami mengambil keputusan pindah dari ruko yang kami sewa sebelumnya karena ada masalah air yang mati berbulan-bulan, serta atap bocor yang tak kunjung dibetulkan oleh pengelola ruko. Padahal dalam klausul perjanjian disebutkan bahwa hal itu termasuk dalam tanggung jawab pemilik. Tentunya hal ini menjadi kendala bagi usaha kami. Ketiadaan air membuat admin toko kesulitan ketika hendak ke kamar mandi, membersihkan toko, ataupun berwudhu ketika hendak sholat.  Sementara atap yang bocor merepotkan kami karena barang-barang jualan kami terkena air sehingga ada beberapa produk yang kemasan kardusnya rusak.

Alhamdulillah diberikan jalan Allah mendapat tempat baru dikala waktu kontrak sudah hampir habis. Itupun saya sudah hampir menyerah karena sudah beberapa lama mencari dengan tenggat waktu yang semakin mepet tapi belum dapat juga.

Qoddarulloh ketika saya sedang mencari makanan kecil untuk tukang dan iseng bertanya ke si penjual cemilan apakah ada info ruko yang disewakan, alhamdulillah dia bilang ada ruko yang baru sebulan kosong dan letaknya cukup dekat dengan rumah kami. Walaupun harga sewa lebih mahal dari tempat yang lama akan tetapi kami lebih memilih pindah dengan alasan kenyamanan tempat maupun hati.

Maasya Allah.. padahal kata orang-orang disitukalau ada ruko kosong biasanya tidak lama langsung isi karena memang lokasinya yang cukup strategis. Pass banget timingnya. Itupun kata ibu pemilik ruko sudah ada pihak lain yang menghubungi dan berminat menyewa, tapi kata ibu tersebut mana aja yang lebih dulu deal. Langsung saja saya dan suami gerak cepat untuk cek dalam ruko dan kemudian deal sewa untuk masa satu tahun. Continue reading

Ghibah Berjama’ah

“Diet yang paling susah yaitu diet makan daging saudaranya sendiri”

Suatu kalimat yang saya baca di wall FB seseorang. Kalimat sarkas tapi ada benarnya, terlebih di era saat ini dimana berjamur akun-akun ghibah yang notabene banyak followernya .

Cerita pengalaman pribadi, ketika melewati beranda FB seringkali saya temui status ataupun artikel berita yang membicarakan keburukan orang lain dan sesudah itu bermunculan pada kolom komentar olokan-olokan serta hinaan yang tidak sepatutnya pada orang yang diposting tersebut.

Saya belum paham dimana sisi menyenangkannya ketika kita membicarakan hal yang buruk tentang orang lain dan mengoloknya beramai-ramai.  Siapa sih kita kok teganya menghakimi massal? Padahal kita pun belum tentu lebih baik dari dia. Terlebih jika yang dikomentari adalah urusan pribadinya. Haduh, apa kita ini banyak waktu dan tenaga tersisa sehingga sempat-sempatnya mencari-cari aib orang lain dan menyebarluaskannya.

Sepertinya sekarang ini media sosial kita sedang gandrung dengan ghibah berjama’ah. Terlebih dengan munculnya akun-akun medsos yang sarat dengan ghibah seperti yang saya sebutkan di awal. Saya pun pernah penasaran dengan akun yang ramai dibicarakan tersebut tapi tak lama saya unfollow karena ngga kuat dengan isi beritanya. Kebanyakan isine mung ngrasani, ya Allah tiba-tiba pening pala bebi. Pun waktu saya bisa habis dengan hal yang sia-sia apabila terus-terusan membacanya.

Kalau ada yang berkilah, “Tapi kan isi beritanya benar”. Hellow.. ghibah itu ya memang kemungkinan benar apa yang diberitakan, kalau tidak benar namanya fitnah. Continue reading

Resep Bola-Bola Susu

Hari ini saya dan Khansa membuat bola-bola susu. Sebenarnya sudah lama dia request ingin membuat snack yang satu ini.

Tadinya Khansa membuat bola-bola susu di sekolah ketika kegiatan cooking class bersama guru dan teman-temannya di TKQ Anshorussunnah, kemudian dia minta dibuatkan lagi di rumah. Qoddarullah hari ini baru sempat. Yah, sambil isi waktu daripada  dia bombardir pesan whatsapp ke bapaknya terus untuk diminta pulang dari dinas hihi..

Bola-bola susu ini bahannya mudah didapat, cara membuatnya mudah, ngga perlu oven atau kukusan, cuma modal wajan saja untuk sangrai tepung. Pokoknya yang simple-simple saya suka hehe..

Tugas Khansa yang pertama yaitu membeli bahan-bahan kue di toko yang agak dekat dengan rumah kami. Dua kali dia bolak-balik karena yang pertama tepungnya kurang sehingga adonannya lengket, jadi dia kembali lagi untuk membeli tepung tapioka.

Ini dia bahan-bahan yang diperlukan (foto saya ambil dari file TKQ Anshorussunnah karena ngga sempat foto bahannya) :

Continue reading