Ternyata Begini Usaha Offline Itu

Lumayan “mengelus dada” dengan kejadian yang saya alami. Ternyata untuk memulai usaha offline itu selain fisik juga membutuhkan mental yang kuat yah *tarik napas panjang, hempaskaan..*

Berceritaa.. dimulai..

Alkisah, beberapa waktu yang lalu suami bercerita pengalaman temannya yang sudah pensiun dari pekerjaannya kemudian memulai usaha berjualan bakso.

Pada awalnya dagangan dia lumayan laris, hingga suatu ketika warungnya benar-benar sepi. Keheranan semakin bertambah ketika kemudian warungnya bau kotoran yang menyengat. Sesudah diperiksa di penjuru warung, dia menemukan tanah dalam air bak kamar mandinya. Teman suami lalu ingat, beberapa waktu sebelumnya warung dia kedatangan dua orang tamu yang mencurigakan. Saat itu datang sepasang pria dan wanita, kemudian si wanita tersebut ijin numpang di kamar mandi. Lumayan lama wanita tersebut di kamar mandi, tanpa ada suara kricik-kricik air. Entah apa yang wanita tersebut lakukan di kamar mandinya, hingga keesokan harinya timbullah kejadian tersebut.

Alhamdulillah sesudah tanah di kamar mandinya dibersihkan, besoknya warung normal seperti biasa. Lebih heran lagi saat tetangga sebelah warungnya bertanya “Pak, kemana saja kok warungnya tutup terus? saya mau beli bakso ngga jadi deh”. Nah loh, padahal dari kemarin teman suami ada disana dan warung selalu buka. Ada apakah gerangan sehingga penampakan warung menjadi tutup? jeng jeeeng…

Begitulah nyata adanya, bahwa ada orang yang masih mempercayai  dan melakukan hal-hal berbau syirik untuk menyaingi rival bisnisnya. Usaha yang dapat kita lakukan untuk menangkalnya yaitu dengan mengaktifkan dzikir pagi petang, serta bacaan yang sesuai ketentuan syari’at untuk melindungi dari tipu muslihat jin dan manusia.

Lain pengalaman teman suami, maka lain pula pengalaman saya. Continue reading

Tips Mengajarkan Sholat pada Anak

Dulu ketika Khansa usia 2 tahunan, saya membelikannya mukena anak. Saya ingin memperkenalkan salah satu kewajiban umat Islam, yaitu sholat lima waktu. Dia suka sekali mengenakannya dan menirukan gerakan sholat yang saya lakukan. Di usia tersebut tentu saja sholat ala Khansa tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku… sak karepe dewe lah hihi..

Saat usia 4 tahun dan mulai TK, Khansa diperkenalkan dengan bacaan, gerakan sholat, dan juga jumlah rakaat yang secara benar. Alhamdulillah tata cara sholat Khansa sudah ada kemajuan dan in sya Allah setahap demi setahap mulai sesuai syari’at.

Akan tetapi yang membuat saya seringkali mengelus dada yaitu ketika dia diminta untuk sholat saat tiba waktunya adaaa aja alasannya. Entah main dulu atau alasannya yang lain. Malas-malasan lah pokoknya. Yah, saya pun berusaha memaklumi dan masih mentolerir karena memang dia belum terkena beban syari’at untuk sholat. Namun sebagai orangtua, tentu saja saya berkeinginan agar anak saya nantinya menjadi hamba Allah yang menjaga sholat hingga akhir hayatnya. Pertinyiinnyii… bagaimana caranya?

Ditengah “kegalauan” saya dengan sikap Khansa yang ogah-ogahan diajak sholat, saya qoddarullah membaca artikel copas-an di whatsapp mengenai seseorang yang mengunjungi keluarga temannya dan menemukan bahwa anak temannya tersebut tanpa disuruh mau untuk sholat. Ketika ditanyakan bagaimana caranya, ternyata temannya mendoakan anak-anaknya dengan doa yang terdapat dalam Al Qur’an yaitu surat Ibrohim ayat 40.

sumber : pinterest

sumber : pinterest

Tink..!! Artikel yang sangat menginspirasi. Saya lalu mempraktekkan doa tersebut. Dalam sujud saya berdoa agar menjadikan anak keturunan kami (hingga hari kiamat nanti) adalah orang-orang yang mendirikan sholat (dan ditambahkan doa agar ditetapkan dalam iman dan Islam sampai akhir hayat).

Tak lupa saya juga mengingatkan Khansa akan pentingnya sholat. Bukan dengan menakut-nakuti Khansa akan keberadaan neraka apabila dia tidak sholat, akan tetapi lebih menekankan agar dia bersyukur kepada Allah dengan melakukan sholat. Seringkali ketika pillow talk saya bilang kurang lebih seperti ini “Khansa lihat kan di jalan, ada anak-anak yang ngga punya rumah, ngga punya makanan. Sedangkan Khansa punya rumah jadi ngga kehujanan dan kepanasan, ada makanan dan minuman. Khansa harus bersyukur sama Allah sudah diberikan banyak rizki seperti itu. Caranya bersyukur bagaimana? dengan Khansa sholat”

Alhamdulillah ikhtiar saya melalui doa dan pemberitahuan secara berulang tentang cara bersyukur kepada Allah dengan sholat, bi idznillah (dengan izin Allah) membuahkan hasil.. Khansa perlahan mulai berubah. Dia menjadi anak yang semangat untuk sholat, bahkan di awal waktu. Saya pun malah sering diingatkan Khansa untuk sholat sesudah adzan berkumandang. Gantian dia yang ngoyak-ngoyak saya hehe..*kuwalik*. Alhamdulillah di usianya yang 5 tahun dia mulai rutin menjalankan sholat 5 waktu, bahkan Subuh pun dia bangun untuk menunaikan sholat walaupun terkadang sambil terkantuk-kantuk. Pernah beberapa kali dia bangun yaitu jam 2, jam 3 kemudian jam 5 untuk menanyakan apakah sudah saatnya sholat Subuh.. *semangat bingits*

Hal yang membuat saya terharu, ketika 3 hari yang lalu dia sakit demam dan mengeluh pusing, namun ketika tiba saatnya sholat dia kemudian ambil air wudhu dan tetap melaksanakan sholat. Mudah-mudahan istiqomah sampai akhir hayat ya nduk.

Tentu saja ini bukan riya’ dan sarana berbangga diri bahwa ini loh anakku masih kecil sholat 5 waktu. In sya Allah buanyak anak di usia Khansa (bahkan lebih muda) yang melakukan hal sama. Saya hanya ingin berbagi tips bagaimana agar anak mau menjalankan ibadah sholat, yaitu dengan mendoakan, menyemangati, serta satu hal penting yaitu memberi contoh. Akan tidak berarti jika kita koar-koar menyuruh anak sholat sedangkan kita sebagai orangtua malah melalaikan kewajiban tersebut. Actions speak louder than one thousand words.

Semoga anak keturunan kita adalah hamba Allah yang menunaikan sholat dan berpegang teguh pada tali agama Allah sesuai Al Qur’an dan As Sunnah.

Efek Buruk Sosmed

​Efek sosmed, bisa menimbulkan kebaikan, tapi juga keburukan. Ibarat dua sisi mata pisau, tergantung bagaimana kita menggunakannya.

Ini adalah efek buruknya..

Melihat orang masuk atm sandalnya dicopot, 

Difoto-masukkan sosmed-ditertawakan bareng-bareng

Melihat perempuan gemuk pake jilbab celananya legging ketat,

Difoto-masukkan sosmed-dicela bareng-bareng

Melihat seorang ibu bonceng motor pake jaket eh di jaketnya nyantol beha, 

Difoto-masukkan sosmed-dikomen bareng-bareng

Seandainya,

Yang melihat orang masuk ATM copot sandal, langsung diberitahukan “bu, sandalnya dipakai saja, tidak usah dilepas”

Yang melihat perempuan berjilbab celana legging ketat, langsung bilang “bu, pake rok yang longgar in sya Allah lebih bagus (sambil senyum)”

Yang melihat beha kecantol di jaket, langsung diingatkan, “bu behanya nyantol di jaket, dilepas dulu bu”

Sepertinya hal itu akan mengurangi dosa berjama’ah

Kalaupun tidak sempat menegur, tidak usah ambil fotonya

Ngga semua hal perlu di-upload ke sosmed kan?

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan diminta pertanggungjawaban.” ( QS. Al-Isra : 36 )

#self_reminder
**Ketiga contoh di atas bukan rekaan, tapi saya melihat sendiri di newsfeed facebook

Gagal Surprise

Pada tanggal 5 januari yang lalu, tersebutlah seorang suami yang hendak memberikan kejutan kepada istri tercintah. Sepulang kantor, hadiah yang sudah disiapkannya disimpan rapi di dalam tasnya.

Sesampainya di rumah, eh.. ada anak kecil yang mengubek-ngubek tas bapaknya untuk mencari oleh-oleh. Walhasil hadiahnya itu kemudian tertangkap tangan dan sempat disita oleh sang penemu.

Sesudah dinego, hadiah dikembalikan pada yang berhak (tapi anaknya tetap minta jatah hihihi..)

Alhamdulillah.. jazaahullah khoiron, zauji.. 

#bahagiaitusederhana

#chocolover

Pagi!

Hari Sabtu pagi kami bertiga jalan-jalan seputar komplek perumahan kami di daerah Bogor. Khansa dengan gembira menaiki sepeda roda dua-nya.

Kemudian sampailah kami di salah satu situ (danau kecil) yang ada di dalam komplek perumahan. Sambil melepas lelah menikmati segelas kopi hangat untuk berdua (Khansa cukup dengan teh pucuk), kami melihat pemandangan yang indah and pretty much relaxing.

Viewnya bagaikan di luar ngeri yah?haha.. ada danau, pepohonan, gunung (yang sedang tertutup kabut). Eh, ketika di-zoom gambarnya, sebelah kiri ada kebon singkong. Ketahuan deh dimana hihi..

However, it’s great view for this morning.. Alhamdulillah..

#bahagiaitusederhana

Liburan ke Bandung

Pada tanggal 25 Desember 2016 yang lalu, kami sekeluarga bersama bapak ibu dan adik-adik Abu Khansa pergi berlibur bersama ke daerah Bandung.

Berangkat dari rumah Om di Bekasi pukul 07.00, sampai di daerah Cikole, Lembang sekitar pukul 11.00. Kami mampir di Grafika, Cikole. Tiket masuk 15.000/ orang. Tiket bisa ditukar light meal yaitu pisang goreng atau mendoan, atau dapat juga digunakan untuk masuk ke kebun strawberry, naik ATV, dan flying fox (pilih salah satu).

Sementara kami menikmati santapan dan teh hangat di saung yang telah disediakan, Khonsa bersemangat naik rumah pohon dan ber-out bond ria. Tiket outbond anak 50.000, termasuk mendapat segelas juice strawberry.

Lumayan menantang outbond untuk anak tersebut. Ada meniti jembatan (tali jala), meniti jembatan potongan kayu, meniti tali, panjat tebing mini, flying fox, dan lain-lain.

Saya tadinya mengira Khansa akan kesulitan, tapi ternyata bi idznillah dia bisa melewatinya tanpa kendala. Hmm.. at that moment I realized, there’s me inside her haha..

Perjalanan dilanjutkan ke Farm House. Macetnyaa..warbyasak.. 3 jam perjalanan dalam jarak 3 km. Sebelum sampai Farm House mampir dulu di warung jagung bakar/sate yang banyak berdiri di sepanjang jalan. Harga jagung bakar 8.000/buah. Sekalian isi perut makan siang dengan perbekalan yang kami bawa dari rumah.  Pukul 16.30 kami baru sampai ke Farm House, daan.. rame sekale pemirsah. Tempat parkir dalam sudah penuh sehingga terpaksa kami parkir di luar (banyak yang menyediakan lahan parkir), dengan biaya 25.000/ mobil.

Sampai di dalam, membeli tiket seharga 15.000/ orang. Tiket dapat ditukar segelas susu segar, atau sepaket susu kemasan kecil (isi 3 botol).

Apa saja yang ada di dalam Farm House?

Ada rumah Hobbit, dimana di dalamnya menjual aneka gift dan handicraft.

Di dekat rumah Hobbit tersebut ada Taman dengan gerbang love.

Arena yang menjadi favorit Khansa yaitu Petting Zoo. Di tempat tersebut kita bisa memberi makan hewan dengan membeli terlebih dahulu wortel (untuk memberi makan domba) dan sebotol susu (untuk memberi minum anak sapi). Dombanya maasya Allah gemuk, putih, dan bersih..serta nggragas-nggragas haha.. Ngga bisa lihat wortel diacungkan di depan mereka, langsung deh diserbu. Sesudah memberi makan domba kemudian memberi minum susu dalam dot untuk anak-anak sapi. Anak-anak sapi itu juga bersih-bersih serta lahap juga menghabiskan susunya. Selain itu ada juga kandang kelinci dan burung. Kids love it!

Selain itu juga terdapat beberapa bangunan dengan arsitektur menarik yang menjual berbagai makanan atau pernak-pernik, serta beberapa caravan tempat menjual berbagai merchandise.

Di bagian atas ada tempat makan terbuka dengan dihiasi taman-taman bunga.

Di sana pengunjung juga bisa menyewa pakaian ala Holland (saya tidak tahu berapa harga sewanya) dan dipakai berkeliling Farm House.

Setelah capek berkeliling area Farm House, ba’da Maghrib kami pun meninggalkan Lembang menuju kota Bandung. Mampir makan sebentar di RM Ampera kemudian langsung cuss ke penginapan Pele Backpacker House di daerah Cihampelas yang sudah kami pesan sebelumnya via Traveloka.

Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan dengan keliling Bandung. Kami ke Kartika Sari lebih dahulu untuk membeli bolen dan oleh-oleh, kemudian lanjut ke lapangan Masjid Raya Kota Bandung. Ceritanya adik ipar ingin mendatangi landmark kota Bandung yang satu ini, dan merasakan serunya main di rumput sintetis yang ijo royo-royo di lapangan Masjid. Khansa seperti biasa, menyalurkan energi dengan berlari-lari di lapangan.

Perjalanan dilanjutkan ke Rumah Mode. Sementara adik ipar dan ibu berkeliling, saya, suami, dan Khansa “bertapa” di playground Rumah Mode. Khansa puas main-main di sana selama kurang lebih satu jam. Tiket masuk 35.000/anak, pengantar diperbolehkan masuk.

Beranjak dari Rumah Mode, kami lanjutkan perjalanan untuk pulang ke Bogor. Tadinya sempat ada rencana untuk naik lagi ke Lembang dan mampir ke Dusun Bambu, tapi melihat kemacetan arah Lembang akhirnya rencana itu secara bulat dibatalkan hehe..

Alhamdulillah perjalanan pulang lancar dan selamat sampai di rumah. Mudah-mudahan lain waktu ada rizki bisa kembali menjelajah Bandung dan sekitarnya (bapakne Khansa sing mumet hihi..)

#preinan

 

Lunasi Pinjamanmu!

​Sebagai seorang pelaku usaha online dengan modal terbatas, maka untuk mendapatkan modal usaha saya menggunakan beberapa cara.

Berdasar pengalaman pribadi salah satu cara untuk menambah modal usaha yaitu dengan ikut arisan emak-emak, dimana ketika mendapat uang kocokan maka sepenuhnya uang yang didapat diputarkan untuk modal.

Cara yang lain yaitu dengan mengajukan pinjaman lunak ke suami (kalau suami sedang ada kelapangan rizki)
Walaupun pinjamnya ke suami, tapi saya in sya Allah tetap amanah (tidak bermudah-mudah), yaitu dengan menyegerakan pengembalian ketika sudah ada dananya di kantong zeatoys. Saya bilang “pinjam dalam jangka waktu sekian”, dan bersungguh-sungguh ingin melunasi hutang tersebut
Fyi, rekening terbagi dua, yg zeatoys menggunakan mandiri dan bca, sedangkan punya suami BNI dan BRI
Nah, ketika saya tidak ada pinjaman, jarang sekali customer yang transfer ke rek BRI/BNI punya suami. Tapi ketika saya ada pinjaman, qoddarulloh banyak customer yg transfer ke rekening tersebut, jadi sekalian buat bayar hutang. Yang terakhir bahkan dalam sebulan sudah lunas pinjaman saya dalam jumlah lumayan besar. Tapi kata suami suruh muterin lagi..ya wes manut hihi..
Disini saya memahami hakikat hadits ini..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Jika seorang muslim memiliki hutang dan Allah mengetahui bahwa dia berniat ingin melunasi hutang tersebut, maka Allah akan memudahkannya untuk melunasi hutang tersebut di dunia”. (HR. Ibnu Majah no. 2399 dan An Nasai no. 4686, shahih kecuali lafazh “fid dunya” -di dunia-)
Alhamdulillah dimudahkan Allah dalam pelunasan pinjaman modal ke suami
Yuk mari yang masih mempunyai tanggungan hutang, niatkan dalam hati dengan sungguh-sungguh bahwa kita akan berusaha melunasi hutang tersebut dengan segera. In sya Allah pertolongan Allah akan datang dan dimudahkan untuk melunasi hutang tersebut
Jangan sampai terbersit dalam hati kita meminjam tanpa ada niat mengembalikan..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 
“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.” (HR. Ibnu Majah no. 2410, hasan shahih)
Ingin termasuk yang disebutkan dalam hadits yang pertama atau kedua? Pilihan di tangan kita…