Bakti kepada Kedua Orangtua

Apakah Anda pernah merasa “mbok-mboken“? Yang bisa berbahasa Jawa mungkin tahu istilah tersebut. Mbok-mboken itu perasaan kangen sama orangtua khususnya ibu. Kok ibu saja? Hehe..bapak juga sih, tapi karena biasanya ibu yang merawat dan meladeni keperluan anak, jadi mbok-mboken diidentikkan dengan ibu.

Yang merasakan hal tersebut biasanya anak yang tinggal jauh dengan orangtua (entah merantau karena sekolah, bekerja, atau menikah). Saya pun pernah merasakannya, bahkan sampai mbrebes mili berkali-kali. Ini terjadi kalau sedang galau *hayah*, jenuh dengan rutinitas, anak sakit (sehingga badan pun drop), atau ketika kita sendiri sedang sakit.

Pengeen banget ada ibu datang, ngeroki pas lagi mriang, ngobrol, bantu bebenah..lhoo piye tho hihi.. Intinya sih ibu datang hati tenang.

Bapak,ibu..
Sepanjang hidup mungkin kita tidak akan pernah bisa membalas dengan sempurna atas segala perjuangan, pengorbanan dan kasih sayang mereka terhadap anak-anaknya.

Ingat diwaktu dulu. Setiap hari kita alhamdulillah bisa makan cukup, berangkat sekolah dengan tenang, mendapat uang saku, diajak tamasya, pergi ke dokter ketika sakit, dll. Tapi tahukah kita? Dibalik itu kedua orangtua kita bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Bahkan kadangkala untuk memenuhi keinginan anak yang diluar kemampuan, mereka pun terkadang harus berhutang. Berapa banyak keringat dan air mata mereka teteskan untuk membesarkan kita.

Oleh karena itu berbahagialah bagi yang masih mempunyai orangtua dan tinggal dekat dengan mereka. Sewaktu-waktu saling membutuhkan bisa segera datang. Continue reading

Ibu-Ibu Ayo Sinau

Alhamdulillah kurang lebih sudah dua bulan ini saya ada kegiatan baru, yaitu belajar tahsin (khusus akhowat) di daerah Bogor.

Saya sangat bersyukur dipertemukan dengan tempat ini. Pengajarnya in sya Allah berkualitas dan sangat memahami materi yang diajarkan. Juga metodenya membuat ummahat jadi semangat untuk belajar. Seminggu ada dua kali pertemuan. Hari pertama diisi teori plus praktek pengucapan huruf sesuai makhroj kemudian talaqqi, sedangkan hari kedua setoran hafalan dan muroja’ah.

Sesudah belajar, saya jadi sadar bahwa ternyata cara pengucapan saya banyak yang kurang sesuai makhroj, ghunnah kurang ditahan, dan masih banyak lagi hal yang saya pelajari. Saya juga jadi me-review lagi hafalan Khansa yang sampai surat Al Bayyinah, dan eng ing eng.. ternyata banyak missed. Hellow..kemana aja kemarin-kemarin bu?hehe..*tutup muka*

Hal ini juga semakin membukakan mata saya akan pentingnya berilmu bagi seorang ibu. Terbukti waktu saya kurang menguasai ilmunya, mengajari anak mengaji saja kurang benar hiks.. *maaf ya nduk*

Na’am, kita harus belajar dari shohabiyah yang sangat bersemangat menuntut ilmu.

‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ berkata,

نِعْمَ النِّسَاءِ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ لَمْ يَكُنْ يَمْنَعُهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّينِ

“Sebaik-baik perempuan adalah para perempuan Anshor. Tidaklah rasa malu menghalangi mereka untuk tafaqquh (memperdalam pemahaman) dalam agama. “ Dikeluarkan oleh Muslim no. 500, Abu Dâud no. 270 dan Ibnu Mâjah no. 634 Continue reading

Banyak Bersumpah Menghilangkan Berkah

Beberapa waktu lalu saya membaca di newsfeed facebook, salah satu teman saya sesama pedagang online shop menggunakan kata sumpah dalam postingannya untuk mempromosikan produknya.

Memang banyak trik untuk menarik orang membeli dagangan kita, bisa dengan menawarkan discount, memberikan bonus, mem-publish testimoni menarik, atau seperti cara teman saya tersebut (dengan cara bersumpah) untuk meyakinkan customernya.

Tapi yang perlu diperhatikan adalah cara manakah yang diperbolehkan dan tidak di dalam syariat Islam. Metode marketing mana yang sebaiknya dilakukan dan dihindari oleh kita sebagai pedagang, agar perniagaan yang kita lakukan mendapatkan keberkahan dari Allah.

Terkait mengenai bersumpah untuk melariskan dagangan, telah ada tuntunan dari Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-.

Dalam Ash-Shahihain dari hadits Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah bersabda:

الْحَلِفُ مُنَفِّقَةٌ لِلسِّلْعَةِ مُمْحِقَةٌ لِلْبَرَكَةِ

“Sumpah itu melariskan dagangan akan tetapi menghapuskan berkah.”

Imam Muslim meriwayatkan di dalam Shahihnya dari hadits Abu Qatadah Al-Anshari, bahwa dia mendengar Rasulullah bersabda:

إِيَّاكُمْ وَكَثْرَةَ الْحَلِفِ فِي الْبَيْعِ فَإِنَّهُ يُنَفِّقُ ثُمَّ يَمْحَقُ

“Waspadalah kalian dari perbuatan terlalu banyak bersumpah dalam jual beli, karena itu bisa melariskan kemudian akan menghabiskan.”
Continue reading

Umrah Berhati Nyaman

Taken from bestislamicimages.wordpress.com

Taken from bestislamicimages.wordpress.com

Suatu hari, putri kecilku (3,5 tahun) dengan tangan imutnya menggenggam beberapa uang koin dan memasukkan ke lubang kecil celengan kesayangannya. Saya tersenyum dari arah dapur dan menghampirinya, “Tabungannya mau buat apa nduk?”. Putriku menjawab, “Mau buat pergi haji”. Masya Allah, padahal saya pikir dia akan menjawab buat naik kereta ke Semarang/ Karangawen (tempat eyangnya), karena beberapa waktu sebelumnya kalau ditanya tabungannya buat apa selalu dijawab itu.

 Memang selama ini kalau ada gambar Ka’bah, Masjidil Haram atau menjelaskan tentang Rukun Islam, saya bilang “Insya Allah nanti kita haji ya dek, bareng-bareng abi, ummi, Khansa”. Ternyata hal itu terserap dalam ingatannya.

Baitullah, tempat yang kami sekeluarga sangat merindukannya. Labbaika Allahumma labbaik…seruan yang sering kali membuat hatiku bergetar mendengarnya, Ya Allah mudahkan kami memenuhi panggilanmu. Yup..semua orang di negeri ini pun paham bahwa untuk pergi haji memerlukan dana yang tak sedikit. Apakah cukup dengan modal uang..? tidak, waktu tunggu keberangkatan yang panjang rasanya sangat menguji kesabaran. Panjangnya waktu tunggu haji bisa 10 sampai 15 tahun. Entahlah..disatu sisi kita hendaknya bersyukur karena berarti banyak saudara kita yang berniat ibadah haji tapi disisi lain kita dituntut bersabar atas lamanya keberangkatan haji.

Kala rasa rindu ke Baitullah sangat besar dan menunggu haji masih sangat lama, tentu ibadah umrah bisa menjadi salah satu pilihan meskipun tidak bisa menggugurkan kewajiban haji. Banyak keutamaan yang diperoleh ibadah haji dan umrah.

Allah Ta’ala berfirman:

وَأَتِمُّواْ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّهِ

“Dan sempurnakanlah haji dan umrah untuk Allah.” (QS. Al-Baqarah: 196)

 

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)
Continue reading

Tips Menambah Modal Usaha

Salah satu godaan iman bagi seorang pedagang adalah ketika membutuhkan modal usaha (uang). Akankah menggunakan cara yang haram dengan meminjam uang riba baik ke lembaga resmi dan tidak resmi, ataukah cara yang halal dan -in sya Allah- menjadikan keberkahan bagi usahanya?

Hal inipun saya alami.Sebagai seorang pedagang online tentu saja saya membutuhkan modal berupa uang untuk bisa menambah jumlah barang dan variasi dagangan. Terlebih ketika saat ini jumlah reseller saya semakin bertambah. Stok yang saya miliki kurang untuk memenuhi permintaan dari para reseller..

Dengan posisi sebagai seorang ibu rumah tangga saya harus memutar otak bagaimana saya bisa mendapatkan modal uang tanpa membebani suami dan keluarga. Dulu semasa masih bekerja di kantor BUMN menambah modal bukan hal yang sulit. Modal saya kumpulkan sedikit demi sedikit dari sebagian gaji yang saya dapatkan. Misalnya gaji 2 juta, yang satu juta untuk menabung dan satu juta lainnya buat modal. Begitupun ketika mendapatkan bonus tahunan, THR, dan rizki perusahaan lainnya, saya sisihkan sebagian untuk tambahan modal usaha. Keperluan bulanan alhamdulillah cukup terpenuhi dari gaji suami.

Kendala datang sesudah saya memutuskan untuk resign dari kantor di tahun 2012. Dari mana saya mendapatan tambahan modal? sementara saat ini suami sedang dalam tugas belajar sehingga gaji yang didapatkan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga kami saja.

Berikut adalah beberapa tips/cara yang saya lakukan untuk menambah modal usaha.

Pertama, menyisihkan sebagian laba. Dari laba yang saya dapatkan, sebagian diputar lagi untuk tambahan modal. Misalnya keuntungan bersih dalam sebulan adalah 2 juta, yang stu juta diambil untuk keperluan rumah tangga/belanja, sedangkan yang satu juta lagi jangan diutak atik dan diputar lagi dananya untuk kulak.

Kedua, ikut arisan. Misalnya saya ikut arisan dan mendapatkan uang dengan nominal satu juta. Ya sudah, karena dari awal diniatkan sebagai tambahan modal, maka uang tersebut seluruhnya untuk modal usaha dan tidak ada yang digunakan untuk keperluan pribadi.

Ketiga, meminjam uang belanja bulanan sebentaar saja. Misalnya uang belanja yang diberikan suami sebesar 2 juta, nah..pinjam dulu satu juta untuk modal. Ini dilakukan ketika saya -in sya Allah- yakin bahwa barang yang saya beli akan cepat laku dan pinjaman bisa segera saya kembalikan tanpa mengganggu pengeluaran rutin rumah tangga.

Keempat, buka pembelian dengan sistem PO (Pre-Order) untuk membantu meringankan modal yang dikeluarkan untuk kulak. Saya pernah menjadi distributor dari salah satu produk mainan hampir tanpa modal. Yaitu dengan cara membuka PO ke customer maupun ke teman-teman sesama pedagang online.

Alhamdulillah dengan cara tersebut di atas, sedikit demi sedikit ada penambahan modal yang berjalan beriringan dengan penambahan omzet usaha. Dari yang awal omzet sebulan 300rb di tahun 2012 kemudian bertambah nol nol di belakangnya di tahun 2014.

Memang tidak bisa instant, memerlukan waktu 3 tahun untuk mencapai hal tersebut, dan sampai sekarang saya masih terus berproses untuk mengembangkan usaha saya. Hal yang saya utamakan disini adalah keberkahan dalam usaha yang saya tekuni, yaitu usaha mainan edukatif anak.

Nah, mau cara instant dengan mengajukan kredit berbunga di bank? Ya monggo. Memang cepat mendapatkan modal, tapi ingat konsekuensinya…

Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam-

مَا أَحَدٌ أَكْثَرَ مِنَ الرِّبَا إِلاَّ كَانَ عَاقِبَةُ أَمْرِهِ إِلَى قِلَّةٍ

“Tidak ada seorang pun yang banyak melakukan riba kecuali akhir dari perkaranya adalah hartanya menjadi sedikit.” (HR. Ibnu Majah no. 2279, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Shahih Ibnu Majah dan Shahihul Jami’ no. 5518).

Wallahu a’lam.

Saya menjadi saksi bahwa riba itu menguras harta dan bukannya menambahnya.

Pilihan di tangan kita. Choose wisely.

Benarkah Jilbab dan Cadar Itu Hanya Budaya Arab?

Mulai Oktober tahun lalu, ketika melaksanakan sholat Idul Adha, dimulailah perjalanan pertama saya mengenakan niqob/cadar.

Bukan hal yang mudah untuk memulainya, mengingat di komplek dimana saya tinggal saat ini belum ada seorangpun yang mengenakannya. Lain halnya dengan kontrakan lama saya dimana dalam satu RT saja ada 3 ummahat bercadar sehingga masyarakat disana sudah tidak asing lagi dengan hal itu.

Butuh waktu untuk menguatkan hati dan proses hingga saya mengenakannya full di luar rumah. Belum lagi tanggapan dari keluarga dekat saya ada yang belum sepenuhnya menerima hal tersebut. Beliau mengkhawatirkan bahwa ketika nanti saya mengenakan cadar maka saya akan dijauhi tetangga, kemudian saya akan mengisolasi diri dan tidak mau bersosialisasi. Serta khawatir nantinya saya akan menjauh dari keluarga, karena beliau memandang bahwa orang bercadar itu kemudian nge-grup sendiri dan bersikap ekslusif.

Saya sangat memahami kekhawatiran seseorang yang saya sayangi tersebut. Pandangan beliau bisa jadi mewakili pandangan masyarakat umum mengenai muslimah bercadar.

Saya sudah sampaikan ke beliau bahwa -in sya Allah- tidak perlu mengkhawatirkan hal itu. Mengenai sosialisasi dengan lingkungan sekitar in sya Allah tetap berjalan baik, Khansa tetap ikut posyandu,  anak-anak juga main ke rumah kami begitupun sebaliknya saya dan Khansa main ke tetangga, ngobrol sama ibu-ibu, suami juga sering ngobrol sama bapak-bapak, ikut kerja bakti, ikut membantu ketika penyembelihan Idul Adha, dan kegiatan lain yang tidak melanggar syari’at.

Kalau kekhawatiran menjauh dari keluarga in sya Allah juga tidak demikian. Kami masih sering kontak dengan kakak, adik, saudara-saudara baik via telp, sms, skype, wa, bbm, fb. Kami juga menyempatkan ziaroh (berkunjung) ke om dan tante yang berada di sini. Acara-acara keluarga juga kami hadiri.

Disebutkan dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari Abu Ayyûb al-Anshârî:
“Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dia telah diberi taufik,” atau “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?” Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi”. Setelah orang itu pergi, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga”.

Jubair bin Mut’im bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
“Tidaklah masuk surga orang yang suka memutus, ( memutus tali silaturahmi)”. [Mutafaqun ‘alaihi].
Sumber : disini

Sedangkan mengenai ngegrup atau sikap “ekslusif” muslimah bercadar mungkin saja ada yang berbuat demikian, tapi tidak dapat digeneralisir bahwa semuanya seperti itu. Alhamdulillah banyak teman-teman saya muslimah bercadar yang tetap aktif berkegiatan dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Ada dokter yang membuka praktek, ada apoteker yang mendirikan apotek, ada yang menjadi guru bantu pada sebuah SD yang kekurangan, dan kegiatan sosial lainnya. Maybe we just haven’t met them yet.

Nah, “tantangan” berikutnya adalah dari saudara saya.

Ketika saya ziaroh (berkunjung) ke salah seorang saudara saya, beliau menanyakan perihal cadar yang saya kenakan. Berawal dari pertanyaan tetangganya kepada beliau “itu saudaranya aliran apa sih kok pakai cadar?”. Beliau lalu mengatakan kepada saya kalau cadar adalah budaya arab. Bahkan beliau bilang ada kok haditsnya, tapi saat itu ngga disebutkan hadits manakah yang dimaksud (?). Saya hanya bisa tersenyum dan bilang bahwa ada contoh dari Aisyah bahwa beliau mengenakan penutup wajah. Saya tidak memperpanjangnya karena khawatir malah akan menjadi perdebatan.

Pernyataan saudara saya tersebut terbantahkan sudah. Salah satu penjelasan adalah ketika saya dan suami mengikuti ta’lim di masjid Arrohman Bantarjati bogor pada hari Minggu tanggal 20 April 2014 yang lalu oleh Ust Abdul Jabbar. Oh, I wish she was there.

Dalam pengantar Kajian Sifat Sholat Nabi, beliau menyebutkan beberapa hal. Diantaranya benarkah bahwa memakai jilbab, memakai cadar adalah budaya arab?
BUKAN. Ini adalah tuntunan/ajaran dalam ISLAM, BUKAN BUDAYA ARAB
. Sedangkan budaya arab itu salah satunya adalah tabarruj. Continue reading

Dua Tahun “Bye-Bye Office”

Tanggal 1 April 2014 yang lalu, genap dua tahun sudah saya resign dari kantor di sebuah BUMN, meninggalkan dunia karir, menjalani lembaran baru sebagai ibu yang tinggal di rumah atau ehm.. being a stay at home mom.

Apa kabar dunia?
Alhamdulillaah..TETEP ASYIIK.. ^^

Begitulah yang saya rasakan selama dua tahun ini.
Tidak ada rasa jenuh “hanya” berkutat dengan pekerjaan rumah tangga yang tak pernah habis, tanpa gaji bulanan, tanpa promosi dan cuti, serta kenaikan pangkat berkala.

Tidak ada rasa kangen dengan pekerjaan kantor, apalagi jika mengingat ketika sebelum dipindah dari Jakarta ke Bogor..wow, tiap hari gedubrakan mengejar bis jemputan, pulang hampir magrib bahkan pernah lepas Isya’. Belum lagi macetnya Jakarta sehingga terbuang banyak waktu di jalan. Itu sesudah menggunakan bis jemputan, sebelumnya even harder. Berangkat kantor pagi-pagi sekali sebelum matahari menampakkan wajahnya, sampai di rumah bisa dipastikan matahari sudah terbenam karena harus menunggu angkot. Mana di dalam bus belum pasti dapat tempat duduk, berdesak-desakan dengan penumpang lain, campur baur lawan jenis. Astaghfirullah.

Dilema lain adalah ketika mendapat tugas dinas luar kota, maka bisa dipastikan saya harus safar tanpa mahram.  Alhamdulillah sesudah menikah dan kemudian hamil diberkahi Allah kemudahan dengan mendapatkan atasan-atasan yang sangat pengertian, terutama dua atasan langsung. Saya bisa “jaga kandang” dan urusan dinas luar kota digantikan oleh rekan kerja lain. Pernah beberapa kali diminta untuk keluar kota, tapi ketika belum hamil saya beralasan “masih program pak”, dan ketika sudah hamil saya beralasan “sedang hamil pak” hehe.. *ngeles mode_on

Lain cerita ketika sudah pindah ke Bogor, dimana kantor saya dekat dengan rumah. Alhamdulillah proses mutasi berlangsung lancar sesudah saya memperjuangkannya selama setahun. Padahal sebelumnya sangat sulit karena “digondeli” sama atasan. Qodarullah atasan saya tersebut dimutasi. Kemudian berganti biro dan atasan. Digondeli lagi. Dan atasan (baru) saya dimutasi (lagi).  Lalu bergantilah atasan saya yang terakhir dan beliau mengizinkan, apalagi saat itu saya hamil. Qodarullah di kantor Bogor juga saya kenal dengan Administraturnya karena sebelumnya beliau bertugas di Jakarta dan memang membutuhkan orang hukum untuk membantu pekerjaan disana dimana banyak terjadi kasus sengketa.

Baru sebulan pindah kantor Bogor, saya melahirkan.
Baru bekerja setahun di Bogor, saya resign.

Heran, mungkin itu yang ada dalam pikiran atasan dan rekan kerja saya. Sudah enak-enak pindah di Bogor yang dekat dengan rumah kok minta resign. Continue reading

Samahah, Etika dalam Bermuamalah

Menjadi pedagang online memerlukan kesabaran, terutama dalam melayani customer.

Selama hampir 4 tahun membuka usaha online shop yang menjual mainan anak di facebook zea edushop dan zeatoys.com,  saya menemui berbagai karakter pembeli. Ada yang gampang banget, ngga neko-neko -dalam arti order langsung transfer, beres- tapi ada juga yang istimewa.

Berikut contoh yang saya alami (dialog permisalan)
Continue reading

Your Weakness = Your Strength

Kalau ada tamu atau saudara yang datang ke rumah atau telp, biasanya tanya ke Khansa, “Khansa sudah bisa nyanyi apa?”. Khansanya diam saja. Dengan tenang emak/bapaknya menjawab, “Khansa ngga bisa nyanyi bu/pak/mbah”.

Khansa (3th 2 bulan) memang tidak bisa menyanyi. Silakan sebutkan lagu anak-anak, tidak ada yang bisa dia nyanyikan. Paling banter “satu-satu Khansa sayang umi abi” yang diucapkan tanpa nada hehe.. itupun dulu karena waktu pulkam diajari mbahti-nya lagu tersebut. Selebihnya tidak bisa.

Memang orang-orang bisa saja menyebutnya sebagai kelemahan. Kasihan, masa anak kecil ngga bisa nyanyi. Tengok ke saudara dan anak-anak tetangga yang dengan fasih menyanyikan berbagai lagu anak-anak mulai dari yang simple lagunya Bu Kasur, pak AT Mahmud, sampai lagu masa kini punya Coboy Junior, ataupun lagu-lagu anak ala barat seperti old mcdonald had a farm, eensy weensy spider, dll… jelaslah Khansa ngga ada bandingannya.

But, it’s ok my beloved daughter. Kelemahanmu bisa menjadi kelebihanmu di saat yang sama. Kamipun sebagai orangtua tidak berbangga diri jika anak kami bisa bernyanyi macam-macam, dan tidak patah hati jika anak kami tidak mempunyai kemampuan tersebut. We proud of you just the way you are.

Dan saya melihat sebuah kelebihan yang tersembul dibalik kekurangannya.

Ketika Khansa sedang asyik bermain, ataupun sedang tidur-tiduran, yang keluar dari mulutnya bukanlah nyanyian, tapi lantunan hafalan surat Al Qur’an yang dia tahu, ataupun doa harian yang dia mengerti. Memang kadangkala masih terbolak balik, belum selesai satu surat sudah pindah ke surat lainnya. Doa satu ganti ke doa lainnya.  Bagi saya tidak masalah. Kemauannya untuk menghafal sudah sangat saya syukuri.

Alhamdulillah sampai saat ini Khansa sudah hafal beberapa surat dari An-Nas berurutan hingga At-Takatsur, lompat ke Al Insyiroh, dan sekarang sedang belajar Al Aadiyat (Al Qoriah dilompati dulu karena dia agak kesulitan).  Ayat Kursi pun alhamdulillah sudah bisa.

Untuk Ayat Kursi ini awalnya saya tidak mengajarkannya secara sengaja. Saya hanya membacakannya ke Khansa tiap dia mau tidur. Ternyata hal itu terekam dalam ingatannya. Suatu saat ketika sedang bermain dia mengucap “allahu laa ilaa ha illa huwal hayyul qayyum”. Masya Allah. Ternyata memang ya, golden moment bagi anak itu saat dia mau tidur. Selama ini saya mengajarkan Khansa beberapa surat Al Quran juga ketika dia mau tidur, serta beberapa hal lain seperti rukun Islam, rukun Iman, kisah Rasulullah, Khulafaur Rasyidin, Fatimah, dll (saya menggantikan kisah cinderella, snow white, dll dengan kisah-kisah pendahulu umat yang jauh lebih banyak keteladanan dan kemuliaannya daripada tokoh-tokoh rekaan manusia tersebut).

Walaupun Khansa masih harus dipancing dulu awalannya (kecuali Al Fiil karena itu adalah surat favoritnya *berkaitan dengan gajah, salah satu binatang favorit Khansa*) , tapi alhamdulillah kami bersyukur sedikit demi sedikit mulai meningkat hafalannya.

Ya, genduk ngga bisa nyanyi.. tapi in sya Allah bisa ngaji. Itu cukup buat abi ummi.

Your weakness = Your Strength

FINALLY.. AGEN RESMI ABACA FLASHCARD

abaca-flash-card-seri1Alhamdulillah di awal tahun ini Zeatoys dengan izin Allah menjadi distributor dan agen dari beberapa mainan edukatif anak. Hal ini semakin memantapkan visi misi Zeatoys yang ingin menjadi one stop shopping for fun learning toys.

Sesudah 3,5 tahun lalu menjadi distributor mainan kayu omochatoys, tahun ini Zeatoys menambah varian produk mainan edukatif dengan menjadi distributor  pasta kreatif mentari, distributor flashcard tulis hapus, agen celengan qubaku, agen saiko logika, dan akhirnya… agen abaca flashcard

Mengapa ada embel-embel “akhirnya”… karena memang untuk menjadi agen abaca flashcard ini membutuhkan waktu kurang lebih 3 tahun dari saya menjadi reseller dan mengetahui produk ini, hingga “akhirnya” bulan ini menjadi AGEN RESMI ABACA FLASHCARD.

Selama ini di facebook saya tidak pernah mengiklankan abaca sama sekali, tapi orderan alhamdulillah adaa aja. Ternyata customer mengetahui dari blog saya ini. Sempat maju mundur karena terkendala modal, and finally bi idznillah pada bulan ini diberkahi Allah rizki hingga bisa menjadi AGEN ABACA FLASHCARD ^^

Apa sih abaca flashcard?
ABACA Flashcard adalah kartu yang digunakan untuk belajar membaca. Keistimewaannya ada pada metodenya yang disesuaikan dengan perkembangan anak usia pra sekolah, gambar yang menarik, pluss… game seru yang menyenangkan yang berbeda-beda di tiap serinya ^^

Terdapat 3 seri (3 tahapan) untuk belajar membaca :

  • Seri 1, belajar suku kata berakhiran a dan i, dengan game panen es krim (harga 45.000)
  • Seri 2, belajar suku kata berakhiran e dan o, dengan game menguak rahasia strawberry (harga 45.000)
  • Seri 3, belajar suku kata berakhiran u dan konsonan, dengan game mencari harta karun di peternakan (bonus buku pintar membaca berhadiah permen coklat) (harga 55.900)

Selain ketiga seri membaca tersebut, juga ada seri bahasa Inggris (harga 47.900). Di dalam seri bahasa Inggris ini anak-anak diperkenalkan dengan beberapa kosakata dalam bahasa Inggris terutama untuk benda-benda yang ada di sekitar kita, things in the bed room, in the kitchen, in the living room, in the dining room, and in the bathroom. Tentu saja sesuai dengan karakter anak yang suka bermain maka di english series ini disertai game menjual kue (utk anak perempuan) dan menjual mobil (utk anak laki-laki)

Lalu bagaimana jika anak terkena mental hectic jika belajar membaca terlalu dini?
Berikut saya nukil tulisan Ibu Diena Ulfaty (penemu metode abaca, yang merupakan mantan peneliti lab fisika ITB) Continue reading

Bahaya yang Terselip dalam Film Kartun

Boy & girl watching tvDear parents,
Berhati-hatilah dalam memilihkan tayangan untuk anak, dan usahakan dampingi mereka ketika sedang menontonnya, walau film kartun sekalipun yang kelihatannya “aman” bagi mereka.
Saya memang sangat membatasi anak saya dalam menonton TV, apalagi kalo ada suami, sama sekali tidak menonton TV di rumah.

Beberapa waktu lalu saya iseng nonton berdua dengan Khansa film kartun Pororo di televisi *I know, my fault :'( *
Awalnya memang biasa saja, Pororo dan teman-temannya sedang berusaha berlatih utk memenangkan kejuaraan ski. Masalah muncul ketika malam sebelum kejuaraan berlangsung, Pororo dan teman-temannya melihat bintang jatuh, dan kemudian mereka mengajukan doa kepada bintang jatuh tersebut agar bisa memenangkan lomba, dan doa itu diucapkan berulang-ulang.

See the probs? kalau tidak berhati-hati dan tidak kita dampingi serta diberi pengertian (apalagi jika anaknya sudah paham kata-kata yang diucapkan tokoh tersebut), sang anak bisa meniru hal itu dan tentunya bahayanya besar sekali, yaitu termasuk kedalam perbuatan syirik/ menyekutukan Allah.

Beberapa bulan lalu juga saya sempat sekilas melihat film kartun Aladin dari tv kabel yang sedang disetel ketika sedang berada di rumah kerabat. Alhamdulillah waktu itu Khansa asyik dengan mainan yang lain jadi tidak memperhatikan tayangan tersebut. Tapi ketika saya melihat seorang anak kecil berusia 6 tahun yang berada di dekat saya, tampak ekspresinya terlihat senang dan “berbunga-bunga” ketika menyaksikan Aladin dan putri Jasmine berpelukan dan kemudian terbang bersama karpet ajaibnya.

Hellow, anak itu baru 6 tahun. Disuguhi adegan dua orang dewasa  berlawanan jenis yang saling berpelukan.  Kids are like sponge. Mereka menyerap (dengan sangat baik) apa yang dilihatnya. Bagaimana jadinya kalau anak kita meniru adegan tersebut dengan teman lawan jenisnya? ya kalau “hanya” berpelukan (yang tetap saja salah!), bagaimana jika ditambah adegan berciuman yang bisa saja kita jumpai dalam film-film kartun buatan western country. Berpelukan dan berciuman dengan siapa saja mungkin merupakan budaya negara tersebut yang biasa di mata mereka, tapi tidak dalam pandangan Islam.

Agama ini mengajarkan pembatasan dalam pergaulan antara lawan jenis, termasuk dalam hal berpelukan dan berciuman, bahkan berpegangan tangan. Pembatasan ini bukan karena Islam adalah agama kolot yang mengekang kebebasan seseorang,tapi justru Islam berusaha menjaga dan melindungi kita agar terhindar dari hal-hal yang mengandung dan mengundang keburukan serta kemaksiatan. Islam menjaga agar” perhiasan yang mulia” bagi wanita hanya dipersembahkan bagi suaminya, begitupun bagi kaum prianya. Continue reading

Roti Maryam Enaaak

roti maryamBulan ini alhamdulillah penjualan roti maryam di tempat kami mengalami peningkatan yang cukup banyak.

Lho, kok roti maryam?bukannya jual mainan aja? Eits, jangan salah ;)

Ehm sebelumnya saya mau menyampaikan “KEINGINAN” saya dulu. Kalau versi saya ini namanya grand design, siapa tahu diberkahi Allah kemudahan dan menjadi kenyataan. Beberapa tahun lalu saya pernah menuliskan grand design di buku saya dan alhamdulillah sudah terwujud SEMUA, salah satu yang saya tulis waktu itu adalah resign dari kantor di sebuah BUMN dan sudah terlaksana  tahun 2012 yang lalu :)

Jadi, grand design saya.. nantinya ZeaCorp (nama “induk perusahaan”, mudah-mudahan bisa terwujud) terdiri dari beberapa “anak perusahaan”, nah dua “anak perusahaan” rintisan yang sedang berjalan yaitu ZEAtoys dan ZEAcullinary , tidak menutup kemungkinan akan ada “anak perusahaan” lain lagi. Untuk ZEAtoys sudah saya rintis sejak juli 2011 yang lalu dengan aneka produk mainan edukatif, sedangkan ZEAcullinary ini masih tergolong baru, dan produknya pun baru satu yaitu roti maryam.

Awalnya saya hanya penasaran ingin mencoba bagaimana rasa roti maryam ketika salah satu teman menawarkan. Qodarullah ketika paket orderan saya sampai rumah sudah bulukan karena kesalahan ekspedisi yang terlalu lama. Akhirnya saya dan zauji hunting di kota kami, dan alhamdulillah menemukan produsen roti maryam yang rasanya enak dan sudah menjadi supplier beberapa resto dan caffe yang menyediakan menu roti maryam.

Ternyata Khansa suka sekali roti khas timur tengah tersebut, apalagi jika dia yang berkreasi memberikan toppingnya sendiri dengan susu kental manis, meses,  parutan keju, ataupun selai strawberry. Maaf ngga sempat pajang pic hasil kreasi Khansa karena selesai buat dan diberi topping biasanya langsung habis dimakan beramai-ramai :D

Kemudian saya iseng menawarkan ke konsumen, sekalian beli stock buat cemilan Khansa di rumah. Alhamdulillah diberkahi Allah jalan. Ada sambutan baik dari konsumen sehingga awal order ada 30 paket, bulan berikutnya jadi 45 paket, dan tambah lagi 60 paket pada bulan lalu. Oleh karena pasar menyambut baik maka kami mulai serius menjual roti khas timur tengah ini, jadilah kami agen roti maryam. Continue reading

Distributor Flashcard Tulis Hapus

flashcard okeAlhamdulillah, dengan izin Allah pada bulan lalu zeatoys diberkahi kepercayaan menjadi distributor satu mainan edukatif (lagi) yaitu FLASHCARD BACA-TULIS-HAPUS.

Apa sih kelebihan dari flashcard ini?

  • Mengenalkan anak usia pra sekolah mengenai huruf hijaiyyah, alfabet, dan angka
  • Solusi hemat kertas karena sesudah menulis bisa dihapus kembali, dilengkapi dengan spidolnya
  • Dilengkapi dengan gambar dan warna yang menarik sehingga anak tertarik untuk melakukan aktivitasnya
  • Melatih motorik halus anak
  • Harga terjangkau

Spesifikasi produk:
• Tersedia pilihan warna untuk flashcards alfabet (biru dan pink) dan Flashcards Hijaiyah (hijau)
• Ukuran Kartu: 10 cm x 8 cm
• Flashcard Alfabet dan Hijaiyyah terdiri dari 30 kartu, Flashcard Angka terdiri dari 12 kartu
• Kertas art carton paper
• Laminasi plastik
• Spidol+Penghapus
• Kemasan tile
• free container box untuk flashcard abjad dan hijaiyyah (bisa dijadikan kotak makan juga)

Harga :

  • Flashcard Hijaiyyah dan Abjad @39.000
  • Flashcard Angka @25.000

Bagi yang berminat menjadi AGEN, syaratnya cukup mudah yaitu melakukan pemesanan sejumlah 70 kartu, dan akan mendapatkan fasilitas discount khusus serta spanduk dan x-banner.
Produk yang in sya’ Allah potensial untuk dipasarkan di TK untuk anak usia pra-sekolah
Berminat? sms/wa 08156534864, www.zeatoys.com

Sholat, Menghapus Dosa

Beberapa waktu lalu membaca salah satu artikel mengenai seseorang bernama Amou Haji (80 tahun) asal Iran yang tidak mandi selama 60 tahun *wew*.  
Ketika melihat fotonya di artikel tersebut tampak wajahnya sangat kotor dan kehitaman, kotoran menumpuk di wajahnya dan mungkin juga di bagian lain tubuhnya. Tentunya pemandangan yang sangat berbeda dengan kebiasaan masyarakat pada umumnya yang mandi secara rutin tiap hari, tampak bersih dan wangi.

Nah, begitupun halnya dengan sholat.  
Seandainya kita melakukannya secara rutin, terutama sholat wajib sehari lima kali -bukan hanya seminggu sekali (saat sholat Jumat) atau malah setahun dua kali (saat Idul Fitri dan Idul Adha)-, semoga kita tidak termasuk yang demikian ya ^^
Maka Allah akan mengampuni dosa-dosa (kecil) kita sehingga kita pun menjadi “bersih” karenanya, in sya’ Allah.

***
Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Bagaimana pendapat kalian seandainya ada sebuah sungai di depan pintu rumah kalian yang dia mandi darinya setiap hari lima kali, apakah masih tersisa kotoran yang melekat pada tubuhnya?” Para Sahabat menjawab, “Tidak tersisa kotorannya sedikit pun.” Lalu Nabi bersabda, “Demikian itulah perumpamaan sholat lima waktu yang dengan sebab itu Allah berkenan mengampuni dosa-dosa.” (HR. Bukhari di Kitab Mawaqit ash-Sholah [528] dan Muslim di Kitab al-Masajid wa Mawadhi’ ash-Sholah [667]) Continue reading

Jagalah, Selagi Ada

Kita tentu tahu bagaimana kehilangannya Pak Habibie ketika Ibu Ainun meninggal, kebersamaan mereka berpuluh tahun meninggalkan begitu banyak memori yg mendalam. Suka dan duka mereka hadapi bersama selama berpuluh tahun mengarungi kehidupan rumah tangga, sehingga terpatri kuat kelembutan dan kesetiaan sang istri ketika disampingnya.

Begitu juga dengan Buya Hamka ketika istri beliau mendahuluinya.
Berikut adalah penuturan Irfan, putra Buya, yang menuturkan bagaimana Buya sepeninggal istrinya atau Ummi Irfan .

***

“Setelah aku perhatikan bagaimana Ayah mengatasi duka lara sepeninggal Ummi, baru aku mulai bisa menyimak. Bila sedang sendiri, Ayah selalu kudengar bersenandung dengan suara yang hampir tidak terdengar. Menyenandungkan ‘kaba’. Jika tidak Ayah menghabiskan 5-6 jam hanya untuk membaca Al Quran.

Dalam kuatnya Ayah membaca Al Quran, suatu kali pernah aku tanyakan.

“Ayah, kuat sekali Ayah membaca Al Quran?”tanyaku kepada ayah.

“Kau tahu, Irfan. Ayah dan Ummi telah berpuluh-puluh tahun lamanya hidup bersama. Tidak mudah bagi Ayah melupakan kebaikan Ummi. Itulah sebabnya bila datang ingatan Ayah terhadap Ummi, Ayah mengenangnya dengan bersenandung. Namun, bila ingatan Ayah kepada Ummi itu muncul begitu kuat, Ayah lalu segera mengambil air wudhu. Ayah shalat Taubat dua rakaat. Kemudian Ayah mengaji. Ayah berupaya mengalihkannya dan memusatkan pikiran dan kecintaan Ayah semata-mata kepada Allah,” jawab Ayah.

“Mengapa Ayah sampai harus melakukan shalat Taubat?” tanyaku lagi.

“Ayah takut, kecintaan Ayah kepada Ummi melebihi kecintaan Ayah kepada Allah. Itulah mengapa Ayah shalat Taubat terlebih dahulu,” jawab Ayah lagi. [Ayah – Irfan Hamka (hal 212-213)]

***

Dan begitu pula Rasulullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- yang merasa kehilangan ketika ditinggalkan oleh Khadijah. Begitu banyak kebaikan Khadijah selama menjadi istri beliau, sehingga sesudah beberapa lama sepeninggal beliau Rasulullah seringkali memujinya. Continue reading

Jangan Kau Laknat Anakmu

“Genduukk… ngga usah bentak-bentak ibu! nanti mulutmu menyong ben!”

“Tholeee… dasar bodoh, susah diatur, ndableg.. mau jadi apa kamu nanti?jadi wong ngemis aja di jalan sana!”

Na’udzubillahi min dzalik.

Dear parents, berhati-hatilah dalam setiap perkataan dan doa yang kau keluarkan untuk anakmu. Jangan sampai penyesalan yang kita dapatkan, tatkala perkataan buruk yang kita lontarkan dikabulkan oleh Allah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

“Ada tiga doa yang pasti dikabulkan, tidak diragukan lagi : doa orang yang dianiaya, doa orang yang bepergian jauh, dan DOA (KEJELEKAN) ORANGTUA BAGI ANAKNYA” (HR Al Bukhari dan yg lainnya, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih al-Adabul Mufrad no.14)

Belajarlah dari kisah Juraij, seorang ahli ibadah yang mendapat ujian dari Allah berupa fitnah dari seorang pelacur karena laknat dari ibunya ketika dia tidak memenuhi panggilan sang bunda. Continue reading

Distributor & Agen Aneka Mainan Edukatif Anak

Awal tahun ini alhamdulillah ZEAtoys melebarkan sayap menjadi distributor dan agen beberapa mainan baru, setelah menjadi distributor mainan kayu OMOCHA. Insya Allah mainan yang kami distribusikan ini sangat bermanfaat bagi pendidikan dan perkembangan anak. Tapi layaknya mainan edukatif lainnya, tentunya memerlukan pendampingan dari orangtua dalam melakukan aktivitasnya, otherwise kegunaannya akan menjadi tidak maksimal.

Salah satu mainan yang sekarang kami pegang pendistribusiannya yaitu PASTA KREATIF MENTARI.

pasta kreatif mentari

pasta kreatif mentari

Keunggulan dari mainan ini adalah terbuat dari bahan non toxic, tidak menimbulkan iritasi di kulit, ramah lingkungan, tidak berbekas di baju (mudah dicuci). Kegunaaannya buat apa saja?banyak. Bisa untuk melakukan aneka kegiatan dan teknik melukis yang insya Allah dapat merangsang kreativitas anak, misalnya finger painting, lukisan cermin, menoreh, mewarnai, menggambar, memercik, melukis dengan benang, melukis dengan kelereng, mencap, membatik.

Pasta mentari ini dapat digunakan untuk kegiatan di playgroup, TK, bahkan untuk anak usia SD dan dewasa pun bisa. Berkreasi tak kenal usia kan? Di rumah pun pasta ini bisa menjadi salah satu alternatif mainan yang baik untuk anak, mereka bebas berkarya tanpa khawatir jika kotor, karena insya Allah mudah dibersihkan.

Anak saya -Khansa (35 bulan) – sudah beberapa hari ini selalu mengajak saya ataupun suami melukis dengan pasta. Satu paket pasta mentari bisa digunakan beberapa kali karena isinya cukup banyak (untuk 1 orang anak). Kami belikan kuas sebagai sarana melukis, lain waktu insya Allah bisa dicoba dengan teknik lain seperti finger painting. Ini hasil coretan Khansa. See how they express themself and explore the colours? Melukis in sya Allah bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak ^^

hasil karya Khansa

hasil karya Khansa

Harga insya Allah tidak mahal, hanya 12.ooo per paket (isi 3 botol @45ml), satu paket berisi 3 warna dasar (biru, merah, kuning).
Berminat menjadi agen? cukup dengan melakukan pembelian 40 paket akan mendapat discount khusus.
Produk yang insya Allah laris di pasaran.  Saya alhamdulillah -bi idznillah- sudah menjual 320 paket dalam satu bulan.

Continue reading

Menikahlah!

A. MENIKAHLAH!

Menikah, merupakan tuntunan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana hadits…

“Menikah adalah sunnahku. Barangsiapa yang enggan melaksanakan sunnahku, maka ia bukan dari golonganku. Menikahlah kalian! Karena sesungguhnya aku berbangga dengan banyaknya jumlah kalian di hadapan seluruh ummat. Barangsiapa memiliki kemampuan (untuk menikah), maka menikahlah. Dan barangsiapa yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa itu adalah perisai baginya (dari berbagai syahwat)” [Hadits shahih lighairihi: Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (no. 1846) dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 2383)]

Jangan khawatir dengan kemiskinan yang membuatmu enggan untuk menikah, karena Allah telah berfirman..

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (me-nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” [An-Nuur : 32]

Dan juga sabda Rasulullah..

“Ada tiga golongan manusia yang berhak mendapat pertolongan Allah: (1) mujahid fi sabilillah (orang yang berjihad di jalan Allah), (2) budak yang menebus dirinya supaya merdeka, dan (3) orang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya.”
Hadits hasan: Diriwayatkan oleh Ahmad (II/251, 437), an-Nasa-i (VI/61), at-Tirmidzi (no. 1655), Ibnu Majah (no. 2518), Ibnul Jarud (no. 979), Ibnu Hibban (no. 4030, at-Ta’liiqatul Hisaan no. 4029) dan al-Hakim (II/160, 161), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan.”
Continue reading